Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET “4 ASUPAN KUNCI DI PERIODE EMAS ANAK” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Retno Hastri Risqi Romdhani; Agustina Widayati; Riska Farasawati
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.313

Abstract

Nutritional fulfillment in infants is a highlight and a topic still being debated in Indonesia. This happens because nutritional fulfillment is related to the incidence of stunting. The Ministry of Health and health services are intensively conducting socialization and evaluation of stunting issues (Syarif, N., 2022). One effort in preventing stunting is during the golden period of children aged 0-12 months when the child's brain is experiencing rapid development. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using the booklet media 4 Key Intakes in the Golden Period of Children in stunting prevention efforts. This study used a quasi-experimental design. The population was 30 mothers with babies aged 0-6 months. The sampling technique used was purposive sampling. The analysis used a chi-square statistical test. The results of the study on the effectiveness of the booklet media before education on 4 key intakes in the golden period of children were 16 respondents with a percentage (53.4%) and an increase in knowledge after being given education was 18 respondents with a percentage (60%). The analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of 0.000. There was a significant increase in maternal knowledge after the intervention using the booklet in Gading Village. It is hoped that this booklet can be a tool for health workers to increase knowledge among mothers of infants aged 0-6 months regarding the four key nutrients during their child's golden period.
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR (BBL) DI PUSKESMAS DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Puspitaningrum, Jati; Zakiyyah, Muthmainnah; Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.363

Abstract

Anemia menyebabkan kurangnya aliran darah ke uterus sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke plasenta dan janin terganggu. Aliran darah yang kurang ke uterus akan menyebabkan perkembangan janin terhambat sehingga janin lahir dengan keadaan BBLR. Menurut data profil Jawa Timur, terdapat 1973 ibu hamil mengalami anemia di Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan berat badan lahir (BBL). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah 100 ibu hamil dengan anemia, menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai P-Value 0,002 < 0,05) dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan berat bayi lahir di Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo. Kadar hemoglobin yang rendah akan mengurangi oksigenasi plasenta, mengganggu transfer nutrisi, dan menyebabkan gangguan pertumbuhan intrauterin (IUGR). Penurunan perfusi plasenta ini menjadi salah satu mekanisme utama penyebab anemia sehingga berkaitan erat dengan berat badan lahir.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI PUSKESMAS WANGKAL KABUPATEN PROBOLINGGO Shofa, Lidya; Zakiyyah, Muthmainnah; Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.369

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal. Tablet tambah darah (TTD) merupakan suplementasi gizi yang mengandung 60 mg zat besi elemental dan 400 mcg asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian tablet tambah darah (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wangkal tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap 48 responden dengan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh melalui proses editing, coding, dan tabulating kemudian dianalisis secara manual dan komputer menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden rutin mengonsumsi tablet tambah darah, yaitu 40 responden (81,8%), sedangkan kejadian anemia pada kehamilan trimester III ditemukan pada 5 responden (10,41%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 < α 0,05, sehingga terdapat hubungan signifikan antara pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Pemberian TTD penting untuk mencegah anemia dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta persalinan.
Peran Media Sosial Dalam Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Widayati, Agustina; Narsih, Umi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 : Desember (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia education can be implemented through various methods, such as health promotion. Health promotion can be promoted through the internet. Currently, many teenagers use the internet to obtain information through social media. Online services are readily available. The availability of internet cafes, laptops, and mobile phones makes it easier for the younger generation to access the internet. A 2016 survey by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) showed that 132.7 million Indonesians, or approximately 51.8% of the population, use internet services. Internet users aged 10-24 years old account for 75.5% of all teenagers aged 10-24 years. The majority of internet users, at 97.4%, use social media. Anemia can have negative impacts on adolescent girls, including stunted growth, increased susceptibility to infection, decreased physical fitness, and decreased concentration in learning. If anemia is not treated during adolescence, it can lead to maternal mortality, premature births, low birth weight (LBW) and stunted offspring in adulthood. The goal of this Community Partnership Program is to educate young women about the proper use of social media to obtain information about anemia, especially among adolescents. The method used is a collaboration with the Darul Ulum Kraksaan Islamic Boarding School to provide education on early detection of anemia in young women. The success indicator of this activity is an increase in young women's behavior in seeking health information, especially regarding anemia prevention. This activity has run smoothly and has achieved positive benefits, starting with increased enthusiasm among young women in practicing the role of social media in anemia prevention.