Articles
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di RSI Pekajangan
Umi Musarofah;
Dwi Retnaningsih;
Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1786
Preoperative anxiety is one of the psychological problems that patients often experience and can affect physiological stability, response to anesthesia, and the postoperative recovery process. High levels of anxiety in patients leading up to surgery can have negative impacts, both physically and emotionally. One of the interventions that can be done to reduce anxiety is therapeutic communication by nurses. Therapeutic communication has an important role in creating a relationship of mutual trust, providing a sense of security, and helping patients understand the medical procedures to be undertaken. However, there are still conditions where therapeutic communication has not been implemented optimally. This study aims to determine the relationship between nurses' therapeutic communication and the level of anxiety of preoperative patients at RSI Pekajangan. The study used a quantitative approach with a correlational design and involved 72 respondents who were selected through purposive sampling techniques. The research instruments included a therapeutic communication questionnaire and the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Data analysis was carried out using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents rated therapeutic communication in the categories of good (81.9%) and moderate anxiety (72.2%). Statistical tests showed a significant relationship between nurses' therapeutic communication and preoperative patients' anxiety levels (p = 0.027) and moderate correlation strength (r = -0.260). The conclusion of this study confirms that therapeutic communication plays a role in lowering patients' anxiety, so it is recommended that nurses improve therapeutic communication skills as part of pre-surgical interventions.
Hubungan Motivasi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Hemodialisa pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSI PKU Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan
Shisca Octavia Maharani, Shisca Octavia Maharani;
Dwi Retnaningsih;
Dwi Nur Aini
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1833
Chronic Kidney Disease (CKD) is a medical condition that requires renal replacement therapy such as hemodialysis. Patient compliance with this therapy is essential to prevent complications and maintain quality of life. Patient motivation, both intrinsic and extrinsic, plays a significant role in determining the level of compliance. This study aims to examine the relationship between patient motivation and compliance with hemodialysis treatment in CKD patients at RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. This research uses a quantitative correlational design with purposive sampling, involving 67 respondents from a population of CKD patients undergoing hemodialysis, with an average of 80 patients per month. The instruments used were patient motivation questionnaires and hemodialysis compliance questionnaires. The results showed that most respondents had good motivation (74.6%) and positive compliance (76.1%). Bivariate analysis using the Spearman Rank test revealed a significant relationship between motivation and compliance (p = 0.000) with a strong correlation (r = 0.685). This study suggests nursing interventions that focus on enhancing patient motivation to support long-term therapy success. The limitations of this study include the cross-sectional design, which cannot prove causal relationships, and the potential social bias in the self-report instruments.
Penerapan terapi nebulizer terhadap frekuensi napas pada pasien ISPA dengan bersihan jalan napas tidak efektif
Nur Martyana, Annisa;
Dwi Retnaningsih
Link Journal of Health Science Vol 2 No 2 (2025): September : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/ljhs.v2i1.88
Latar belakang: Terapi Nebulizer adalah metode pemberian obat pernapasan dalam bentuk aerosol melalui inhalasi menggunakan alat nebulizer. Terapi nebubulizer sangat dianjurkan untuk pasien yang tidak mampu menggunakann inhealer secara efektif, misalnya dikarenakan sesak napas berat, koordinasi tubuh yang baik terutama pada pasien ISPA. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi nebulizer dalam menurunkan frekuensi napas pada pasien ISPA. Metode : penelitian ini menggunkan desain studi kasus pre-post desain. Sampel 5 pasien di Di IG RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penurunan frekuensi napas pada pasien ISPA setelah diberikan terapi nebulizer, serta SOP pemberian terapi nebulizer. Data dianalisis secara deskriptif dengan presentase perubahan frekuensi napas pasien sebelum dan sesudah pemberian nebulizer. Hasil: tingkat frekuensi napas pada 5 pasien sebelum diberikan terapi nebulizer didapatkan sebagian besar pasien mengalami penurunan frekuensi napas. Kesimpulan : Pemberian terapi nebulizer terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi napas pasien dengan gangguan pernapasan. Terapi nebulisasi sebaiknya diterapkan secara rutin pada pasien ISPA dengan gangguan bersihan jalan napas tidak efektif, karena terbukti membantu menurunkan frekuensi napas, meningkatkan saturasi oksigen, dan memperbaiki mekanisme ventilasi.
