p-Index From 2021 - 2026
6.174
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Foristek JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal) Jurnal Simantec Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Majalah Komunikasi Massa Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Journal of Information Technology and Computer Science (JOINTECS) JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA SMARTICS Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Eksplora Informatika JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFORMASI Elektrika Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Systemic: Information System and Informatics Journal Jurnal Mantik Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis JSR : Jaringan Sistem Informasi Robotik e-NARODROID Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jurnal Nasional Ilmu Komputer Insyst : Journal of Intelligent System and Computation Wijayakusuma Law Review Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Jurnal Borneo Informatika dan Teknik Komputer (JBIT) SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Nusantara Journal of Computers and its Applications Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Digitus : Journal of Computer Science Applications
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Eksplora Informatika

Analisis Sentimen Calon Presiden Indonesia 2019 Berdasarkan Komentar Publik Di Facebook Eko Budi Santoso; Aryo Nugroho
Jurnal Eksplora Informatika Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.906 KB) | DOI: 10.30864/eksplora.v9i1.254

Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis sentimen terhadap calon presiden Indonesia tahun 2019 berdasarkan komentar publik di jejaring sosial Facebook. Selanjutnya akan melalui beberapa tahapan dalam melaukan analisis sentimen, antara lain adalah tahap pengumpulan data, data correction, preprocessing data, dan klasifikasi menggunakan Naïve Bayes Classifier serta dilakukan asosiasi teks. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa calon presiden Joko Widodo didapatkan postingan sebanyak 40 data dan calon presiden Prabowo Subianto didapatkan 12 data postingan dengan pengumpulan data pada tanggal 17 april 2019 sampai 22 mei 2019. Dari data sebanyak 5.000 komentar yang dipilih secara acak dan melalui tahap preprocessing menghasilkan polaritas sentimen, Joko Widodo memeperoleh 85% untuk sentimen positif, 15% sentimen negatif. Sedangkan Prabowo Subianto memperoleh 76% sentimen positif, dan 24% sentimen negatif. Untuk hasil klasifikasi menggunakan Naïve Bayes Classifier memperoleh hasil tingkat akurasi sebesar 86,4%, serta kata yang berasosiasi dengan kata masyarakat terhadap Joko Widodo didapatkan kata upaya, mental, dan kondisi untuk sentimen positif dan kata pemerintahan, pembangunan, kelompok untuk sentimen negatif. Sedangkan yang berasosiasi dengan kata masyarakat terhadap Prabowo Subianto didapatkan kata sistem, berkomitmen, dan kritis untuk sentimen positif dan kata bodohi, kelayakan, diusung untuk sentimen negatif.
Deteksi Citra Uang Kertas dengan Fitur RGB Menggunakan K-Nearest Neighbor Andhika Ryan Pratama; Muhammad Mustajib; Aryo Nugroho
Jurnal Eksplora Informatika Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.138 KB) | DOI: 10.30864/eksplora.v9i2.336

Abstract

Mesin pendeteksi uang kertas menjadi salah satu objek yang diperhatikan untuk diteliti dan dikembangkan. Mesin pendeteksi uang kertas Indonesia yang ditemukan seperti di stasiun kereta api di suatu kota, terdapat kegagalan dalam mengenali nilai uang kertas tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model dari pengenalan nilai uang kertas menggunakan K-Nearest Neighbor (KNN) yang merupakan metode yang paling sederhana dan paling penting dalam pengenalan pola, hal ini ditunjukkan pada akurasi yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan metode lainnya seperti Artificial Neural Networks (ANN) dan Feedforward Neural Network (FNN). Model yang diusulkan menggunakan ekstraksi fitur, terdapat beberapa fitur yang digunakan untuk pengenalan uang kertas seperti yang pernah dilakukan menggunakan ekstraksi fitur tekstur. Penelitian ini menggunakan ekstraksi fitur warna. Warna memberikan informasi yang berarti dan nilai-nilai yang penting dalam proses mendeskripsikan suatu objek. Warna yang digunakan adalah Red, Green, Blue (RGB). Hasil disajikan pada dataset 40 gambar uang kertas yang terdiri dari pecahan 2000 rupiah keluaran lama, 2000 rupiah keluaran baru, 5000 rupiah keluaran lama, dan 5000 rupiah keluaran baru. Pendekatan yang diusulkan terlihat kinerja yang cukup baik dengan menggunakan metode KNN. Dari 16 data uji menunjukkan 15 objek uang kertas berhasil dideteksi dengan benar. Akurasi yang dihasilkan sebesar 93,7% dengan nilai K=5.
Prototype Pemantauan Konsumsi Energi Listrik pada Firebase Menggunakan PZEM-004T Yasa, Kadek Amerta; Purbhawa, I Made; Sumerta Yasa, I Made; Teresna, I Wayan; Nugroho, Aryo; Winardi, Slamet
Jurnal Eksplora Informatika Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v12i2.993

