Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Manajemen Komunikasi dalam Peningkatan Kegiatan Keagamaan Pengurus Ikatan Remaja Mesjid (Ikrema) Al-Karomah Desa Pamijahan Iqbal Nur Muhammad; Nia Kurniati; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13999

Abstract

Abstract. The phenomenon of the digital era is a challenge in the context of preaching Islamic teachings, especially the preaching obligations carried out by the Mosque Youth organization or commonly called the Mosque Youth Association (Ikrema). This happened to Ikrema Al Karomah Mosque which was not Optimal because the management and communication management process of Ikrema was still not good so that it affected the continuity of activities in the development of the Ikrema Al Karomah organization itself. Based on this, this study aims to analyze the program planning, organizing, implementing activities and controlling communication of Ikrema Al Karomah. This type of research is descriptive analysis, using primary data through interviews and secondary data by collecting pre-existing literature and documentation. The results of the research show that the planning of activities in increasing the intensity of Ikrema Al Karomah's religious activities is carried out by setting clear goals and objectives of the activities, the organization of Ikrema Al Karomah is carried out through the appointment of the person in charge of the activities and the formation of the executive committee team, the strategy of implementing Ikrema Al Karomah's activities is carried out by implementing activities that are published through various communication channels, and the control strategy of Ikrema Al Karomah is carried out by analyzing participation data and feedback from teenagers who take part in religious activities. Abstrak. Fenomena era digital menjadi tantangan dalam konteks dakwah ajaran Islam khususnya kewajiban dakwah yang diemban oleh organisasi Remaja Masjid atau yang biasa disebut Ikatan Remaja Masjid (Ikrema). Hal tersebut terjadi pada Ikrema Masjid Al Karomah yang belum Optimal karena pengelolaan dan proses manajemen komunikasi Ikrema yang masih kurang baik sehingga mempengaruhi akan keberlangsungan kegitan dalam pembinaan organisasi Ikrema Al Karomah itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan program, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan dan pengendalian komunikasi Ikrema Al Karomah. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif, menggunakan data primer melalui wawancara dan sekunder dengan mengumpulkan sumber dan dokumentasi yang sudah ada sebelumnya. Hasil dari penelitian menunjukkan perencanaan kegiatan dalam meningkatkan intensitas kegiatan keagamaan Ikrema Al Karomah dilakukan dengan penetapan tujuan dan sasaran kegiatan secara jelas, pengorganisasian Ikrema Al Karomah dilakukan melalui penunjukkan penanggung-jawab kegiatan dan pembentukan tim panitia pelaksana, strategi pelaksanaan kegiatan Ikrema Al Karomah dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan yang dipublikasikan melalui berbagai saluran komunikasi, dan strategi pengendalian Ikrema Al Karomah dilaksanakan dengan menganalisis data partisipasi dan feedback dari remaja yang mengikuti kegiatan keagamaan.
Strategi Pemikiran Dakwah Kang Abay Tentang Menggapai Cita dan Cinta pada Komunitas Singlelillah Noviyanti Nuramdhani; Irfan Safrudin; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14111

Abstract

Abstract. This research is entitled “kang Abay’s Da’wah Strategy on Reaching the Dream and Love in the Singlelillah Community”. Kang Abay Adithiya built a singlelillah community, to spread his da’wah to the community, especially young people, this ih because many young people are in relationship without marriage. The aim is to find out how Kang Abay’s da’wah strategy is related to the Albauanuni Strategy. This research method is to use a descriptive type and qualitative approach. This research data uses an interview, observations and documentation process. The theory used is using Al-Bayanuni’s theory of sentimental strategies, rational strategies, and sensory strategies. As a result, Kang Abay in his da’wah carried out a strategy with creative arts, namely though a movie, book, music, to become a speaker. Abstrak. Penelitian dengan judul “Strategi Dakwah Kang Abay Tentang Menggapai Cita dan Cinta Pada Komunitas Singlelillah” membahas tentang Kang Abay Adithiya yang membangun komunitas singlelillah, untuk menyebarkan dakwahnya pada masyarakat khususnya anak muda, hal ini dikarenakan banyak anak muda yang menjalankan hubungan tanpa ikatan pernikahan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah Kang Abay terkait strategi Albayanuni. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini menggunakan proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni menggunakan teori Al-Bayanuni tentang strategi sentimentil, strategi rasional, dan strategi inderawi. Alhasil, Kang Abay dalam dakwahnya melakukan strategi dengan seni kreatif, yakni dengan melalui sebuah film, buku, music, hingga menjadi pembicara.
Pola Komunikasi Para Asatidzah dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Sekolah Dasar Quran Al Bayan Gunungtua Raihan Abdul Halim; Malki Ahmad Nasir; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14248

