Articles
A PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA RASPBERRY PI UNTUK KALANGAN SISWA DAN SISWI DI KEMBANGAN UTARA : PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA RASPBERRY PI UNTUK KALANGAN SISWA DAN SISWI DI KEMBANGAN UTARA
Silalahi, Lukman Medriavin;
Simanjuntak, Imelda Uli Vistalina;
Silaban, Freddy Artadima;
Budiyanto, Setiyo;
Rochendi, Agus Dendi
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen PKM Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47841/saintek.v1i2.159
Permintaan industri terhadap sumber daya manusia terampil memberikan tantangan kepada setiap lulusan sekolah untuk melakukan berbagai pelatihan kompetensi dan keterampilan. Sehingga, solusi untuk memenuhi tantangan industri adalah pelatihan Penerapan ipteks bagi masyarakat berjudul †Pengenalan Komponen Elektronika Raspberry Pi untuk Kalangan Siswa-Siswi Di Kembangan Utara†merupakan . Luaran akhir kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan penyuluhan pada modul Raspberry Pi dalam hal ini perancangan sistem Irigasi Air sederhana, dengan menggunakan detektor ketinggian air sebagai masukan informasi yang akan diolah dan diproses oleh Raspberry Pi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa-siswi mengenal perangkat mini komputer yang disebut Raspberry Pi dan aplikasinya.
PENGGUNAAN STRAIN GAUGE SEBAGAI KENDALI KURSI RODA
Simanjuntak, Imelda Uli Vistalina;
Rochendi, Agus D.;
Silalahi, Lukman M.;
Salamah, Ketty S.
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/tr.2021.v26i2.4442
Perkembangan teknologi yang cukup pesat mendorong semua proses manual pada zaman sekarang ini menjadi proses otomatis. Tidak terkecuali dalam hal alat bantu berjalan seperti kursi roda. Oleh karena itu, penelitian merancang alat kursi roda elektrik cukup hangat untuk di bahas. Kursi roda elektrik yang pergerakannya dikontrol langsung oleh pengguna, menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak. Penelitian ini menggunakan motor penggerak yang sepenuhnya dikontrol oleh sensor strain gauge. Kemudian dipasang dengan tombol gerak pada jari pengguna kursi roda sebagai pengontrol utama. Beberapa parameter yang digunakan dalam menentukan tombol maju, mndur, kiri, kanan dan stop adalah nilai sensitivitas, linearitas, respon time, dan kalibrasi yang sesuai referensi ideal sensor. Hasil penelitian ini memberikan nilai hambatan rata – rata rentang 344.65 - 354.65 (ohm), Sensitivitas tegangan sebesar 0.0612 - 0.0617 (volt), sensitivitas tegangan terhadap indek tekuk dengan grafik yang linear, dan respon time tiap 1 (satu) detik didapatkan rata-rata perubahan voltase dari -0.0054 sampai dengan 0.3574 volt. Dan hasil ini merupakan nilai yang baik dalam rentang referensi sensor ideal. Sehingga dapat selanjutnya digunakan untuk nilai pemetaan jari-jari yang digunakan untuk mengontrol arah pada program mikrokontroler kursi roda dielektriknya.
Design Of Triangular Array Microstrip Patch For Antenna 5g Application
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak;
Agus Dendi Rochendi;
Ketty Siti Salamah;
Diah Sucita Safitri
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol 5, No 1 (2021): EDISI JULY 2021
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jite.v5i1.4927
The trend of research on microstrip antennas in the millimeter frequency range has been hotly discussed in recent years. With the aim of increasing the bandwidth, beam gain and return loss in accordance with the standards of 5G needs in a fairly small dimension and low complexity. Previously, several studies of microstrip antennas with conventional patches have been carried out, then followed by a triangular array patch model. The antenna designed using Duroid 5880 substrate with a thickness of 1.575 mm and a dielectric constant value of 2.2 was simulated using Computer Simulation Technology (CST) software. The simulation results work at a frequency of 28 GHz with a return loss value of -26.98 dB, VSWR 1.09, gain 8.8 dB, HPBW value of 25.6° and main lobe of 21.0 dBi. This antenna can work well on millimeter wave range for 5G technology. Compared with previous studies of microstrip antennas, this triangular array patch antenna provides better measurement results.
