Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN INTERNET OF THINGS APLIKASI BLYNK PADA ALAT BANTU PRAKTIKUM FISIKA HUKUM HOOKE Adelia Putri, Safira; Arnoldi, Dwi; Aristia Anas, Adian; Rizal, Syamsul
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2025): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/4c02wm35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat bantu praktikum Fisika Hukum Hooke yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan platform Blynk. Alat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan dalam kegiatan praktikum konvensional, seperti ketidakakuratan pengukuran manual, keterbatasan alat, dan kurangnya efisiensi dalam pemantauan data secara real time. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tiga variasi massa 0,2 kg, 0,25 kg, dan 0,3 kg serta tiga diameter pegas 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Data diperoleh melalui dua metode, yaitu pengukuran manual dan pengukuran otomatis berbasis IoT. Hasil menunjukkan bahwa alat bantu praktikum berbasis IoT mampu menampilkan data secara akurat dan real time, serta memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dengan rata-rata ketelitian mencapai di atas 95%. Analisis statistik dengan ANOVA menunjukkan bahwa variabel massa dan diameter pegas berpengaruh signifikan terhadap nilai konstanta pegas (p < 0,05). Dengan demikian, alat bantu praktikum berbasis IoT ini dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemudahan pemantauan praktikum Hukum Hooke, serta memberikan alternatif pembelajaran fisika yang interaktif bagi mahasiswa.
Noise Level Mapping in Kopelma Darussalam Banda Aceh City Anas, Adian Aristia; Santia, Anggi; Kamal, Nurul; Humaira, Nurhadia
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2022): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i1.1632

Abstract

Kopelma Darussalam is an education center in The Aceh Province which has the area of ​​206.2 hectares. There are 6 schools and 2 nerby public universities (Ar-Raniry State Islamic University and Syiah Kuala University) in the region. Transportation activities in Kopelma Darussalam remarkably can increase noise level primarily during studying and working hours. The purpose of this research is to determine the noise level and to map the noise distribution in Kopelma Darussalam. The mapping is created by using Surfer 13 software. This methode of this study is quantitative descriptive research. Primary data is obtained by using a Sound Level Meter (SLM) to measure noise levels on weekdays and holidays both outsides and indoors at 8 sampling locations. The data is then analyzed by using statistical equations provided by Decree of the State Minister of the Environment KEP-48/MENLH/11/1996. The results shows that the noise level at Kopelma Darussalam is in a noisy condition as it ultimately has exceeded the quality standard of 55 dBA, especially on weekdays at 2.00 to 5.00 p.m. The map of noise distribution at Kopelma Darussalam shows that the highest noise is coloured in red (≥ 67 dBA). This value has exceeded the quality standard which leads lecturers and students necessarily to speak louder in classrooms. Keywords: Noise, transportation, motor vehicle, mapping, Surfer 13.
Analisa Tingkat Kebisingan di Area Kerja PLTD Rema Kabupaten Gayo Lues Anas, Adian Aristia; Zakaria; Darnas, Yeggi; Humaira , Nurhadia
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2024): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v10i1.1956

Abstract

Noise pollution is a major concern in companies. The utilization of machines to support a production activity in factories or indutries can cause unwanted noise. PLTD Rema is one of diesel power plant companies in Gayo Lues regency which has been running for 18 years. Diesel engines at PLTD Rema will certainly cause noise that disrupt the workers’ hearing. The aims of this study are to identify the noise level, map noise, and examine workers' insights of noise in the area of PLTD Rema. This study shows that the highest noise level of 91.3 dBA lies at sampling point 1. Meanwhile, the lowest value of noise level of 68 dBA lies at sampling point 12. If all of the results of the noise level evaluation at 12 sampling points are evaluated with the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration No. 13 of 2011, the noise levels acquired are unthreatening for all PLTD Rema’s empolyees, except for the area of diesel engines. Moreover, the mapping of noise levels using urfer 13 software consists of 5 different colours (green, blue, red, yellow, and orange). The last one, the workers' perception towards noise has been accepted or H0. Therefore, the noise produced at PLTD Rema has no impact to thier workers’ performance.
Prevalence and Intensity of Ectoparasites on Clarias gariepinus From Aquaculture Pond in Aceh Besar District, Indonesia Fitria Nelda Fautama; Ilham Zulfahmi; Muliari Muliari; Adian Aristia Anas
Jurnal Biodjati Vol 4 No 1 (2019): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v4i1.4328