Abstract

Saat ini kWh meter konvensional masih digunakan untuk memantau konsumsi listrik di Indonesia, sehingga masih diperlukan petugas yang mengunjungi rumah pelanggan setiap bulannya. Hal ini mengakibatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menyediakan pencatat meter yang menjadi beban biaya perusahaan. Sementara itu pencatat meter mengalami kendala ketika rumah pelanggan kosong dan tidak dapat dicatat meternya. Permasalahan ini dapat diselesaikan jika menggunakan teknologi pencatatan yang otomatis dan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Saat ini kemajuan teknologi memungkinkan konvergensi antara saluran komunikasi dengan berbagai hal. Teknologi yang dikenal dengan Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemantauan konsumsi energi listrik berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini akan membantu perusahaan (PLN) dalam memantau penggunaan listrik setiap pelanggan tanpa petugas pencatat meter. Prototype alat ini telah berhasil dikerjakan menggunakan PZEM-004T yang kemudian mampu menampilkan tegangan, arus daya, power factor dan waktu. Luaran dari alat kwH meter teknologi IoT ini kemudian dikirimkan ke basis data Firebase. Firebase memiliki keunggulan karena ditempatkan dalam cloud. Sehingga data yang diperoleh dapat juga ditampilkan dalam aplikasi android. Hasil pengujian dari prototype kemudian dilakukan pengujian beban dan dibandingkan dengan alat ukur sejenis yang ada di pasaran. Pengujian beban menghasilkan keakuratan sistem dengan rata-rata persentase akurasi tegangan: 99.25%, arus: 99.82%, daya: 97.50% dan factor daya: 98.78%. Penelitian ini menghasilkan prototipe menggunakan ESP32 dan PZEM-004T yang sangat akurat sehingga dapat direkomendasikan untuk pencatatan daya listrik yang mampu mengurangi beban biaya operasional PLN.
Prototype Pemantauan Konsumsi Energi Listrik pada Firebase Menggunakan PZEM-004T Yasa, Kadek Amerta; Purbhawa, I Made; Sumerta Yasa, I Made; Teresna, I Wayan; Nugroho, Aryo; Winardi, Slamet
Eksplora Informatika Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v12i2.993