SISTEM DETEKSI MODEL MENGGUNAKAN METODE BACKGROUND SUBTRACTION
Ketty Siti Salamah;
Imelda Uli Vistalina;
Muklas Iqbal Danifan
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 5 No. 1 (2022): JIRE April 2022
Publisher : LPPM STMIK Lombok
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36595/jire.v5i1.520
Sistem pengawasan atau superveilance system dapat menunjang produktifitas dan sebagai alat identifikasi serta pelengkap sistem pengawasan produk agar tidak tercampur dengan objek lain yang berbeda pada suatu sektor industri. Sebagian besar permasalahan pada pendeteksian objek adalah banyaknya gangguan karena sifat dinamis latar yang memiliki gangguan seperti perubahan intensitas cahaya dan pergerakan benda kecil yang tidak boleh dianggap sebagai objek. Gangguan ini dapat mempengaruhi hasil identifikasi sehingga diperlukan suatu metode untuk dapat memisahkan background dan objek yang akan dideteksi dengan benar. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menambahkan sistem pendeteksi objek dengan menggunakan metode background subtraction dengan mempertimbangkan nilai piksel dari semua bingkai secara berurutan. Metode background subtraction mampu membedakan antara objek yang diamati dengan background objek (master image) secara jelas. Dalam menunjang sistem ini dibutuhkan Raspberry Pi sebagai minicomputer untuk pengolahan dan pengendalian sistem yang akan dibangun. Raspberry Pi membangun aplikasi/program menggunakan bahasa pemograman Python. Hasil dari penelitian ini diharapkan sistem dapat mendeteksi objek yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan peran manusia dalam melakukan pengecekan serta setting parameter sistem secara manual, mengurangi potensi kesalahan setting sehingga dapat meningkatkan kualitas dan mengurangi ketidaksesuaian model karena kesalahan di dalam suatu proses.
Rancang Bangun Kunci Otomatis Sepeda Motor Berbasis Face Recognition Dengan Metode Eigenfaces OpenCV
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak;
Guruh Maulana
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini terdapat beberapa cara yang digunakan untuk menghidupkan sistem kelistrikan pada sepeda motor, diantaranya adalah cara manual dan otomatis. Cara manual merupakan cara yang paling sering kita temui yakni dengan memutar kunci kontak sepeda motor secara langsung, sedangkan otomatis adalah dengan menggunakan computer vision maupun penggunaan sensor lain untuk menghidupkan sistem kelistrikannya. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam computer vision adalah pengenalan wajah. Sudah banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan proses tersebut diantaranya adalah Eigenface dan Fisherface. Pada penelitian ini, menggunakan metode Eigenface, Python sebagai bahasa pemograman dan Raspberry Pi untuk menyimpan database wajah dengan menggunakan library OpenCV. Database yang digunakan terdiri atas 10 foto wajah, masing-masing diambil dari 10 posisi wajah yang berbeda. Berdasarkan hasil pengujian perancangan alat sistem kunci otomatis dengan identifikasi wajah ini ditarik kesimpulan bahwa alat bekerja dalam jarak 1 meter, dengan durasi waktu rata-rata 1,5 detik dan 5,2 detik proses pengenalan wajah bekerja.
Perancangan, Realisasi, dan Analisa Sistem Keamanan Cloud Peer to Peer P2P Pada Jaringan IEEE 802.11
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak;
Rini Kusumawardani;
Setiyo Budiyanto
Jurnal Teknologi Elektro Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1126.227 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v10i1.008
camera merupakan solusi terbaru sistem security dan tidak hanya terbatas ruangan, namun IP camera merupakan solusi jangka panjang yang sangat bermanfaat. IP camera sangat fleksibel. IP camera dengan fitur lainnya seperti pemilihan kamera dan fitur navigasi pada size video, kecepatan streaming. IP camera adalah CCTV (Closed Circuit Television) kamera yang menggunakan Internet Protocol untuk mengirimkan data gambar dan sinyal kendali atas Fast Ethernet Link. Dengan demikian IP camera juga sering disebut sebagai kamera jaringan. Yang mana IP camera ini biasanya juga memerlukan ADSL/DSL modem, cable modem, switch atau hub, agar bekerja dan berungsi dengan baik pada jaringan LAN atau Internet. Namun pada jaman yang semakin canggih ini, IP camera terus berkembang dengan selalu menciptakan teknologi terbaru, yakni salah satunya dengan didukung sistem cloud P2P. Peer to peer (P2P) digunakan untuk saling membagikan file data yang sudah tersimpan dalam suatu server. Pada sebuah smartphone dengan sebuah IP camera dihubungkan hingga koneksi terjalin antara IP camera dengan smartphone yang merupakan peer to peer networking. Sistem ini berguna untuk melihat-lihat gambar atau video dan mengendalikan dalam jarak jauh menggunakan smartphone. Hal ini juga mewakili arsitektur untuk meningkatkan pengawasan video menggunakan smartphone. Sistem ini memungkinkan komposisi dinamis aplikasi yang meningkatkan fleksibilitas keseluruhan sistem. Sistem surveillans video ini memenuhi semua kebutuhan dinamika yang memungkinkan penggunaan sistem kepada pengguna yang berbeda, sistem ini memberikan pengawasan yang lebih baik dengan memilih akses langsung untuk video dari lokasi yang berbeda.
ESTIMASI KANAL MIMO 2x2 DAN 2x3 MENGGUNAKAN FILTER ADAPTIF KALMAN
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1988.529 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v7i1.810
Penggunaan multiple antena pada transmitter dan receiver dikenal dengan teknik Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) yang diyakini bisa meningkatkan performansi sistem komunikasi wireless dengan meningkatkan kapasitas dan memperoleh gain diversitas. Pada perkembangannya, ada begitu banyak teknik MIMO yang dikembangkan. Antara lain, dengan menggunakan prinsip kanal, informasi yang telah dikirimkan telah diketahui oleh receiver. Dengan diketahuinya informasi kanal oleh transmiter dan receiver tentunya akan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan tidak diketahuinya informasi kanal. Ketika receiver mengetahui kondisi kanal, maka pengetahuan tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan performansi sistem MIMO. Salah satu teknik untuk meningkatkan performansi sistem MIMO adalah dengan menggunakan estimator kanal yang bersifat adaptif. Dalam penelitian ini digunakan estimator kanal dengan metode Kalman. Dan menganalisa pengaruh nilai delta (δ), panjang pilot, dan waktu konvergensi terhadap performansi estimator kanal pada sistem MIMO dengan tiga pengelompokan kecepatan user yaitu v = 0 km/jam, 5-10 km/jam, dan 80 km/jam. Simulasi sistem diuji pada kanal multipath rayleigh fading ditambah dengan noise gaussian. Hasil simulasi menunjukkan nilai delta (δ), panjang pilot, dan waktu konvergensi yang berbeda – beda pada tiap kanal. Metode Kalman sebagai estimator adaptif memberikan hasil bahwa semakin besar nilai delta (δ) maka laju konvergensinya juga akan semakin cepat dan error yang dihasilkan semakin besar pula. Akan tetapi, semakin besar nilai delta (δ) maka panjang pilot yang dibutuhkan untuk mencapai konvergensi tidak banyak dan pengaruh terhadap besar error (%) akan semakin kecil. Sehingga, waktu konvergensi tidak akan semakin lama. Kata kunci : MIMO dan adaptif Kalman.
