Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HEALTH EDUCATION AND TRAINING FOR ADOLESCENT GIRLS IN FACING MENARCHE Umi Narsih; Homsiatur Rohmatin; Agustina Widayati
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v2i1.42

Abstract

Women's physical growth and biological maturity, including menarche, are influenced by their level of happiness. This can have an effect on adolescent girls' readiness to face menarche. The consequences include exposing adolescent girls to unwanted problems such as depression, smoking, eating disorders, mental disorders, and reproductive organ infections. The goal of this community service is to educate and train adolescent girls at MI Darul Ulum Kraksaan in Probolinggo, East Java, Indonesia on how to prepare for menarche. A peer group method was used in collaboration with the Principal of MI Darul Ulum Kraksaan. This activity drew 40 adolescent girls ranging in age from 9 to 13 years. The results of community service activities informed that after health educating and training, the adolescent girls of MI Darul Ulum now they have a positive response to menarche such as not feeling ashamed, anxious, or afraid, and being ready to face menarche. Adolescent girls' readiness to face menarche has a positive impact on vulva hygiene behavior and reduces the risk of contracting HIV
PENGARUH PENERAPAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) TERHADAP KEMATIAN NEONATAL Homsiatur Rohmatin; Agustina Widayati; Umi Narsih
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.077 KB)

Abstract

ABSTRAKAngka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi dimana Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu penyumbang tertinggi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran ibu, suami, dan keluarga dalam pelaksanaan Program Perencanaan Pencegahan Kehamilan dan Komplikasi (P4K). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan P4K terhadap kematian neonatal di Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan penelitian cross-sectional, populasi adalah semua ibu yang memiliki bayi lahir hidup atau mati (usia 0-28 hari) yang mendapatkan stiker P4K. 50 subyek secara total dipilih dengan sampling aksidental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisis menggunakan spearman rho. Hasil penelitianmenginformasikan bahwa sebagian besar ibu, suami, dan keluarga kurang aktif. Sehingga ada pengaruh penerapan P4K terhadap kematian neonatal. Saran, peran aktif kader Posyandu diperlukan dalam memotivasi dan membantu ibu, suami dan keluarga dalam menerapkan P4K. Kata kunci: P4K, kematian neonatal, stikerABSTRACTThe Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still high where Probolinggo Regency is one of the highest contributors. This situation are caused by the lack of mothers, husbands, and families’s role in implementation of Maternity and Complication Prevention Planning Program (P4K). This study aims to analyze the effect of P4K application on neonatal mortality in Probolinggo District. This research used cross-sectional study, the population are all mothers who have babies born alive or dead (ages 0-28 days) who get P4K stickers. 50 subjects in total were selected by accidental sampling.Data were collected using questionnaires and interviews. The data were analyzed using spearman rho. The result showed that most mothers, husbands, and families were less active. So that there is an effect of applying P4K to neonatal mortality. Suggestions, the active role of Posyandu cadres is needed in motivating and assisting mothers, husbands and families in implementing P4K.Keywords: P4K, neonatal death, stickers
Pendidikan dan Pelatihan tentang SADARI bagi Remaja Putri Umi Narsih; Homsiatur Rohmatin; Agustina Widayati
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.975 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i1.218