Abstract

Abstract. This research studies the communication patterns of asatidzah in instilling Islamic values to students at the Al Bayan Quran Primary School, Gunungtua, Subang Regency. The writer uses a qualitative descriptive approach for this research by collecting data through observation, interviews and documentation. The results show that the Islamic values of students in the 6th grade at Al Bayan Primary School show a deep understanding that is not only theoretical. They live the teachings of Islam in their daily lives and actively participate in daily worships such as praying, reciting the Holy Qur’an, and dhikr. Their character development is strengthened through extracurricular activities of religious values, such as tahfidz Al-Qu’ran, group recitation, and social services. The communication patterns used by the Asatidzah are interpersonal and group communication in religious formation efforts. There are several supporting factors including an adequate worship facilities, the muhadharah programme, the Islamic educational background of the asatidzah, as well as their example in the practice of worship. However, there are several inhibiting factors such as the characteristics of students who are difficult to be managed, a busy extracurricular activities, lack of student awareness of order, the influence of the environment outside the school, and lack of parental involvement. In conclusion, the effective communication patterns are very important in instilling and strengthening Islamic values in students at the school. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pola komunikasi para asatidzah dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada murid di Sekolah Dasar Quran Al Bayan, Gunungtua, Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman siswa kelas 6 SDQ Al Bayan menunjukkan pemahaman mendalam yang tidak hanya teoritis. Mereka menghayati ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, aktif berpartisipasi dalam ibadah harian seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir. Pengembangan karakter mereka diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler bernilai keagamaan, seperti tahfidz Al-Qur'an, pengajian kelompok, dan bakti sosial. Adapun pola komunkasi yang digunakan para asatidzah yaitu pola komunikasi antarpribadi dan kelompok dalam upaya pembinaan keagamaan. Ada beberapa faktor pendukung meliputi fasilitas ibadah yang memadai, program Muhadharah, latar belakang pendidikan islami para asatidzah, serta keteladanan mereka dalam praktik ibadah. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa yang sulit diatur, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, kurangnya kesadaran siswa terhadap keteraturan, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Kesimpulannya, pola komunikasi yang efektif sangat penting dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai keislaman pada murid di sekolah tersebut.
Strategi Dakwah Dalam Program Mutiara Pagi di Radio Republik Indonesia Bandung Fikri Dhurul Adzkia; Rodliyah Khuza’i; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14428