Abstract

Information related to the prevalence and intensity of para-sites in an aquatic environment is crucial as preventive and responsive efforts to manage aquatic resources, especially for fish farming pur-poses. Up to now, information related to the prevalence and intensity of ectoparasites on catfish from aquaculture ponds in Aceh Besar Dis-trict is rare. This study aims to investigate the prevalence, intensity, and dominance of ectoparasites on catfish from aquaculture ponds in Aceh Besar district. The total of 200 catfish from four research stations at Sibreh, Kareung, Lambaro, and Limpok was observed in this study. The ectoparasites observation was focused on the skin, fins, and gill of the catfish. The observation parameter consists of prevalence, in-tensity, domination, length-weight relationship, and condition factor. Identification result showed that there were four types of ectoparasites infect the catfish in the aquaculture ponds in Aceh Besar District i.e Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp. and Ichthyopthyri-us multifiliis. Station 3 (Lambaro) had the highest prevalence and in-tensity, which were 64% and 5.87 ectoparasites/fish, respectively. In-fected catfish tended to have a lower weight growth than healthy catfish.
Implementasi internet of things pada alat praktikum viskometer untuk pembelajaran fisika Adian Aristia Anas; Isma Dwi Puspitasari; Dwi Arnoldi
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ahh4dd96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat bantu praktikum viskometer berbasis Internet of Things yang dapat membantu mahasiswa lebih paham soal pengukuran kekentalan cairan. Alat bantu praktikum viskometer ini dibuat menggunakan sensor infrared, motor DC dan komponen lainnya dengan menggunakan platfrom aplikasi Blynk. Konsep dari viskometer ini adalah viscometer spindle, dilakukan penelitian dari Mei sampai Juli 2025 lewat eksperimen. Pengujiannya menggunakan tiga jenis fluida dan tiga jenis suhu, nilai viskositasnya sebagai berikut: air bersih pada 28°C (0,00083 Pa.s), 40°C (0,00066 Pa.s), 60°C (0,00044 Pa.s); minyak goreng pada 28°C (0,0388 Pa.s), 40°C (0,0249 Pa.s), 60°C (0,0164 Pa.s); SAE 10W-30 pada 28°C (0,0936 Pa.s), 40°C (0,0634 Pa.s), 60°C (0,0406 Pa.s). Alat ini akurat sampai 96,34% analisis ANOVA diperlukan untuk menunjukan bahwa fluida dan suhu  berpengaruh signifikan tehadap viskositas hal ini menunjukan bahwa P-value < Fcrit atau H1 diterima. Hal ini membuktikan bahwa alat ini sesuai dengan teori fisika, di mana kenaikan suhu pada fluida membuat viskositasnya turun drastis. Alat bantu praktikum viskometer ini lebih efektif dan efsien dalam pembelajaran bagi mahasiswa dalam melakukan praktikum.
PENGARUH ISOLATOR GLASSWOOL DAN STYROFOAM PADA ALAT UJI KALORIMETER Muhammad Labib Alfaris; Ella Sundari; Adian Aristia Anas
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/machinery.v7i1.11155

Abstract

Kalorimeter merupakan alat penting dalam pengukuran perpindahan kalor, namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Tanpa adanya isolator, kalorimeter cenderung mengalami kehilangan panas yang tinggi akibat konduksi dengan udara luar, sehingga menurunkan akurasi pengukuran dan efisiensi termal sistem. Permasalahan ini menjadi dasar perlunya penggunaan bahan isolator dengan konduktivitas termal rendah agar mampu menghambat laju perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh isolator glasswool dan styrofoam terhadap kinerja alat uji kalorimeter. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga pengujian, yaitu kalor konduksi, perubahan suhu selama 30 menit, dan suhu kesetimbangan antara air panas dan oli bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan isolator secara signifikan menurunkan kalor konduksi dari 172,080 W tanpa isolator menjadi 13,34 W dengan glasswool dan 11,81 W dengan styrofoam. Pengujian perubahan suhu menunjukkan penurunan terbesar tanpa isolator (hingga 8,7°C), sedangkan styrofoam hanya mengalami penurunan sekitar 4°C. Uji kesetimbangan suhu menunjukkan styrofoam mampu mempertahankan suhu hingga 77,9°C dibandingkan 75,2°C tanpa isolator. Semua data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan menunjukkan pengaruh jenis isolator yang signifikan (p < 0,05).
Effect of Horizontal Bandsaw Machine KW15-52 Reconditioning on Vibration and Metal Cutting Time: An Experimental Study Adian Aristia Anas; Fenoria Putri; M. Fikri
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i3.1276

