Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan diri pada pasien diabetes melitus: teori selfcare orem Sakinah; Dwi Retnaningsih; Wahyuningsih
Link Journal of Health Science Vol 1 No 2 (2025): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v1i2.92

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah sebuah gangguan dengan kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Untuk mencegah terjadinya komplikasi diperlukan tingkat kepatuhan yang tinggi dalam pengelolaan perawatan diri. Salah satu faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kepatuhan tersebut adalah dukungan dari keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan diri pada pasien diabetes melitus berdasarkan teori selfcare Orem di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Metode: Desain menggunakan analitik korelatif dengan pendekatan metode cross-sectional. Total responden dalam penelitian ini adalah 92 orang yang diperoleh dari metode purposive sampling. Instrument menggunakan kuisioner yang terdiri dari dua variabel yaitu dukungan keluarga dan kepatuhan perawatan diri. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan diri pada pasien diabetes melitus berdasarkan teori selfcare Orem. Perlu adanya dukungan keluarga dalam mendukung pasien diabetes melitus terhadap kepatuhan perawatan diri.
Penerapan Teknik Tripod Position dan Pursed Lip Breathing terhadap Kenaikan Saturasi Oksigen pada Pasien Sesak di IGD RSUD Limpung Soimun Soimun; Dwi Retnaningsih
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3334

Abstract

Shortness of breath is one of the main problems experienced by patients with respiratory disorders such as chronic obstructive pulmonary disease (COPD), asthma, pulmonary tuberculosis, and lung cancer. This condition can reduce oxygen saturation, which leads to limitations in physical activity, decreased quality of life, and an increased risk of hypoxemia that may become fatal if not immediately addressed. The management of dyspnea is not only carried out through pharmacological therapy but also through non-pharmacological interventions that are simple, safe, and easy to apply by health care providers. One such intervention is the tripod position and pursed-lip breathing technique. The tripod position is a sitting posture in which the patient leans forward with both hands supporting the body on the knees or a table, thereby facilitating maximum chest expansion. Meanwhile, pursed-lip breathing is a breathing technique performed by inhaling through the nose and exhaling slowly through pursed lips, which prolongs the expiratory phase, reduces trapped air, and improves alveolar ventilation. This study aimed to determine the effectiveness of applying these two techniques in increasing oxygen saturation among patients with dyspnea in the Emergency Department of RSUD Limpung. The research design was a case study involving four patients diagnosed with COPD, asthma, pulmonary tuberculosis, and lung cancer. The intervention was carried out by assisting patients to sit in a tripod position and training them in pursed-lip breathing for approximately 10 minutes. Oxygen saturation was measured using a pulse oximeter before and after the intervention. The results showed an increase in oxygen saturation in all patients, from 92–97% to 95–99% after the intervention. In conclusion, tripod position and pursed-lip breathing proved to be effective non-pharmacological therapies that can be recommended in emergency nursing practice to reduce dyspnea and improve oxygenation.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di RSI Pekajangan Umi Musarofah; Dwi Retnaningsih; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1786

Abstract

Preoperative anxiety is one of the psychological problems that patients often experience and can affect physiological stability, response to anesthesia, and the postoperative recovery process. High levels of anxiety in patients leading up to surgery can have negative impacts, both physically and emotionally. One of the interventions that can be done to reduce anxiety is therapeutic communication by nurses. Therapeutic communication has an important role in creating a relationship of mutual trust, providing a sense of security, and helping patients understand the medical procedures to be undertaken. However, there are still conditions where therapeutic communication has not been implemented optimally. This study aims to determine the relationship between nurses' therapeutic communication and the level of anxiety of preoperative patients at RSI Pekajangan. The study used a quantitative approach with a correlational design and involved 72 respondents who were selected through purposive sampling techniques. The research instruments included a therapeutic communication questionnaire and the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Data analysis was carried out using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents rated therapeutic communication in the categories of good (81.9%) and moderate anxiety (72.2%). Statistical tests showed a significant relationship between nurses' therapeutic communication and preoperative patients' anxiety levels (p = 0.027) and moderate correlation strength (r = -0.260). The conclusion of this study confirms that therapeutic communication plays a role in lowering patients' anxiety, so it is recommended that nurses improve therapeutic communication skills as part of pre-surgical interventions.
Hubungan Motivasi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Hemodialisa pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSI PKU Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan Shisca Octavia Maharani, Shisca Octavia Maharani; Dwi Retnaningsih; Dwi Nur Aini
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1833