Abstract

Abstract. This thesis is entitled "Da'wah Strategy in the Mutiara Pagi Program on Radio Republik Indonesia Bandung". The radio Republik Indonesia Bandung created a program with an Islamic theme, namely the Mutiara Pagi program, to spread the message of da'wah to all Indonesian people through radio media and, the Mutiara Pagi program is also available at the YouTube platform. The aim of this thesis is to find out how the Radio Republik Indonesia Bandung implements a da'wah strategy in the Mutiara Pagi program and efforts to increase the number of listeners to the Mutiara Pagi program every year. This research method uses a descriptive type and qualitative approach. This research data uses an interview, observation and documentation process. The theory used is Al-Bayanuni's theory of sentimental, rational and sensory. The results of this research explain the da'wah strategy of Radio Republik Indonesia Bandung in the Mutiara Pagi program to spread Islamic values ​​to Indonesia people through radio and YouTube media. The supporting factor for Radio Republik Indonesia Bandung in the Mutiara Pagi Program is has a wide broadcast coverage in several regions in Indonesia, while the lack factors that is experienced by the Radio Republik Indonesia Bandung in Mutiara Pagi including the current of issues at the sosial media. Abstrak. Skripsi ini berjudul “Strategi Dakwah Dalam Program Mutiara Pagi Di Radio Republik Indonesia Bandung”. Radio Republik Indonesia Bandung membuat suatu program yang bertemakan Islam yaitu program Mutiara Pagi, untuk menyebarkan pesan dakwah kepada seluruh rakyat Indonesia melalui media radio dan dengan perkembangan zaman di masa sekarang program Mutiara Pagi hadir juga di platform youtube. Tujuan dari skripsi ini untuk mengetahui bagaimana cara Radio Republik Indonesia Bandung menerapkan strategi dakwah dalam program Mutiara Pagi dan usaha untuk meningkatkan jumlah pendengar di program Mutiara Pagi setiap tahunnya. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini menggunakan proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni menggunakan teori Al-Bayanuni tentang strategi sentimentil, strategi rasional, dan strategi inderawi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan strategi dakwah Radio Republik Indonesia Bandung dalam program Mutiara Pagi untuk menyebarkan nilai nilai islam bagi masyarakat di seluruh Indonesia melalui media radio dan youtube. Faktor pendukung dari Radio Republik Indonesia Bandung dalam Program Mutiara Pagi adalah mempunyai jangkauan siaran yang luas beberapa daerah di Indonesia. Faktor penghambat yang dialami Radio Republik Indonesia Bandung dalam Mutiara Pagi meliputi perkembangan zaman yang melahirkan media sosial.
Peningkatan Pemahaman Pembinaan Akhlak pada Channel Youtube Adi Hidayat Official Hidayah Safiramu’ti; Malki Ahmad Nasir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i2.5270

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the enhancement of moral education understanding through the content presented on the Adi Hidayat Official YouTube channel among a group of mothers in Cikutra Barat. Using descriptive analysis methods, this research examines the impact of religious content delivered by Ustaz Adi Hidayat in shaping and improving moral awareness and understanding within the community, especially among mothers. Data were collected through questionnaires and in-depth interviews with the participants. The results show that the majority of respondents experienced an increase in their understanding of morals after regularly following the content on the channel. Additionally, the content was found to be relevant and easy to understand, making it effective in influencing daily behavior. The conclusion of this study indicates that digital media, particularly YouTube, has significant potential in spreading moral values and fostering moral development within the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman pembinaan akhlak melalui tayangan di channel YouTube Adi Hidayat Official pada kelompok ibu-ibu di Cikutra Barat. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, penelitian ini mengkaji dampak konten dakwah yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam membentuk dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman akhlak di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan peserta penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami peningkatan pemahaman tentang akhlak setelah rutin mengikuti tayangan di channel tersebut. Selain itu, konten yang disajikan dianggap relevan dan mudah dipahami, sehingga efektif dalam mempengaruhi perilaku sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa media digital, khususnya YouTube, memiliki potensi yang signifikan dalam penyebaran nilai-nilai akhlak dan pembinaan moral dalam masyarakat.
Religious Micro-celebrity: Young Preachers’ Self-Presentation in Digital Sphere Afidah, Ida; Kurniati, Nia; Nasir, Malki Ahmad; Muttaqin, Ahmad
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v23i2.13680