Penerapan terapi back massage terhadap tingkat kelelahan pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa
Novitasari, Devi;
Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 2 No 2 (2025): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i1.64
Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan angka prevalensi dan insiden yang terus meningkat. CKD tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, tetapi juga memengaruhi psikologis dan emosional. Salah satu gejala paling sering dialami pasien CKD yang menjalani hemodialisis adalah kelelahan (fatigue). Tujuan: studi kasus ini bertujuan mendiskripsikan pengaruh pemberian back message terhadap kelelahan. Metode: studi kasus menggunakan isntrumen kuesioner FACIT (Fungcional Assesment Chronic Ilnes Therapy) untuk mengukur tingkat kelelahan saat sebelum dan sesudah diberikan penerapan, penerapan diberikan selama 3 kali pertemuan dengan durasi pijat10 menit, studi kasus ini menggunakan Analisa univariat. Hasil: Terdapat perubahan tingkat kelelahan yang diamati sebelum dan setelah penerapan. Kesimpulan: back message memiliki pengaruh dalam penurunan tingkat kelelahan pada pasien hemodialisa, kelelahan dialami intividu yang menjalani proses pengobatan, dan back message dapat menjadi alternatif untuk menurunkan kelelahan pasien hemodialisa.
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah terhadap pasien hipertensi
Shinta Puspitasari;
Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 2 No 2 (2025): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i1.66
Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik >90 mmHg. Prevalensi hipertensi meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun. Ada berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk menstasbilkan tekanan darah salah satunya mengunakan tindakan non farmakologis yaitu dengan relaksasi benson. Tujuan: mengindentifikasi efektifitas relaksasi benson terhadap pasien dengan penderita hipertensi. Metode: penelitian deskriptif menggunakan metode desain studi kasus. Sampel yang diambil adalah pasien yang berkunjung ke IGD yang memiliki hipertensi >140/90 mmHg dengan jumlah responden 5. instrumen menggunakan SOP benson serta lembar observasi tekanan darah . Analisa yan digunakan dalam penelitia ini yaitu Analisa deskritif . Hasil: pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi benson, Responden 1 berada di hipertensi Tingkat I, Responden 2 berada di pre hipertensi, responden 3 berada di hipertensi Tingkat I, dan responden ke 4 berada di hipertensi Tingkat I dan yang terakhir responden ke 5 berada di pre- hipertensi. Kesimpulan: terdapat pengaruh relaksasi benson untuk membantu penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap praktik pemakaian masker pada pasien TBC
Mukti Krisdianto, Harry;
Dwi Retnaningsih;
Endang Supriyanti
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.50
Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tingginya jumlah kasus TBC memerlukan pencegahan penularan, salah satunya dengan menggunakan masker. Penggunaan masker yang tepat yaitu dengan pemberian edukasi melalui leaflet. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap praktik pemakaian masker pada Pasien TBC. Metode: Desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan teknik total sampling didapatkan 35 responden. Instrumen mengggunakan leaflet dan lembar observasi yang disusun berdasarkan SOP memakai masker RSUD Batang sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 tahun 2017. Analisa penelitian menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Ada pengaruh pemberian edukasi tuberculosis (TBC) terhadap praktik pemakaian masker dengan taraf signifikan sebelum dan setelah eduaksi dengan nilai p value = 0,000, dengan kenaikan mean dari 7,23 menjad 9,51. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian edukasi tuberkulosis terhadap pemakaian masker pada Pasien TBC. Metode pemberian edukasi perlu dipertimbangkan berbasis digital guna mencapai hasil yang lebih efektif.
Penerapan back massage terhadap tingkat kenyamanan dan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi
Eka Safitri, Intan Nuraini;
Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.56
Latar belakang: Hipertensi yang tidak dikendalikan dapat membuat tubuh merasakan ketidakpuasanan dan ketidaknyamanan dalam beberapasa aspek seperti aspek fisik, psikospiritual dan lingkungan. Selain penanganan secara obat-obatan dapat juga dilakukan dengan teknik back massage. Tujuan: mengetahui penerapan back massage dalam penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Sampel yang di ambil adalah lansia yang memiliki hipertensi > 140/90 mmHg dengan jumlah 4 responden. Instrumen menggunakan Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ). Terdapat 28 item yang di bagi menjadi 5 aspek dengan skor total <84 (tidak nyaman) dan > 84 – 168 (skore nyaman). Hasil: Pemberian back massage memberikan perubahan dalam keberhasilan peningkatan kenyamanan dan penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat perubahan pada tingkat kenyamanan dan terhadap tekanan darah pada lansia setelah diberikan penerapan back massage. Terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan tubuh.
