Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Solution for Narrow Land Agriculture to Obtain Profit in Deli Tua, Indonesia Sitinjak, Wahyunita
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 1, No 4 (2018): Budapest International Research and Critics Institute December
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v1i4.129

Abstract

Rural poverty is influenced by the level of education of the head of the family, mastery of the base of the land area, and natural conditions (agricultural land). Likewise, in this study of 'Analysis of the Factors Causing Poor Farmers' Revenues in Deli Tua District', it is assumed that farm household income is influenced by factors of education of the head of household, extent of land tenure, access to financial institutions, existence of alternative business and family dependents. The purpose of this thesis research is; (I) to find out whether the extent of land tenure, education level, number of family dependents, accessibility to financial institutions and the existence of business alternatives affect the income level of farmers, (2) to find out whether there is an influence of land area differences on income levels, (3) find out whether there is an influence of the differences in the status of own land and rent to income level, and (4) to find out the income distribution between farmers who control the 0.5 ha cultivated area and farmers who control the cultivated area greater than 0.5 ha. The research was conducted using descriptive method Primary data was collected by distributing 68 questionnaires in 6 (six) villages and villages in Deli Tua sub-district, Deli Serdang district, namely Deli Tua sub-district, Deli Tua Barat and Deli Tua Timur and Mekar Sari village, Kedai Durian and Suka Makmur.
Analisis Saluran Distribusi Kopi Arabika Di Kabupaten Simalungun Sitinjak, Wahyunita; Sari, Juliantika
Media Ilmu Volume 1 No. 1 Desember 2022
Publisher : Jurnal Media Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v1i1.3914

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Saluran distribusi Kopi Arabika dan Margin Distribusi Kopi Arabika di Kabupaten Simalungun.Metode Penelitian ini adalah metode Analisis Saluran Distribusi, dan Analisis Margin Distribusi. Teknik pengambilan Sampel dengan Metode Purposive dalam penelitian adalah teknik purposive sampling dengan jumlah Sampel 70 Responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2021. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai Analisis Distribusi Kopi Arabika di Kabupaten Simalungun,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.Pola saluran distribusi kopi arabika yang digunakan petani dalam memasarkan kopi arabika dalam segi transportasi yang digunakan petani berjalan dengan baik dan lancar. Karena menggunakan transportasi alat terutama mereka untuk mengumpulkan dan menjualkan kopi mereka, terdapat dua saluran distribusi yaitu:Saluran I dari petani – Rumah Produksi Saluran II dari petani – Pedagang Pengumpul Keci – Pedagang Pengumpul Besar – Pabrik 2.Margin distribusi kopi arabika di Kabupaten Simalungun memiliki perbedaan harga jual dan harga beli di setiap lembaga distribusi. Maka dari itu margin distribusi kopi arabika di Kabupaten Simalungun tidak memiliki margin distribusi yang sama. Dan tidak ada harga jual dan beli yang sama di setiap kecamatan. Margin distribusi kopi arabika terbesar pada saluran distribusi I sebesar Rp 28.500. sedangkan saluran distribusi II sebesar Rp 9.167.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI MINAT BELI MIE BALAP di KECAMATAN SIANTAR MARTOBA SITINJAK, WAHYUNITA
Agriprimatech Vol. 4 No. 2 (2021): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v5i1.2075

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that influence buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District. The object of ths research is consumers who visit the noodle racing stall with a total of 50 respondents. The data analysis method used in this study is multiple linier regression, F test, T test with SPSS 22 tools. The results of the study showed that the independent variable was able to explain the interest in buying racing noodles in Siantar Martoba District by 74.5% while the remaining 25.5% was explained by other factors not examined in this study. Simultaneously or together, all independent variables (business location, product quality, lifestyle, and customer service) have a significant effect on buying interest in racing noodles in Siantar Martoba District with a sig value of 0.000 < 0.05.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN PURBA, KABUPATEN SIMALUNGUN SITINJAK, WAHYUNITA; Sinaga, Risdon
Agriprimatech Vol. 5 No. 2 (2022): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada Bulan Juli sampai Agustus 2021. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis tingkat pendapatan usahatani bawang merah di daerah penelitian, (2) menganalisis kelayakan usahatani bawang merah di lokasi penelitian dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rRata -rata biaya produksi usahatani bawang merah permusim tanam adalah Rp 12.049.706 yang terdiri dari biaya tetap Rp 1.083.863,- (biaya tetap) dan Rp 10.965.843,- (biaya tidak tetap). Rata – rata produksi usahatani bawang merah dalam satu kali musim tanam adalah 1.576 kg dengan produktivitas 9,91 ton/ha Rata – rata harga jual bawang merah adalah Rp 22.556,-/kg dengan demikian rata – rata penerimaan petani adalah Rp 35.642.724,-. Rata-rata pendapatan petani adalah Rp 22.676.783,-. Usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan karena memiliki nilai R/C sebesar 2,75 artinya kegiatan usahatani bawang merah jika dikeluarkan biaya sebesar Rp 1,- akan memberikan penerimaan sebesar Rp 2,75,-. Untuk nilai B/C adalah 1,75 artinya jika dikeluarkan biaya untuk usahatani sebesar Rp 1,- akan memberikan keuntungan sebesar Rp 1,75. Faktor – faktor yang berpengaruh signifikan mempengaruhi penerimaan usahatani bawang merah adalah biaya pupuk. Dimana penambahan biaya pupuk sebesar Rp 1,- akan meningkatkan penerimaan sebesar Rp 12,619.-.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kemiri Di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Saragih, Ramainim; Nainggolan, Thomas Firdaus; Sitinjak, Wahyunita
Jurnal Ekuilnomi Vol. 7 No. 2 (2025): Ekuilnomi Vol 7(2), Mei 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3ysqg223

