Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penggunaan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pengamalan Sila Pancasila Kelas III Sekolah Dasar Tyas Jatiningrat Budiman; Rini Damayanti; Siti Romlah
Edutama : Jurnal Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas Vol. 1 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/tyynq962

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya prestasi akademik siswa, khususnya pada mata pelajaran PPKn, di kelas III SD Negeri Dukuh Kupang I/488 Surabaya. Ketidakmampuan siswa untuk berkreasi dan mengamalkan Pancasila secara memadai menyebabkan menurunnya hasil belajar, yang merupakan akibat umum dari minimnya media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan minat siswa. Diharapkan dengan memasukkan media wordwall ke dalam materi praktik Pancasila, dapat membantu siswa mempelajari materi tersebut dengan lebih efektif. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam konteks penelitian tindakan kelas. Metode observasi dan ujian tertulis digunakan dalam proses pengumpulan data. Dari 64,28% pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II, terjadi peningkatan tingkat hasil belajar siswa yang tuntas. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini berupa observasi non partisipan. Keaktifan siswa terlihat pada dokumentasi saat siswa menggunakan media wordwall. Siswa kelas III SD Negeri Dukuh Kupang I/488 Surabaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari penggunaan media Wordwall interaktif untuk mengamalkan Pancasila, menurut hasil penelitian.
Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Arini ‘Azizah Hastyanti; Rini Damayanti; Nurani
Widyantara Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v1i2.15

Abstract

This research was structured with the aim of improving students' learning outcomes in the language conventions of biographical texts using the jigsaw learning model for class X students of SMAN 9 Surabaya. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The research design uses the Kemmis and Mc. Taggart. This research was conducted in the even semester of the 2022/2023 academic year. The subjects of this research were class X students of SMAN 9 Surabaya which consisted of 36 students. The data collected in this study were observation sheets, knowledge test results and student response questionnaires. The results showed a significant increase from the first cycle to the second cycle. The increase occurred in the aspects of student activity, student knowledge and students' positive responses to the jigsaw cooperative learning model. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi kaidah kebahasaan teks biografi menggunakan model pembelajaran jigsaw pada peserta didik kelas X SMAN 9 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMAN 9 Surabaya yang terdiri dari 36 peserta didik. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, hasil tes pengetahuan dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari siklus pertama ke siklus kedua. Peningkatan terjadi pada aspek keaktifan peserta didik, pengetahuan peserta didik dan respons positif peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
Linguistic Difficulties in Learning Indonesian as a Foreign Language: A Syntactic and Morphological Analysis of Foreign Learners Roely Ardiansyah; Agung Pranoto; Rini Damayanti
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Vol 16, No 1 (2026): Volume 16 Number 1 April 2026
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/parole.v16i1.41-52

Abstract

This research looks at the linguistic obstacles encountered by non-native speakers while learning Indonesian, with a focus on syntax and morphology. Despite its wealth of cultural assets, Indonesian students frequently have difficulty with sentence structures that adhere to the Subject-Predicate-Object (SPO) paradigm and with the usage of intricate affixes. Twenty-two foreign students studying Indonesian at the intermediate level participated in this descriptive quantitative research. A questionnaire used to find morphological and syntactic issues provided the data. According to the results, 77.2% of respondents had trouble using prefixes, while 81.8% had trouble comprehending simple sentence patterns. Additionally, learners frequently had trouble telling verbs apart from nouns, which led to numerous mistakes in word usage. These findings imply that there should be more contextual and communicative teaching strategies backed by suitable educational resources and technology.
Integrasi Kajian Sosiolinguistik dalam Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Berbasis Media Siaran Rini Damayanti; Roely Ardiansyah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8557

