Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Swamedikasi “Dagusibu” Obat Bebas, Multivitamin Dan Jamu Pada Masyarakat Di Kecamatan Nambo Kota Kendari Karmilah Karmilah; Selfyana Austin Tee; Muhammad Azdar Setiawan; Esti Badia; Syaiful Saehu; Nur Saadah Daud; Yulianti Fauziah; Hasnawati Hasnawati; Inggit Suryaningsih; Musdalipah Musdalipah
Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2023): NADIKAMI: Juli 2023
Publisher : POLITEKNIK BINA HUSADA KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era new normal peningkatan imunitas tubuh sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan yang optimal. Pemulihan Kesehatan Selama pandemi COVID-19 memerlukan situasi adaptasi kebiasaan baru untuk menjaga sistem imun tubuh. Upaya yang dapat dilakukan melalui penerapan protokol kesehatan, konsumsi makanan dan minuman yang sehat, multivitamin dan herbal (jamu). Swamedikasi merupakan upaya awal yang dilakukan diri sendiri untuk pencegahan dan pengobatan gejala penyakit ringan menggunakan obat-obatan golongan obat bebas, bebas terbatas dan multivitamin. Tujuan kegiatan edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan dan buang) obat dan jamu pada masyarakat di Kel. Tondonggeu, Kec. Nambo, Kota Kendari. Metode edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif disertai alat peraga obat dan jamu. Kegiatan edukasi terlaksana dengan baik dengan antusias masyarakat memberikan pertanyaan dan aktif membangun komunikasi yang efektif dua arah mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kegiatan edukasi dirangkaikan dengan pembagian multivitamin, obat bebas, handsanitizer dan jamu (herbal).
Total Phenolic and Flavonoid Content, Antioxidant, and Toxicity Test with BSLT of Meistera chinensis Fruit Fraction from Southeast Sulawesi Musdalipah Musdalipah; Selfyana Austin Tee; Karmilah Karmilah; Sahidin Sahidin; Adryan Fristiohady; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i1.1686

Abstract

Zingiberaceae have a large number of species and still need research to reveal their chemical content. Meistera chinensis is one of the new generations of the Zingiberaceae family, a local and widespread plant in Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Empirically, M. chinensis is used as a flavor enhancer in food, aches, and increases body immunity. There are no reports of chemical content or its biological activity. In this study, the fruit of M. chinensis was tested for phytochemicals, antioxidants using the ABTS test, total phenolic, total flavonoid content, and toxicity test with a lethal test for brine shrimp (BSLT). Meistera chinensis was extracted with ethanol and fractionated by ethyl acetate solvent using vacuum liquid chromatography. Phytochemical screening was carried out qualitatively by using the calorimetric method. The fraction toxicity was monitored by BSLT. These fractions for the ABTS method obtained fractions 1-8 (F1-F8) and ascorbic acid were used as controls. The results showed radical scavenging activities fraction of M. chinensis fruit was a very strong activity with IC50 of 42.7±3.53 mg/L (F8). The total phenolic and flavonoid contents were 30.72±1.07 mgGAE/g and 8.02±0.48 mgQE/g, respectively. The phytochemical evaluation contains terpenoids, saponins, phenolics, steroids, alkaloids, and flavonoids. The BSLT toxicity test was found to be very toxic, with an IC50 of 5.2±0.72 mg/L. These findings indicate that the fruit of M. chinensis acts as an antioxidant and toxicity agent.
Standarisasi Ekstrak Rimpang Wundu Watu (Alpinia monopleura) dan Aktivitasnya sebagai Antiinflamasi Secara In Vitro Musdalipah Musdalipah; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Muh. Azdar Setiawan; Selfyana Austin Tee; Reymon Reymon; Randa Wulaisfan; Muh. Arnas; Lisa Wulansari Siregar; Eny Nurhikma; Yulianti Fauziah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.414

