Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Indeks Kepuasan Masyarakat Pelayanan Publik Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Nainggolan, Pinondang; Saragih, Berehman; Sinaga, Roeskani
Manajemen: Jurnal Ekonomi USI Vol 7 No 2 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8jh06y74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IndeksKepuasan Masyarakat (IKM) atas pelayanan publik pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan publik melalui perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan untuk memperoleh data adalah dengan menggunakan kwessioner kepada 50 orang respponden. Responden yang dipilih adalah masyarakat yang berurusan dengan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun.Teknik analisis data adalah dengan mengikuti Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tahun2017 nomor 14 pengukuran Indeks Kepuasan Konsumen atas pelayanan publik. Hasil analisis data penelitian dengan sembilan pertanyaan diperoleh kesimpulan bahwa kepuasan masyarakat atas pelayanan publik melalui Indeks Kepuasan Masyarakat berada pada kategori baik dengan IKM = 76,89 (baik). Namun diantara sembilan pertanyaan ternyata unsur yang paling tinggi adalah kesesuaian persyaratan yang diumumkan dengan yang nyata dilaksanakan, sedangkan unsur yang paling rendah tingkat kepusan masyarakat adalah ketersediaan sarana dan prasarana kantor. Atas dasar hasil analisis data disaranakan agar pihak Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun tetap meningkatkan kinerja dan profesionalismenya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan Indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan publik pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun
Budidaya Maggot BSF Untuk Pakan Ternak Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Bane Pematang Siantar Simanjuntak, Romauli; Sinaga, Roeskani; Saragih, Ramainim; Sitinjak, Wahyunita; Purba, Rosmadelina; Sihaloho, Arvita; Girsang, Cristin Imelda; Purba, Linda Reni; Siregar, Mirna Anriani; January Rizky; Sidabukke, Simon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hy6cye65

Abstract

The increase in the price of animal feed makes it difficult for households as farmers by utilizing household waste to feed their livestock. The increase in feed prices also encourages food farmers to switch to corn because corn is a raw material for animal feed. So that household farmers also have difficulty buying corn. Maggot BSF is an alternative feed that is very high in protein to encourage livestock growth. BSF maggots are larvae that can be used as alternative feed. Cultivation of BSF maggot is also relatively easy and can utilize household waste or food scraps as BSF maggot food. In this community service, training activities for maggot cultivation as an alternative to animal feed are carried out in Bane Village. The implementation method is carried out by means of lectures, discussions and practice. The result of this service is to grow the participants' desire to cultivate BSF maggot as animal feed. The result was that the participants were very responsive to this activity, as evidenced by the active participation of the community in the activity from beginning to end and the large number of active participants in the discussion and question and answer sessions. So it can be concluded that the maggot cultivation training in Bane Village was successful and the participants' understanding and attitudes increased about the importance of waste treatment for maggot cultivation as an alternative to animal feed
Pemanfaatan Pekarangan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Gizi Sehat Keluarga Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Di Masyarakat Sekitar GMI Banuh Raya Sitinjak, Wahyunita; Sinaga, Roeskani; Linda Reni; Simanjuntak, Romauli; Marbun, Jhonson; Siadari, Martua; Hotman Tuah; Januari Rizky; Sitinjak, Imman Yusuf; Sitinjak, Humala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/d30jwt66

Abstract

Perkarangan rumah merupakan sebidang tanah disekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan perkarangan rumah sangat penting, karena manfaat yang dapat diambil sangat banyak. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Perkarangan memiliki potensi dalam penyediaan bahan pangan bagi keluarga, sehingga pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan pangan dapat dikurangi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika produksi bahan pangan berlimpah terutama sayur-sayuran yang higienis dan sehat bagi keluarga. Penanaman tanaman secara vertikultur dapat menjadi solusi dalam mengatasi lahan sempit. Sistem tanam vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan- lahan sempit atau pada pemukiman yang padat penduduk. Teknik vertikultur ini memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Salah satu solusi untuk masyarakat dapat mengembangkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menanan tanaman secara vertikultur. Secara estetika, tanaman vertikultur berguna sebagai latar belakang yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan berbagai warna. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah agar masyarakat dapat memanfaatan lahan pekarangan yang sempit sebagai penghasil sayur-sayuran yang sehat untuk keluarga dengan budidaya tanaman teknik vertikultur. Kegiatan dilaksanakan di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Metode kegiatan ini dengan cara sosialisasi dengan pelatihan dan pamplet serta workshop budidaya tanaman sayuran secara vertikultur dengan peserta ibu- ibu rumah tangga. Tujuan akhir masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur- sayuran untuk kebutuhan rumah tangganya, sehingga mengurangi biaya belanja sayur mayur untuk keluarga. Mengingat harga sayur mayur di kota Simalungun tergolong mahal. Hasil kegiatan ini bagi masyarakat yaitu ibu-ibu rumah tangga dan anggota keluarganya dapat menguasai teknik budidaya tanaman sayur secara vertikultur, yang meliputi, persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan hama dan penyakit serta panen serta pasca panen
Analysis of the Partnership Between Turnip Farmers and PT VAI Company in Purba District Sinaga, Roeskani; Sitinjak, Wahyunita; Purba, Jhon Kariando
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12738

