Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK SEFOTAXIME DAN GENTAMISIN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musdalipah, Musdalipah; Setiawan, Muh. Azdar; Santi, Eria
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pengobatan pneumonia. Pneumonia pada balita membutuhkan terapi antibiotik yang tepat dan sesuai dengan risiko efek sampig yang minimal  serta biaya pelayanan kesehatan yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya antibiotik penderita pneumonia pada balita di RSUD Kab.Bombana tahun 2016. Metode penelitian ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Data diambil secara retrospektif yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Total biaya yang dihitug ialah biaya antibiotik, biaya rawat inap, biaya laboratorium dan biaya obat lain. Efektivitas terapi dilihat lamanya pasien dirawat dan dinyatakan sembuh. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan (persen) % outcome klinis pada kelompok sefotaxime dan gentamisin. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, gambaran total biaya antbiotik  cefotaxime sebesar Rp.3,000,000 dan gentamisin sebesar Rp.3,264,000. Efektivitas terapi penggunaan antibiotik cefotaxime sebesar 81,25%  sedangkan gentamisin sebesar 85,71%. Nilai  ACER cefotaxime sebesar 36,923 dan gentamisin sebesar 38,081. Berdasarkan nilai ACER, biaya pengobatan yang cost-effective ialah cefotaxime.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KERANG TAHU (Meretrix meretrix) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Fauziah, Yulianti; Setiawan, Muhammad Azdar; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Kerang tahu Pemanfaatannya tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tapi dapat digunakan sebagai pengobatan antara lain antikanker, antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, pengatur tekanan darah, pengatur kadar gula darah dan penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak kerang tahu (Meretrix meretrix) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Rangkaian percobaan adalah pengujian daya hambat dilakukan dengan menggunakan rancang eksperimen sederhana dengan 5 perlakuan dan 3 kali replikasi. Kerang tahu dibuat dalam bentuk ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak kerang tahu kemudian dibuat dalam seri konsentrasi 10%, 20% dan 30%, lalu dilakukan pengujian daya hambat dengan menggunakan metode paper disc diffusion.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kerang tahu pada konsentrasi 10% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 2,023 mm, konsentrasi 20% rata-rata 2,3 mm dan konsentrasi 30%  rata-rata 4,02 mm. Hasil dari uji ANOVA pada taraf kepercayaaan 0,05 diperoleh nilai F hitung 62,8539) > F tabel (3,48) yang menunjukkan perbedaan yang signifikan dari keempat kelompok perlakuan.
UJI DAYA HAMBAT SUPPOSITORIA VAGINA EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP Candida albicans Muhammad Azdar Setiawan; Iis Rahima J.
BioWallacea : Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research) Vol 4, No 2 (2017): Biodiversity Wallacea
Publisher : University of Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.677 KB) | DOI: 10.33772/biowallacea.v4i2.4236

Abstract

ABSTRAK Daun sirih merupakan obat tradisional yang digunakan untuk mengatasi keputihan. Ekstrak daun sirih dibuat dalam bentuk suppositoria vagina agar mempermudah penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat suppositoria vagina ekstrak daun sirih hijau terhadap Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang terdiri atas lima perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap). Ekstrak daun sirih hijau diperoleh dari hasil maserasi. Formulasi dibuat menggunakan basis larut air yaitu gelatin tergliserinasi dengan konsentrasi ekstrak 25%, 30%, dan 35%. Evaluasi fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, dan uji keseragaman bobot telah memenuhi syarat sediaan. Uji daya hambat suppositoria vagina ekstrak daun sirih hijau menggunakan metode Cylinder cup. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa suppositoria vagina ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 25%, 30% dan 35% memiliki daya hambat rata-rata sebesar 4,67 mm, 7,5 mm, dan 10,96 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa data Fhitung (121,59) > Ftabel (3,48) dan dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) yang menunjukkan bahwa ketiga konsentrasi suppositoria vagina berbeda nyata dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata Kunci: Daun Sirih Hijau, Suppositoria Vagina, Candida albicans ABSTRACT Piper betle leaf is a traditional medicine that has been used for overcome vaginal discharge. Green betel leaf extract made in the vaginal suppository.This research aims to find out the inhibition of vaginal suppository ofgreen betel leaf extract against Candida albicans. The type of this research is an experiment consisting of five treatments with three repetitions. This research was conducted by RAL method (Completely Randomized Design). Green betel leaf extractobtained from the results of maceration. The formulations made used a water soluble base of glycerinated gelatinwith extract concentrations of 25%, 30%, and 35%. Physical evaluation conducted organoleptic test, homogeneity test, and weight uniformity test have fulfilled the requirements of the preparation. The inhibition test of vaginal suppositoria of green betel leaf extract using Cylinder cup method. The results showed that vaginal suppository of green betel leaf extract at concentrations of 25%, 30% and 35% has an inhibition average of 4.67 mm, 7.5 mm, and 10.96 mm. The results of the ANOVA test showed that the Fcount (121,59)> Ftable (3.48) and BNT (Least Significant Differences) showed that the three concentrations of vaginal suppository differed significantly in inhibiting the growth of Candida albicans fungus. Keywords: Green Betel Leaves, Vaginal Suppository, Candida albicans
Identifikasi senyawa saponin ekstrak etil asetat gonad landak laut (diadema setosum l.) Dan efektivitas antihiperkolesterol terhadap mencit balb/c hiperkolesterolemia Karmilah .; Reymon .; Muhammad Azdar Setiawan; Evi Apriani Arifin; Musdalipah .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.857 KB)

