Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENAMBAH AGREGAT KASAR MUTU BETON F™C 17 Mpa TERHADAP KUAT TEKAN BETON Syafiatun siregar; Nurmaidah .
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 2 No. 1 (2016): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v2i1.6917

Abstract

Pada pembangunan beton banyak di gunakan umumnya bangunan sipil. Bahan dasar dari beton ialah campuran semen, air, agregat halus dan agregat kasar, sedangakan beton yang     menggunakan tulangan baja disebut beton bertulang. Sesuai perkembangan zaman dengan teknologi yang mendukung mengakibatkan terus bertambahnya jumlah barang bekas dan berbagai macam limbah yang keberadaannya menjadi masalah bagi kehidupan,  salah satunya adalah limbah tempurung kelapa. Tempurung kelapa ini dapat diperoleh di berbagai tempat dan dapat diolah pada industri pabrik seperti obat nyamuk, arang menjadi karbon aktif, pinsil dan lain sebagainya.Penelitian ini tempurung kelapa digunakan sebagai bahan tambahan pada campuran beton  normal. Variasi penambahan tempurung kelapa pada beton  normal  untuk mengetahui kuat tekan beton  yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton berupa kuat tekan. Adapun variasi tempurung kelapa   yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%.Sehingga hasil kuat tekan beton yang di peroleh dari variasi tersebut adalah 54,72 ton , 28,75 ton , 28,59 ton  dan  22,969 ton.. Kata Kunci : beton, kuat tekan , slump, tempurung kelapa  ABSTRACT On the construction of concrete used in general civil buildings. The basic ingrendient of concrete is a mixture of cement, water, fine aggregate and coarse aggregate, while the concrete using steel reinforcement called reinforced concrete. According to the times with technology that supports resulted in increasing number of second “ hand goods and a wide variety of waste whose existence is aproblem for life, one of which waste coconut shell. Coconut shell can be obtained in a variety of place and can be processed in industrial plants such as insect repellent, be carbon activated charcoal, pencil and so forth.This study coconut shell is used as an additive in a mixture of normal concrete. The addition  of coconut shell variation on normal concrete to determine the compressive strenght of concrete is expected to improve the quality of the compressive strenght of the concrete form. As for the variation of coconut shells used were 0%, 10%, 20% and 30%. So rthat the compressive stregth of concrete obtained from the variation is 55.72 tons, 28.75 tons, 28.59 tons and 22.969 tons. Keywords: Integrative Learning Model, Learning Outcomes, foundations Survey and Mapping
STUDI ANALISIS PERILAKU DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR DENGAN MENGGUNAKAN UJI BEBAN STATIK DAN MODEL TANAH MOHR COULOMB PADA PROYEK PARAGON SQUARE TANGERANG, BANTEN Nurmaidah Nurmaidah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 1 (2017): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i1.7441

Abstract

ABSTRAKDalam menganalisis dan membandingkan besarnya beban maksimum suatu pondasi tiang bor  melalui data Loading Test sudah banyak menggunakan berbagai macam cara, yaitu dengan menggunakan metode empirik maupun dengan menggunakan metode numerik. Metode - metode empirik untuk menganalisis daya dukung dan penurunan (settlement) pondasi tiang bor melalui data Loading test telah banyak dikembangkan, diantaranya adalah metode Davisson, Mazurkiewiecz dan metode Chin. Analisis yang dilakukan pada Proyek Paragon Square ini  yaitu untuk membandingkan besarnya daya dukung dan penurunan (settlement) yang terjadi pada pondasi tiang bor dengan menggunakan beberapa metode empirik dan juga dengan menggunakan metode elemen hingga.Kata Kunci : Bored Pile, Daya Dukung, Penurunan Tiang ABSTRACT In analyzing and camparing the amount of  the maximum load of a bored pile foundation with Loading Test data was using many various ways, by using empirical method and numerical method. Empirical method to analyze carrying capacity and settlement of a bored pile foundation from Loading Test data have been developed such as Davisson method, Mazurkiewiecz method and Chin method. In this paper, a analyze located Paragon Square Project is to campare carrying capacity and settlement in bored pile foundation by using some empirical method and finite element method.Keywords: Bored Pile, Carrying Capacity, Pile Reduction
KAJIAN PENGARUH TINGKAT KEKASARAN BAHAN STRUKTUR PONDASI TIANG TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS DUKUNG TANAH Kartika Indah Sari; Nurmaidah Nurmaidah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41866