Abstract

This article analyzes young Muslim preachers’ self-presentation in the digital sphere, especially on the Instagram platform. This attempts to answer how and why self-branding has become so prevalent among young Indonesian Muslim preachers on Instagram. Using self-presentation theory, this qualitative study argues that young Muslim preachers’ self-presentation is as strategy to become micro-selebrity in digital sphere. The existence of various features on Instagram makes it easier for preachers to self-expression, self-record, and recognition. Young preachers as Instagram users become micro-celebrity because they always want recognition and to be the center of social interaction. They are actively involved with followers, being the center of attention, active in selfies, inserting jokes, and posting daily activities as strategies to be closer to digital natives. Surprisingly, their posts are not dominated by activities related to religious rituals. On the contrary, the more natural the self-presentation is presented by the young preachers, or the more similar the interests and characters of the audience are, the easier the self-branding will be. This article also theoretically implies that young Muslim preachers are themselves a brand and self-presentation is a form of brand management to become religious micro-celebrities.
Religious Micro-celebrity: Young Preachers’ Self-Presentation in Digital Sphere Afidah, Ida; Kurniati, Nia; Nasir, Malki Ahmad; Muttaqin, Ahmad
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v23i2.13680

Abstract

This article analyzes young Muslim preachers’ self-presentation in the digital sphere, especially on the Instagram platform. This attempts to answer how and why self-branding has become so prevalent among young Indonesian Muslim preachers on Instagram. Using self-presentation theory, this qualitative study argues that young Muslim preachers’ self-presentation is as strategy to become micro-selebrity in digital sphere. The existence of various features on Instagram makes it easier for preachers to self-expression, self-record, and recognition. Young preachers as Instagram users become micro-celebrity because they always want recognition and to be the center of social interaction. They are actively involved with followers, being the center of attention, active in selfies, inserting jokes, and posting daily activities as strategies to be closer to digital natives. Surprisingly, their posts are not dominated by activities related to religious rituals. On the contrary, the more natural the self-presentation is presented by the young preachers, or the more similar the interests and characters of the audience are, the easier the self-branding will be. This article also theoretically implies that young Muslim preachers are themselves a brand and self-presentation is a form of brand management to become religious micro-celebrities.
Fenomena Cafe Sebagai Media Dakwah Kepada Generasi Z di Kota Bandung Robby Arynalhaq Setiawan; Asep Ahmad Siddiq; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v5i1.17584

Abstract

Abstract. The phenomenon of the cafes as a medium for dakwah represents an innovative approach to convey religious messages in a manner relevant to the lifestyle of Generation Z. This study aims to understand how Maringopi Cafe, located on Jl. Sidomukti, Bandung, is utilized as a dakwah space by its owner to reach Generation Z in Bandung City. Using a qualitative approach and descriptive method, the study explores the experiences and meanings of dakwah applied through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that Maringopi Cafe functions is not only as a place for relaxation but also is as a platform for conveying the Islamic values through activities such as casual religious discussions, the Sunnah-based activities (archery and martial arts), and listening to the religious messages wich delivered in a relaxed and creative atmosphere. The cafe owner adopts a friendly, inclusive approach that resonates with the digital culture of Generation Z, leveraging social media and Islamic-themed events. This research highlights that the dakwah approach through cafes has significant potential to engage young people, especially since they are more drawn to non-formal and contextual methods. The cafes as dakwah spaces also create a positive ecosystem that fosters the social interaction, the dissemination of Islamic values, and the strengthening of Generation Z's religious identity amidst globalization. Abstrak. Fenomena cafe sebagai media dakwah merupakan bentuk inovasi dalam menyampaikan pesan agama yang relevan dengan gaya hidup generasi z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Cafe Maringopi, yang berlokasi di Jl. Sidomukti, Bandung, dimanfaatkan sebagai ruang dakwah oleh pemiliknya kepada generasi z di Kota Bandung. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini menggali pengalaman dan makna dakwah yang diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cafe Maringopi tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai platform penyampaian nilai-nilai Islami melalui kegiatan seperti kajian santai, kegiatan sunnah-sunnah Rossul (Panahan dan beladiri), dan mendengarkan pesan agama yang dikemas dalam suasana yang santai dan kreatif. Pemilik cafe mengadopsi pendekatan yang ramah, inklusif, dan relevan dengan budaya digital generasi z, termasuk melalui media sosial dan event bertema Islami. Penelitian ini mengungkap bahwa pendekatan dakwah melalui cafe memiliki potensi besar untuk menjangkau generasi muda, terutama karena mereka lebih tertarik pada metode yang non-formal dan kontekstual. Cafe sebagai ruang dakwah juga menciptakan ekosistem positif yang mendorong interaksi sosial, penyebaran nilai-nilai Islam, dan penguatan identitas religius generasi z di tengah arus globalisasi.
Pengaruh Komunikasi Dakwah Dai terhadap Keaktifan Remaja dalam Program Pengajian Rutin Hanifan Musliman; Irfan Safrudin; Malki Ahmad Nasir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6600

