Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Deteksi Dini Ikterus Neonatorum Peran ASI dan Berat Badan Lahir dalam Pencegahan Ayu irawati; Susianti Susianti; Arifa Usman; Sukmawati Sukmawati
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 3 (2025): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i3.1665

Abstract

Neonatal jaundice is a common health problem in newborns, characterized by yellow discoloration of the skin and sclera due to increased bilirubin levels in the blood. This condition, if not detected and treated properly, can lead to serious complications such as kernicterus, which can lead to long-term neurological developmental disorders. Risk factors contributing to jaundice include suboptimal breastfeeding practices, delayed initiation of breastfeeding, and low birth weight. Adequate breastfeeding from an early age plays a crucial role in accelerating the excretion of bilirubin through feces, while monitoring birth weight can help identify infants at risk of hyperbilirubinemia. This outreach activity aims to increase mothers' and families' knowledge about the importance of early and exclusive breastfeeding, as well as monitoring birth weight as a preventive measure for neonatal jaundice. The activity was conducted at Andi Makkasau Regional Hospital using lectures, interactive discussions, and the use of educational media such as leaflets and posters. The training materials covered the definition, risk factors, signs and symptoms of jaundice, early detection procedures, the benefits of breastfeeding in preventing jaundice, and the importance of recording and monitoring infant weight. The activity was evaluated through pre- and post-tests to gauge participants' understanding. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge, particularly regarding the relationship between delayed breastfeeding, low birth weight, and an increased risk of neonatal jaundice. Furthermore, participants gained a better understanding of home-based measures to detect early symptoms and when to immediately take their baby to a health facility.
PENTINGNYA PEMBERIAN EDUKASI PADA IBU NIFAS TENTANG POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE TAHUN 2025 Usman, Arifa; Sari, Arini Purnama; Rismawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i1.99

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan dimana seorang ibu hanya memberikan ASI saja tanpa memberikan makanan tambahan baik berupa makanan padat maupuncairan lain seperti jeruk, madu, susu formula serta air pada bayi usia 0-6 bulan. Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, mulai dapat diberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI yang sering disebut MPASI. Pemberian ASI harus tetap diberikan sampai dengan bayi memasuki usia 2 tahun (Ritonga et al, 2022).Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna, serta sesuai dengan kebutuhan bayi, meski demikian, tidak semua ibu mau menyusui bayinya karna berbagai alasan, sebagai contoh: takit gemuk, sibuk, payudara kendor, dan sebagainya. Pada lain pihak ada juga ibu yang ingin menyusui bayinya, tetapi mengalami kendala biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar (Aditama & sari 2021).Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya Ibu nifas di Wilayah kerja Puskesmas lakessi kota parepare tentang kendala ibu yang menyusui bayinya yaitu ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan untuk sosialisasi tentang pentingnya pola makan dan tingkat stress ibu dengan kelancaran ASI.
Determinan Personal Hygiene Organ Reproduksi Eksterna Wanita di Pondok Pesantren Al-Wasilah Lemo Tahun 2022: Determinants of Personal Hygiene of Women's External Reproductive Organs at the Al-Wasilah Lemo Islamic Boarding School in 2022 Arifa Usman; Rismawati; Andi Misnawati; Rosdiana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4699