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui tingkat Pendapatan petani kemiri dan untuk mengetahui Pengaruh luas Modal, luas lahan,Tenaga kerja dan Pupuk terhadap Pendapatan Petani Kemiri Di Desa Unjur, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan petani kemiri dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dan sekunder diperoleh dari instansi - instansi yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam menentukan tingkat pendapatan adalah metode I = TR-TC, sedangkan untuk mengetahui pengaruh modal, luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk menggunakan Regresi Linier Berganda dengan bantuan SPPS.Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) total rata - rata penerimaan petani kemiri di desa Unjur pada tingkat keseluruhan sampel sebesar Rp. 37.300.433 dengan rata - rata total biaya Rp. 7.615.000 maka total rata - rata pendapatan sebesar Rp. 29.684.594. (2) Dengan menggunakan regresi linier berganda serta uji hipotesis,dengan batuan SPSS menujukan hasil penelitian ini bahwa secara simultan variabel indenpenden berpengaruh terhadap variabel dependen. Dan secara parsial luas lahan, pupuk, dan modal berpengaruh positif terhadap pendapatan petani kemiri. Sedangkan variabel Tenaga kerja berperngaruh negatif terhadap pendapatan petani kemiri. Jika dilihat dari hasil hitungan regresi linear, bahwa luas lahan berperngaruh signifikan terhadap pendapatan petani kemiri di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dengan nilai signifikan 0,044. Tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan petani kemiri di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dengan nilai signifikan 0,149. Pupuk berperngaruh signifikan terhadap pendapatan petani kemiri di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir dengan nilai signifikan 0,002. Modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kemiri di Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
Potensi Komoditas Kopi Dalam Perekonomian Daerah Kabupaten Dairi Sitinjak, Wahyunita; Sinaga, Roeskani; Sinaga, Nisa Dearni
Jurnal Ekuilnomi Vol. 7 No. 2 (2025): Ekuilnomi Vol 7(2), Mei 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/4jgazq71

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Dairi pada bulan Desember 2024 – Februari 2025. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana Potensi Komoditas Kopi Dalam Perekonomian Daerah Kabupaten Dairi Sumatera Utara (2) Bagaimana pertumbuhan produksi tanaman perkebunan termasuk kopi Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang diperoleh diantaranya data produksi dan luas areal tanaman perkebunan periode tahun 2019 - 2023 tingkat kabupaten dan Provinsi. Data tersebut diperoleh dari sumber-sumber yang relevan, seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, yang terkait dalam penelitian kopi di Kabupaten Dairi. Kemudian data diolah menggunakan Program Microsoft Excel dengan Metode Analisis Shift Share dan Analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas kopi di Kabupaten Dairi memiliki potensi dalam perekonomian daerah ditinjau dari nilai LQ > 1 yang mengindikasikan komoditas tersebut sebagai komoditas basis. Namun nilai Cij (keunggulan kompetitif) yang negatif pada analisis Shift Share mengindikasikan bahwa perlunya strategi peningkatan produksi maupun daya saing agar potnsi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan
Pentingnya Pengetahuan Tentang Kesepakatan Lisan Dalam Sebuah Perjanjian Dibawah Tangan Sitinjak , Imman Yusuf; Rosenta, Ika; Nainggolan, Rosita; Hermes, Christian Daniel; Simbolon, Netty Mewahaty; Gultom, Sariaman; Sitinjak, Humala; Sitinjak, Wahyunita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t6a7ph08

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kesepakatan merupakan hal yang sering dilakukan. Kesepakatan tidak hanya berupa perjumpaan keinginan berhubungan dengan jumpa temu, tetapi juga perjumpaan keinginan seperti bisnis, pinjam meminjam, jual beli, sewa menyewa, maupun masalah utang piutang lainnya. Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi mengenai kesepakatan lisan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah diakhiri dengan sharing tanya jawab untuk memperdalam materi pengabdian. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang hukum bagaimana perlunya ilmu pengetahuan secara umum tentang hukum perjanjian. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi para masyarakat untuk menghindari masalah-masalah hukum dan memahami solusi-solusi hukum. Pentingnya mempelajari perjanjian dan kesepakatan lisan untuk membuat masyarakat lebih paham hukum, dan mengantisipasi masalah hukum dan dapat diimplementasikan kepada seluaruh masayarakat sekitar yang dapat menciptakan masyarakat yang teratur, rukun dan jauh dari perilaku pelanggaran di masyarakat.
Genetic Parameters Character Yield of Component 20 Selected Genotypes F4 Soybean (Glycine max L.) Pedigree Selection Sihaloho, Arvita Netti; Galingging, Irawaty Rosalyne; Sitinjak, Wahyunita; Simarmata, Marulam MT; Purba, Tioner
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 47, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v47i3.4637