Sistem Pengaman Sepeda Motor dengan Pelacak dan Kontrol Jarak Jauh Berbasis Android
Anit Nurani;
Fadli Sirait;
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak
Jurnal Teknologi Elektro Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (722.474 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v10i3.004
Tingkat perampasan kendaraan sepeda motor saat ini semakin meningkat, dimana pelaku perampasan semakin nekat dan tidak segan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa korban. Pada kondisi tersebut tidak jarang korban perampasan diposisikan pada pilihan mengamankan harta benda atau nyawa. Hal ini mendorong manusia untuk menciptakan suatu sistem keamanan yang efektif serta menghindarkan kontak secara langsung dengan pelaku perampasan. Sistem dibentuk dari kombinasi mikrokontroler ATmega328 dan modul SIM 808 yang diintegrasikan dengan aplikasi android sebagai interface melakukan kontrol mematikan, menyalakan alarm dan melakukan pelacakan posisi sepeda motor. Data GPS diolah dan ditransformasikan mejadi infomasi yang ditampilkan pada sebuah maps.Kata Kunci — Aplikasi Android, GPS, Pelacak, Pengaman, Sepeda Motor
ANALISIS JARINGAN LTE FREKUENSI 700 MHZ DAN 900 MHZ MENGGUNAKAN METODE DIMENSIONING LTE
Ketty Siti Salamah;
Imelda Uli Vistalina;
Julpri Andika
Jurnal Teknologi Elektro Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3001.263 KB)
|
DOI: 10.22441/jte.v9i2.4073
Upaya peningkatan layanan yaitu dengan mengimplementasikan teknologi yang lebih handal dari segi kecepatan akses maupun kapasitas serta ekspansi jangkauan. Teknologi Long Term Evolution (LTE) dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Pemanfaatan spektrum Digital Dividend dan LTE memungkinkan pembangunan broadband paling efisien, khususnya untuk menjangkau wilayah - wilayah yang sulit dijangkau. Implementasi LTE di pita frekuensi Digital Dividend menyediakan solusi paling ideal untuk mempercepat ketersediaan akses broadband yang terjangkau secara universal kepada seluruh masyarakat dalam rangka memenuhi target cakupan dan kapasitas. Model analisa yang digunakan berdasarkan prinsip network planning dengan menggunakan metoda capacity and coverage dimensioning untuk menentukan perancangan teknologi LTE dan menggunakan MATLAB untuk menghitung persamaan matematis. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran site yang diperlukan untuk penerapan teknologi LTE pada frekuensi 700 MHz dan 900 MHz. Dua skenario yang digunakan dan dibedakan dengan frekuensi 700 MHz dan 900 MHz dan bandwidth 5 MHz, 10 MHz, 15 MHz dan 20 MHz. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan perbandingan gambaran site yang diperlukan untuk penerapan teknologi LTE yang didapat pada frekuensi 700 MHz dan 900 MHz area Kota Bekasi.Kata Kunci — LTE, Digital Dividend, network planning, capacity and coverage dimensioning, MATLAB
RANCANG BANGUN ALAT LOGIN WINDOWS DENGAN e-KTP MENGGUNAKAN RFID READER MFRC-522 DAN CONTROLLER ARDUINO PRO MICRO
Heryanto Heryanto;
Lukman Medriavin Silalahi;
Imelda Uli Vistalina Simanjuntak
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol 2 No 1 (2020): Juni
Publisher : PPM Institut Teknologi Telkom Telkom Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.177 KB)
|
DOI: 10.52661/j_ict.v2i1.51
Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang sistem keamanan komputer dengan autentifikasi e-KTP, mengetahui sistem keamanan komputer dan mengimplementasikan rancangan sistem alat ini pada sistem keamanan komputer. Rancang bangun alat login windows dengan e-KTP ini terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari tahapan identifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, flowchart program, blok diagram, pembuatan alat, pengujian dan pengambilan data. Komponen utama yang digunakan sebagai kontrol utama adalah Arduino Pro Micro kemudian module RFID reader sebagai akses untuk pendeteksian e-KTP. Berdasarkan hasil pengujian, modul RFID dapat mendeteksi dengan jarak maksimum 1(satu) cm tanpa penghalang. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah didapatkan keamanan dalam melakukan login windows dengan menggabungkan RFID dengan Arduino Pro Micro. Adapun dengan penghalang berupa kertas, modul RFID ini dapat mendeteksi dengan jarak maximum 0.7 cm. Dan dengan penghalang berupa besi modul RFID ini tidak dapat mendeteksi sama sekali. Waktu (delay) respon pendeteksian pada modul RFID ini dapat mendeteksi dengan kecepatan 2(dua) detik. Hasil pengujian unjuk kerja sistem dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan tujuanya