Abstract

ABSTRAKKanker payudara merupakan jenis kanker yang mempunyai angka kejadian paling tinggi di Indonesia. Insiden kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Akan tetapi, usia muda bukan menjadi jaminan aman dari kanker payudara. Tingginya angka kejadian kanker payudara mengakibatkan tidak sedikit pula penderita kanker payudara yang berujung pada kematian. Jika saja tanda dan gejala kanker payudara dapat ditemukan sedini mungkin, maka tingkat kesembuhan akan semakin tinggi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). SADARI merupakan program deteksi dini yang sederhana, murah, non-invasif, dan tidak berbahaya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kesehatan tentang SADARI kepada remaja putri. Metode yang digunakan adalah bekerja sama dengan SMK Darul Ulum dan MTs Darul Ulum dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai SADARI kepada remaja putri. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah remaja putri mampu dan mau melakukan SADARI dan mendorong remaja putri untuk melakukan tindakan aktif ikut bertanggung jawab terhadap upaya pencegahan kanker payudara. Hasil kegiatan ini seluruh remaja putri mengerti dan memahami tentang SADARI dengan baik, selain itu remaja putri juga mau dan mampu mempraktikkan SADARI sehingga dapat menjadi solusi dalam pencegahan kanker payudara.Kata kunci : SADARI, remaja putri, pendidikan, pelatihanABSTRACT Breast cancer is a type of cancer with the highest incidence in Indonesia. The incidence of breast cancer increases with age. However, young age is not a guarantee of safe from breast cancer. The high incidence of breast cancer resulted in not a few breast cancer patients resulting in death. If the signs and symptoms of breast cancer can be found early, the cure rate will be higher. One effort that can be done for early detection of breast cancer is to perform breast self-examination (SADARI). SADARI is an early detection program that is simple, inexpensive, non-invasive, harmless. The purpose of community service is to provide health education and training to adolescent girls about breast self-examination. The method used was cooperating with SMK Darul Ulum and MTs Darul Ulum to provide education and training to adolescent girls about breast self-examination. Indicators of success of this project are adolescent girls able and willing to perform SADARI and encourage adolescent girls to undertake active actions take responsibility for the prevention of breast cancer. The results of this activity the adolescent girls know and understand about SADARI, other than that adolescent girls are also willing and able to practice breast self-examination so that it can be a solution in the prevention of breast cancer.Key words : SADARI, adolescent girls, education, training
Upaya Meningkatkan Kesadaran Remaja Putri Dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) agustina widayati; Umi Narsih; Homsiatur Rohmatin
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast cancer is a type of cancer that has the highest incidence rate in Indonesia. The incidence of breast cancer increases with age. being young is not a guarantee of being safe from breast cancer. The high incidence of breast cancer results in not a few breast cancer sufferers which lead to death. One of the efforts for early detection of breast cancer is to carry out breast self-examination (SADARI), which is a simple, inexpensive, non-invasive, and harmless early detection program. situation in increasing awareness of young women in carrying out breast self-examination (SADARI). The method used is in collaboration with the Darul Ulum Islamic Boarding School by providing education, training and support regarding SADARI. An indicator of the success of this activity is encouraging young women to take active and responsible action in efforts to prevent breast cancer. It is hoped that the activities that will be carried out can run smoothly so that good benefits will be obtained starting from increasing knowledge about SADARI and young women being able to do SADARI. At first the young women felt embarrassed when they were asked to practice. SADARI, however, after being motivated and exemplified directly by the community service team using existing media (phantom), young women were able to overcome their shyness. This activity shows encouraging results. All young women understand and understand and are able to demonstrate the correct way of SADARI. Furthermore, young women apply SADARI in their daily lives. Keywords: awareness, young women, breast self-examination, realize
PENGALAMAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA BARATAN KECAMATAN BINAKAL KABUPATEN BONDOWOSO Hidayati, Tutik; Hanifah, Iis; Widayati, Agustina
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v17i2.364

Abstract

Kekurangan zat besi merupakan penyebab yang umum terjadinya anemia pada kehamilan. Rendahnya konsumsi tablet Fe berkaitan dengan kepatuhan dalam konsumsi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman kepatuhan ibu hamil dalam minum tablet Fe di trimester II di Desa Baratan Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Menggunakan tekhnik pusporsive sampling dengan informan utama yaitu ibu hamil trimester II di Desa Baratan. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi kemudian divalidasi menggunakan triangulasi data, triangulasi pengamat, triangulasi teori dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini dianalisis Berdasarkan pengelompoka data. Menguji asumsi data, alternative penjelasan data, kemudian hasil penelitian ditulis. Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe menunjukkan kepatuhan ibu hamil trimester II dalam minum tablet Fe bagaimana ibu hamil mengetahui manfaat dan dampak jika tidak minum tablet Fe. Peneliti mengetahui bagaimana salama ibu hamil minum tablet Fe dan dukungan keluarga merupakan pengeuat ibu hamil jika lupa saat minum tablet Fe. Ibu hamil yang rutin ANC juga akan mendapatkan tablet Fe dari bidan yang memeriksa sehingga kepatuhan minum Fe semakin baik saat tablet Fe juga tersedia. Dari pendapat peneliti ibu hamil primigravida trimester II menunjukkan bahwa subjek pertama, kedua, dan kegita adalah ibu hamil trimester II yang memiliki pengalaman minum tablet Fe. Mereka mengatakan keluhan yang sama yaitu mual dan muntah setelah minum tablet Fe, meskipun demikian mereka tetap patuh dan rutin minum tablet Fe setiap hari, dengan dan tanpa diingatkan oleh keluarga mereka tetap rutin minum tablet Fe. Sebagian ibu faham dampak jika tidak minum tablet Fe yaitu anemia dan pendarahan. Semua ibu saat wawancara mengatakan bahwa mereka rutin setiap bulan untuk control kehamilannya ke bidan dengan di antar suami
HUBUNGAN SIKAP DAN KEYAKINAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA WANITA HIV POSITIF DI PUSKESMAS LECES KECAMATAN LECES KABUPATEN PROBOLINGGO: Relationship of Attitudes and Beliefs with Compliance with Taking ARV Drugs in HIV Positive Women at the Leces Health Center, Leces District, Probolinggo Regency agustina widayati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKeb | September 2023
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v9i2.1453

