Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

GAMBARAN KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN TERAPI OBAT ANTIPSIKOTIK M Natsir, Ramdhani; Yoseph, Vina; Aipassa, Frenky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35812

Abstract

Skizofrenia dikenal sebagai suatu kondisi kerusakan mental kronis. Sindrom ini biasanya akan timbul pada masa remaja akhir dan dewasa muda. Provinsi Maluku dengan prevalensi anggota rumah tangga yang mengidap gangguan jiwa skizofrenia sebanyak 3,90 per-mil. Penyakit ini dapat bersifat kronis sehingga membutuhkan pengobatan serta perawatan dalam waktu cukup lama atau sepanjang hidup, salah satu terapi yang dapat diberikan yaitu pemberian antipsikotik, efek samping pemberian obat dapat menyebabkan cedera hati akibat obat oleh proses metabolismenya dan meningkatkan kadar SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan kadar SGOT pasien gangguan jiwa skizofrenia pada penggunaan terapi obat antipsikotik di RSKD Provinsi Maluku. Jenis penelitian ini adalah deskriptif melalui desain observasi laboratorik dengan menggunakan metode Automatic analyzer. Populasi skizofrenia sebanyak 197 dan subyek penelitian 13 sampel dengan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis dengan pendekatan analisis deskriptif. Pemeriksaan kadar SGOT pada 13 sampel didapatkan hasil kadar SGOT normal pada semua sampel (100%). Hasil penelitian pemeriksaan kadar SGOT pada ke 13 sampel didapatkan hasil normal (100%), tidak ada yang mengalami peningkatan kadar SGOT.
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT PROVINSI MALUKU Aipassa, Frenky; Waas, Agnesia Filsa; M Natsir, Ramdhani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36496

Abstract

Tuberkulosis penyebab kematian kedua akibat penyakit menular. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis ini menular langsung melalui droplet orang yang terinfeksi bakteri tuberkulosis. Pengobatan tuberkulosis merupakan strategi utama  pengendalian tuberkulosis karena dapat mengurangi bahkan memutus rantai penularan. Pengobatan tuberkulosis dilakukan dengan menggunakan obat anti tuberkulosis. Tuberkulosis dapat menyebabkan banyak masalah termasuk anemia. Selama pengobatan pasien di pantau dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium termasuk pemeriksaan hematologi yang meliputi pemeriksaan hemoglobin yang bertujuan untuk membantu mendiagnosis anemia. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui kadar hemoglobin pada pasien tuberkulosis dengan terapi obat anti tuberkulosis di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Provinsi Maluku. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode non cyanmethemoglobin untuk melihat kadar hemoglobin pada pasien tuberkulosis dengan terapi obat anti tuberkulosis di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Provinsi Maluku. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini adalah Pemeriksaan kadar hemoglobin pada 10 sampel didapatkan hasil 8 sampel (80%) normal dan 2 sampel (20%) tidak normal. Kesimpulan penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan kadar hemoglobin pada 10 sampel, 8 sampel mendominasi kadar hemoglobin normal dan 2 sampel dengan kadar hemoglobin tidak normal.
Prediction of pulmonary tuberculosis incidence based on epidemiological triad as a preventive measure Sutriyawan, Agung; Anri, Anri; Imbar, Andri W. J.; Natsir, Ramdhani M.; Pangeran, Paryany; Akbar, Hairil
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.22792

Abstract

The decline in the incidence of tuberculosis to date still looks very slow, although some efforts have been made to improve case identification and treatment adherence. This study aimed to assess the factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis. The research design for this study was observational analytical with a cross-sectional design. A total of 830 people suspected of tuberculosis, aged over 15 years, and not drug-resistant were selected by simple random sampling. Overall, 59.9% of people are infected with pulmonary tuberculosis. There was a significant association between age (p=0.002) (OR=1.69; 95% CI: 1.22, 2.35), smoking behavior (p=0.000) (OR=2.3; 95% CI: 1.67, 3.30), temperature (p=0.000) (OR=4.2; 95% CI: 2.84, 6.47), humidity (p=0.000) (OR=6.7; 95% CI: 4.69, 9.77), lighting (p=0.000) (OR=4.174; 95% CI: 2.94, 5.92) and incidence of pulmonary tuberculosis. The study showed that tuberculosis was more common among productive age and smokers living in homes with unqualified temperature, humidity, and lighting. Room humidity is the most associated factor with the incidence of pulmonary tuberculosis. Therefore, education on the importance of paying attention to the physical environment of the house to avoid pulmonary tuberculosis is highly recommended.
Profil C-Reactive Protein Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Waihaong Kota Ambon Aipassa, Frenky; Sarira, Lidya Natalia; Kolengsusu, Eka Maria; M Natsir, Ramdhani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1846

