Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Asam Urat dengan Metode Poct pada Masyarakat di Dusun Usali Negeri Hatumete Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah Ramdhani M Natsir; Lidya Natalia Sarira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9816

Abstract

ABSTRAK Penyakit asam urat dapat menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan sehingga dapat menyebabkan kesulitan untuk berjalan. Nyeri asam urat akan berlangsung dengan cepat dalam beberapa jam. Meski begitu gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya dan harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat. Dengan adanya pemberian informasi tentang penyakit asam urat dan bagaimana pengobatan terhadap penyakit ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang penyakit asam urat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan melalui media leaflet dan pemeriksaan asam urat dengan metode Point of Care Testing (POCT). Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 95 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa pada laki-laki memiliki hasil pemeriksaan asam urat yang tidak normal lebih banyak daripada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki sangat beresiko terkena asam   urat. Kata Kunci: Penyuluhan, Asam Urat, POCT  ABSTRACT Gout can cause unbearable pain symptoms that can cause difficulty walking. Gout pain will progress quickly within a few hours. Even so, the symptoms of this disease can subside on their own and treatment must be continued to prevent the risk of recurrence with an increased level of symptoms. With the provision of information about gout and how to treat this disease, it is hoped that it can add to people's insight about gout so that it can improve people's quality of life. The purpose of this service activity is to increase public knowledge about gout. This activity was carried out in the form of counseling through leaflet media and uric acid examination using the Point of Care Testing (POCT) method. From the results of the pre-test and post-test conducted during counseling, it can be seen that there is an increase in knowledge in the three aspects that are measured after counseling is carried out. There was an average increase in knowledge after community activities as much as 95% of the total number of questionnaires. From the results of the medical examinations conducted, it was found that men had more abnormal uric acid test results than women. This shows that men are very at risk for gout. Keywords : Counseling, Gout, POCT
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat di Negeri Hatumete Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah Ramdhani M Natsir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12048

Abstract

ABSTRAK Deteksi dini faktor risiko penyakit menular adalah suatu tindakan proses mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi dan tidak dapat ditularkan dari orang ke orang lainnya. Beberapa contoh penyakit tidak menular termasuk penyakit diabestes, kolesterol dan dan asam urat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pemantauan faktor risiko melalui pemanfaatan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 96 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa pada perempuan memiliki hasil pemeriksaan yang tidak normal lebih banyak daripada laki-laki. Hal   ini   menunjukkan bahwa perempuan sangat beresiko terkena penyakit tidak menular. Kata Kunci: Faktor Risiko, Penyakit Tidak Menular, Pemeriksaan  ABSTRACT Early detection of infectious disease risk factors is a process of identifying factors that can increase a person's risk of contracting a non-communicable disease (NCD). Non-communicable diseases are diseases that are not caused by infection and cannot be transmitted from person to person. Some examples of non-communicable diseases include diabetes, cholesterol and gout. The aim of this service activity is to increase public awareness and knowledge in monitoring risk factors through the use of non-communicable disease (PTM) examinations. This activity is carried out in the form of counseling and health checks. From the results of the pre-test and post-test carried out during the counseling, it can be seen that there was an increase in knowledge in the three aspects measured after the counseling was carried out. There was an average increase in knowledge after community activities as much as 96% of the total number of questionnaires. From the results of the health examinations carried out, it was found that more women had abnormal examination results than men. This shows that women are very at risk of contracting non-communicable diseases. Keywords: Risk factors, Non-Communicable Diseases, Examination
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BALSEM DARI KOMBINASI MINYAK KAYU PUTIH DAN MINYAK ATSIRI KUNYIT Natsir, Ramdhani M; Wattiheluw, Muhammad Hasan; Aipassa, Frenky
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 1 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i1.2543