Abstract

Tanaman Alpinia, khususnya Alpinia monopleura, merupakan tanaman endemik yang dapat ditemukan dengan mudah di Sulawesi Tenggara, sebarannya luas dan melimpah. Tanaman ini merupakan tanaman endemik dan dikenal dengan nama wundu watu. Secara empiris, rimpang wundu watu digunakan untuk mengurangi pegal-pegal dan sebagai bumbu masakan. Studi pendahuluan pada minyak atsiri daun dan buah wundu watu menunjukkan sifat antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Komposisi dan studi farmakologi tanaman ini belum diketahui sepenuhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan standarisasi untuk menjamin mutu dan keamanan esktrak dan khasiatnya sebagai antiinflamasi. Tujuan penelitian ialah melakukan standarisasi ekstrak wundu watu (Alpinia monopleura) dengan parameter spesifik dan non spesifik sesuai persyaratan Farmakope Indonesia serta aktivitas antiinflamasinya terhadap penghambatan denaturasi protein. Jenis penelitian ialah eksperimen. Rimpang wundu watu di ekstraksi dengan pelarut metanol menggunakan metode maserasi. Hasil penelitian menunjukkan standarisasi dengan parameter spesifik diperoleh yaitu berbentuk ekstrak kental, berwarna coklat, dan berbau khas, senyawa larut air yaitu 6,7%, senyawa larut metanol yaitu 10,35%. Kandungan metabolit sekunder positif mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan steroid. Pada parameter non spesifik diperoleh susut pengeringan 68,30%, kadar air 23%, kadar abu  total 11,94%, kadar abu tidak larut asam 0,327% dan cemaran logam Pb 0,00076 mg/L, logam Cd 0,00052 mg/L, dan logam Hg 0,00062 mg/L. Ekstrak etanol rimpang Alpinia menopleura memiliki aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 8.47 mg/L dan natrium diklofenak (kontrol) dengan nilai IC50 sebesar 8,46 mg/L. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan standarisasi ekstrak rimpang wundu watu secara spesifik dan non spesifik memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Herbal Indonesia serta memiliki khasiat sebagai antiinflamasi.
Aktivitas Antibakteri Rimpang Meistera chinensis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25023 dan Eschericia coli ATCC 35218 Secara Difusi Agar Karmilah; Reymon; Daud, Nur Saadah; Badia, Esti; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Setiawan, Muh. Azdar; Tee, Selfyana Austin; Musdalipah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5651

Abstract

Meistera chinensis merupakan generasi baru famili Zingiberaceae yang tumbuh di Sulawesi Tenggara. Ekstrak buah mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, steroid, dan tanin yang memiliki efektivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Namun, belum ada laporan tentang antibakteri pada bagian rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang M. chinensis. Serbuk kering rimpang M. chinensis diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator. Metode analisis aktivitas antibakteri menggunakan difusi agar dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif (Ciprofloxacin 30µg) terhadap Staphylococcus aureus ACTT 25023 dan Escherichia coli ACTT 35218 selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang M. chinensis mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan fenol, Ekstrak terbukti menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona hambat rata-rata secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,08±1,79; 8,16±0,11 dan  10,57±1,34 mm. Pada S. aureus, zona hambat masing-masing konsentrasi 10%, 20%, dan  30% sebesar 5,02±0,79; 6,01±0,69; 8,03±0,76. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antar konsentrasi ekstrak pada E. coli dan S. aureus. Dapat disimpulkan rimpang M. chinensis memiliki aktivitas sebagai antibakteri. 
POTENSI ANTIINFLAMASI EKSTRAK BATANG WUNDU WATU (Alpinia monopleura) TANAMAN ENDEMIK ASAL SULAWESI TENGGARA SECARA IN VITRO Musdalipah; Austin Tee, Selfyana; Wibawa Mahatva Yodha, Agung; Reymon; Azdar Setiawan, Muh.; Karmilah; Oktaviani, Santi
Jurnal Insan Farmasi Indonesia 2023: JIFI: Webinar & call for paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i3.1642

Abstract

The wundu watu plant (Alpinia monopleura), is one of the endemic plants typical of Southeast Sulawesi which is commonly found in South Konawe Regency. The results of previous research on the essential oil content of the leaves and fruit of wundu watu are α-caryophyllene, β-pinene, limonene, α-pinene, β-caryophyllene and caryophyllene oxide. The essential oils of the leaves and fruit show antibacterial, antioxidant and anti-inflammatory properties. Pharmacological studies of this plant are not widely known, especially its efficacy as an anti-inflammatory. The purpose of this study was to determine the anti-inflammatory potential of extracts and fractions of wundu watu stem against inhibition of protein denaturation in Vitro. Wundu watu stem extract was extracted by maceration method using methanol solvent and ethyl acetate fraction. Anti-inflammatory testing using the protein denaturation inhibitor method using bovine and albumin and measured on a UV-Vis Spectrophotometer at a wavelength of 660 nm. The results showed that the extract and ethyl acetate fraction of wundu watu stem had anti-inflammatory activity with IC50 values of 10.59 mg/L and 2.02 mg/L. Based on the test results, it can be concluded that the stem extract of wundu watu has anti-inflammatory potential against protein denaturation with a very strong category.
Formulasi dan Evaluasi Produk Gigi Mouthwash Ekstrak Rimpang Walay (Zingiberaceae) untuk Pengobatan Plak dan Karies Gigi Jumain, Muhammad Asman Setiawan; Sofyan, Suhikma; Daud, Nur Saadah; Setiawan, Muhammad Azdar; Tee, Selfyana Austin; Nurhikmah, Eny; Fauziah, Yulianti; Musdalipah, Musdalipah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.693

