Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Young Doctors' Perception Of The Effectiveness Of The Clinical Learning System At Royal Prima Hospital Medan Restin Julianti Zebua; Ermi Girsang; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51028

Abstract

Young doctors often have different perceptions of the effectiveness of clinical learning in medical professional education. Clinical learning is a crucial stage in shaping the competence of young doctors, in terms of knowledge, skills, and professionalism. This study aims to explore young doctors' perceptions of the effectiveness of the clinical learning system at Royal Prima General Hospital in Medan. This qualitative study with a phenomenological approach involved six informants (five young doctors and one clinic coordinator) who were selected purposively. Data were collected through in- depth interviews, focus group discussions, and observations. The results of the study revealed four main themes. First, the quality of clinical learning is influenced by the clarity of instructions, tutor involvement, patient availability, and rotation structure. Second, the learning environment is influenced by the relationship with the supervisor and the clinical work atmosphere. Third, the young doctors' self-competence includes self-confidence, readiness to face patients, and stress management strategies. Fourth, supporting factors (senior support, hospital facilities) and inhibiting factors (patient case variations, high workload, differences in tutor supervision styles) also influence the effectiveness of clinical learning. In conclusion, the effectiveness of clinical learning is influenced by the interaction of instructional, personal, environmental, and structural factors. Therefore, improvement efforts are needed in the form of strengthening tutor supervision skills, equalizing practice opportunities, and providing psychosocial support for young doctors in order to optimize the clinical learning system.
The Role Of The Medical Committee In Improving The Quality Of Health Services Ar Dr. Pringadi Hospital Medan City Helga Kurniawati Tandungan; Ermi Girsang; Irza Haicha Pratama
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51100

Abstract

This study aims to analyze the role of the Medical Committee in improving the quality of health services at Dr. Pirngadi Hospital, Medan City. The Medical Committee plays an important role in maintaining the professionalism of medical personnel and ensuring quality medical services through medical audits, continuing education, scientific meetings, and mentoring new medical personnel. Using a qualitative descriptive method with an in-depth interview approach to informants consisting of medical staff, doctors, patients, and nurses. This study shows that the role of the Medical Committee at Dr. Pirngadi Hospital has been carried out well, especially in medical audits, although there are obstacles in implementing follow-up audit results due to limited time and facilities. The role of the Medical Committee in organizing scientific meetings and continuing education is still limited and not made a routine program, while the mentoring process (proctoring) for new medical personnel has not been well structured. Through this study, it is clear that although the Medical Committee has played a role in improving the quality of services through medical audits, there is still room for improvement, especially in terms of continuing education and proctoring new medical personnel.
Pengaruh Aktivitas Olahraga dengan Pengetahuan dan Sikap Penderita Diabetes Mellitus Puskesmas Tenayan Raya Candra Ahmadi; Ermi Girsang; Ali Napiah Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51588

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah yang sangat serius kerena mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penatalaksanaan DM bertujuan untuk menciptakan pola hidup yang sehat dan seimbang. Karena pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, akan mengakibatkan komplikasi. Salah satu penatalaksanaan DM adalah aktivitas olahraga. Beberapa upaya untuk meningkatkan aktivitas olahraga adalah peningkatan pengetahuan dan sikap penderita DM. Namun tingkat pengetahuan dan sikap penderita DM belum baik, karena masih terfokus pada pengobatan saja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap aktivitas olahraga di Puskesmas Tenayan Raya Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kunatitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 70 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner aktivitas olahraga, pengetahuan dan sikap penderita DM. Analisis data distibusi responden menggunakan SPSS 25 dan analisis korelasi menggunakan SmartPLS. Uji Validitas dan Reliabilitas dengan menunjukkan hasil Cronbach’s Alpha (CA), Composite Reliability (CR), dan Average Variance Extracted (AVE). Hasil nilai aktivitas olahraga CA = 0.933, CR = 0.937, AVE = 0.625, nilai pengetahuan CA = 0.932, CR = 0.941, AVE = 0.624, nilai sikap CA = 0.929, CR = 0.933, AVE = 0.610. Penelitian ini sangat valid dan reliable. Analisis pengaruh aktivitas olahraga dengan pengetahuan dan sikap adalah signifikan yaitu nilai T-Statisc >1.96 dan p-value < 0.05). Hasil pengaruh aktivitas olahraga dengan pengetahuan adalah nilai T-Statistic = 8.060 (>1.96) dan p-value=0.000 (< 0.05), sedangkan pengaruh aktivitas olahraga dengan sikap adalah nilai T-Statistic = 7.825 (>1.96) dan p-value=0.000 (< 0.05). Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh signifikan aktivitas olaharaga yang dilakukan penderita DM dengan pengetahuan dan sikap penderita DM. Temuan ini memperkuat bahwa pengetahuan dan sikap penderita DM sangat berperan penting dalam peningkatan aktivitas olahraga bagi penderita DM.
The Effect Evaluation Of Health Promotion Strategies In Reducing Stunting Incidence Based The Precede-Proceed Model At Upt. Puskesmas Terjun Medan City Astari Wardiah; Ermi Girsang; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51652