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberkulosis pada paru-paru. Penyakit TB paru juga merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia dan penyebab utama kematian diatas HIV/AIDS. Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya inflamasi. Pemeriksaan penanda inflamasi dalam penelitian ini menggunakan pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pemeriksaan CRP dalam serum pasien TB paru di Puskesmas Waihaong Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang didukung dengan pemeriksaan laboratorium Puskesmas Waihaong Kota Ambon. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden dengan teknik total sampling. Kesimpulan bahwa dari 12 pasien TB paru yang diperiksa dengan metode aglutinasi lateks, 3 responden (25%) menunjukkan hasil CRP positif dan 9 responden (75%) negatif. Pemeriksaan CRP dapat dipertimbangkan sebagai indikator tambahan dalam pemantauan inflamasi dan respons terapi pada pasien TB paru, terutama di fasilitas kesehatan primer.
Korelasi Albumin dengan Derajat Hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Ina Kaka Ambon Aipassa, Frenky; Natsir, Ramdhani M; Prasetyawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.144

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita para lansia. Albuminuria adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya albumin (yang merupakan protein darah) dalam urin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi albumin dengan derajat hipertensi. Metode: Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan pristiwa - pristiwa urgen yang terjadi pada masa kini dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien hipertensi di Panti Tresna Werdha Ina Kaka Ambon. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling accidental yaitu teknik pengambilan responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Hasil: Hipertensi berdasarkan kelompok derajat hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat dua dan hipertensi derajat tiga yang masing-masing berjumlah 7 orang (35 %) sedangkan hipertensi derajat satu berjumlah 6 orang (30 %). Karakteristik kadar albuminuria terbanyak adalah kadar 100 mg/dl berjumlah 11 orang (55 %), dan yang lainnya yaitu kadar 50 mg/dl berjumlah 6 orang (30 %) dan kadar 20 mg/dl berjumlah 3 orang (15 %). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara albuminuria dengan derajat hipertensi pada pasien lansia sehingga semakin tinggi derajat hipertensi maka semakin tinggi kadar albuminuria dengan hasil perhitungan didapatkan nilai signifikasi 0,037 (p < 0,05) pada uji chi-square.
Peran Pemeriksaan Anti-Tb Dalam Upaya Deteksi Dini Tuberkulosis pada Masyarakat Dusun Taeno Bawah Natsir, Ramdhani M; Aipassa, Frenky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17622

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di banyak negara termasuk Indonesia. Deteksi dini merupakan kunci dalam pengendalian TB karena penyakit ini seringkali berkembang tanpa gejala jelas. Pemeriksaan anti-TB, seperti tes imunokromatografi, berperan penting dalam identifikasi kasus pada tahap awal dan pengawasan populasi berisiko tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pemantauan faktor risiko melalui pemanfaatan pemeriksaan penyakit tuberkulosis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 97 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa semua hasil pemeriksaan anti-TB menunjukkan hasil negatif. Hasil pemeriksaan anti-TB yang negatif menunjukkan bahwa tidak ditemukan infeksi aktif atau laten Mycobacterium tuberculosis pada masyarakat yang diuji. Kata Kunci: Faktor risiko, Tuberkulosis, Pemeriksaan ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a significant global health issue, with high prevalence in many countries, including Indonesia. Early detection is key in controlling TB, as the disease often progresses without clear symptoms. Anti-TB testing, such as immunochromatographic tests, plays a crucial role in identifying cases at an early stage and monitoring high-risk populations. The goal of this community service activity is to raise awareness and knowledge among the public regarding risk factor monitoring through the use of TB disease testing. This activity was conducted in the form of health education and screenings. Results from pre-tests and post-tests conducted during the education sessions indicated an increase in knowledge across the three measured aspects after the intervention. There was an average knowledge increase of 97% from the total number of questionnaires. The health screening results showed that all anti-TB tests were negative. The negative results indicate that no active or latent Mycobacterium tuberculosis infection was found among the tested community members. Keywords: Risk factors, Tuberculosis, Examination
IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella Sp. PADA FESES ANAK DI PUSKESMAS RIJALI AMBON Natsir, Ramdhani M
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.448

Abstract

Penyakit diare adalah salah satu masalah kesehatan penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang khususnya di Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella Sp pada feses anak. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian untuk pengambilan sampel adalah Puskesmas Rijali Ambon dan lokasi untuk pemeriksaan sampel adalah balai laboratorium kesehatan provinsi Maluku. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp digunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula). Hasil penelitian: Dari hasil pemeriksaan kultur dan identifikasi Salmonella Sp dengan menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), media Salmonella Shigella Agar (SSA) dan dilanjutkan dengan uji biokimia (media gula-gula) didapatkan hasil yaitu 5 sampel feses dinyatakan positif ditemukan bakteri Salmonella Sp. Kesimpulan: Dari hasil penelitian pada feses anak di puskesmas rijali ambon ditemukan 5 sampel feses terdapat bakteri Salmonella Sp. Kata kunci : Diare, Feses, Salmonella sp.