Abstract

Zingiberaceae merupakan salah satu family tumbuhan terbesar yang diyakini memiliki potensi aktivitas biologis yang tinggi untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa generasi Zingiberaceae, seperti Cinnamomum, Meistera, dan Wurfbainia, telah diidentifikasi. Tumbuhan walay (Zingiberaceae) merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Tenggara yang memiliki khasiat sebagai pengobatan. Skrining fitokimia rimpang walay menunjukkan kandungan senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid dan terpenoid dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans dan Bacillus subtilis. Formulasi produk gigi menggunakan bahan dasar herbal sedang menjadi sorotan utama dalam upaya mengurangi peradangan gusi. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan perawatan gigi dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, termasuk dalam pemilihan bentuk produk gigi yang sesuai. Salah satu produk yang digunakan ialah mouthwash. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi mouthwash berbasis herbal rimpang walay dan efektivitasnya sebagai antibakteri penyebab plak dan karies gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Ekstrak rimpang walay dibuat dalam bentuk Mouthwash dengan tiga formula konsentrasi A(10%), B(20%) dan C(30%). Pengujian evaluasi sediaan dilakukan dengan parameter pengujian yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, dan kejernihan. Selanjutnya sediaan dilakukan pengujian antibakteri pada Streptococcus mutans ATCC 25175. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak rimpang walay pada formula A, B, C dapat dibuat sediaan mouthwash dan memenuhi persyaratan evaluasi sediaan, yaitu sediaan memiliki aroma mentol, berwarna bening kecoklatan, tekstur cair, homogen, pH berkisar 6-7. Aktivitas antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 memiliki daya hambat dengan diameter zona bening secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,47 mm, 9,3 mm dan 12,57 mm serta kontrol positif (moutwash herbal x) sebesar 1,49 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sediaan mouthwash dapat digunakan sebagai produk gigi untuk pengobatan plak dan karies gigi.
Aktivitas Antibakteri Rimpang Meistera chinensis terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25023 dan Eschericia coli ATCC 35218 Secara Difusi Agar Karmilah; Reymon; Daud, Nur Saadah; Badia, Esti; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Setiawan, Muh. Azdar; Tee, Selfyana Austin; Musdalipah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v8i1.5651

Abstract

Meistera chinensis merupakan generasi baru famili Zingiberaceae yang tumbuh di Sulawesi Tenggara. Ekstrak buah mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, steroid, dan tanin yang memiliki efektivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Namun, belum ada laporan tentang antibakteri pada bagian rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang M. chinensis. Serbuk kering rimpang M. chinensis diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator. Metode analisis aktivitas antibakteri menggunakan difusi agar dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan kontrol positif (Ciprofloxacin 30µg) terhadap Staphylococcus aureus ACTT 25023 dan Escherichia coli ACTT 35218 selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang M. chinensis mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan fenol, Ekstrak terbukti menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona hambat rata-rata secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,08±1,79; 8,16±0,11 dan  10,57±1,34 mm. Pada S. aureus, zona hambat masing-masing konsentrasi 10%, 20%, dan  30% sebesar 5,02±0,79; 6,01±0,69; 8,03±0,76. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antar konsentrasi ekstrak pada E. coli dan S. aureus. Dapat disimpulkan rimpang M. chinensis memiliki aktivitas sebagai antibakteri. 
Characterization of essential oils and biological activities of Etlingera spp. from different agroecology in Southeast Sulawesi, Indonesia SELFYANA AUSTIN TEE; SYAMSU ALAM; YURIKA SASTYARINA; AGUNG WIBAWA MAHATVA YODHA; REYMON REYMON; MUH. AZDAR SETIAWAN; MUSDALIPAH MUSDALIPAH
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d260416

