Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI ALAT TENAGA SURYA PADA MICROBUBBLE GENERATOR UNTUK AERASI KOLAM IKAN Sulistyo Sidik Purnomo; Jojo Sumarjo; Endah Purwanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8138

Abstract

ABSTRAKDesa Karangsinom yang berada di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang merupakan lokasi yang menjadi tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Desa tersebut memiliki beberapa permasalahan yang berkaitan dengan potensial sumber daya alam yang tersedia yaitu, kurangnya kesadaran masyarakat dan sumber daya manusia yang belum optimal dalam pemanfaatannya. Sehingga kreativitas masih minim untuk mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam khususnya pada pemberdayaan ternak ikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tentunya diperlukan upaya untuk menyelesaikan permasalahan melalui program solutif yang telah dilakukan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan yang berjudul “Implementasi Alat Tenaga Surya pada Microbubble Generator untuk Aerasi Kolam Ikan” merupakan program yang disusun secara bertahap dalam pemberdayaan peternak ikan di Desa Karangsinom. Hasil dalam kegiatan ini dapat mengembangkan usahanya baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Melalui serangkaian program kerja dan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, diharapkan dapat membantu dan memberdayakan peternak ikan di Desa Karangsinom dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kulitas serta kuantitas hasil produksinya. Kata kunci: alat tenaga surya; microbubble generator; perancangan alat. ABSTRACTKarangsinom Village located in Tirtamulya Subdistrict, Karawang Regency is a location that is the purpose of Community Service Activities. The village has several problems related to the potential of available natural resources, namely, the lack of public awareness and human resources that have not been optimal in their utilization. So that creativity is still minimal to develop the potential of natural resources, especially in the empowerment of fish cattle. Based on these problems, of course, efforts are needed to solve the problem through solutive programs that have been carried out in Community Service Activities. The method used in this activity is a case study with a qualitative approach with data collection techniques through observation, interview and documentation. The activity entitled "Implementation of Solar Power Tools on Microbubble Generators for Fish Pond Aeration" is a program that is gradually structured in the empowerment of fish farmers in Karangsinom Village. Result from this activity of being able to develop his business both in quantity and quality. Through a series of work programs and various activities carried out in Community Service Activities, it is expected to help and empower fish farmers in Karangsinom Village in developing potential and increasing the skin and quantity of its production. Keywords: solar power tools; microbubble generator; tool design.
Perancangan Teknologi Hybrid Berbasis Energi Turbin Kinetik dan Energi Surya Indi Albari; Jojo Sumarjo; Rizal Hanifi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.262

Abstract

Kampung Regency Parakan, Desa Cikampek Utara, Kabupaten Karawang merupakan daerah yang memiliki banyak aliran sungai kecil dan debit air yang bervariasi, di mana pemanfaatannya belum optimal. Teknologi hybrid berbasis turbin kinetik dan energi surya merupakan alternatif sumber energi listrik yang tepat untuk dikembangkan sebagai penerangan jalan umum. Dari hasil perhitungan perancangan turbin kinetik, daya perancangan generator didapatkan yaitu sebesar 16,5 watt per jam pada saat turbin kinetik bekerja selama 12 jam, sedangkan jika turbin bekerja selama 24 jam maka daya perancangan generator sebesar 8,25 watt per jam. Didapatkan perancangan daya panel surya dari setiap intensitas matahari mulai dari jam 10:00 – jam 14:00 yaitu sebesar 39,6 watt per jam (watt peak). Maka didapatakan hasil dari kedua perancangan yaitu kemampuan daya optimum turbin kinetik dan panel surya saling bersinergi yaitu menggunakan 3 lampu LED 5 watt selama 10 jam dengan daya sebesar 150 watt pada penggunaan turbin bekerja selama 24 jam dan penggunaan panel surya bekerja selama 5 jam mulai dari jam 10:00 – jam 14:00.
ANALYTICAL CALCULATION OF PULLEY AND V-BELT FOR RICE THRESHER POWERED BY MATARI MGX-390 GASOLINE ENGINE Faisal Rahman; Deri Teguh Santoso; Iwan Nugraha Gusniar; Jojo Sumarjo
International Journal of Innovation in Mechanical Engineering and Advanced Materials Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana, Prodi S2 Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijimeam.v4i3.19441