Abstract

ABSTRAK Gonad landak laut merupakan bagian organ dalam landak laut (Diadema setosum L.) yang diketahuimengandung senyawa metabolit alkaloid, saponin, steroid, dan triterpenoid. Saponin diketahui memilikiefek sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya senyawa saponinpada ekstrak etil asetat gonad landak laut dan efektivitas sebagai antihiperkolesterol terhadap hewan ujimencit Balb/C yang mengalami hiperkolesterolemia. Identifikasi senyawa saponin menggunakan metodePre-experimental design dengan model one-shot case study yaitu uji reaksi warna dan uji KromatografiLapis Tipis (KLT). Uji efektivitas antihiperkolesterolemia menggunakan metode Pree and post test withcontrol group design yaitu semua mencit yang telah diukur kadar kolesterol awal (K0) dan kadar kolesterolsetelah pemberian MDTL dan PTU (K1), dikelompokan 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit (5 kali pengulangan). Semua kelompok diberi perlakuan ekstrak gonad landak laut dengan dosis 40mg/kg bb, 50 mg/kg bb, 60 mg/kg bb untuk kelompok 1, 2, dan 3, kelompok 4 diberi suspensi simvastatin10 mg/kg bb (K+), dan kelompok 5 diberi suspensi Na.CMC0.5 % (K-). Stelah 1 minggu perlakuan, diukurkadar kolesterol akhir (K2). Hasil identifikasi senyawa saponin menunjukan ekstrak gonad landak lautpositif terdeteksi senyawa saponin steroid. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaanyang signifikan antara ketiga kelompok perlakuan dengan nilai probabilitas rata-rata diatas 0,05 sehinggaefektivitas penurunan kadar kolesterol dimulai pada dosis 40 mg/Kgbb.. Kata kunci : Saponin, Gonat Landak Laut, Antihiperkolesterol
PERBEDAAN JENIS KELAMIN DAN USIA TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERURISEMIA Firdayanti .; Susanti .; Muhammad Azdar Setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.667 KB)

Abstract

ABSTRAKHiperurisemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar asam urat dalam tubuh meningkat, kadar asam urat yang meningkat dalam darah hingga melewati batas normal akan menimbulkanrasa sakit atau nyeri1. Etiologi dari artritis gout meliputi usia, jenis kelamin, riwayat medikasi, obesitas,konsumsi purin dan alkohol. Pria memiliki tingkat serum asam urat lebih tinggi daripada wanita, yangmeningkatkan resiko mereka terserang artritis gout. Perkembangan artritis gout sebelum usia 30 tahun lebihbanyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitikdengan rancangan penelitian cross-sectional study. Metode pengambilan sampel dilakukan secaraaccidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel. hasil penelitian perbedaan jenis kelamindan usia terhadap kadar asam urat menunjukkan bahwa hasil uji Chi-Square terhadap pemeriksaan asamurat dengan jenis kelamin menunjukkan hasil yaitu nilai probabilitas < 0,05 (nilai sig. 0,015) yang berartibahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kriteria jenis kelamin dengan hasil pemeriksaan asam urat,sedangkan hasil uji Chi-Square terhadap hasil pemeriksaan asam urat berdasarkan usia diperoleh hasil ujiyaitu nilai probabilitas > 0,05 (nilai sig. 0,522) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yangbermakna antara kriteria usia dengan hasil pemeriksaan asam urat. Kata kunci : jenis kelamin, usia, asam urat, hiperurisemia
PEMERIKSAAN ANTI STREPTOLISIN O (ASTO) SEBAGAI PENANDA INFEKSI Streptococcus ? hematoliticus DI RSUD KOTA KENDARI DAN RSUD BAHTERAMAS sri aprilianti; angriyani fusvita; azdar setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.283 KB)

Abstract

Tonsilitis merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang banyak ditemukan di Indonesia. Tonsilitis akut disebabkan oleh kuman grup A Streptococcus ? hemolyticus, Pneumococcus, Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. Anti Streptolisin O (ASTO) merupakan antibodi terhadap antigen streptolisin O yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus ß hemolyticus grup A. Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui antibodi terhadap streptolisin O yang di hasilkan oleh Streptococcus grup A. Penetapan kadar anti streptolisin O merupakan pemeriksaan utama untuk menentukan apakah sebelumnya pernah terinfeksi oleh Streptococcus ß hemolyticus grup A yang menyebabkan komplikasi penyakit post Streptococcus. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang menderita tonsilitis di RSUD Kota Kendari dan RSUD Bahteramas. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Accidental sampling. Pemeriksaan sampel dilakukan menggunakan metode lateks test berdasarkan aglutinasi antigen dan antibodi. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 sampel hasil pemeriksaan ASTO yang positif berjumlah 45 orang (75%) dan yang negatif sebanyak 15 orang (25%). Terdapat antigen yang dihasilkan Streptococcus ? hemolyticus terhadap pasien penderita tonsilitis berjumlah 45 orang sari 60 pasien tonsilitis. Kata Kunci : ASTO, Streptococcus ? hemolyticus, Tonsilitis
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK SEFOTAXIME DAN GENTAMISIN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musdalipah Musdalipah; Muh. Azdar Setiawan; Eria Santi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.179 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.104