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a medical condition that requires renal replacement therapy such as hemodialysis. Patient compliance with this therapy is essential to prevent complications and maintain quality of life. Patient motivation, both intrinsic and extrinsic, plays a significant role in determining the level of compliance. This study aims to examine the relationship between patient motivation and compliance with hemodialysis treatment in CKD patients at RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. This research uses a quantitative correlational design with purposive sampling, involving 67 respondents from a population of CKD patients undergoing hemodialysis, with an average of 80 patients per month. The instruments used were patient motivation questionnaires and hemodialysis compliance questionnaires. The results showed that most respondents had good motivation (74.6%) and positive compliance (76.1%). Bivariate analysis using the Spearman Rank test revealed a significant relationship between motivation and compliance (p = 0.000) with a strong correlation (r = 0.685). This study suggests nursing interventions that focus on enhancing patient motivation to support long-term therapy success. The limitations of this study include the cross-sectional design, which cannot prove causal relationships, and the potential social bias in the self-report instruments.
Penerapan terapi nebulizer terhadap frekuensi napas pada pasien ISPA dengan bersihan jalan napas tidak efektif Nur Martyana, Annisa; Dwi Retnaningsih
Link Journal of Health Science Vol 2 No 1 (2025): September : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v2i1.88

Abstract

Latar belakang: Terapi Nebulizer adalah metode pemberian obat pernapasan dalam bentuk aerosol melalui inhalasi menggunakan alat nebulizer. Terapi nebubulizer sangat dianjurkan untuk pasien yang tidak mampu menggunakann inhealer secara efektif, misalnya dikarenakan sesak napas berat, koordinasi tubuh yang baik terutama pada pasien ISPA. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi nebulizer dalam menurunkan frekuensi napas pada pasien ISPA. Metode : penelitian ini menggunkan desain studi kasus pre-post desain. Sampel 5 pasien di Di IG RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penurunan frekuensi napas pada pasien ISPA setelah diberikan terapi nebulizer, serta SOP pemberian terapi nebulizer. Data dianalisis secara deskriptif dengan presentase perubahan frekuensi napas pasien sebelum dan sesudah pemberian nebulizer. Hasil: tingkat frekuensi napas pada 5 pasien sebelum diberikan terapi nebulizer didapatkan sebagian besar pasien mengalami penurunan frekuensi napas. Kesimpulan : Pemberian terapi nebulizer terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi napas pasien dengan gangguan pernapasan. Terapi nebulisasi sebaiknya diterapkan secara rutin pada pasien ISPA dengan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif, karena terbukti membantu menurunkan frekuensi napas, meningkatkan saturasi oksigen, dan memperbaiki mekanisme ventilasi.
Penerapan terapi back massage terhadap tingkat kelelahan pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa Novitasari, Devi; Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i1.64

Abstract

Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan angka prevalensi dan insiden yang terus meningkat. CKD tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi psikologis dan emosional. Salah satu gejala paling sering dialami pasien CKD yang menjalani hemodialisis adalah kelelahan (fatigue). Tujuan: studi kasus ini bertujuan mendiskripsikan pengaruh pemberian back message terhadap kelelahan. Metode: studi kasus menggunakan isntrumen kuesioner FACIT (Fungcional Assesment Chronic Ilnes Therapy) untuk mengukur tingkat kelelahan saat sebelum dan sesudah diberikan penerapan, penerapan diberikan selama 3 kali pertemuan dengan durasi pijat10 menit, studi kasus ini menggunakan Analisa univariat. Hasil: Terdapat perubahan tingkat kelelahan yang diamati sebelum dan setelah penerapan. Kesimpulan: back message memiliki pengaruh dalam penurunan tingkat kelelahan pada pasien hemodialisa, kelelahan dialami intividu yang menjalani proses pengobatan, dan back message dapat menjadi alternatif untuk menurunkan kelelahan pasien hemodialisa.
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah terhadap pasien hipertensi Shinta Puspitasari; Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i1.66