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki berbagai macam sumber daya alam utamanya tanaman obat yang punya manfaat untuk kesehatan seperti kayu putih dan kunyit. Pada tanaman ini ditemukan kandungan senyawa yang dimiliki adalah minyak atsiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses formulasi sediaan balsem dari kombinasi minyak kayu putih dan minyak atsiri kunyit dan apakah dapat menghasilkan mutu fisik balsem yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan berdasarkan evaluasi organoleptik, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Minyak kayu putih dan minyak atsiri kunyit dibuat sediaan balsem menjadi 5 formula dengan konsentrasi sediaan yang berbeda-masing. Masing-masing formula dilakukan pengamatan pada masing-masing uji dalam 3 siklus pengujian tiap minggu dan dilakukan evaluasi sediaan balsem antara lain pengamatan uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas. Pada uji daya lekat dan uji daya sebar dilakukan analisa statistik dengan metode One Way Anova Hasil penelitian: Dari hasil parameter evaluasi sediaan balsem antara lain uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH dan uji stabilitas yaitu sediaan balsem dengan konsentrasi 20 % merupakan sediaan yang paling baik karena yang paling memenuhi syarat uji sediaan balsem. Kesimpulan: Kombinasi minyak kayu putih dan minyak atsiri kunyit dapat diformulasikan sebagai sediaan balsem pada konsentrasi 20 % berdasarkan evaluasi sediaan balsem
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN HAND MOISTURIZER GEL DARI GANDARIA Natsir, Ramdhani M; Sarira, Lidya Natalia
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 2 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i2.2977

Abstract

Salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan khususnya di Indonesia bagian timur adalah buah gandaria. Buah gandaria yang terkandung selanjutnya dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk sediaan topikal yaitu hand moisturizer gel. Hand moisturizer gel adalah sediaan semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar terpenetrasi oleh suatu cairan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses formulasi sediaan hand moisturizer gel dari buah gandaria dan apakah dapat menghasilkan mutu fisik hand moisturizer gel yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan berdasarkan evaluasi uji organoleptik, uji homogenitas, uji iritasi, uji daya sebar, uji pH dan uji kelembaban. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Buah gandaria dibuat sediaan hand moisturizer gel menjadi 4 formula dengan konsentrasi sediaan yang berbeda-masing. Evaluasi sediaan hand moisturizer gel antara lain pengamatan uji organoleptik, uji homogenitas, uji iritasi, uji daya sebar, uji pH dan uji kelembaban. Pada uji iritasi dan uji daya sebar dilakukan analisa statistik dengan metode One Way Anova. Hasil penelitian: Dari hasil parameter evaluasi sediaan hand moisturizer gel adalah sediaan hand moisturizer gel dengan konsentrasi 20 % merupakan sediaan yang paling baik karena yang paling memenuhi syarat uji sediaan hand moisturizer gel. Kesimpulan : Buah gandaria dapat diformulasikan sebagai sediaan hand moisturizer gel. Sediaan hand moisturizer gel yang paling baik terdapat pada konsentrasi 20 % berdasarkan evaluasi sediaan hand moisturizer gel.
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON Natsir, Ramdhani M
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3034

Abstract

Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah  puskesmas rijali ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula). Hasil penelitian: Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp dengan menggunakan media  Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula) didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella Sp. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri Salmonella Sp.
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON Ramdhani M Natsir
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.448

Abstract

Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula). Hasil penelitian: Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp dengan menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula) didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella Sp. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri Salmonella Sp. Kata kunci : Diare, Feses, Salmonella sp.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Dusun Taeno Bawah Natsir, Ramdhani M; Aipassa, Frenky; Sarira, Lidya Natalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14993

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan gangguan pernapasan kronis, merupakan penyebab utama kematian global dan merupakan beban kesehatan yang signifikan. Faktor risiko PTM dapat dibagi menjadi dua kategori utama: faktor risiko perilaku dan faktor risiko biologis/genetik. Faktor risiko perilaku mencakup kebiasaan seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan konsumsi alkohol berlebihan. Di sisi lain, faktor risiko biologis/genetik melibatkan predisposisi genetik, riwayat keluarga, dan kondisi medis tertentu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pemantauan faktor risiko melalui pemanfaatan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 98 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa pada perempuan memiliki hasil pemeriksaan yang tidak normal lebih banyak daripada laki-laki. Hal   ini   menunjukkan bahwa perempuan sangat beresiko terkena penyakit tidak menular. Kata Kunci: Faktor Risiko, Penyakit Tidak Menular, Pemeriksaan  ABSTRACT Non-communicable diseases, such as heart disease, diabetes, cancer and chronic respiratory disorders, are the leading causes of death globally and represent a significant health burden. NCD risk factors can be divided into two main categories: behavioral risk factors and biological/genetic risk factors. Behavioral risk factors include habits such as smoking, lack of physical activity, unhealthy eating patterns, and excessive alcohol consumption. On the other hand, biological/genetic risk factors involve genetic predisposition, family history, and certain medical conditions. This activity is carried out in the form of counseling and health checks. From the results of the pre-test and post-test carried out during the counseling, it can be seen that there was an increase in knowledge in the three aspects measured after the counseling was carried out. There was an average increase in knowledge after community activities as much as 96% of the total number of questionnaires. From the results of the health examinations carried out, it was found that more women had abnormal examination results than men. This shows that women are very at risk of contracting non-communicable diseases. Keywords: Risk Factors, Non-Communicable Diseases, Examination
Studi Fenomenologi: Eksplorasi Penatalaksanaan Farmakologi Dan Non Farmakologi Pada Pasien Hipertensi Di Desa Waiheru Kec. Baguala Kota Ambon Aziza, Wahyuni Aziza; Rizal, Rizal; Natsir, Ramdhani M.; Collein, Irsanty
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v15i2.585