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pengobatan pneumonia. Pneumonia pada balita membutuhkan terapi antibiotik yang tepat dan sesuai dengan risiko efek sampig yang minimal  serta biaya pelayanan kesehatan yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya antibiotik penderita pneumonia pada balita di RSUD Kab.Bombana tahun 2016. Metode penelitian ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Data diambil secara retrospektif yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Total biaya yang dihitug ialah biaya antibiotik, biaya rawat inap, biaya laboratorium dan biaya obat lain. Efektivitas terapi dilihat lamanya pasien dirawat dan dinyatakan sembuh. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan (persen) % outcome klinis pada kelompok sefotaxime dan gentamisin. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, gambaran total biaya antbiotik  cefotaxime sebesar Rp.3,000,000 dan gentamisin sebesar Rp.3,264,000. Efektivitas terapi penggunaan antibiotik cefotaxime sebesar 81,25%  sedangkan gentamisin sebesar 85,71%. Nilai  ACER cefotaxime sebesar 36,923 dan gentamisin sebesar 38,081. Berdasarkan nilai ACER, biaya pengobatan yang cost-effective ialah cefotaxime.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KERANG TAHU (Meretrix meretrix) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Yulianti Fauziah; Muhammad Azdar Setiawan; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.754 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.109

Abstract

Kerang tahu Pemanfaatannya tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tapi dapat digunakan sebagai pengobatan antara lain antikanker, antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, pengatur tekanan darah, pengatur kadar gula darah dan penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak kerang tahu (Meretrix meretrix) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Rangkaian percobaan adalah pengujian daya hambat dilakukan dengan menggunakan rancang eksperimen sederhana dengan 5 perlakuan dan 3 kali replikasi. Kerang tahu dibuat dalam bentuk ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak kerang tahu kemudian dibuat dalam seri konsentrasi 10%, 20% dan 30%, lalu dilakukan pengujian daya hambat dengan menggunakan metode paper disc diffusion.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kerang tahu pada konsentrasi 10% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat 2,023 mm, konsentrasi 20% rata-rata 2,3 mm dan konsentrasi 30%  rata-rata 4,02 mm. Hasil dari uji ANOVA pada taraf kepercayaaan 0,05 diperoleh nilai F hitung 62,8539) > F tabel (3,48) yang menunjukkan perbedaan yang signifikan dari keempat kelompok perlakuan.
Uji Daya Hambat Antibakteri Fungi Endofit Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Muhammad Azdar Setiawan; Musdalipah Musdalipah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v4i1.24

Abstract

Karies gigi atau dikenal dengan gigi berlubang merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi akibat bakteri S. mutans. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. mutans yang telah banyak diteliti adalah daun beluntas. Usaha untuk mengurangi eksploitasi alam adalah dengan mengisolasi jamur endofit pada bagian tanaman yang dapat memproduksi senyawa aktif. Jamur endofit merupakan jamur yang hidup pada sistem jaringan tanaman yang tidak menyebabkan gejala penyakit pada tanaman inangnya serta dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti antibakteri, antivirus, antifungi dan sebagainya. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui seberapa besar daya hambat jamur endofit daun beluntas terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Paper disk. Hasil penelitian diperoleh 2 isolat jamur endofit daun beluntas yaitu jamur endofit putih dan jamur endofit hitam. Jamur endofit putih menghasilkan zona hambat terhadap bakteri S. mutans rata-rata 10% = 1,15 mm, 20% = 1,51 mm, 30% = 2,55 mm, kontol positif sebesar 1,28 mm dan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Sedangkan jamur endofit hitam daun beluntas tidak memberikan zona hambat.
Uji Daya Hambat Antibakteri Fungi Endofit Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Muhammad Azdar Setiawan; Hasnawati Hasnawati; Sernita Sernita; Lisa Sulistia
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.04 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.3.1.90

Abstract

Endophytic fungi is fungi that lives within plant tissue and it is not harm to the plant it self. Endophytic fungi can produce a substance potencial to be antibacteria. This research aimed to test the antibacterial effect of endophytic fungi that has been isolated from lime skin Citrus auranti folia of Staphylococcus aureus. The methods that has been used to test antibacterial effect was paper disc method, done by gluing paper disc containing of endophytic fungi in agar combination media that has been smear with Staphylococcus aureus. The result of this researh is both endophytic fungi has effect as antibacterial against Staphylococcus aureus, but the type II of endophytic fungi has more effective and stronger antibacterial effect compare to endophytic fungi type I.