Abstract

Pendahuluan: Stunting menjadi salah satu indikator penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 22% pada tahun 2024, meningkat 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya. UPT. Puskesmas Terjun mencatatkan jumlah anak stunting tertinggi di Kota Medan dengan 23 balita pada Juni 2024. Tujuan: Mengevaluasi strategi promosi kesehatan dalam upaya penurunan kejadian stunting di UPT. Puskesmas Terjun Kota Medan berdasarkan PRECEDE-PROCEED Model. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode Rapid Assessment Procedure (RAP). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap tujuh informan kunci yang terdiri dari kepala puskesmas, tenaga promosi kesehatan, tenaga gizi, kader posyandu, dan keluarga balita. Analisis data dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Pada fase PRECEDE, faktor predisposisi seperti pengetahuan dan perilaku gizi keluarga masih menjadi tantangan utama. Faktor penguat berasal dari dukungan kader dan keluarga, sedangkan faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah dan fasilitas kesehatan. Pada fase PROCEED, strategi promosi kesehatan telah dilaksanakan melalui penyuluhan, kunjungan rumah, dan media edukatif sederhana. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi lintas sektor masih menjadi kendala. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan di UPT. Puskesmas Terjun Kota Medan telah efektif dalam menurunkan angka stunting. Pengetahuan dan perilaku gizi keluarga yang masih terbatas menjadi tantangan utama, sementara dukungan dari kader, keluarga, dan fasilitas kesehatan menjadi kekuatan utama. Kegiatan seperti penyuluhan dan kunjungan rumah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat meskipun terdapat keterbatasan sumber daya
The Effect of Health Promotion Strategies and Multisectoral Collaboration on the Effectiveness of Tuberculosis Control in the Puskesmas Helvetia Medan Area Cyintia Ginting; Ermi Girsang; Sri Lestari Ramadhani Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51653

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Pengendalian TBC yang efektif memerlukan tidak hanya intervensi medis, tetapi juga strategi promosi kesehatan yang kuat dan kolaborasi multisektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak strategi promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor terhadap efektivitas pengendalian TBC di Medan, khususnya di wilayah Puskesmas Helvetia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei potong lintang. Data dikumpulkan dari 135 responden, termasuk pasien TBC, petugas kesehatan, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pengendalian TBC. Kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data mengenai strategi promosi kesehatan, kolaborasi multisektor, dan efektivitas pengendalian TBC. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa strategi promosi kesehatan, terutama pesan kesehatan yang jelas dan relevan secara budaya, secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kesadaran masyarakat. Kolaborasi multisektor, terutama keterlibatan sektor pemerintah dan komunitas, sangat penting dalam meningkatkan hasil pengendalian TBC. Efektivitas pengendalian TBC berhubungan positif dengan promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor. Kesimpulan: Promosi kesehatan dan kolaborasi multisektor merupakan komponen vital dalam pengendalian TBC yang efektif. Pendekatan terintegrasi yang menggabungkan kedua elemen ini dapat secara signifikan meningkatkan keberhasilan program TBC, yang mengarah pada hasil pasien yang lebih baik dan penghapusan penyakit jangka panjang.
Application of Clitoria ternatea L. Flower Extract Lotion in Preventing the Decrease in Collagen and Epidermis Thickness in Wistar Rats Skin Given Ultraviolet-B Rays Ira Gracela; Ermi Girsang; Ali Napiah Nasution; Jeri Yuliansyah; Riri Virzan Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10947

Abstract

Exposure to ultraviolet-B (UV-B) light contributes to a decrease in skin collagen levels, which can cause premature aging. This study aims to evaluate the effectiveness of telang flower (Clitoria ternatea L.) extract lotion in maintaining collagen levels and epidermal thickness of UV-B-exposed rat skin. A total of 30 Wistar male white rats (200-250 g) were divided into six treatment groups: negative control (distilled water), positive control (Vaseline), and four treatment groups of telang flower extract lotion with concentrations of 0.2, 0.5, 0.75, and 1%. Mice were exposed to UV-B light (311 nm, 70 mJ/cm² per session) for 14 days with a total dose of 420 mJ/cm². The lotion was applied twice daily, before and after UV-B exposure. Evaluation was performed by measuring collagen content and epidermal thickness using histology staining. Statistical analysis used One-Way ANOVA or Kruskal-Wallis if assumptions were not met. The results showed that the treatment group with telang flower extract significantly increased collagen content and epidermal thickness compared to the negative control (p < 0.05), with a dose of 0.5% showing the highest effectiveness. In conclusion, telang flower extract lotion has potential as a photoprotective agent against UV-B-induced skin damage.