Abstract

This study aims to analyze the form of partnership implementation between turnip farmers and PT VAI, examine the benefits of this form of partnership for turnip farmers, and analyze turnip farming income. This study was conducted in Purba District, Simalungun Regency. Farmers in Nagori Pamatang Purba were designated as sample villages from the population that became research respondents. The sampling technique and population in this study used Purposive Sampling and Snowball techniques. The data analysis method used descriptive analysis of PT VAI's contract with partner farmers, farm income analysis, and R/C Ratio. The results of the study indicate that the form of partnership between PT VAI and turnip farmers in Purba District is a subcontract form. Where farmers and PT VAI have a contract regarding seeds, production prices and product quality. The benefits that are definitely obtained by farmers as partners include being able to help in procuring seeds. Farmers get convenience for seeds because they do not have to do their own seeding, thereby reducing the risk of failure because the seeds are ready to plant. The benefits of marketing guarantees provide a guarantee that the resulting product will be immediately sellable. One hundred percent of turnip farmer respondents answered that they received benefits in marketing convenience. This aligns with the initial rationale and hope for joining, which is that farmers won't have to search for markets to sell their products. Marketing guarantees can also motivate farmers to produce according to PT VAI's criteria so their products are accepted. Radish farming in Pematang Purba Village generates substantial income and is considered viable, as the R/C ratio analysis shows a value of 3.01, meaning that for every Rp 1.00 spent, a return of Rp 3.01 is generated.
The Effect of Coordination and Communication of Sub-District Heads On The Effectiveness of Village/Urban Village Performance in Increasing PBB Revenue in Sei Suka District, Batu Bara Regency Pio Tiroi; Ramainim Saragih; Roeskani Sinaga
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/0tm5fm49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh koordinasi dan komunikasi terhadap efektivitas kinerja desa/kelurahan dalam peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran pemerintah kecamatan, khususnya camat, dalam mengoordinasikan dan mengkomunikasikan program-program strategis terkait optimalisasi penerimaan PBB di tingkat desa/kelurahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, yang pengumpulan datanya dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 38 responden yang terdiri dari aparat desa/kelurahan dan aparat kecamatan. Analisis data menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial koordinasi yang dilakukan oleh camat tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kinerja desa/kelurahan dalam peningkatan penerimaan PBB. Sebaliknya komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam peningkatan penerimaan PBB lebih ditentukan oleh kualitas komunikasi antara pelaku kecamatan dengan desa/kelurahan dibandingkan dengan mekanisme koordinasi formal yang selama ini telah dilaksanakan. Secara simultan koordinasi dan komunikasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja desa/kelurahan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun koordinasi saja tidak memberikan pengaruh yang signifikan, namun jika dipadukan dengan komunikasi yang efektif, kedua variabel tersebut dapat mendorong peningkatan kinerja aparatur desa/kelurahan. Penguatan komunikasi yang efektif dan pengembangan model koordinasi yang lebih dinamis perlu menjadi fokus dalam strategi peningkatan penerimaan PBB di tingkat daerah
Indeks Kepuasan Masyarakat Pelayanan Publik Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Pinondang Nainggolan; Berehman Saragih; Roeskani Sinaga
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 2 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8jh06y74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IndeksKepuasan Masyarakat (IKM) atas pelayanan publik pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan publik melalui perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan untuk memperoleh data adalah dengan menggunakan kwessioner kepada 50 orang respponden. Responden yang dipilih adalah masyarakat yang berurusan dengan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun.Teknik analisis data adalah dengan mengikuti Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tahun2017 nomor 14 pengukuran Indeks Kepuasan Konsumen atas pelayanan publik. Hasil analisis data penelitian dengan sembilan pertanyaan diperoleh kesimpulan bahwa kepuasan masyarakat atas pelayanan publik melalui Indeks Kepuasan Masyarakat berada pada kategori baik dengan IKM = 76,89 (baik). Namun diantara sembilan pertanyaan ternyata unsur yang paling tinggi adalah kesesuaian persyaratan yang diumumkan dengan yang nyata dilaksanakan, sedangkan unsur yang paling rendah tingkat kepusan masyarakat adalah ketersediaan sarana dan prasarana kantor. Atas dasar hasil analisis data disaranakan agar pihak Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun tetap meningkatkan kinerja dan profesionalismenya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan Indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan publik pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun