Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KRISIS KEPEMIMPINAN PADA CALON TUNGGAL PEMILIHAN KEPALA DAERAH PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 100/PUU-XIII/2015 (STUDI KASUS KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2020): PENDAHULUAN, KAJIAN LITERATUR, METODE PENELITIAN, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN Deka Eliyana; Aprilia Lestari; Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v3i2.2607

Abstract

The Symptomps of One Candidates in post-conflict elections regent and deputy regent has become a big rumor since the Constitutional Court Decision which allowed single candidates in post-conflict local elections. Tthe causes one candidate phenomenon in 2020 and the implementation of the post-conflict regional election process in Ogan Komering Ulu Regency. This research results show that the threshold is a factor that limits political participation for small or independent parties, and encourages political strategies to maximize the opportunities of a single candidate. Apart from that, the practice of political dowries also influences the dynamics of candidate selection and power struggles at the local level. These two factors not only influence the candidate selection process but also have the potential to damage the integrity of democracy and inclusive political representation.
EFEKTIVITAS PROGRAM GERAKAN SUMSEL MANDIRI PANGAN DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA LUBUK BATANG BARU KECAMATAN LUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Nabila Aisyah; Aprilia Lestari; Marratu Fahri
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v4i1.2624

Abstract

The South Sumatra Independent Food Movement Program was a program launched by the provincial government to improve the welfare of people from cities to villages. The research was carried out from March to April 2024. Based on the results of the research, the effectiveness of the South Sumatra Mandiri Pangan Movement Program in Lubuk Batang Baru village could be seen from 4 indicators 1) Accuracy of program targets, indicating that the accuracy of targets for distribution of aid in the South Sumatra Mandiri Pangan Movement Program had been achieved. effective. 2) Program socialization, socialization that had been carried out by the village government has been implemented optimally because there are extension workers in every sub-district in OKU Regency. 3) Program Objectives: The Government of Lubuk Batang Baru Village, Lubuk Batang District, Ogan Komering Ulu Regency, in implementing the South Sumatra Independent Food Movement Program has been quite effective, because the results obtained from this program were in accordance with the initial objectives that have been set, although there were still things that are not yet clear. maximum was reached. 4) Program monitoring, that the assessment of the effectiveness of the South Sumatra Independent Food Movement Program is seen from the program monitoring indicators that it was effective. Because there was maximum effort made by the village government in collaboration with Agricultural Extension Officers in monitoring the South Sumatra Independent Food Movement Program, namely by empowering extension officers in each sub-district and also seed distribution staff who go directly to the field to check the implementation of the program. Program activities and monitoring have been carried out effectively but must be optimized, especially the speed of response from the extension team and the village government regarding the obstacles experienced by aid recipients.
EVALUASI PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 21 TAHUN 2021 TENTANG PEDOMAN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN SARANA PERDAGANGAN (Studi Pada Pasar Baru Kabupaten OKU) Rani Agustina; Aprilia Lestari; Eva Susanti
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v4i1.2977

Abstract

Pasar tradisional yang biasanya kumuh, berdebu, dan kumuh masih menjadi permasalahan yang belum tuntas diatasi, termasuk Pasar Baru di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan pada Pasar Baru di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan William Dunn yang mencakup enam kriteria penilaian kebijakan, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, daya tanggap, dan ketepatan. Berdasarkan hasil penelitian, Evaluasi Kebijakan Publik (Studi Evaluasi Program Kegiatan Pelaksanaan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2021 mengenai Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan) dapat digolongkan cukup baik dari segi efektivitas, efisiensi, kecukupan, keselarasan, daya tanggap, dan ketepatan. Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU telah mengembangkan pasarnya dengan menata struktur kios dan los bagi pedagang, menyediakan sarana dan prasarana pasar, mengawasi kegiatan pasar, dan menanggapi pengaduan pengguna pasar. Namun hal ini belum maksimal dilaksanakan terutama dalam pengawasan kegiatan pasar sehingga masih banyak para pedagang yang tidak menempati lokasi jualan yang telah disediakan dan pedangang kaki lima yang masih ditemui dilokasi pasar sehingga menggangu kegiatan aktivitas pasar serta masih kurangnya penyediaan fasilitas tempat penampungan sampah, penyediaan lokasi parkir, hingga pemberian sanksi terhadap penyalagunaan ketetapan lokasi penempatan pasar.
BIJAK BERMEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG STABILITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI DESA LEKIS REJO Marshanda Lievia; Eva Susanti; Aprilia Lestari; Agata Lively; Avira Miranda; Eem Rahmawati
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.2128

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Media sosial sebagai salah satu produk perkembangan teknologi memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi, pembentukan opini publik, serta interaksi antara masyarakat dan pemerintah. Namun, penggunaan media sosial yang tidak disertai dengan literasi digital yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konflik sosial, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Lekis Rejo dalam menggunakan media sosial secara bijak guna mendukung stabilitas tata kelola pemerintahan desa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026 dengan melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan penyebaran kuesioner kepuasan peserta. Materi disampaikan oleh Eva Susanti, M.Si., Aprilia Lestari, M.I.P dan Marshanda Lievia. Hasil kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 92% dengan kategori sangat baik. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memverifikasi informasi, menerapkan etika digital, serta memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.
ANALISIS INOVASI DIGITAL PEMERINTAH DESA MELALUI APLIKASI DESA PEDIA DI DESA LUBUK BATANG BARU KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Laras Septi; Ilma Sintia; Dina Fitrilia; M. Rizky Jaya Pratama; Sunandar; Aprilia Lestari; Eva Susanti
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/mjws5077

Abstract

Penerapan pelayanan publik desa berbasis digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan proses pelayanan lebih cepat serta efisien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi digital yang dilakukan Pemerintah Desa Lubuk Batang Baru melalui aplikasi Desa Pedia sebagai sarana pelayanan publik. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menilai keberhasilan inovasi digital melalui tujuh indikator, yaitu peningkatan kualitas layanan, efisiensi waktu, kepuasan masyarakat, aksebilitas, keberlanjutan, kemampuan direplikasi, dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Desa Pedia memilki manfaat yang nyata bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam mempermudah proses pelayanan terutama dalam efisiensi waktu, dan mengurangi resiko pungli. Namun demikian, tantangan seperti akses internet yang kurang stabil, partisipasi masyarakat yang belum terlibat secara keseluruhan karna berbagai faktor, serta adanya risiko kebocoran data masih menjadi tantangan tersendiri.
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL (Studi di Desa Kurup Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu) shindi asti ode; Aprilia Lestari; Eva Susanti
JURNAL DINAMIKA Vol. 6 No. 1 (2026): Junii 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/200sgj96

Abstract

The distribution of social assistance is an important government program to improve public welfare and therefore must be implemented based on the principles of transparency and accountability. However, several problems remain in Kurup Village, Lubuk Batang District, Ogan Komering Ulu Regency, including uneven dissemination of information, limited public understanding of beneficiary selection procedures, and the need to improve the accuracy of beneficiary data. This study aimed to analyze the implementation of transparency and accountability in the distribution of social assistance in Kurup Village. The research was conducted in 2026 using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that transparency has been implemented through public information dissemination, village meetings, and publication of beneficiary lists, while accountability has been demonstrated through compliance with procedures, preparation of accountability reports, and documentation of distribution activities. Nevertheless, improvements are still needed in information dissemination, beneficiary data updating, and community participation. The study concludes that the implementation of transparency and accountability in the distribution of social assistance has been fairly effective but not yet optimal. Therefore, the village government is recommended to enhance information openness, regularly verify beneficiary data, and optimize communication media to ensure more accurate and accountable social assistance distribution.