Sri Utami Dwiningsih
Poltekkes Kemenkes Semarang, Semarang, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KARAKTERISTIK KADER POSYANDU PADA PENCEGAHAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Inayah, Maslahatul; Anonim, Tri; Supriyo, Supriyo; Sudirman, Sudirman; Harnany, Afiyah Sri; Dwiningsih, Sri Utami; Sumarni, Sumarni; Triasari, Lis
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12883

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli – Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 orang. Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun (90%), ibu rumah tangga (60%), menikah (85%), Pendidikan SMA (50%) dan lama menjadi kader  kurang dari 10 tahun (60%).Rekomendasi pada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan kader kesehatan melalui pelatihan-pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan di posyandu.Kata Kunci : Kader Posyandu , Anemia dalam Kehamilan
COGNITIVE IMPAIRMENT IN CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Pramudyta, Risdananda Desy; Hartoyo, Mugi; Dwiningsih, Sri Utami; Budiyati, Budiyati
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 8 No. 2 (2024): VOLUME 8 ISSUE 2 AUGUST 2024
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2024/Vol8/Iss2/607

Abstract

Background: Hemodialysis is a therapy to control uremia, fluid overload, and electrolyte imbalance in patients with chronic renal failure. However, the long time undergoing hemodialysis can risk causing cognitive function instability. The purpose of this study was to determine the presence of cognitive impairment chronic renal failure patients undergoing hemodialialysis. Methods: Type of quantitative research using cross-sectional correlational analysis research design, conducted on 121 samples with purposive sampling technique. Data collection was done using the Montreal Cognitive Assessment questionnaire using the Pearson Product Moment test. Results: The results showed that the majority of respondents were 46–65 years old, male; their last level of education was college; and the majority did not work. The long time undergoing hemodialysis is 120 months, with an average of 46 months. Most respondents experienced mild cognitive function impairment with memory domain, followed by visuospatial and attentional cognitive domains that cause the risk of dementia. Conclusion: There is a significant relationship between the long time undergoing hemodialysis and the cognitive function of chronic renal failure patients at RSUP Dr Kariadi Semarang (p = 0.000), with a strong relationship in the opposite direction (r = -0.610). The need to improve cognitive memory domain, such as conducting periodic cognitive screening with high-sensitivity instruments on hemodialysis patients who have a risk of severe dementia.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Hafizah, Hayyu; Purnomo, S.Eko Ch; Trisnaningtyas, Wenny; M.Syamsul Arif SN; Anonim, Tri; Dwiningsih, Sri Utami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i2.13980

Abstract

Pasien gagal ginjal memiliki kualitas hidup yang berbeda dari orang sehat umumnya, yang membuat kondisi fisik maupun mental semakin menurun akibat penyakit yang diderita. Salah satu faktor yang bisa mengurangi kondisi ini adalah dukungan sosial. Dukungan sosial dapat memperkuat kondisi kualitas hidup individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 100 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Kriteria inklusi adalah pasien gagal ginjal kronis yang rutin menjalani hemodialisa lebih dari 3 bulan dan rutin 2 – 3 kali seminggu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MSPSS dan KDQOL-SF36. Analisis data menggunakan korelasi spearman rank Hasil penelitian menunjukkan korelasi sangat signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup responden gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa (p.value=0,00) dengan nilai r sebesar 0,936 yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat artinya dukungan sosial berhubungan positif dengan kualitas hidup; semakin besar dukungan yang diterima, semakin baik kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan intervensi yang efektif dalam memperkuat dukungan sosial, terutama dari keluarga.
Sleep Quality Assessment and Its Predictors Among Patients at the Step-Down Room Dwiningsih, Sri Utami; Bintari, Chindy Eti Tita; Sudiarto, Sudiarto; Hartoyo, Mugi
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v8i2.10770

Abstract

Background: critical patients often experience sleep disturbances, namely the time that is too short to sleep. Changes in the characteristics and sleep time of critical patients can cause worsening of the disease and increase the risk of death. Sleep in critical patients has a very important function in the repair mechanism of damaged tissue cells (natural healing mechanism).Purpose: to determine the relationship between disease response factors, environmental factors, and nursing procedure factors on the sleep quality of patientsMethods: this cross-sectional study took place at a tertiary hospital, from March to May 2023, including 50 adults. We collected demographic and clinical data and utilized the Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ) and the Sleep Disorders Factors Questionnaire (KFGT) scale to evaluate sleep qualityResults: the study showed a significant relationship between physical factors and sleep quality in patients with sig. 0.001 (sig. <0.05) and shows a strong relationship (p value = 0.84). There is a significant relationship between environmental factors and the patient's sleep quality with a sig. 0.001 (sig. <0.05) and shows a very strong relationship with a p value of 0.77.Conclusion: the physical factors, environmental factors, and nursing pro These findings emphasize the importance of integrating sleep quality education into sleep management strategies.cedure factors are related to the quality of sleep of patients at the HCU RSUP Dr. Kariadi.
DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) UPAYA PREVENTIF UNTUK REMAJA TERHINDAR DIABETES MELITUS Supriyo, Supriyo; Ibrahim, Muhammad Yusuf; Santoso, Petrus Nugroho Djoko; Dwiningsih, Sri Utami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v5i1.11403

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian Diabetes Mellitus di Jawa Tengah pada tahun 2019 yaitu 652.822 kasus. Terjadinya Diabetes Mellitus tidak hanya pada dewasa tetapi juga pada remaja. Tidak banyak orang mengetahui Diabetes Mellitus pada remaja karena kurangnya pengetahuan. Cara yang tepat digunakan yaitu dengan DSME (Diabetes Self Management Education) pada remaja. Tujuan : Untuk mengetahui Tingkat pengetahuan setelah dilakukan Diabetes Self Management Education (DSME) pada remaja kelas X di SMAN 2 Kota PekalonganMetode : Penelitian ini merupakan metode quasy eksperimen pre post test design. Teknik pengambilan menggunakan Teknik sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan setelah dilakukan DSME dengan menggunakan kuesioner pre post test pada remaja kelas X SMAN 2 Kota PekalonganHasil : Setelah dilakukan pengolahan data di ketahui Hasil Hasil uji beda pair t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post tes pengetahuan setelah dilakukan DSME dengan Sig. (2-tailed) 0,000.Simpulan : DSME (diabetes self management education) meningkatkan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus.Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Pengetahuan, Remaja
KARAKTERISTIK KADER POSYANDU PADA PENCEGAHAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Inayah, Maslahatul; Anonim, Tri; Supriyo, Supriyo; Sudirman, Sudirman; Harnany, Afiyah Sri; Dwiningsih, Sri Utami; Sumarni, Sumarni; Triasari, Lis
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12883

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli – Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 orang. Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun (90%), ibu rumah tangga (60%), menikah (85%), Pendidikan SMA (50%) dan lama menjadi kader  kurang dari 10 tahun (60%).Rekomendasi pada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan kader kesehatan melalui pelatihan-pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan di posyandu.Kata Kunci : Kader Posyandu , Anemia dalam Kehamilan