Abstract

Abstract. This study evaluates the influence of da'wah communication by the Ar-Rahmah Mosque Prosperity Board (DKM) on teenagers' motivation to participate in the “Ayo Mengaji” program in Sindanglaya Village, Garut City. Using a quantitative approach with survey methods, examines the relationship between da'wah communication as the independent variable and teens' motivation to learn as the dependent variable. It this collected the data through surveys, interviews, and observations. The findings reveal that oral and written da'wah communication through digital media positively affects teens' interest and participation in the program. Additionally, the external factors such as family, peer support, and technology, along with internal factors like individual motivation, contribute to the program's effectivelly. This study is expected to make an usefull for DKM design more engaging da'wah strategies tailored to teenagers' preferences, thereby enhancing their religious knowledge and active participation in Islamic teachings. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Rahmah terhadap minat remaja dalam mengikuti program “Ayo Mengaji” di Desa Sindanglaya, Kota Garut. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk menentukan hubungan antara komunikasi dakwah sebagai variabel bebas dan minat belajar remaja sebagai variabel terikat. Adapun data tersebut diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komunikasi dakwah secara lisan dan tulisan melalui platform digital, memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat dan keterlibatan remaja, khususnya pada program “Ayo Mengaji”. Selain itu, faktor internal seperti dorongan pribadi dan faktor eksternal seperti peran keluarga, teman, serta dukungan fasilitas teknologi juga berkontribusi pada efektivitas program. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi DKM untuk merancang pendekatan dakwah yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan remaja dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi keagamaan.
Dakwah Digital dan Persepsi Gen-Z pada Podcast Husein Ja'far Mochammad Ghilman Waliyyana; Malki Ahmad Nasir; Ahmad Muttaqin
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6726

Abstract

Abstract. This study aims to describe the form of da'wah messages about religious tolerance delivered through Husein Ja'far's podcast and to analyze the form of Generation Z's perception of religious tolerance da'wah heard through Husein Ja'Far's podcast. This research is a qualitative study with a descriptive approach that aims to describe the influence of digital da'wah on Generation Z's religious perceptions. The data collection techniques uses literature study techniques, observation, and interviews. The results showed that Husein Ja'far's odcast succeeded in becoming an effective digital da'wah media to convey messages of religious tolerance. The use of digital platforms familiar to Generation Z, such as YouTube, supports the spread of inclusive Islamic values. The delivery method used is casual but meaningful, thus attracting the attention of young listeners. This research is expected to be a reference for da'wah actors so that the da'wah approach is more attractive and in accordance with the needs of adolescents in increasing religious awareness and participation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pesan-pesan dakwah tentang toleransi beragama yang disampaikan melalui podcast Husein Ja’far dan untuk menganalisis bentuk persepsi Generasi Z tentang dakwah toleransi beragama yang didengar melalui podcast Husein Ja’Far. Dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan pengaruh dakwah digital terhadap persepsi keagamaan Generasi Z. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa odcast Husein Ja’far berhasil menjadi media dakwah digital yang efektif untuk menyampaikan pesan toleransi beragama. Selain itu Penggunaan platform digital yang akrab dengan Generasi Z, seperti YouTube, mendukung penyebaran nilai-nilai Islam yang inklusif. Metode penyampaian yang digunakan bersifat santai namun bermakna, sehingga menarik perhatian pendengar muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku dakwah agar pendekatan dakwah yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan remaja dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi keagamaan.