Abstract

Latar Belakang: Hygiene merupakan kondisi dan praktik untuk mempertahankan kesehatan, mencegah terjadinya penyebaran penyakit, meningkatkan derajat kesehatan individu meningkatkan kepercayaan diri dan menciptakan keindahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Personal Hygiene Organ Reproduksi Eksterna Wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo Tahun 2022. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X, XI, dan XII jurusan IPA dan IPS di Pondok Pesantren Al-Wasilah Lemo yang masih aktif mengikuti proses belajar-mengajar, yaitu sebanyak 77 siswi dan sampel pada penelitian ini adalah Siswi kelas X, XI, XII jurusan IPA dam IPS yang hadir dan bersedia di data berjumlah 77 orang diambil secara keseluruhan (total sampling). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan paparan informasi (p=0,430), atinya variabel ini bukan merupakan determinan personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo. Dan tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan dukungan keluarga (p=1,000), atinya variabel ini bukan merupakan determinan personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita di pondok pesantren Al-Wasilah Lemo. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan paparan informasi (p=0,430). Kemudian tidak ada hubungan yang bermakna antara hygiene reproduksi dengan dukungan keluarga (p=1,000).
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEAKTIFAN IBU KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN Irawati, Ayu; *, Susianti; Usman, Arifa; *, Hijriah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan dan keaktifan ibu dalam memantau pertumbuhan anak di posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan keaktifan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 32 ibu balita diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi balita (p = 0,000) serta antara keaktifan ibu ke posyandu dengan status gizi balita (p = 0,000). Kesimpulan: Pola makan yang baik dan keaktifan kunjungan posyandu berkorelasi positif dengan status gizi balita yang optimal. Peran edukasi posyandu sangat penting dalam mendukung keberhasilan program gizi masyarakat.Kata Kunci: Pola makan, posyandu, status gizi, balita.  ABSTRACTBackground: The nutritional status of toddlers is influenced by many factors, including diet and maternal involvement in monitoring their growth at the integrated health post (Posyandu). Objective: This study aimed to determine the relationship between diet and maternal involvement in Posyandu with toddler nutritional status. Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 32 mothers of toddlers was drawn using purposive sampling. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: The results showed a significant relationship between diet and toddler nutritional status (p = 0.000) and between maternal involvement in Posyandu with toddler nutritional status (p = 0.000). Conclusion: Good diet and active Posyandu visits are positively correlated with optimal toddler nutritional status. The role of Posyandu education is crucial in supporting the success of community nutrition programs.Keywords: Diet, Posyandu, nutritional status, toddler
Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester III melalui Konseling Persiapan Persalinan Berbasis Respectful Maternity Care (RMC) Susianti Susianti; Arifa Usman; Ayu Irawati
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v3i1.1062

Abstract

Empowering pregnant women in their third trimester through Respectful Maternity Care-based childbirth preparation counseling is a relevant promotive and preventive strategy for improving maternal health. This counseling not only provides knowledge about the signs of labor, stages of labor, pain management options, and birth planning, but also equips mothers with an understanding of their rights in midwifery care. Childbirth preparation education often focuses solely on clinical aspects and fails to fully address the psychosocial aspects and the rights of mothers as service recipients. This has the potential to lead to an unpleasant childbirth experience and even contribute to disrespect and abuse during labor. This counseling can equip mothers with an understanding of their rights in midwifery care. With an empathetic, participatory, and woman-centered approach, pregnant women are expected to be able to recognize their needs, convey their preferences, and communicate effectively with health workers. The purpose of this counseling is to improve pregnant women's knowledge before and after being empowered in their third trimester through Respectful Maternity Care-based childbirth preparation counseling.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH PUSKESMAS LIKUPANG Arifa Usman; Sari, Arini Purnama; Rismawati; Wati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 2 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v2i2.119

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu upaya utama pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu metode kontrasepsi yang diandalkan dalam program ini adalah Intra Uterine Device (IUD). IUD dikenal karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan penggunaannya dalam jangka panjang tanpa memerlukan intervensi rutin. Meskipun memiliki banyak manfaat, tingkat penggunaan IUD di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya. Sikap dan persepsi ibu terhadap IUD memainkan peran penting dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD. Di Minahasa Utara khususnya di wilayah kerja Puskesmas Likupang, ada nilai-nilai dan norma budaya yang kuat yang mempengaruhi pilihan kontrasepsi. Beberapa masyarakat lebih memilih metode yang dianggap sesuai dengan tradisi atau pandangan mereka. Metode kontrasepsi yang lebih dikenal dan dianggap aman, seperti implan atau suntik, menjadi lebih diterima secara budaya dibandingkan dengan IUD, yang mungkin dianggap kurang familiar atau tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal. Mahmudah dan Istiqamah (2023) dalam penelitiannya menemukan bahwa ada pengaruh sikap (pvalue 0,033) terhadap minat ibu untuk memilih metode kontrasepsi IUD (Jurnal et al., 2023). Putri dan Raudhatun (2021) dalam penelitiannya mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi (ρ=0,001) dengan minat PUS menggunakan IUD di Puskesmas Darul Imarah (Santy & Za, 2021). Selain itu, pengaruh informasi yang diterima ibu melalui berbagai media saluran komunikasi turut membentuk sikap dan persepsi mereka terhadap IUD. Magdalena & Donal (2021) menemukan bahwa media informasi memiliki peran signifikan dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 0,00 terhadap minat ibu dalam memilih kontrasepsi IUD (Pardosi et al., 2021)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Ibu Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD Di Wilayah Puskesmas Likupang : Factors Influencing Mothers' Interest in Choosing IUD Contraceptives in the Likupang Community Health Center Area Rismawati; Arifa Usman; Arini Purnamasari; Rosdiana; Andi Misnawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu dalam memilih alat kontrasepsi IUD di wilayah Puskesmas Likupang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menunjukkan bahwa sikap, persepsi, dan media informasi memiliki peran penting dalam mempengaruhi minat ibu dalam menggunakan IUD sebagai metode kontrasepsi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEAKTIFAN IBU KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN Irawati, Ayu; *, Susianti; Usman, Arifa; *, Hijriah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan dan keaktifan ibu dalam memantau pertumbuhan anak di posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan keaktifan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 32 ibu balita diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi balita (p = 0,000) serta antara keaktifan ibu ke posyandu dengan status gizi balita (p = 0,000). Kesimpulan: Pola makan yang baik dan keaktifan kunjungan posyandu berkorelasi positif dengan status gizi balita yang optimal. Peran edukasi posyandu sangat penting dalam mendukung keberhasilan program gizi masyarakat.Kata Kunci: Pola makan, posyandu, status gizi, balita.  ABSTRACTBackground: The nutritional status of toddlers is influenced by many factors, including diet and maternal involvement in monitoring their growth at the integrated health post (Posyandu). Objective: This study aimed to determine the relationship between diet and maternal involvement in Posyandu with toddler nutritional status. Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 32 mothers of toddlers was drawn using purposive sampling. Data analysis was performed using the chi-square test. Results: The results showed a significant relationship between diet and toddler nutritional status (p = 0.000) and between maternal involvement in Posyandu with toddler nutritional status (p = 0.000). Conclusion: Good diet and active Posyandu visits are positively correlated with optimal toddler nutritional status. The role of Posyandu education is crucial in supporting the success of community nutrition programs.Keywords: Diet, Posyandu, nutritional status, toddler
Edukasi Gizi Seimbang dan Penguatan Partisipasi Ibu dalam Kegiatan Posyandu untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Ayu irawati; Susianti Susianti; Arifa Usman; Hijrah Hijrah
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/transformasi.v3i1.2887

