Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Public Relations Vindes Media Corp di Era Post-Truth: Evolusi Psikologis Persepsi Masyarakat Urban Razali, Geofakta; Dyanasari, Reni
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v5i1.3311

Abstract

Aktivitas Public Relations (PR) yang diterapkan oleh Vindes Media Corp, sebuah platform media digital yang ditujukan untuk generasi muda, dalam era post-truth. Di tengah maraknya disinformasi dan skeptisisme terhadap kebenaran, penting bagi perusahaan media digital seperti Vindes untuk membangun komunikasi yang efektif dan kredibel dengan audiensnya, terutama masyarakat urban yang merupakan target utama mereka. Melalui analisis kualitatif berdasarkan teori psikologi komunikasi dan studi kasus terhadap kampanye PR Vindes, penelitian ini mengungkap bagaimana strategi PR Vindes beradaptasi dengan tantangan era post-truth untuk mempertahankan kepercayaan dan meningkatkan engagement dengan generasi muda urban. Temuan utama menunjukkan bahwa transparansi, autentisitas, dan penggunaan narasi yang resonansi secara emosional menjadi kunci dalam membangun persepsi positif. Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pemanfaatan influencer dan kampanye sosial yang berorientasi pada nilai-nilai komunitas efektif dalam mengatasi skeptisisme dan memperkuat posisi Vindes sebagai media yang empower dan relevan bagi audiensnya.
PELATIHAN PRODUKSI KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ORGANISASI Fasya Syifa Mutma; Reni Dyanasari; Fitorio Bowo Leksono
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.085 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2787

Abstract

Perkembangan internet dan media sosial membuka peluang bagi organisasi untuk berkomunikasi secara lebih luas dengan publiknya. Organisasi diharapkan bisa menjadi sumber informasi yang informatif dan edukatif untuk masyarakatnya. Pengelola organisasi diharapkan memiliki kemampuan mengelola media sosial sekaligus memproduksi konten untuk media sosial organisasinya. Namun terkadang, pengurus organisasi masih belum memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengelola dan memproduksi konten Instagram organisasinya, untuk itu diharapkan ada solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu organisasi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat adalah RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Melihat permasalahan tadi, tim pengabdi menginisiasi kegiatan pelatihan produksi konten media sosial bagi pengelola RPTRA. Kegiatan ini berisi rangkaian pemaparan materi dan lomba aktivasi Instagram. Kegiatan diselenggarakan selama satu bulan dengan tiga kali pertemuan, yaitu pemaparan materi, evaluasi konten Instagram, dan pengumuman pemenang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai cukup efektif untuk memberikan pengetahuan tentang produksi konten media sosial sekaligus membangkitkan semangat pengelola untuk aktif dalam mengunggah konten di media sosial RPTRA-nya. Kata kunci— media sosial, Instagram, RPTRA, pengabdian masyarakat The development of the internet and social media opens up opportunities for organizations to communicate more broadly with their public. The organization is expected to be an informative and educative source of information for its people. Organizational managers are expected to have the ability to manage social media while producing content for their organization's social media. But sometimes, the organization manager still does not have enough knowledge and ability to manage and produce his organization's Instagram content, for that there is expected to be a solution to solve the problem. One of the organizations that intersect directly with the community is RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Based on that problem, we initiated social media content production training activities for RPTRA managers. This activity contains exposure of material about social media and Instagram activation competitions. The event was held for one month with three meetings, they are material exposure, evaluation of Instagram content, and announcement of winners. This community service activity is considered effective enough to provide knowledge about the production of social media content while encouraging managers to be active in uploading content on their RPTRA’s social media. Keywords— social media, Instagram, RPTRA, community service
PENERAPAN METODE IN DEPTH REFLECTION DALAM BENTUK GAMBAR TERHADAP PEMAHAMAN PENGELOLA RPTRA TERKAIT MANFAAT BIOPIGMEN DALAM MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS Reni Dyanasari; Naurissa Biasini; Leenawaty Limantara; Fitriyah Nurhidayah; Pratika Riris Putrianti
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 4 No 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.968 KB) | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2788