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik >90 mmHg. Prevalensi hipertensi meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun. Ada berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk menstasbilkan tekanan darah salah satunya mengunakan tindakan non farmakologis yaitu dengan relaksasi benson. Tujuan: mengindentifikasi efektifitas relaksasi benson terhadap pasien dengan penderita hipertensi. Metode: penelitian deskriptif menggunakan metode desain studi kasus. Sampel yang diambil adalah pasien yang berkunjung ke IGD yang memiliki hipertensi >140/90 mmHg dengan jumlah responden 5. instrumen menggunakan SOP benson serta lembar observasi tekanan darah . Analisa yan digunakan dalam penelitia ini yaitu Analisa deskritif . Hasil: pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi benson, Responden 1 berada di hipertensi Tingkat I, Responden 2 berada di pre hipertensi, responden 3 berada di hipertensi Tingkat I, dan responden ke 4 berada di hipertensi Tingkat I dan yang terakhir responden ke 5 berada di pre- hipertensi. Kesimpulan: terdapat pengaruh relaksasi benson untuk membantu  penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Benson untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan Indah Permata Sari; Dwi Retnaningsih; Rahayu Winarti
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.882

Abstract

Post-fracture surgery patients generally experience acute pain due to damage to bone, muscle, and soft tissue affected by surgical trauma. Untreated pain can cause mobility disorders, anxiety, and even slow the healing process. Pain management can be carried out pharmacologically and non-pharmacologically. One effective non-pharmacological intervention is Benson relaxation therapy, a breathing relaxation technique combined with elements of belief or positive affirmations to create a sense of calm and comfort. The purpose of this case study is to determine the application of Benson relaxation therapy in reducing pain in post-fracture surgery patients at Kajen Regional Hospital, Pekalongan Regency. The method used is a descriptive case study approach, involving four post-fracture surgery patients who experienced pain with a scale of 4–6 (moderate pain). The instruments used include the Benson relaxation SOP, a Numeric Rating Scale (NRS) pain observation sheet, and a respondent consent form (informed consent). This case study was conducted in the inpatient ward of Kajen Regional Hospital, Pekalongan Regency, from September 8–13, 2025. Results showed a decrease in the average pain scale from 4–6 to 2–4 after 15 minutes of Benson relaxation therapy. Conclusion: Benson relaxation therapy effectively reduces pain intensity in post-fracture surgery patients and can be recommended as a non-pharmacological intervention in pain management in the ward.  
Pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap praktik pemakaian masker pada pasien TBC Mukti Krisdianto, Harry; Dwi Retnaningsih; Endang Supriyanti
Link Journal of Nursing Vol 1 No 2 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.50

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tingginya jumlah kasus TBC memerlukan pencegahan penularan, salah satunya dengan menggunakan masker. Penggunaan masker yang tepat yaitu dengan pemberian edukasi melalui leaflet. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap praktik  pemakaian masker pada Pasien TBC. Metode: Desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan teknik total sampling didapatkan 35 responden. Instrumen mengggunakan leaflet dan lembar observasi yang disusun berdasarkan SOP memakai masker RSUD Batang sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 tahun 2017. Analisa penelitian menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Ada pengaruh pemberian edukasi tuberculosis (TBC) terhadap praktik pemakaian masker dengan taraf signifikan sebelum dan setelah eduaksi dengan nilai p value = 0,000, dengan kenaikan mean dari 7,23 menjad 9,51. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap pemakaian masker pada Pasien TBC. Metode pemberian edukasi perlu dipertimbangkan berbasis digital guna mencapai hasil yang lebih efektif.
Penerapan back massage terhadap tingkat kenyamanan dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi Eka Safitri, Intan Nuraini; Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 1 No 2 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.56

Abstract

Latar belakang: Hipertensi yang tidak dikendalikan dapat membuat tubuh merasakan ketidakpuasanan dan ketidaknyamanan dalam beberapasa aspek seperti aspek fisik, psikospiritual dan lingkungan. Selain penanganan secara obat-obatan dapat juga dilakukan dengan teknik back massage. Tujuan: mengetahui penerapan back massage dalam penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Sampel yang di ambil adalah lansia yang memiliki hipertensi > 140/90 mmHg dengan jumlah 4 responden. Instrumen menggunakan Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ). Terdapat  28 item yang di bagi menjadi 5 aspek dengan skor total <84 (tidak nyaman) dan > 84 – 168 (skore nyaman). Hasil: Pemberian back massage memberikan perubahan dalam keberhasilan peningkatan kenyamanan dan penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat perubahan pada tingkat kenyamanan dan terhadap tekanan darah pada lansia setelah diberikan penerapan back massage. Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan tubuh.