Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET “4 ASUPAN KUNCI DI PERIODE EMAS ANAK” DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Retno Hastri Risqi Romdhani; Agustina Widayati; Riska Farasawati
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.313

Abstract

Nutritional fulfillment in infants is a highlight and a topic still being debated in Indonesia. This happens because nutritional fulfillment is related to the incidence of stunting. The Ministry of Health and health services are intensively conducting socialization and evaluation of stunting issues (Syarif, N., 2022). One effort in preventing stunting is during the golden period of children aged 0-12 months when the child's brain is experiencing rapid development. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using the booklet media 4 Key Intakes in the Golden Period of Children in stunting prevention efforts. This study used a quasi-experimental design. The population was 30 mothers with babies aged 0-6 months. The sampling technique used was purposive sampling. The analysis used a chi-square statistical test. The results of the study on the effectiveness of the booklet media before education on 4 key intakes in the golden period of children were 16 respondents with a percentage (53.4%) and an increase in knowledge after being given education was 18 respondents with a percentage (60%). The analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of 0.000. There was a significant increase in maternal knowledge after the intervention using the booklet in Gading Village. It is hoped that this booklet can be a tool for health workers to increase knowledge among mothers of infants aged 0-6 months regarding the four key nutrients during their child's golden period.
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR (BBL) DI PUSKESMAS DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Puspitaningrum, Jati; Zakiyyah, Muthmainnah; Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.363

Abstract

Anemia menyebabkan kurangnya aliran darah ke uterus sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke plasenta dan janin terganggu. Aliran darah yang kurang ke uterus akan menyebabkan perkembangan janin terhambat sehingga janin lahir dengan keadaan BBLR. Menurut data profil Jawa Timur, terdapat 1973 ibu hamil mengalami anemia di Kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan berat badan lahir (BBL). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah 100 ibu hamil dengan anemia, menggunakan Purposive Sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai P-Value 0,002 < 0,05) dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan berat bayi lahir di Puskesmas Dringu Kabupaten Probolinggo. Kadar hemoglobin yang rendah akan mengurangi oksigenasi plasenta, mengganggu transfer nutrisi, dan menyebabkan gangguan pertumbuhan intrauterin (IUGR). Penurunan perfusi plasenta ini menjadi salah satu mekanisme utama penyebab anemia sehingga berkaitan erat dengan berat badan lahir.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DI PUSKESMAS WANGKAL KABUPATEN PROBOLINGGO Shofa, Lidya; Zakiyyah, Muthmainnah; Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.369

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal. Tablet tambah darah (TTD) merupakan suplementasi gizi yang mengandung 60 mg zat besi elemental dan 400 mcg asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian tablet tambah darah (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wangkal tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap 48 responden dengan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh melalui proses editing, coding, dan tabulating kemudian dianalisis secara manual dan komputer menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden rutin mengonsumsi tablet tambah darah, yaitu 40 responden (81,8%), sedangkan kejadian anemia pada kehamilan trimester III ditemukan pada 5 responden (10,41%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 < α 0,05, sehingga terdapat hubungan signifikan antara pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Pemberian TTD penting untuk mencegah anemia dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta persalinan.
Peran Media Sosial Dalam Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Widayati, Agustina; Narsih, Umi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 : Desember (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia education can be implemented through various methods, such as health promotion. Health promotion can be promoted through the internet. Currently, many teenagers use the internet to obtain information through social media. Online services are readily available. The availability of internet cafes, laptops, and mobile phones makes it easier for the younger generation to access the internet. A 2016 survey by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) showed that 132.7 million Indonesians, or approximately 51.8% of the population, use internet services. Internet users aged 10-24 years old account for 75.5% of all teenagers aged 10-24 years. The majority of internet users, at 97.4%, use social media. Anemia can have negative impacts on adolescent girls, including stunted growth, increased susceptibility to infection, decreased physical fitness, and decreased concentration in learning. If anemia is not treated during adolescence, it can lead to maternal mortality, premature births, low birth weight (LBW) and stunted offspring in adulthood. The goal of this Community Partnership Program is to educate young women about the proper use of social media to obtain information about anemia, especially among adolescents. The method used is a collaboration with the Darul Ulum Kraksaan Islamic Boarding School to provide education on early detection of anemia in young women. The success indicator of this activity is an increase in young women's behavior in seeking health information, especially regarding anemia prevention. This activity has run smoothly and has achieved positive benefits, starting with increased enthusiasm among young women in practicing the role of social media in anemia prevention.
Pengaruh Kelas Ibu Hamil Terhadap Kecemasan Ibu Primigravida Di Desa Tambakrejo Harmuningtyas, Irma; Zakiyyah, Muthmainnah; Widayati, Agustina
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.336

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan emosional yang sering dialami ibu hamil, terutama pada primigravida. Salah satu program pemerintah dalam upaya peningkatan kesehatan pada ibu hamil adalah dengan mengadakan kelas ibu hamil. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tingkat kecemasan pada ibu primigravida yang diberi eksperimen kelas ibu hamil dengan yang tidak diberi eksperimen kelas ibu hamil. Desain penelitian menggunakan desain ekperimen kuasi. Rancangan kuantitatif dengan control group design melalui total sampling. Jumlah sampel sebanyak 10 ibu primigravida pada kelompok kelas ibu hamil dan 10 ibu primigravida pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di wilayah desa tambakrejo kecamatan tongas pada bulan juni 2025. Analisis data kuantitatif menggunakan uji wolcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kecemasan pada kedua kelompok berbeda, dengan kelompok kelas ibu hamil terbanyak mengalami kecemasan rendah sedangkan kelompok kontrol terbanyak mengalami kecemasan sedang. Hasil uji wolcoxon didapatkan p value 0,045 dengan a 0,05. Karena nilai signifikan < a maka H0 di tolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh kelas ibu hamil terhadap kecemasan ibu primigrvida di desa tambak rejo. Kesimpulan: keikutsertaan dalam kelas ibu hamil berpengaruh dalam menurunkan kecemasan pada ibu primigravida
Pengaruh Edukasi (Sadari dalam Deteksi Dini Kanker Payudara) terhadap Pengetahuan Pemeriksaan Sadari pada Remaja Putri di SMKN Lumbang Yuliana; Widayati, Agustina; Ermawati, Iit
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.399

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting
Hubungan Pengetahuan Akseptor KB dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Curahtulis Widiastutik, Tri; Widayati, Agustina; Faraswati, Riska
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.417

Abstract

Pengetahuan yang benar tentang program KB termasuk tentang berbagai jenis kontrasepsi akan meningkatkan keikutsertaan masyarakat pada kontrasepsi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan akseptor yang dapat mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi yang kaitannya menjadi alasan mengapa para akseptor tidak memilih MKJP sebagai alat kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, yaitu melakukan pengukuran pada saat bersamaan (sekali waktu) untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan akseptor dengan pemakaian MKJP di UPT Puskesmas Curahtulis. Hasil Penelitian didapatkan bahwa dari 34 akseptor KB yang menjadi sampel penelitian memiliki pengetahuan baik 16 responden, cukup 12 responden dan kurang 6 orang. Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa pengetahuan akseptor KB tidak berpengaruh terhadap pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Curahtulis.