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus golongan RNA, yang spesifik menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan AIDS. Di provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 sebanyak 8.935 orang penderita HIV dan sebanyak 958 orang penderita AIDS. Di Kabupaten Proolinggo sampai dengan Desember 2021 jumlah kasus HIV mencapai 65 kasus dan jumlah kasus kumulatif AIDS mencapai 615 kasus. Rendahnya kepatuhan minum obat ARV dapat dipengaruhi oleh sikap dan keyakinan pada penderita HIV. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan tehnik sampling Non probability sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo pada bulan Mei sampai Juni 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, diperoleh jumlah sampel 30 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan antar variabel digunakan uji statistik Regresi Logistik Berganda. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ganda diperoleh nilai signifikan dari variabel sikap dan keyakinan ialah < ? = 0,05 yang artinya Ha diterima. Sehingga ketika dilakukan uji statistik secara bersamaan ada hubungan sikap dan keyakinan dengan kepatuhan minum obat ARV, serta variabel sikap dan keyakinan sam-sama memiliki tingkat hubungan yang tinggi dengan kepatuhan minum obat ARV pada wanita HIV positif di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Untuk itu diharapkan bisa memperbaiki sikap dan meningkatkan keyakinan agar kepatuhan minum obat ARV pada wanita HIV positif menjadi lebih baik. Kata Kunci : Sikap, Keyakinan, Kepatuhan, ARV, HIV
PENGETAHUAN IBU BALITA TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DIFTERI LENGKAP DI DESA GILI KETAPANG PROBOLINGGO: Case Study: Knowledge Of Women Of Under-Children On Giving Complete Diphtheria Immunization In Gili Ketapang Village, Probolinggo Rumaisih, Rumaisih; Rohmatin, Homsiatur; Widayati, Agustina
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKeb | Maret 2024
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v10i1.1546

Abstract

The knowledge or cognitive of mothers under five about Diphtheria is the dominant which is very important for the formation of a person's behavior (Over Behaviour) so as to produce a decision to carry out a complete diphtheria immunization.This research is a correlational analytical research, as for the research design using cross sectional, where it is carried out to measure the relationship of a number of populations through samples. So that it contains information about the relationship between the knowledge of mothers of toddlers aged 24-59 months and the completeness of providing Diphtheria immunization in Gili Ketapang Village, Sumberasih District, Probolinggo Regency which will be held from June to August 2022 with a total population of 363 mothers of toddlers aged 24-59 months, and a sample of 54 respondents taken by means of Cluster Random Sampling. Data collection using questionnaire sheets and MCH books, which include coding, editing, and tabulating, then the data is analyzed manually and computer with a chi-square test. The results of this study found that the average knowledge of mothers of toddlers aged 24-59 months in Gili Ketapang Village was mostly sufficient with a percentage of 61.36%. Meanwhile, the provision of DPT immunization to toddlers aged 24-59 months is mostly incomplete with a percentage of 51.85%. Based on the results of the Bivariate analysis with the Chi Test, P-Value values were obtained: 0.00 and a= 0.05 meaning r < a, thus showing that there is a Relationship Between the Knowledge of Mothers of Toddlers Aged 24-59 Months About Diphtheria Immunization with the Completeness of Diphtheria Immunization. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between the Knowledge of Toddler Mothers Aged 24-59 Months About Diphtheria Immunization and the Completeness of Diphtheria Immunization In Gili Ketapang Village, Sumberasih District, Probolinggo
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-11 BULAN DI DESA KALIWINING PUSKESMAS RAMBIPUJI JEMBER Umu Imaroh; Yessy Nur Endah Sary; Agustina Widayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i1.178