Abstract

Abstract. Tee SA, Alam S, Sastyarina Y, Yodha AWM, Reymon, Setiawan MA, Musdalipah. 2025. Characterization of essential oils and biological activities of Etlingera spp. from different agroecology in Southeast Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 26: 1653-1665. Genus Etlingera, a part of Zingiberaceae, shows potential due to secondary metabolites influenced by agroecological factors, enhancing its therapeutic uses. The study aimed to characterize essential oils and biological activities of Etlingera elatior, Etlingera rubroloba, and Etlingera calophrys rhizomes collected from South Konawe, Wakatobi, and Muna District. Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) profiled the essential oils, while phenolic (TPC) and flavonoid (TFC) concentrations were determined using Folin-Ciocalteu and aluminum chloride methods. Antioxidant activity was assessed using DPPH and ABTS assays, and toxicity testing was performed on shrimp larvae. The research found that multiple species grow in areas with annual rainfall ranging from 1,800-2,100 mm/year, temperatures of 23-30°C, humidity levels of 78-84%, topography of 9-72 masl, and pH of 4.9-6.5. The essential oil content includes fatty acids (20.1-42.48%), phenolic (6.28-29.52%), and terpenoid (1.24-2.39). The IC50 of antioxidant activity (ABTS) for E. elatior, E. rubroloba, and E. calophrys were 1.3 mg/mL, 1.5 mg/mL, and 1.1 mg/mL, compared to vitamin C at 2.23 mg/mL. The DPPH assay IC50 values were 2.09 mg/mL, 2.17 mg/mL, and 2.42 mg/mL, compared to vitamin C at 2.78 mg/mL, respectively. TPC values were 113.63 mgGAE/g, 26.56 mgGAE/g and 143.00 mgGAE/g, respectively. TFC values were 62.03 mgQE/g, 21.07 mgQE/g, and 34.51 mgQE/g, respectively. Toxic LC50 values for extracts were 6.98 mg/L, 18.72 mg/L, and 120.86 mg/L compared to the positive control at 3.24 mg/L. The Structural Equation Models (SEM) approach demonstrates the direct and indirect influence of climatic and soil factors on secondary metabolites and biological activity of the genus Etlingera. In conclusion, the genus Etlingera is a promising source of antioxidants and anticancer agents. It is recommended for cultivation in suitable locations in Southeast Sulawesi, instilling hope and optimism about the future of this research.
PENGARUH KONSENTRASI ISOPROPIL MIRISTAT SEBAGAI PENGIKAT SEDIAAN BLUSH ON STICK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Nirwati rusli; yulianti fauziah; selfyana austin tee; esti badia; putri nabila
Jurnal Analis Kesehatan Kendari Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Analis Kesehatan Kendari : June 2024
Publisher : Politeknik Bina Husada Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46356/jakk.v6i2.307

Abstract

ABSTRACT Isopropyl myristate is a binder that is commonly used for blush forms because of its adhesive properties, Isopropyl myristate can distribute the particle size of the final preparation evenly and produce a smooth skin appearance. The use of isopropyl myristate as a binder for blush stick preparations is also very good at distributing the color of the blush. Blush On is cosmetic to blush or make the shape of the cheeks perfect, solid in shape. The purpose of this research was to see the effect of isopropyl myristate as a binder and to determine the optimal concentration of isopropyl myristate as a binder on the physical properties of the preparation. This type of research is experimental research. Extraction of red dragon fruit skin using maceration method with ethanol solvent. Red dragon fruit peel extract is formulated with a concentration of 15%. The results of a physical evaluation of the red dragon fruit peel extract blush on stick showed that the blush stick had a dense texture, a distinctive aroma of strawberry oleum, pink in color, homogeneous and a pH of 6-7. The oiling power is quite good, and the cracking is good, but the stability is not good. The results of the study showed that of the three formulas A with a concentration of 3% isopropyl myristate, formula B with a concentration of 5% and formula C with a concentration of 7%, the best results were obtained from the physical properties test of the preparations and the most preferred hedonic test was formula C. Keywords : Isopropyl myristate, blush on stick ABSTRAK Isopropil miristat adalah pengikat yang lazim digunakan untuk perona pipi bentuk karena sifatnya yang dapat meningkatkan adhesivitas, Isopropil miristat dapat mendistribusikan ukuran partikel pada sediaan akhir secara merata dan menghasilkan tampilan kulit yang halus. Penggunaan isopropil miristat sebagai pengikat sediaan blush on stick juga sangat baik dalam mendistribusikan warna dari blush on. Blush On adalah kosmetik untuk meronai atau membuat bentuk pipi sempurna, berbentuk padat, Blush on berfungsi untuk memberikan rona segar pada pipi dan untuk memperjelas keindahan struktur wajah yang terfokus pada tonjolan tulang pipi. Tujuan penilitian ini adalah untuk melihat pengaruh isopropil miristat sebagai pengikat dan untuk menentukan konsentrasi isopropil miristat yang optimal sebagai pengikat sediaan terhadap sifat fisik sediaan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Ekstraksi kulit buah naga merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Ekstrak kulit buah naga merah diformulasikan dengan konsentrasi 15%. Hasil evaluasi fisik terhadap sediaan blush on stick ekstrak kulit buah naga merah menunjukkan bahwa sediaan blush on stick bertekstur padat, aroma khas oleum strawberry, berwarna pink, homogen dan pH 6-7. Daya oles cukup baik, keretakan yang baik, namun stabilitasnya kurang baik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga formula A dengan konsentrasi isopropil miristat 3%, formula B dengan konsentrasi 5% dan formula C dengan konsentrasi 7%, didapatkan hasil uji sifat fisik sediaan yang paling baik dan uji hedonik yang paling disukai adalah formula C. Kata Kunci : Isopropil miristat, blush on stick