Penerapan kompres dingin terhadap nyeri insersi AV shunt pada pasien hemodialisis
Novika Lutfiana;
Dwi Retnaningsih
Link Journal of Nursing Vol 3 No 1 (2026): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i2.71
Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dapat menyebabkan uremia dan memerlukan terapi seperti hemodialisis. Pemasangan AV Shunt selama hemodialisis sering kali menimbulkan rasa sakit akibat kerusakan kulit dan pembuluh darah, Rasa sakit ini dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan, dan penurunan kualitas hidup, yang berpotensi menyebabkan ketidakpatuhan terhadap terapi. Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan menyebabkan vasokonstriksi, mengurangi aliran darah, dan memberikan pengalih perhatian. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh kompres dingin terhadap nyeri insersi AV Shunt. Metode: Studi kasus menggunakan instrument NRS (Numeric Rating Scale) untuk mengukur tingkat nyeri saat sebelum dan sesudah diberikan penerapan, penerapan diberikan 1x pertemuan dengan durasi 10 menit, studi kasus ini menggunakan analisa univariat. Hasil: Setelah diberikan penerapan kompres dingin selama 1x pertemuan didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh tingkat nyeri sebelum dilakukan penerapan tingkat nyeri sedang dengan skala nyeri 6 dan sesudah dilakukan penerapan tingkat nyeri ringan dengan skala 2. Kesimpulan: Kompres dingin dapat menurunkan skala nyeri saat insersi AV Shunt, nyeri yang dirasakan oleh pasien berdampak terhadap kecemasan dan ketakutan. Kompres dingin menjadi alternatif nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri dengan melemahkan sinyal sensasi nyeri pada pasien hemodialisis.
Pengaruh Teknik Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri Insersi AV Fistula pada Pasien Hemodialisa di RSUD Batang
Madnur Soleh;
Dwi Retnaningsih
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/quwell.v2i4.2477
Malaria is a global health problem, especially in tropical countries like Indonesia. Papua, with 14,586 cases, and Jayapura City in 2023 had 29,938 cases. This is due to nocturnal activities, knowledge, and preventive measures, which contribute to the high incidence of malaria. The purpose of this study was to identify factors associated with malaria incidence at Bhayangkara Hospital Class II, Jayapura. This research was an analytical study with a cross-sectional design. Data collection was conducted using a questionnaire. A total of 82 respondents were recruited using a simple accidental sampling technique. The data obtained were statistically analyzed using the chi-square test. Based on the analysis results, it was found that of the 82 respondents, the characteristics of the respondents were mostly aged > 20 years (74 people (90.2%), male (48 people (58.5%) and unemployed (53 people (64.6%). There was a significant relationship between nighttime activities and malaria incidence at Bhayangkara Hospital Level II Jayapura. (p-value 0.015 <α (0.05). There was a significant relationship between knowledge and malaria incidence at Bhayangkara Hospital Level II Jayapura (p-value 0.000 <α (0.05). There was a significant relationship between malaria prevention measures and malaria incidence at Bhayangkara Hospital Level II Jayapura (p-value 0.008 <α (0.05). Nighttime activities, knowledge and malaria prevention measures were significantly associated with malaria incidence.
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Intradialitik di RSUD Batang
Nur Khakimah;
Dwi Retnaningsih
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/quwell.v2i4.2479
Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis are at risk of experiencing intradialytic complications, one of which is hypertension. Management of hypertension in hemodialysis units is generally pharmacological, although non-pharmacological interventions may serve as an effective, simple, and safe complementary option. One such technique is Benson relaxation, which combines controlled deep breathing with spiritual elements to reduce sympathetic activity and promote relaxation. This case study to determine the effect of Benson relaxation therapy on blood pressure of intradialytic hypertension patients at RSUD Batang. The case study design was a case study involving 5 CKD patients undergoing hemodialysis. The intervention was performed by guiding patients to practice Benson relaxation for about 10–15 minutes, with blood pressure measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. The results showed a decrease in blood pressure in most respondents. The average systolic blood pressure decreased from 153.4 mmHg to 145.6 mmHg, while diastolic pressure decreased from 92.4 mmHg to 87.6 mmHg. In addition to physiological improvement, patients also reported subjective relief such as reduced dizziness, palpitations, and tension. In conclusion, Benson relaxation therapy proved effective in reducing blood pressure among intradialytic hypertension patients. This intervention can be recommended as a complementary non-pharmacological therapy in nursing care to improve comfort in hemodialysis patients.