Abstract

This study aims to analyse the dynamics of language use in digital broadcast media from a sociolinguistic perspective and to formulate its implications for language skills learning in educational contexts. A qualitative approach was employed using a library research design, analysing 12 selected academic sources published between 2019 and 2024, drawn from Google Scholar, DOAJ, and international journal portals. Data were analysed through a descriptive-interpretive procedure comprising data reduction, thematic categorisation, conceptual interpretation, and theoretical synthesis. The findings reveal that language use in digital broadcast media reflects users' social and cultural identities, giving rise to flexible, creative, and contextual communication patterns characterised by code-mixing, code-switching, translanguaging, and multimodal expression. These variations are shaped by factors including age, educational background, and digital community membership. The findings underscore the necessity of adaptive, critically literate language learning strategies to bridge the gap between real-world language practices in the public sphere and classroom instruction. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika penggunaan bahasa dalam media siaran digital dari perspektif sosiolinguistik serta merumuskan implikasinya terhadap pembelajaran keterampilan berbahasa di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) terhadap 12 sumber ilmiah terpilih yang diterbitkan dalam rentang 2019–2024, bersumber dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan portal jurnal internasional. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi konseptual, dan sintesis teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa di media siaran digital mencerminkan identitas sosial dan budaya pengguna serta membentuk pola komunikasi yang fleksibel, kreatif, dan kontekstual melalui fenomena campur kode, alih kode, translanguaging, dan ekspresi multimodal. Variasi tersebut dipengaruhi oleh faktor usia, latar belakang pendidikan, dan komunitas digital. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran bahasa yang adaptif dan berbasis literasi kritis untuk menjembatani kesenjangan antara realitas kebahasaan di ruang publik dengan praktik pembelajaran di kelas.
Metafora dalam Meme Ucapan Selamat Pagi di Media Sosial Rini Damayanti; Fransisca Dwi Harjanti; Kaswadi kaswadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4862

Abstract

This study discusses the use of metaphors contained in good morning memes on social media. The problem studied is the types and purposes of writing memes in good morning greetings on social media. This research is a type of qualitative research whose data is sourced from social media, including WhatsApp and Facebook. Data were collected using the documentation method. The results of this study are the types of metaphors that are generally found in good morning greeting memes, among others; (1) anthropomorphic metaphors that use nature as a comparison with humans, including plants, mountains, seeds, light, and light; (2) animal metaphors that use animals as comparisons with humans, including birds, bees, and flies; (3) the metaphor of the structure of daily activities describes human traits that are far from gratitude, peace, and pride; (4) inanimate metaphor refers to a fixed form, for example, chest; (5) standard metaphor refers to a general form, for example, happiness cannot be separated from gratitude; and (6) creative metaphors are metaphors that are produced from the creativity of speakers, for example comparing God or God's hand with a painter. The purpose of using metaphors in good morning memes is to advise, encourage, invite gratitude, pray, and thank God. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan metafora yang terdapat dalam meme ucapan selamat pagi di media sosial. Permasalahan yang dikaji adalah jenis-jenis dan tujuan ditulisnya meme dalam ucapan selamat pagi di media sosial. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari media sosial, di antaranya adalah WhatsApp dan Facebook. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah jenis-jenis metafora yang umumnya terdapat dalam meme ucapan selamat pagi antara lain;  (1) metafora antropomorfisme yang menggunakan alam sebagai pembanding dengan manusia, di antaranya dengan tanaman, gunung, benih, cahaya, dan terang; (2) metafora binatang yang menggunakan binatang sebagai pembanding dengan manusia, di antaranya burung, lebah, dan lalat; (3) metafora struktur kegiatan sehari-hari menggambarkan sifat-sifat manusia yang jauh dari rasa syukur, rasa damai, dan kesombongan; (4) metafora mati mengacu pada bentuk yang bersifat tetap, misalnya lapang dada; (5) metafora standar mengacu pada bentuk yang bersifat umum, misalnya kebahagiaan tidak terlepas dari rasa syukur; dan (6) metafora kreatif merupakan metafora yang dihasilkan dari kreativitas penutur, misalnya membandingkan Tuhan atau tangan Tuhan dengan seorang pelukis. Tujuan penggunaan metafora dalam meme ucapan selamat pagi antara lain adalah menasihati, menyemangati, mengajak bersyukur, mendoakan, dan berterima kasih kepada Tuhan.