Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perawatan Preventif Mesin Pompa Air Trisna Mesra; Insannul Kamil; Rika Ampuh Hadiguna
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 7 No. 2 (2023): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v7i2.10133

Abstract

The Planned maintenance activities can make the production process run smoothly. The object of the research was pump machine with three phase. Based on obsevations, pumps often experience damage to critical components. This study aims to implement preventive maintenance on pump. The advantage of using preventive maintenance can determine the optimal type of maintence and maintenance time intervals for each critical component. The research stages include determining the probability density function (pdf) and reliability, determining the maintenance interval for critical component using the downtime minimization criteria that will be used to schedule maintenance  and determining the cost of corrective and preventive for each critical component. The result of the application of preventive maintenance, there were three component  that experienced a decrease in maintenance costs, namely the electromotor component experiencing a 23,7% cost reduction with a 52% reliability level, the radial bearing component experiencing  a cost reduction by 24% with a reliability level of 66,64% and the impeller component experiencing a decrease 19,5% cost with a 69% reliability rate. While the maintenance time interval for the electromotor component is 142,4 hours, the radial bearing component is 153,5 hours and the impeller component is 168,8 hours.
Analisis Perawatan Mesin Pompa Sentrifugal dengan Metoda Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Trisna Mesra
JURNAL UNITEK Vol. 13 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v13i2.138

Abstract

PT X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyimpanan atau penimbunan minyak CPO dari perusahaan luar kota Dumai maupun perusahaan sekitar lingkungan PT X. Dalam proses menimbun minyak CPO, PT X menggunakan Mesin Pompa Sentrifugal untuk menyalurkan CPO. Akibat adanya keluar masuk CPO dengan menggunakan pompa Sentrifugal secara maksimal, berdampak pada kerusakan pada pompa tersebut. Diantara kerusakan yang sering terjadi adalah Bearing cover retak, bearing rusak, mechanical seal bocor serta terjadinya kerusakan packing. Hal ini menyebabkan pompa tidak bisa berfungsi secara optimal, sehingga akan menganggu proses pembongkaran cpo ke tangki timbun. Oleh karena itu melakukan kegiatan perawatan pada sebuh pompa sebelum terjadi kerusakan menjadi sangat penting pada sebuah industri karena dapat mengurangi biaya perbaikan pompa dan menjaga keberlanjutan transfer dari mobil ke tangki timbun. penelitian ini akan menggunakan metode Failure Mode and effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasikan kerusakan mesin dan menentukan prioritas komponen pompa sentrifugal dalam perawatan serta jenis perawatannya berdasarkan nila RPN (Risk Priority Number). Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan excel maka nilai RPN terbesar adalah komponen bearing dengan nilai 448. Tindakan perawatan preventif yang dilakukan terhadap bearing adalah pemberian lubrikan secara berkala.
Perawatan Mesin Ketel Uap dengan Menerapkan Total Productive Maintenance di PT Wilmar Nabati Indonesia Unit Pelintung Melliana; Trisna Mesra; Tri Ernita; Yusrizal; Muharafiz Zikhri
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/m84mvf39

Abstract

PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) unit Pelintung merupakan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) untuk menghasilkan minyak goreng berkualitas. Minyak sawit mentah diolah melalui proses pemurnian (refinery) yang menghasilkan Refined Bleached Deodorization Palm Oil (RPDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), lalu dilanjutkan dengan fraksinasi untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Olein (RBDOL) dan Refined Bleached Deodorized Stearin (RBDST). Ketel uap atau boiler memainkan peran penting dalam pabrik kelapa sawit, menghasilkan uap untuk perebusan tandan buah segar (TBS) dan proses lainnya. Untuk mengurangi downtime dan kerusakan mesin selama produksi, diperlukan sistem pemeliharaan yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pemeliharaan mesin ketel uap menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengurangi breakdown dan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin ketel uap masih di bawah standar (85%), dengan rata-rata 70,33%. Nilai OEE terendah terjadi pada Maret (45,59%), sementara nilai tertinggi di Oktober (85,83%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan kinerja mesin ketel uap agar memenuhi standar OEE, sehingga mendukung kelancaran produksi dan efisiensi operasional perusahaan.
Optimalisasi Metode Transportasi Pupuk untuk Meningkatkan Efisiensi Logistik dan Distribusi di Provinsi Riau Melliana Melliana; Sanco Simanullang; Azmi; Trisna Mesra; Sirlyana
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/4rreah35

Abstract

Pendistribusian barang menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan operasional perusahaan, terutama di sektor agribisnis seperti PT  SISUTA yang bergerak dalam produksi dan distribusi pupuk. Untuk mendukung penyebaran pupuk ke berbagai wilayah, efisiensi dalam sistem distribusi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalkan total biaya transportasi melalui pemilihan rute terbaik dan penggunaan kapasitas pengiriman yang lebih optimal. Metode pengumpulan data berupa data kwantitatif dan pengambilan data berupa data sekunder. Penelitian ini menganalisis pengurangan biaya transportasi di PT Sasuta dengan menggunakan metode North West Corner, Least Cost, dan Stepping Stone. Sebelum optimasi, total biaya transportasi tercatat sebesar Rp. 11.683.200. Dengan metode North West Corner, biaya turun menjadi Rp. 7.012.520, menghasilkan penghematan Rp. 4.850.680. Metode Least Cost dan Stepping Stone menghasilkan biaya yang lebih optimal, yaitu Rp. 6.100.540, dengan penghematan Rp. 5.762.660 dari biaya awal. Dibandingkan dengan North West Corner, metode Least Cost dan Stepping Stone memberikan pengurangan tambahan sebesar Rp. 911.980. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Least Cost dan Stepping Stone adalah metode yang paling efisien dan optimal karena dapat menghemat biaya logistik secara signifikan
Integrasi Metode AHP dan TOPSIS untuk Menentukan Supplier Terbaik Sparepart Motor di Toko Dinasty Trisna Mesra; Novri Jenita Marbun; Toni Pahpahan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/9s9wd903

Abstract

Pemilihan supplier yang tepat merupakan keputusan strategis yang berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional dan daya saing usaha, khususnya pada sektor ritel suku cadang kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk membantu Toko Dinasty dalam menentukan supplier oli motor terbaik melalui pendekatan pengambilan keputusan multi-kriteria menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan kriteria pemilihan supplier, yaitu tanggung jawab (responsibility), sistem pembayaran, potongan harga, dan ketepatan pengiriman, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk menentukan peringkat alternatif supplier berdasarkan bobot tersebut. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa sistem pembayaran merupakan kriteria paling dominan dengan bobot sebesar 0,4406, diikuti oleh responsibility, ketepatan pengiriman, dan potongan harga, dengan nilai Consistency Ratio (CR) sebesar 0,0381 yang menandakan penilaian konsisten dan dapat diterima. Selanjutnya, hasil perhitungan TOPSIS menunjukkan bahwa PT Alfa Scorpy II terpilih sebagai supplier terbaik dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,6071, sedangkan CV Berdikari Putra Jaya menempati peringkat terendah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi yang jelas dan terukur bagi manajemen Toko Dinasty dalam menentukan supplier utama, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengadaan, meminimalkan risiko keterlambatan pasokan, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih objektif. Penelitian ini berkontribusi sebagai model pendukung keputusan yang aplikatif bagi usaha ritel sejenis dalam pemilihan supplier berbasis kriteria.