Abstract

Masalah stunting (balita pendek) di Indonesia menempati posisi tiga besar di Asia Tenggara dengan prevalensi stunting tahun 2005-2017 mencapai 36,4%. Sedangkan prevalensi obesitas di Indonesia 21,8% dan diprediksi mencapai 40% pada tahun 2030. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang salah dari masyarakat terkait stunting yang cenderung dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik), pola makan, pola hidup dan tingkat pemahaman akan nutrisi di kalangan masyarakat. Padahal stunting dan obesitas lebih disebabkan oleh faktor perilaku (pola makan dan pola hidup), faktor lingkungan dan faktor layanan kesehatan. Sosialisasi dan edukasi pola makan dan pola hidup sehat berbasis riset biopigmen kepada masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi tetapi memegang peran kunci dalam keluarga yakni ibu dan pengelola komunitas sangatlah penting. Status gizi anak sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua yang biasanya berperan penting dalam mengatur kesehatan dan gizi keluarga. Edukasi dalam bentuk seminar dan workshop dapat membangun pemahaman dan upaya peningkatan kesehatan gizi anak dan keluarga. Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendukung program mitra yaitu pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam mensosialisasikan pesan pencegahan stunting dan obesitas kepada masyarakat. Kegiatan peningkatan pemahaman dilakukan melalui seminar dan workshop selama dua hari. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seminar dan workshop melalui in depth reflection berupa gambar yang memuat hal apa saja yang telah peserta dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Hasilnya menunjukan peserta dapat mengambil kata-kata kunci dan visual yang akrab dengan kegiatan sehari-hari, dari materi yang disampaikan oleh narasumber. Komposisi gambar yang menarik dan mudah dipahami ditentukan dari pesan yang dibuat singkat serta sederhana. Selain itu, gambar yang sering muncul adalah gambar yang sering ditemui sehari - hari. Temuan lainnya adalah pesan yang dituangkan dalam gambar tidak dapat berupa aspek sikap atau psikologis. Aspek tersebut dapat digambarkan melalui roleplay yang direkam dalam bentuk video. Kata kunci— stunting, obesitas, biopigmen, in depth reflection, RPTRA The problem of stunting in Indonesia occupies the top three positions in Southeast Asia with the prevalence of stunting in 2005-2017 reaching 36.4%. While the prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% and is predicted to reach 40% by 2030. This is due to a mis-understanding of the society regarding stunting that tends to be associated with heredity (genetic), diet, lifestyle and the level of understanding of nutrition among the community. Whereas stunting and obesity are more caused by behavioral factors (diet and lifestyle), environmental factors and health care factors. Socialization and education of healthy eating and lifestyle based on biopigment research to communities that are not economically productive but play a key role in the family, namely mothers and community managers are very important. The nutritional status of children is greatly influenced by the understanding of parents who usually play an important role in regulating family health and nutrition. Education in the form of seminars and workshops can build understanding and efforts to improve the nutritional health of children and families. The Community Partnership Program aims to support partner programs, namely the manager of Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA) in socializing the message of stunting and obesity prevention to the community. Understanding improvement activities are carried out through seminars and workshops for two days. One of the methods used to measure the level of understanding of participants after attending seminars and workshops through in depth reflection in the form of images that contain what participants have gained during this activity. The results showed participants were able to take keywords and visuals that are familiar with daily activities, from the material delivered by the source. The composition of an attractive and easy-to-understand image is determined from a message made short as well as simple. In addition, images that often appear are images that are often encountered every day. Another finding is that the message poured out in the image cannot be either an attitude or psychological aspect. This aspect can be described through roleplay recorded in the form of video. Keywords— stunting, obesity, biopigment, in depth reflection, RPTRA
The Influence of Promotion Content at Shopee Indonesia’s Instagram Account on Consumptive Behaviour for Late Adolescent Girls in Jakarta Reni Dyanasari; Silvialestari, Dewi; Syifa Mutma, Faisya
Journal of Communication and Public Relations Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Communication & Public Relations
Publisher : LSPR Institute of Communication & Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/105003220244

Abstract

The rise in online shopping in Indonesia is significantly linked to National Online Shopping Day (Harbolnas), launched on December 12, 2012, by the Indonesian E-commerce Association (idEA). Harbolnas has become essential for both sellers and buyers, with the “8.8” August 2020 promotion alone increasing transactions by 66%. Monthly twin date promotions by platforms like Shopee Indonesia drive consumer engagement. Instagram plays a key role in influencing late adolescent girls' shopping behavior in Jakarta. For that, this study wanted to see how the impact of promotional content on Instagram accounts @shopee.id on late adolescent consumptive behavior of girl in Jakarta.  This study uses a post-positivist paradigm with quantitative methods, collecting data through surveys targeting this demographic. The correlation table results indicate that the content has an influence on consumptive behavior, as the obtained value is 0.544, which falls into the category of moderately correlated. Furthermore, based on the coefficient of determination formula, the contribution of the content variable (X) to consumptive behavior (Y) is found to be 29%, while the remaining 71% is influenced by other factors outside the variables in this study. In this study, the linear regression equation can be observed as Y = 14059 + 0.800 (11) = 14067.8. This indicates that in this study, the value of consumptive behavior will increase as the value of promotion content increases.
Implementation of Tourism Place Branding Management in Indonesia through the 'Wonderful Indonesia' Campaign Mutma, Fasya Syifa; Dyanasari, Reni
Journal of Communication and Public Relations Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Communication & Public Relations
Publisher : LSPR Institute of Communication & Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/105004120254