Abstract

Gizi ibu harus dipenuhi semasa hamil dan menyusui sebab jika tidak hal tersebut akan menimbulkan dampak negative terhadap status gizi ibu, kesehatan ibu dan anak karena ASI yang dihasilkan kualitasnya rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada hubungan antara IMT ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 0-11 bulan di Desa Kaliwining Puskesmas Rambipuji Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang bayinya berusia 0-11 bulan di wilayah Desa Kaliwining Puskesmas Rambipuji dan jumlah sampel yang digunakan adalah 133 orang ibu menyusui. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan SPSS Statistic Versi 25 dengan ?<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu menyusui paling banyak berusia 21-30 (68,4%), tingkat pendidikan paling banyak merupakan lulusan SMA (42,1%), IMT paling banyak dengan kategori normal , yaitu sebanyak 95 responden atau sebesar 71,4%, status gizi paling banyak yaitu gizi kurang (40,6%). Tidak adanya hubungan antara IMT ibu menyusui dengan status gizi bayi usia 0-11 bulan (p-value > 0,05) di Desa Kaliwining Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember. Status gizi bayi dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola asuh, pemberian ASI eksklusif, imunisasi tepat waktu, dan lain sebagainya. Saran penelitian ini adalah meningkatkan pelayanan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu, memberikan penyuluhan dan konseling menyusui, MPASI dan PMT, memberi pelatihan khusus bagi kader, melakukan kerjasama lintas sektor, dan para orang tua melakukan upaya pemenuhan gizi seimbang pada anak sejak dini.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS TEMPURSARI Eka Wahyu Fibrianti; Sri Wahyuningsih; Agustina Widayati
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.224

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan ANC memiliki makna penting dalam memantau perkembangan ibu dan Janis dalam kandunagan hingga persalinan. Namun cakupan capaian kunjungan ibu hamil masih belum memenuhi standar baik secara nasional hingga regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care (ANC) pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Tempursari. Metode: Pendekatan penelitian secara kuantitatif, observasional analitik merupakan jenis penelitian yang digunakan serta Desain secara cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 53 ibu hamil, dengan menggunakan teknik simple random sampling. penelitian ini terdiri dari variabel tingkat pengetahuan ibu hamil dan kepatuhan pemeriksaan antenatal care (ANC). Analisis data secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi pearson. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan pengetahuan cukup kepatuhan kunjungan melakukan pemeriksaan ANC tidak teratur. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,033 (p<α=0,05), berarti signifikan. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan Antenatal care (ANC) pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Tempursari.
HUBUNGAN PEMBERIAN STIMULASI OLEH IBU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI DESA PUNDUNGSARI Ika Yulitaningtyas; Sri Wahyuningsih; Agustina Widayati
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Salah satu aspek dari indikator perkembangan anak yang perlu mendapatkan perhatian yaitu perkembangan bahasa anak. pendidik dan orangtua perlu meberikan perhatian lebih terhadap tahap perkembangan bahasa anak. Masalah perkembangan perlu perhatian khusus yaitu perkembangan bahsa semakin yahun mengalmi peningkatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di desa Pundungsari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Observasional analitik merupakan jenis penelitian yang digunakan, serta desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian telah dilakukan di Desa Pundungsari pada bulan Agustus tahun 2022. Jumlah populasi sebanyak 46 anak, dengan jumalh sampel sebanyak 46 anak. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan korelasi pearson. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan distribusi pemberian stimulasi oleh ibu pada anak usia 3-4 tahun sebagian besar tidak optimal sebanyak 20 orang (43,5%). Distribusi perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun sebagian besar suspek sebanyak 26 anak (56,5%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi person menunjukkan nilai p-value 0,007, artinya p-value<α=0,05, yang berarti signifikan. Kesimpulan: ada hubungan pemberian stimulasi oleh ibu dengan perkembangan bahasa pada anak usia 3-4 tahun di desa Pundungsari.