Abstract

A character with a good genetic parameter can be used as a selection character. The study aims to identify a genotype with high production. The research was done in augmented, which is the methodology that does not use repetition for the F4 generation but involves repetition for both parents. All plants were planted on a plot. Twenty seeds of the F4 genotype (planted as 40 plants for every genotype), Argomulyo, and Tanggamus were planted as 60 plants with 3 times repeated. Character components of yield examined are the number of branches per plant, the number of pods per plant, seed weight per plant, and the weight of 100 seeds. The calculations were conducted to estimate heritability, the genetic variability coefficient (GVC), as well as skewness, kurtosis, and correlation. The results obtained genotypes that have the opportunity to produce high yields are F4.5.82.87.104 = G7 because the action of genes that play a role, are complementary epistasis, additive, and the number of genes is small, and the value of a large correlation, real positive between the number of branches with the number of pods per plant.
Analisis Usaha Budidaya Dan Pemasaran Bunga Krisan Reni, Linda; Sitinjak, Wahyunita; Marbun, Jhonson; Manurung, Hotlan P
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.7105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan usaha tani dan Untuk mengetahui pendapatan petani sistem pemasaran bunga krisan di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024-Mei 2024. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini ditarik secara acak yaitu dengan jumlah pedagang 30 petani atau pemilik Bunga Krisan di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis  data dalam menjawab saluran pemasaran 1 dan 2 yaitu menggunakan rumus pendapatan dan dengan rumus regresi linear berganda.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran bunga krisan memiliki efesiensi pemasaran  saluran pemasaran I mendapatkan nilai EP 0%, sedangkan pada saluran pemasaran II mendapatkan nilai EP 77.71%, dan pada saluran pemasaran III mendapatkan nilai EP 3.80% sehingga dapat dikatakan bahwa efesiensi pemasaran terjadi pada pemasaran I yang meliputi luas lahan, biaya, dan marjin pemasaran bunga krisan di Desa Raya Kematan Berastagi Kabupaten Karo. (2) Pendapatan petani bunga krisan di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Dipengaruhi oleh Luas lahan berpengaruh positif jika bertambah I rante maka pendapatannya akan bertambah sebesar 18183325,448, biaya produksi berpengaruh positip jikia bertambah I kg dan I liter racun maka pendapatan akan bertambah sebesar 60,215, tenaga kerja berpengaruh negatip jika berkurang I jam Maka pendapatan akan berkurang sebesar -4716,680Kata Kunci : Variabel Luas lahan, Variabel Biaya Pupuk, Variabel Tenaga Kerja,  Variabel Pemasaran
Keragaman dan Kemajuan Genetik Galur F4 Kedelai (Glycine max L. Merryl) di Dataran Tinggi Sihaloho, Arvita Netti; Sitinjak, Wahyunita
Agrin Vol 25, No 2 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.2.650

Abstract

Dataran tinggi memiliki suhu rendah dan cahaya matahari yang sedikit sehingga pertumbuhan kedelai kurang optimal. Belum adanya varietas unggul dataran tinggi berbiji besar, tahan suhu rendah dan tahan tanah masam, maka dilakukan persilangan dan seleksi untuk mendapatkan varietas unggul. Keragaman genetik merupakan salah satu parameter genetik yang menentukan untuk dapat dilakukan seleksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman genetik dan kemajuan genetik harapan (KGH) pada galur F4 kedelai yang ditanam di dataran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan mulai Juni sampai Agustus 2020 di Desa Karang Bangun Rambung Merah Kecamatan Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun dengan ketinggian tempat 500 – 550 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Augmented. Jarak tanam yang digunakan 20 cm x 30 cm. Karakter yang diamati dan dianalisa data adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong, umur panen, bobot biji pertanaman dan bobot 100 butir. Data yang diamati untuk setiap individu tanaman dilakukan untuk mencari ragam genetik, koefisien keragaman genetik (KKG), kemajuan genetik harapan (KGH) dan nilai duga heritabilitas arti luas (h2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKG karakter tinggi tanaman dan jumlah cabang memiliki nilai rendah, sedangkan karakter umur panen dan bobot biji pertanaman memiliki KKG tinggi. Heritabilitas semua karakter yang diamati bernilai sedang hingga tinggi, Karakter umur berbunga dan jumlah polong memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi. Seleksi dilakukan berdasarkan karakter jumlah polong karena memiliki nilai heritabilitas dan KGH tinggi. Hasil seleksi berdasarkan karakter jumlah polong mendapatkan 20 genotipe terpilih.Kata Kunci: genotipe, heritabilitas, kemajuan genetik, keragaman genetik.