Abstract

Tourism has become a significant sector in Indonesia's economy since 2019. Indonesia has a tourism brand managed by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) called "Wonderful Indonesia." Since its launch in 2011 and its promotion in 2015 until the present, Indonesian tourism, especially the Wonderful Indonesia brand, has received various national and international awards. These accolades can be attributed to the marketing communication and branding efforts carried out by Kemenparekraf. There is a concept called place branding, where "Wonderful Indonesia" is applied to brand Indonesian tourism. This research aims to understand the implementation of the tourism place branding concept in the marketing communication and branding efforts of Wonderful Indonesia. This research utilizes integrated marketing communication, branding, and place branding. The research adopts a constructivist paradigm with a qualitative descriptive method. Data collection involved interviewing representatives from Kemenparekraf who were involved in marketing communication and branding activities for Wonderful Indonesia. The data was then coded and analyzed. The research findings reveal that Kemenparekraf employs marketing communication strategies, incorporating Integrated Marketing Communication (IMC) components, and implements branding in line with the place branding concept. The study identifies that the branding implementation fulfills the 10 Strategic Place Brand Management Model components: brand infrastructure, stakeholder management (engagement), brand leadership, articulation, architecture, communication, identity, experience, word-of-mouth, and evaluation. Kemenparekraf also effectively implements an integrated marketing communication (IMC) approach by utilizing various tools, such as advertising, promotion, sponsorships, marketing events, experiential marketing, product placement, branded content, packaging, trade shows and fairs, personal selling, direct marketing, and public relations.
PELATIHAN PRODUKSI KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ORGANISASI Fasya Syifa Mutma; Reni Dyanasari; Fitorio Bowo Leksono
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2787

Abstract

Perkembangan internet dan media sosial membuka peluang bagi organisasi untuk berkomunikasi secara lebih luas dengan publiknya. Organisasi diharapkan bisa menjadi sumber informasi yang informatif dan edukatif untuk masyarakatnya. Pengelola organisasi diharapkan memiliki kemampuan mengelola media sosial sekaligus memproduksi konten untuk media sosial organisasinya. Namun terkadang, pengurus organisasi masih belum memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengelola dan memproduksi konten Instagram organisasinya, untuk itu diharapkan ada solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu organisasi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat adalah RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Melihat permasalahan tadi, tim pengabdi menginisiasi kegiatan pelatihan produksi konten media sosial bagi pengelola RPTRA. Kegiatan ini berisi rangkaian pemaparan materi dan lomba aktivasi Instagram. Kegiatan diselenggarakan selama satu bulan dengan tiga kali pertemuan, yaitu pemaparan materi, evaluasi konten Instagram, dan pengumuman pemenang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai cukup efektif untuk memberikan pengetahuan tentang produksi konten media sosial sekaligus membangkitkan semangat pengelola untuk aktif dalam mengunggah konten di media sosial RPTRA-nya. Kata kunci— media sosial, Instagram, RPTRA, pengabdian masyarakat The development of the internet and social media opens up opportunities for organizations to communicate more broadly with their public. The organization is expected to be an informative and educative source of information for its people. Organizational managers are expected to have the ability to manage social media while producing content for their organization's social media. But sometimes, the organization manager still does not have enough knowledge and ability to manage and produce his organization's Instagram content, for that there is expected to be a solution to solve the problem. One of the organizations that intersect directly with the community is RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Based on that problem, we initiated social media content production training activities for RPTRA managers. This activity contains exposure of material about social media and Instagram activation competitions. The event was held for one month with three meetings, they are material exposure, evaluation of Instagram content, and announcement of winners. This community service activity is considered effective enough to provide knowledge about the production of social media content while encouraging managers to be active in uploading content on their RPTRA’s social media. Keywords— social media, Instagram, RPTRA, community service
PENERAPAN METODE IN DEPTH REFLECTION DALAM BENTUK GAMBAR TERHADAP PEMAHAMAN PENGELOLA RPTRA TERKAIT MANFAAT BIOPIGMEN DALAM MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS Reni Dyanasari; Naurissa Biasini; Leenawaty Limantara; Fitriyah Nurhidayah; Pratika Riris Putrianti
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2788