Abstract

In the agricultural industry today, a lot of tools with automatic transmission have become primary needs for many people. To be able to operate a rice threshing machine, one that can support the running of the tool is the pulley and V-belt on the driving machine. Therefore, this research aims to analyze the pulley and V-belt on the rice thresher with the Matari MGX-390 gasoline engine so that it meets the required criteria and applicable standards. Due to the important role of the V-belt and pulley components, this study will discuss calculations in the design of V-belt and pulley components for a rice thresher with a Matari MGX-390 gasoline engine. The method used is direct observation, to see directly the shape and specifications of the rice thresher machine as well as the Matari MGX-390 gasoline engine used, also to record the dimensions of the pulley and V-belt so that further analysis is carried out on these components, and it can be seen whether the pulley and the V-belt used can be declared safe. Then calculations are carried out to determine the type of V-belt used, V-belt length, maximum voltage, demand voltage, and service life on the V-belt used. Based on the results of the research and calculations that have been carried out, it shows that the V-belt used by the rice thresher with the Matari MGX-390 machine can be declared safe with the type of V-belt used as type A, with a length of 1,649.74 mm, a maximum tension of 138.8 N, voltage requirement 121 N, service life 14,055 working hours.
Uji Eksperimen Inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Menggerakan Microbubble Kolam Ikan Sofwan Hidayat; Jojo Sumarjo; Rizal Hanifi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 12 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8079971

Abstract

According to the solar insolation map, Indonesia has enough potential for solar electricity of 4.5 KW/m2/day. Solar energy can be utilized as hydroelectric power by receiving heat and converting it into electricity using solar cells (photovoltaic). The need for an electric load of 393 watts per hour to drive a 250w pump, a 23w DC motor, and a 3w lamp for 6 hours each. The photovoltaic solar cells used are polycrystalline 150 Wp and monocrystaline 150 Wp so the total solar panels used are 300 WP. The Solar Panel is installed with other components in the PLTS system such as a 20A controller, and a 12v 150Ah battery, while as a safety this battery uses the XH-M604 and XH-M609 modules as auto cut off when the current is over or below standard voltage. With calculations and several tests. The result is that using calculations based on formulas and panel theory with an efficiency of 15.1% can produce a power of 234.37 watts per hour while the panels are installed fixed at a tilt angle of 15° and an azimuth angle of 0°. The results of field testing with data on the average power generated per hour are 124.5 watts per hour, while the power required by the PLTS load is 144.2 watts per hour, and the results from the Disolved oxygen test are an average increase of 1.8 mg/L for 6 hours using the Microbuble Generator.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGERING MAKANAN DENGAN SOLAR CELL BERBASIS DIGITAL MONITORING SYSTEM DI DESA CIBUAYA Lela Nurpulaela; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Reni Rahmadewi; Vita Efelina; Jojo Sumarjo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17217

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakang oleh hasil produk Masyarakat di Desa Cibuaya, dalam proses pengeringan makanannya masih menggunakan metode sederhana dengan cara di jemur di bawah matahari. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Cibuaya dalam memanfaatkan teknologi pengering makanan dengan menggunakan panel surya (solar cell) dan sistem pemantauan digital. Pengering makanan adalah metode yang efektif untuk mempertahankan nilai gizi dan meningkatkan umur simpan makanan. Namun, banyak masyarakat di daerah pedesaan belum mengadopsi teknologi ini secara maksimal dikarenakan keterbatasan sumber daya dan pengetahuan teknis. Dalam pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Cibuaya mengenai penggunaan teknologi pengering makanan dengan solar cell dan sistem pemantauan digital. Pelatihan ini akan mencakup pengenalan tentang prinsip kerja pengering makanan dengan menggunakan energi matahari melalui panel surya, serta penerapan sistem pemantauan digital untuk memastikan proses pengeringan berjalan dengan baik. Selain itu, akan dibangun juga infrastruktur yang diperlukan, termasuk pemasangan panel surya dan pengembangan sistem pemantauan digital. Sistem pemantauan ini akan memungkinkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol proses pengeringan makanan secara real-time melalui perangkat digital, seperti smartphone atau komputer. Dengan adanya sistem pemantauan ini, masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan energi surya, meminimalkan kerugian, dan memastikan kualitas hasil pengeringan makanan. Dari hasil kegiatan pemberdayaan ini, masyarakat Desa Cibuaya telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi pengering makanan dengan solar cell secara efektif. Selain itu, pemanfaatan sistem pemantauan digital akan memberikan kemudahan dan efisiensi dalam pengoperasian pengering makanan. Kesinpulan yang didapatkan dari kegiatan ini telah meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi kerugian makanan, dan mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis produk olahan makanan. Kata kunci: pemberdaayaan masyarakat; pengering makanan; solar cell; sistem pemantauan digital. ABSTRACTThis community service activity is motivated by the results of community products in Cibuaya Village, in the food drying process they still use a simple method by drying it in the sun. This service aims to empower the community in Cibuaya Village in utilizing food drying technology using solar cells and a digital monitoring system. Food dehydrating is an effective method of retaining nutritional value and increasing the shelf life of food. However, many people in rural areas have not fully adopted this technology due to limited resources and technical knowledge. In this community service, socialization and training has been carried out for the people of Cibuaya Village regarding the use of food drying technology with solar cells and a digital monitoring system. This training will include an introduction to the working principles of food dryers using solar energy through solar panels, as well as the implementation of a digital monitoring system to ensure the drying process is running well. In addition, the necessary infrastructure will also be built, including the installation of solar panels and the development of a digital monitoring system. This monitoring system will enable the public to monitor and control the food drying process in real-time through digital devices, such as smartphones or computers. With this monitoring system, people can optimize the use of solar energy, minimize losses, and ensure the quality of food drying. From the results of this empowerment activity, the people of Cibuaya Village already have sufficient knowledge to effectively utilize food drying technology with solar cells. In addition, the use of a digital monitoring system will provide convenience and efficiency in operating the food dryer. The conclusions obtained from this activity have improved people's lives, reduced food losses, and encouraged local economic development based on processed food products. Keywords: community empowerment; food drying; solar cells; digital monitoring system.
Pengukuran Efektivitas Mesin dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Pada Mesin Stamping Vallerina Lawrencia Tertaroza; Deri Teguh Santoso; Reza Setiawan; Jojo Sumarjo
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6506

