Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Pengaruh Variabel Suhu Terhadap Sintasan Budidaya Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Balai Benih Ikan (BBI) Ringdikit Alfani Wahyudi; I Nyoman Dodik Prasetia; Ida Bagus Jelantik Swasta
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 4 (2026): Vol.3 No. 4 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i4.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan suhu media pemeliharaan terhadap sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan (BBI) Ringdikit, Kabupaten Buleleng. Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang berperan penting dalam memengaruhi proses fisiologis, metabolisme, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan, sehingga penentuan suhu pemeliharaan yang optimal sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan kegiatan pembenihan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan suhu, yaitu 24°C, 28°C, dan 32°C, masing-masing dengan tiga ulangan. Sebanyak 270 ekor benih ikan nila dipelihara selama 30 hari. Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan, sedangkan parameter kualitas air yang meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), dan amonia dipantau selama penelitian. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan suhu media pemeliharaan berpengaruh terhadap tingkat sintasan benih ikan nila. Rata-rata sintasan pada perlakuan suhu 24°C sebesar 20 ekor, suhu 28°C sebesar 21,67 ekor, dan suhu 32°C sebesar 27 ekor. Perlakuan suhu 32°C menghasilkan tingkat sintasan tertinggi karena diduga mampu memberikan kondisi lingkungan yang lebih optimal bagi proses fisiologis dan metabolisme benih ikan nila. Dengan demikian, suhu 32°C dapat direkomendasikan sebagai suhu pemeliharaan yang optimal dalam kegiatan pembenihan ikan nila untuk meningkatkan sintasan benih serta mendukung efisiensi produksi di Balai Benih Ikan (BBI) Ringdikit.