Abstract

Horizontal Bandsaw KW15-52 by quantifying changes in vibration and metal cutting time. A quantitative one-group before-and-after experimental design was applied under controlled machining conditions. Thirty paired measurements were obtained for vibration, while 30 cutting trials were conducted for each workpiece material, ST41 steel and Aluminum 6061, before and after reconditioning. The measured outcomes were vibration acceleration (m/s2) and cutting time (s). Reconditioning included inspection, repair or replacement of defective components, reassembly, adjustment, and functional testing. Paired differences were assessed using the Shapiro-Wilk test and paired-samples t-test, with Cohen's dz used to quantify effect size. Vibration decreased from 6.33 ± 0.23 to 3.31 ± 0.41 m/s2, representing a 47.66% reduction, with t = 12.566 and dz = 2.29. Cutting time decreased from 65.77 ± 3.32 to 44.63 ± 3.59 s for ST41 and from 41.13 ± 1.83 to 20.40 ± 1.54 s for Aluminum 6061, corresponding to reductions of 32.1% and 50.4%, respectively. Based on the reported t statistics, all reductions were statistically significant (p < 0.001). The findings demonstrate that systematic reconditioning can substantially restore mechanical stability and cutting efficiency, providing a practical maintenance strategy for extending the service life of mechanical workshop of the Department of Mechanical Engineering, Politeknik Negeri Sriwijaya. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 4: Quality Education
ANALISIS KINERJA MESIN SEKRAP L-450 SETELAH REKONDISI BERDASARKAN ISO 1708 Muhammad Shafwan Najmin; Ella Sundari; Adian Aristia Anas
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 2 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan (In Press)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin sekrap masih digunakan secara luas pada industri berskala kecil maupun lingkungan pendidikan vokasi, meskipun performanya cenderung mengalami penurunan akibat pemakaian jangka panjang dan keausan komponen mesin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja mesin sekrap tipe L-450 setelah proses rekondisi berdasarkan standar ISO 1708 serta menganalisis pengaruh variasi kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan baja ST37. Penelitian ini mengombinasikan evaluasi geometrik mesin pascarekondisi berbasis ISO 1708 dengan analisis kualitas permukaan hasil pemesinan. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga kombinasi parameter pemotongan. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan sehingga diperoleh sembilan data pengujian kekasaran permukaan. Pengujian meliputi pemeriksaan geometrik mesin sesuai standar ISO 1708 dan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat surface roughness tester. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan metode ANOVA dua arah melalui SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan. Pendekatan ini diharapkan menjadi acuan evaluasi kelayakan mesin sekrap hasil rekondisi di industri kecil. Hasil pengujian geometrik menunjukkan bahwa sebagian besar parameter mesin masih berada dalam batas toleransi ISO 1708 dengan rata-rata persentase deviasi sebesar 8,89%. Penyimpangan terbesar ditemukan pada stabilitas gerak rel luncur dan eretan sebesar 26,67%, sedangkan akurasi kedalaman pemotongan menunjukkan deviasi sebesar 20%. Hasil analisis ANOVA memperlihatkan bahwa kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan memberikan pengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan (p < 0,05), serta terdapat interaksi signifikan antara kedua parameter dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Nilai kekasaran permukaan terendah diperoleh pada kombinasi feed rate 0,2 mm/menit dan depth of cut 0,5 mm dengan nilai Ra sebesar 13,64 µm, sedangkan nilai tertinggi terjadi pada kedalaman pemotongan 1 mm dengan nilai Ra sebesar 16,54 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses rekondisi mampu memperbaiki kinerja geometrik mesin sekrap dan pemilihan parameter pemotongan yang tepat berpengaruh terhadap kualitas permukaan hasil pemesinan baja ST37.
PERANCANGAN ALAT BANTU PERFORASI SARANGAN DANDANG UNTUK PENGRAJIN RUMAHAN DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Irfan Prayogi; Dwi Arnoldi; Adian Aristia Anas
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 7 No. 2 (2026): MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan (In Press)
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/machinery.v7i2.11793

Abstract

Industri rumahan pembuatan dandang di Kelurahan Bandung Kiri, Lubuklinggau masih melakukan proses pelubangan sarangan secara manual sehingga hasilnya kurang seragam dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang alat bantu menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) melalui identifikasi kebutuhan pengguna, penyusunan House of Quality (HOQ), dan perancangan produk. Hasil perancangan menunjukkan tiga prioritas teknis utama, yaitu sistem dongkrak hidrolik (19,48%), efisiensi siklus pelubangan (15,67%), dan kemudahan pengadaan komponen (14,50%). Simulasi Finite Element Analysis (FEA) menunjukkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 166,772 MPa pada gaya 87.853 N dengan Safety Factor (SF) sebesar 1,5, masih berada di bawah batas luluh ASTM A36 (250 MPa), sehingga desain dinyatakan aman dan layak diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pengrajin.