Abstract

Masalah stunting (balita pendek) di Indonesia menempati posisi tiga besar di Asia Tenggara dengan prevalensi stunting tahun 2005-2017 mencapai 36,4%. Sedangkan prevalensi obesitas di Indonesia 21,8% dan diprediksi mencapai 40% pada tahun 2030. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang salah dari masyarakat terkait stunting yang cenderung dikaitkan dengan faktor keturunan (genetik), pola makan, pola hidup dan tingkat pemahaman akan nutrisi di kalangan masyarakat. Padahal stunting dan obesitas lebih disebabkan oleh faktor perilaku (pola makan dan pola hidup), faktor lingkungan dan faktor layanan kesehatan. Sosialisasi dan edukasi pola makan dan pola hidup sehat berbasis riset biopigmen kepada masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi tetapi memegang peran kunci dalam keluarga yakni ibu dan pengelola komunitas sangatlah penting. Status gizi anak sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua yang biasanya berperan penting dalam mengatur kesehatan dan gizi keluarga. Edukasi dalam bentuk seminar dan workshop dapat membangun pemahaman dan upaya peningkatan kesehatan gizi anak dan keluarga. Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendukung program mitra yaitu pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam mensosialisasikan pesan pencegahan stunting dan obesitas kepada masyarakat. Kegiatan peningkatan pemahaman dilakukan melalui seminar dan workshop selama dua hari. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seminar dan workshop melalui in depth reflection berupa gambar yang memuat hal apa saja yang telah peserta dapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Hasilnya menunjukan peserta dapat mengambil kata-kata kunci dan visual yang akrab dengan kegiatan sehari-hari, dari materi yang disampaikan oleh narasumber. Komposisi gambar yang menarik dan mudah dipahami ditentukan dari pesan yang dibuat singkat serta sederhana. Selain itu, gambar yang sering muncul adalah gambar yang sering ditemui sehari - hari. Temuan lainnya adalah pesan yang dituangkan dalam gambar tidak dapat berupa aspek sikap atau psikologis. Aspek tersebut dapat digambarkan melalui roleplay yang direkam dalam bentuk video. Kata kunci— stunting, obesitas, biopigmen, in depth reflection, RPTRA The problem of stunting in Indonesia occupies the top three positions in Southeast Asia with the prevalence of stunting in 2005-2017 reaching 36.4%. While the prevalence of obesity in Indonesia is 21.8% and is predicted to reach 40% by 2030. This is due to a mis-understanding of the society regarding stunting that tends to be associated with heredity (genetic), diet, lifestyle and the level of understanding of nutrition among the community. Whereas stunting and obesity are more caused by behavioral factors (diet and lifestyle), environmental factors and health care factors. Socialization and education of healthy eating and lifestyle based on biopigment research to communities that are not economically productive but play a key role in the family, namely mothers and community managers are very important. The nutritional status of children is greatly influenced by the understanding of parents who usually play an important role in regulating family health and nutrition. Education in the form of seminars and workshops can build understanding and efforts to improve the nutritional health of children and families. The Community Partnership Program aims to support partner programs, namely the manager of Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA) in socializing the message of stunting and obesity prevention to the community. Understanding improvement activities are carried out through seminars and workshops for two days. One of the methods used to measure the level of understanding of participants after attending seminars and workshops through in depth reflection in the form of images that contain what participants have gained during this activity. The results showed participants were able to take keywords and visuals that are familiar with daily activities, from the material delivered by the source. The composition of an attractive and easy-to-understand image is determined from a message made short as well as simple. In addition, images that often appear are images that are often encountered every day. Another finding is that the message poured out in the image cannot be either an attitude or psychological aspect. This aspect can be described through roleplay recorded in the form of video. Keywords— stunting, obesity, biopigment, in depth reflection, RPTRA
Public Relations Vindes Media Corp di Era Post-Truth: Evolusi Psikologis Persepsi Masyarakat Urban Razali, Geofakta; Dyanasari, Reni
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v5i1.3311

Abstract

Aktivitas Public Relations (PR) yang diterapkan oleh Vindes Media Corp, sebuah platform media digital yang ditujukan untuk generasi muda, dalam era post-truth. Di tengah maraknya disinformasi dan skeptisisme terhadap kebenaran, penting bagi perusahaan media digital seperti Vindes untuk membangun komunikasi yang efektif dan kredibel dengan audiensnya, terutama masyarakat urban yang merupakan target utama mereka. Melalui analisis kualitatif berdasarkan teori psikologi komunikasi dan studi kasus terhadap kampanye PR Vindes, penelitian ini mengungkap bagaimana strategi PR Vindes beradaptasi dengan tantangan era post-truth untuk mempertahankan kepercayaan dan meningkatkan engagement dengan generasi muda urban. Temuan utama menunjukkan bahwa transparansi, autentisitas, dan penggunaan narasi yang resonansi secara emosional menjadi kunci dalam membangun persepsi positif. Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pemanfaatan influencer dan kampanye sosial yang berorientasi pada nilai-nilai komunitas efektif dalam mengatasi skeptisisme dan memperkuat posisi Vindes sebagai media yang empower dan relevan bagi audiensnya.