Abstract

Balanced Nutrition Education and Strengthening Mothers' Participation in Posyandu Activities to Improve Toddler Nutritional Status Toddler nutrition continues to be a key focus in public health initiatives. Mothers' diet and active use of health services, particularly integrated health posts (Posyandu), are two factors that influence the nutritional status of toddlers. To help improve children's nutritional status, this community service project aims to strengthen mothers' involvement in Posyandu activities and raise their awareness of balanced nutrition. Thirty mothers of toddlers were targeted for this project, which was implemented in the Campalagian Community Health Center (Puskesmas) working area. Mothers were encouraged to actively participate in Posyandu activities through mentoring and education on balanced nutrition through counseling and interactive conversations. Mothers' attendance at Posyandu activities was monitored, and knowledge gains were measured using pre- and post-tests. The study found that mothers' average knowledge scores increased from 60 to 82, and mothers' attendance at Posyandu activities increased from 65% to 85%. This project demonstrates that balanced nutrition education and strengthening mothers' participation in Posyandu activities are effective in increasing mothers' knowledge and involvement, potentially supporting efforts to improve and prevent nutritional problems in toddlers on a sustainable basis.
Penyuluhan Pentingnya Pemberian Informasi Tentang Gizi Pada Kehamilan Remaja Arifa Usman; Ayu Irawati; Susianti Susianti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.2312

Abstract

Amola Village is a village located in Binuang District, Polewali Mandar Regency. Generally, the people there work as farmers, gardeners and civil servants (PNS) as well as entrepreneurs. The method used in this community service activity is a focus group discussion with an interactive question and answer lecture between the servant and pregnant women which lasts for 40 minutes. The number of pregnant women is all pregnant women in Amola village, Binuang sub-district, Polewali Mandar district, with a total of 40 pregnant women. Before the educational activity was carried out, a pre-test was given and after the activity, a post-test was given using a questionnaire instrument containing 10 questions about balanced nutrition in pregnant women. This activity was carried out in Tanete Hamlet, Amola Village, Kec. binuang district. polewali mandarin. Maintaining a nutritional balance in pregnant women is very necessary so that the condition of the mother and fetus remains healthy by providing sufficient food containing carbohydrates and fats as a source of energy. And as a source of protein building blocks, you get a minimum addition of iron, calcium, vitamins, folic acid and energy. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of pregnant women in balanced nutrition. The method is carried out by providing education about balanced nutrition to pregnant women, carried out in Amola Village, Tanete Hamlet, Kec. Binuang Kab. Polewali Mandar. From the results of this community service activity, after being given counseling and given leaflets, pregnant women's knowledge increased after an oral evaluation was carried out.