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu kondisi yang akan menimbulkan gangguan pada banyak organ tubuh manusia. Penatalaksanaan Hipertensi secara fisik diberikan secara farmakologis dan nonfarmakologis, namun belum ada model yang tepat yang dapat digunakan oleh pasien hipertensi untuk mengatasi hipertensinya, sehingga peneliti ingin membuat suatu model penatalaksanaan hipertensi yang tepat dengan menggabungkan berbagai unsur terapi. Pembuatan model ini akan diawali oleh peneliti dengan eksplorasi kualitatif terhadap pengalaman pasien dalam penatalaksanaan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pasien terhadap Penatalaksanaan Farmakologis dan Non-Farmakologis Pasien Hipertensi di Kelurahan Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman pasien hipertensi tentang penatalaksanaan yang dijalaninya secara mendalam. Metode analisis data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian ditemukan 5 tema sebagai berikut: 1) Penguat terapi farmakologis, 2) Upaya mempertahankan kestabilan tekanan darah, 3) Dukungan keluarga, 4) Obat mengurangi gelaja Hipertensi, 5) Kebutuhan psikososial terpenuhi. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas lokasi penelitian dengan metode penelitian kuantitatif
Gambaran Kadar Kreatinin Pada Pasien Skizofrenia Dengan Terapi Obat Antipsikotik M Natsir, Ramdhani; Dolly Metekohy, Novelya
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 2 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss2.1201

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit psikiatrik yang menunjukan sindrom heterogen bersifat kronis seperti pikiran aneh dan tidak teratur, delusi, halusinasi, dan kegagalan fungsi psikososial. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan berpikir, mempengaruhi bahasa, persepsi, dan rasa kesadaran diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar kreatinin pada pasien skizofrenia   yang   mendapat terapi obat antipsikotik. Jenis penelitian adalah deskriptif yang ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode Jaffe Reaction. Jumlah sampel yang digunakan 14 sampel pasien gangguan jiwa skizofrenia dengan menggunakan teknik Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemeriksaan kadar kreatinin pada 14 sampel didapatkan hasil 12 sampel (85%) normal dan 2 sampel (15%) tidak normal. Hasil penelitian pemeriksaan kadar Kreatinin pada 14 sampel didapatkan hasil normal (85%) dan tidak normal (15%).
Gambaran Protein Urine Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Terapi Metformin M Natsir, Ramdhani; Anisyah Widiyanti Rajo; Aipassa, Frenky
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 2 No. 4 (2024): November
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v2i4.963

Abstract

Abstrak. Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah), yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Di RSKD Provinsi Maluku metode pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya protein urine pada penderita diabetes melitus tipe-2 dengan terap metformin adalah menggunakan pemeriksaan protein urine dengan sampel urine pagi. Tujuan: Untuk mengetahui penggunaan terapi metformin pada penderita diabetes melitus tipe-2 dan untuk mengetahui protein urine pada penderita diabetes melitus tipe-2 dengan terapi metformin. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif yang ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode automatic. Jumlah sampel yang digunakan 12 sampel pasien diabetes melitus tipe-2 yang menggunakan terapi metformin dengan menggunakan metode sampling insidental. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa seluruh sampel urine pasien diabetes melitus tipe-2 yang menggunakan terapi metformin di RSKD Provinsi Maluku hasilnya negatif sebanyak 10 sampel dengan presentase (80%) dan positif (++) sebanyak 2 sampel dengan presentase (20%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebanyak 12 sampel Urine pasien diabetes melitus tipe-2 yang menggunakan terapi metformin dengan hasil Negatif (80%) dan Positif (20%), menunjukkan bahwa adanya gangguan pada fungsi ginjal.