Abstract

Saat ini kWh meter konvensional masih digunakan untuk memantau konsumsi listrik di Indonesia, sehingga masih diperlukan petugas yang mengunjungi rumah pelanggan setiap bulannya. Hal ini mengakibatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menyediakan pencatat meter yang menjadi beban biaya perusahaan. Sementara itu pencatat meter mengalami kendala ketika rumah pelanggan kosong dan tidak dapat dicatat meternya. Permasalahan ini dapat diselesaikan jika menggunakan teknologi pencatatan yang otomatis dan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Saat ini kemajuan teknologi memungkinkan konvergensi antara saluran komunikasi dengan berbagai hal. Teknologi yang dikenal dengan Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemantauan konsumsi energi listrik berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini akan membantu perusahaan (PLN) dalam memantau penggunaan listrik setiap pelanggan tanpa petugas pencatat meter. Prototype alat ini telah berhasil dikerjakan menggunakan PZEM-004T yang kemudian mampu menampilkan tegangan, arus daya, power factor dan waktu. Luaran dari alat kwH meter teknologi IoT ini kemudian dikirimkan ke basis data Firebase. Firebase memiliki keunggulan karena ditempatkan dalam cloud. Sehingga data yang diperoleh dapat juga ditampilkan dalam aplikasi android. Hasil pengujian dari prototype kemudian dilakukan pengujian beban dan dibandingkan dengan alat ukur sejenis yang ada di pasaran. Pengujian beban menghasilkan keakuratan sistem dengan rata-rata persentase akurasi tegangan: 99.25%, arus: 99.82%, daya: 97.50% dan factor daya: 98.78%. Penelitian ini menghasilkan prototipe menggunakan ESP32 dan PZEM-004T yang sangat akurat sehingga dapat direkomendasikan untuk pencatatan daya listrik yang mampu mengurangi beban biaya operasional PLN.
Co-Authors Ach Syuhbanul Yaumi Ach. Syuhbanul Yaumi Achlaq, Mochammad Mizanul Achmad Musyaffa Taufiqi Aditya Bimandaru Agung Widodo Ahmad Khozin Al Azam, Moh Noor Al-Azam, Moh Noor Alamsyah - Alfarizi Kurniawan Lesmana Alvina Shanaz Oktavia Amelia Miska Rahayu Andhika Ryan Pratama Anggi Rizki Septiani Anindito, Benediktus Aprilian Lisa Maryanto Arief Kurniawan Arief Kurniawan Arief Kurniawan Arifah Putri Nabilah Awalludiyah Ambarwati Azizah, Maulidya Nanda Badrus Zaman Bagus Prasetyo Budiono Bayu Indra Kusuma Bayu Saputra Benediktus Anindito Benny Wijaya Budi Wibowo Suhanjoyo Cahyo Darujati Daniel Happy Putra Daniel Rohi Darian Rizaludin Darujati, Cahyo Dedy Priyambodo Dewi, Ratna Kusuma Din Syamsudin Din Syamsudin Diva Istighfarin Ayu Setianti Eko Budi Santoso Fachrudin, Tresna Maulana Fardiansyah, Muhammad Yusuf Firmansyah, Fariz Galih Hery Herlambang Herlambang, Galih Hery Hidayatillah, Rumaisah I Made Purbhawa I Wayan Teresna, I Wayan Imron Rosydi Irhab, Moh Dzaky Islam, Mochammad Fakhrul Ivan Ubaidillah Sekar Wibowo Izzudin, Rafi Jacky Ma'ruf Fatoni Jelita, Lucia Devlina Adventia Kadek Amerta Yasa Kirana, Viona Chandra Kunto Eko Susilo Latifah Rifani Lestari, Rani Wahyu Marthalia, Lia Maulana, Achmad Zaffri Maulidya Nanda Azizah Mauridhi Hery Purnomo Mirwan Mirwan Mochammad Mizanul Achlaq Moh Noor Al Azam Moh Noor Al-Azam Moh Noor Al-Azam Mohammad Hakam Muh Dimas Yudianto Muhamad Nur Arifin Muhammad Mustajib Muhammad, Iqbal Nur Neta Kania Salsabila Nur, Putri Annisa Oktavia, Alvina Shanaz Permana, Kevin Praba Caesar Bagaskara Prakoso, Muhammad Wisnu Putra, Zuda Pradana Rahmah, Intan Luthfiyah Richardus Eko Indrajit Ricsa Andrean Ricsa Andrean Rumaisah Hidayatillah Rumaisah Hidayatillah Satria Eka Dicky Kurniawan Septian Fendy Septian Fendyputra Pratama Septian, Jeremy Andre Setianti, Diva Istighfarin Ayu Setyawan, Kukuh Rachmad Siregar, Raja Yosia Manahan Trinitas Slamet Winardi Sumerta Yasa, I Made Surya Sumpeno Susilo, Kunto Eko Tresna Maulana Fahrudin Tresna Maulana Fahrudin Wahyu Lestari, Rani Wardhana, Sultan Fahresi Duta Wiwin Agus Kristiana Yosia Chrismas Decky Halundaka yosia halundaka Yulius Satmoko Raharjo Zainul Zulfiqkar Zainul Zulfiqkar Zuda Pradana Putra