Abstract

The ability of an industrial company to produce a product will certainly depend on the ability of the machine used as a tool to produce every part of the product. Over time, increased market demand must be accompanied by an increase in production rates. Where this requires industrial companies to have high productivity, especially in the machining parts used in the production process. We can measure this effectiveness using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method, which is often used to measure the productivity of the machine or equipment used. Based on the research results, it can be seen that the average value of Overall Equipment Effectivities (OEE) on a stamping machine is 39.9%.
Pengaruh iradiasi dan temperatur terhadap efisiensi daya keluaran pada pemodelan photovoltaic Canadian solar 270 Wp Mochammad Iedvan Maulana; Viktor Naubnome; Jojo Sumarjo
Jurnal POLIMESIN Vol 19, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v19i2.2286

Abstract

Matahari sebagai sumber energi yang tidak terbatas sangat menguntungkan terhadap Indonesia dengan letak astronomis yang berada digaris khatulistiwa dan beriklim tropis. Dengan memiliki iklim tropis (musim hujan dan kemarau) mengakibatkan penyinaran energi radiasi lebih kurang 12 jam menjadikan Indonesia cukup untuk memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi pengganti. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini salah satunya adalah dengan teknologi yang disebut Panel Surya atau Photovoltaic. Berbeda dengan Negara 4 musim, Indonesia memiliki nilai temperatur lingkungan rata-rata lebih tinggi dan Iradiasi yang berubah-ubah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memodelkan dan menganalisa lebih lanjut hubungan antara pengaruh Iradiasi dan temperatur terhadap efisiensi dan daya keluaran serta daya optimum rata-rata yang dapat dihasilkan panel surya sehingga penempatan photovoltaic dapat dimanfaatkan sesuai dengan kondisi Iradiasi dan temperatur disekitarnya. Berdasarkan hasil simulasi pemodelan menunjukan Daya keluaran maksimum yang dihasilkan Photovoltaic Canadian Solar CS6K-270 Wp berbanding lurus secara signifikan dengan iradiasi matahari, Pada saat iradiasi tertinggi sebesar 876,11 W/m², daya keluaran yang dihasilkan pun tinggi sebesar 214,35 Watt, namun perubahan temperature terhadap daya keluaran selama 7 hari cenderung fluktuatif. Pada saat temperature tinggi sebesar 32,7°C daya keluaran yang dihasilkan kurang maksimal yaitu sebesar  202,21 Watt. Sedangkan Nilai Efisiensi Photovoltaic Canadian Solar CS6K-270 Wp berbanding terbalik dengan iradiasi. Pada saat Iradiasi tertinggi dan bersifat fluktuatif mengakibatkan penurunan Nilai Efisiensi yang signifikan bernilai 16,11% - 16,09 %, sedangkan pengaruh temperatur yang signifikan mengakibatkan Nilai Efisiensi menurun namun tidak terlalu drastis