Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IDENTIFIKASI Escherichia coli O157:H7 PADA SUSU SAPI PERAH DAN LINGKUNGAN PETERNAKAN Joshua Liem Tiong Gie; Yatri Drastini
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.294 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2840

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Eschericia coli (E. coli) O157:H7 pada susu dan lingkungan peternakan sapi perah. Sampel berjumlah 77 yang terdiri atas 27 sampel susu dan 50 sampel lingkungan. Sampel susu berasal dari ambing sapi (14), milk can peternak (6), milk can tempat penampungan susu (4), dan cooling unit di koperasi (3). Sampel lingkungan berupa feses (14), air sumber dan air tandon (12), pakan (6), serta swab tangan sebelum dan sesudah pemberian minyak pelicin (17), dan tanah (1). Isolasi E. coli dari sampel menggunakan media pemerkaya kaldu brilliant green lactose bile Broth (BGLB), media selektif agar eosin methylene blue (EMB), dan agar sorbitol MacConkey (SMAC). Koloni bakteri yang tidak memfermentasi sorbitol pada SMAC (colorless) diidentifikasi dengan uji aglutinasi lateks O157 dan antisera H7. Identifikasi bakteri dari sampel susu menunjukkan 7,41% (2/27) sampel teridentifikasi E. coli O157. Susu tersebut berasal dari ambing sapi dan milk can peternak. Bakteri E. coli O157 yang teridentifikasi dari sampel lingkungan (sampel pakan) sebanyak 2% (1/50). Hasil uji aglutinasi antisera terhadap tiga sampel positif O157 menunjukkan bahwa ketiganya tidak memiliki antigen H7 dan disimpulkan bahwa tidak ada sampelsusu dan lingkungan yang tercemar E. coli O157:H7.
Kajian Epidemiologi Infeksi Bovine Viral Diarrhea (BVD) pada Sapi Perah di Kabupaten Sleman Yogyakarta Primatika, Roza Azizah; Sumiarto, Bambang -; Drastini, Yatri; Widiasih, Dyah Ayu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.423 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.1.32-39

Abstract

Sapi perah merupakan hewan ruminansia yang menghasilkan susu untuk konsumsi sehari hari masyarakat Indonesia karena mengandung sumber kalsium yang baik bagi tubuh. Namun, saat ini kendala yang dihadapi oleh peternak adalah menurunnya produksi susu sapi perah sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Salah satu penyakit yang menyebabkan penurunan produksi susu pada sapi perah adalah Bovine Viral Diarrhea (BVD). Bovine Viral Diarrhea telah menyebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia belum menetapkan kebijakan vaksinasi BVD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seroprevalensi dan faktor resiko mengenai infeksi Bovine Viral Diarrhea (BVD) di tingkat peternak di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara terhadap peternak melalui kuesioner dan metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling tahapan ganda serta dianalisis secara univariat dan bivariat. Sampel penelitian ini adalah 96 peternak terpilih yang memiliki sapi perah dan dilakukan pengujian Bovine Viral Diarrhea (BVD) dengan metode Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) antibodi. Berdasarkan analisis univariat, diperoleh seroprevalensi penyakit BVD pada sapi perah sebesar 56,25%. Berdasarkan analisis bivariate, hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan antara variabel yang diuji dengan adanya penyakit BVD pada sapi perah di Kabupaten Sleman, yang ditunjukkan dengan nilai p_value > 0.05.
Antibiotic resistance in Escherichia coli from livestock-related sources: A cross-sectional study of feces, soil, and water in a non-urban region Silalahi, Gustaf Eifel; Widiasih, Dyah Ayu; Susetya, Heru; Nugroho, Widagdo Sri; Drastini, Yatri; Putri, Khrisdiana; Gallantiswara, Putu Cri Devischa; Yudhanto, Setyo; Primatika, Roza Azizah
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 10, No 1 (2025): Vol 10 (1) May 2025
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/ijtvbr.v10i1.46238

Abstract

Background and Aim: Antibiotics are one of the most used treatments by farmers, both in commercial and non-commercial livestock operations. The use of antibiotics in animals directly impacts the environment, which can become a significant factor in the spread of antibiotic resistance. The environment plays an essential role for both animals and humans, and contamination caused by uncontrolled environmental factors can lead to health impacts on surrounding populations. One of the contaminants that can threaten the health of animals and humans is the presence of Escherichia coli. The aim of this study was to determine the antibiotic resistance profile of E. coli in environmental samples collected from a non-urban livestock region in Playen, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta.Materials and Methods: The data in this study consisted of fifty samples, including fishpond water, wastewater, drinking water, water source, water tank, feces, and soil. The methodology involved bacterial isolation using biochemical tests and antimicrobial resistance testing conducted through the KirbyBauer disk diffusion method.Results: The antibiotics used in this study were streptomycin, penicillin, enrofloxacin, oxytetracycline, and sulfamethoxazole. The results showed that 5% of the samples were resistant to streptomycin, 92% were resistant to penicillin, 0% were resistant to enrofloxacin, 12.8% were resistant to oxytetracycline, and 2.5% were resistant to sulfamethoxazole.Conclusion: The findings indicate a high prevalence of Penicillin-resistant E. coli in environmental samples from non-urban livestock areas, highlighting the potential risk of environmental antibiotic resistance transmission.
IDENTIFIKASI Escherichia coli O157:H7 PADA SUSU SAPI PERAH DAN LINGKUNGAN PETERNAKAN Liem Tiong Gie, Joshua; Drastini, Yatri
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2840

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Eschericia coli (E. coli) O157:H7 pada susu dan lingkungan peternakan sapi perah. Sampel berjumlah 77 yang terdiri atas 27 sampel susu dan 50 sampel lingkungan. Sampel susu berasal dari ambing sapi (14), milk can peternak (6), milk can tempat penampungan susu (4), dan cooling unit di koperasi (3). Sampel lingkungan berupa feses (14), air sumber dan air tandon (12), pakan (6), serta swab tangan sebelum dan sesudah pemberian minyak pelicin (17), dan tanah (1). Isolasi E. coli dari sampel menggunakan media pemerkaya kaldu brilliant green lactose bile Broth (BGLB), media selektif agar eosin methylene blue (EMB), dan agar sorbitol MacConkey (SMAC). Koloni bakteri yang tidak memfermentasi sorbitol pada SMAC (colorless) diidentifikasi dengan uji aglutinasi lateks O157 dan antisera H7. Identifikasi bakteri dari sampel susu menunjukkan 7,41% (2/27) sampel teridentifikasi E. coli O157. Susu tersebut berasal dari ambing sapi dan milk can peternak. Bakteri E. coli O157 yang teridentifikasi dari sampel lingkungan (sampel pakan) sebanyak 2% (1/50). Hasil uji aglutinasi antisera terhadap tiga sampel positif O157 menunjukkan bahwa ketiganya tidak memiliki antigen H7 dan disimpulkan bahwa tidak ada sampelsusu dan lingkungan yang tercemar E. coli O157:H7.