Abstract

Tanah lunak seperti tanah lempung merupakan tanah dengan kadar air tinggi dan daya dukung rendah. Tiang merupakan perkuatan yang dipakai dalam menambah daya dukung tanah untuk memikul beban konstruksi yang akan dibangun di atas tanah. Perkuatan tiang yang digunakan adalah tiang beton, tiang baja dan tiang kayu untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kapasitas dukung. Metode perkuatan tanah lunak yang digunakan dalam penelitian adalah metode uji beban untuk mengetahui kapasitas dukung tiang tunggal pada tiang kayu, tiang baja dan tiang beton. Tinggi tiang yang digunakan 35 cm dan diameter 2,5 cm dengan jumlah tiang 4 dimasing-masing tiang. Hasil uji beban membuktikan bahwa kapasitas dukung tiang kekasaran lebih tinggi kapasitas dukungnya dari pada tiang polos. Kekasaran tiang dapat berpengaruh terhadap kapasitas dukung tiang. Perbedaan kekasaran permukaan tiang mempengaruhi tingkat interaksi antar partikel butiran tanah dan tiang, ini berarti lebih besar peningkatan kapasitas tiang kasar atau tiang kekasaran variasi. Kata Kunci: Lempung, Perkuatan, Tiang ABSTRACT Soft soils such as clay are soils with high water content and low bearing capacity. Piles are reinforcement used to increase the carrying capacity of the soil to carry the load of the construction to be built on the ground. Reinforcement of the poles used are concrete poles, steel poles and wooden poles to determine how much the increase in bearing capacity is. The soft soil reinforcement method used in this study is the load test method to determine the bearing capacity of single piles on wooden piles, steel piles and concrete piles. The height of the poles used is 35 cm and the diameter is 2.5 cm with 4 poles in each pole. The load test results prove that the bearing capacity of the rough pile is higher than that of the plain pile. Pile roughness can affect the pile bearing capacity. Differences in pile surface roughness affect the level of interaction between soil particles and piles, this means a greater increase in pile capacity or pile roughness variation. Keywords: Clay, Pile, Reinforcement
EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM PENANGANAN GENANGAN DENGAN MODEL EPA SWMM VERSI 5.1 Annisa Wahyuni; Rizky Franchitika; Nurmaidah Nurmaidah; Syafiatun Syafiatun
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.61379

Abstract

Genangan air hujan di badan jalan mengganggu kenyamanan pengendara dan mempengaruhi lalu lintas serta merusak badan jalan. Jalan Gatot Subroto merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Binjai yang kerap kali terdapat genangan di beberapa titik ruas jalannya. Mengetahui kondisi tersebut, maka perlu diadakan penelitian sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air dan memberi solusi pada permasalahan genangan. Sehingga genangan dan banjir yang diakibatkan oleh hujan tidak lagi menggenangi permukaan jalan dan pemukiman sekitarnya. EPA SWMM (Environment Protection Agency Storm Water Management Model) mampu memodelkan permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan dan kondisi yang terjadi di lapangan dengan memasukan parameter yang tercatat dalam kondisi sesungguhnya. Dalam penelitian ini, juga mengevaluasi suatu sistem drainase jalan yang telah ada dan faktor-faktor yang mempengaruhi genangan dan banjir. Metode yang digunakan antara lain distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Gumbel dan distribusi Log Pearson Tipe III serta Uji kecocokan data menggunakan Uji Smirnov-Kolmogorof dan uji Chi Kuadrat. Hasil perhitungan debit puncak banjir rencana pada periode 5 tahun adalah 2.813 m³/det dan pada periode 10 tahun sebesar 3.121 m³/detik sedangkan dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air adalah 9,345 menit atau 0,156 jam. Perbandingan kapasitas eksisting saluran dan debit banjir rencana maka didapat bahwa saluran eksisting yang ada tidak dapat menampung debit banjir rencana, sehingga perlu dilakukan perencanaan kembali pada saluran drainase.Berdasarkan hasil perhitungan debit rencana periode kala ulang 10 tahun diperoleh, perencanaan ulang dimensi saluran yaitu segmen2 dengan kedalaman 0,746 m dan lebar 1,492 m; segmen3 dengan kedalaman 0,868 m dan lebar 1,737 m; segmen4 dengan kedalaman 0,567 m dan lebar 1,134 m; segmen5 dengan kedalaman 0,604 m dan lebar 1,208 m; segmen7 dengan kedalaman 0,583 m dan lebar 1,165 m.