Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

KARAKTERISTIK PASIEN MENINGGAL AKIBAT CORONA VIRUS DISEASE DI RSUD KOJA Nurasiyah; Daniel Happy Putra; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.901 KB)

Abstract

Corona Virus Disease merupakan jenis virus yang dapat mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan atas (ISPA), yang menimbulkan gejala ringan hingga berat. Virus COVID-19 dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius misalnya pneumonia. Tanggal 2 Maret 2020 pertama kali kasus COVID-19 dilaporkan di Indonesia. Virus COVID-19 dengan cepat menyebar dan meningkat pesat di Indonesia dengan peningkatan jumlah yang terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pasien meninggal akibat Coronavirus Disease (COVID-19) di RSUD Koja. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien meninggal akibat COVID-19 bulan Juli 2020 sampai dengan Desember 2020. Dari hasil pengambilan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 81 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi COVID-19 tertinggi terjadi pada kelompok usia ≥ 60 tahun dengan jumlah 44 %, berjenis kelamin laki-laki 61%, penyakit gagal ginjal 51%, diabetes mellitus 35%, Congestive heart failure 19%, hipertensi 16%. Kesimpulan: Sebagian besar karakteristik pasien meninggal karena kasus COVID-19 paling tinggi usia ≥ 60 tahun, laki-laki, riwayat komorbid chronic kidney disease (CKD), diabetes mellitus, penyakit kardiovaskular
TINJAUAN KETEPATAN KODEFIKASI DIAGNOSA UTAMA RAWAT INAP KASUS DIABETES MELLITUS DI RSUD KOJA Hari Rinaldi; Deasy Rosmala Dewi; Nanda Aula Rumana; Muniroh Muniroh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.449 KB)

Abstract

Coding officers must understand their roles and duties in generating accurate codes for reporting data in order to produce useful information. The coding of the diagnosis must be correct, because if it is not correct it will affect the management of clinical data, billing costs, and other matters related to health care care. Based on this, the researchers conducted a study on the accuracy of the diagnosis code at Koja Hospital by taking cases of Diabetes Mellitus inpatients in 2020. The purpose of this study was to get an overview of the accuracy of coding the diagnosis of Diabetes Mellitus cases in 2020 and identify the SOP for Code Giving at Koja Hospital. The research started from October - December 2020. The research method is a descriptive method. Researchers took 60 samples obtained using the Slovin formula. From a total of 60 samples studied, there are 51 (85%) medical record documents that are correct in coding and there are 9 (15%) medical record documents that are not correct in coding. It can be concluded that the coding of the diagnosis of Diabetes Mellitus in Koja Hospital is high. However, there are still some errors in coding. The main factor that becomes an obstacle is the communication factor of the medical record officer in the coding section with the nurse or doctor. It is better for the coding officer to establish more communication if there is a diagnosis that is not understood.
GAMBARAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR MANAJEMEN MUTU DAN RISIKO RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) Hardi Arissaputra; Puteri Fannya; Deasy Rosmala Dewi; Daniel Happy Putra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.816 KB)

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat untuk mendapatkan kesehatan dan keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua petugas rumah sakit, karena dengan mengutamakan keselamatan pada pasien itu dapat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas rumah sakit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan patient safety di RS berdasarkan 6 sasaran keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Hasil penelitian ini berdasarkan tinjauan literature review terhadap 6 jurnal yang membahas tentang pelaksanaan patient safety berdasarkan 6 sasaran keselamatan pasien didapati persentase tertinggi sebesar 100% dan terendah 50% pada sasaran 1. Untuk sasaran ke-2 didapati persentase tertinggi 100% dan terendah 56.1%. Untuk sasaran ke-3 didapati persentase tertinggi 100% dan terendah 36.8%. Untuk sasaran ke-4 didapati persentase tertinggi 100% dan yang terendah 59.8%. Untuk sasaran ke-5 didapati persentase tertinggi 89.7% dan terendah 50.5%. Untuk sasaran ke-6 didapati persentase tertinggi 100% dan terendah 61.7%. Disarankan agar stok gelang selalu tersedia, selanjutnya selalu konfirmasi kembali saat menerima perintah dari dokter, disarankan juga agar selalu memberikan tanda pada jenis obat tertentu dan untuk tenaga kesehatan agar tidak melakukan hal yang dapat berisiko bagi kesehatan pasien.
TINJAUAN RASIO RUJUKAN NON SPESIALISTIK PESERTA BPJS DI PUSKESMAS KELURAHAN PONDOK BAMBU PERIODE 2021 Ahmad Ripki; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi; Nanda Aula Rumana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.213 KB)

Abstract

Health Service Facility is a place used to organize health service efforts, whether promotive, preventive, curative or rehabilitative carried out by the government, local government and/or the community. BPJS participants must get a referral first if they want to get services at the destination hospital. Previously, the references used were tiered. BPJS participants must get a referral from the first level of service to get services at the second level and so on. The referral system is organized with the aim of providing quality, effective and efficient health services, so that the goals of health services are achieved without using expensive costs. The author's research method is descriptive quantitative. This study was used to describe the ratio of non-specialist referrals at the Pondok Bamboo Public Health Center with a population of all patients who came for treatment at the Pondok Bamboo Public Health Center in April - June 2021 as many as 2265 patients with a total sample of 99 patients. The results of the study found that the SOP for non-specialist referrals did not exist, so far the SOP for non-specialist referrals refers to the SOP for referrals in general. The average ratio of non-specialist referrals in the village health center of Pondok Bamboo village is 13.6%. The variables that affect the ratio are inadequate infrastructure, limited medicines and medical equipment. The most referred non-specialist diseases were Essential (primary) hypertension (I10) with 13 referrals and the least referred diseases were Seborrhoeic dermatitis, unspecified (L21.9) as many as one referral.
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANANDA BEKASI Endang Palupi Ningsih; Siswati Siswati; Noor Yulia; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang penyimpanan rekam medis tekadang menjadi suatu hal yang terabaikan. Banyak unit rekam medis yang kurang memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana ruang penyimpanan rekam medis. Bila kita perhatikan masih banyak unit rekam medis yang memiliki ruang penyimpanan terbatas. Hal ini disebabkan karena kelengkapan ruang yang kurang memadai sehingga menyebabkan ruangan kurang nyaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jumlah rak rekam medis dan luas ruang penyimpanan untuk 5 tahun mendatang. Jenis penelitian ini dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah rak penyimpanan rekam medis yang ada di Rumah Sakit Ananda Bekasi saat ini berjumlah 22 rak dan memiliki luas ruangan 49,31m2. Sebaiknya rekam medis inaktif dialih media, dengan melakukan scanner lembar rekam medis yang penting-penting seperti resume medis, persetujuan operasi, laporan operasi, bukti bayi baru lahir dan lain-lain. Agar rak rekam medis inaktif bisa digunakan untuk penyimpanan rekam medis aktif
TINJAUAN KETEPATAN SUSUNAN PERAKITAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CITRA HARAPAN BEKASI Febriyan Awi Pasa; Wiwik Viatiningsih; Noor Yulia; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perakitan merupakan kegiatan merakit, menyusun dan menyimpan formulir rekam medis ke sampul dengan tertata rapih baik dari segi kuantitias maupun segi kualitas, sebelum diletakkan kembali pada rak penyimpanan. Perakitan berfungsi untuk merapikan dan menyusun formulir-formulir sesuai dengan urutan. Tujuan penelitian mengetahui gambaran ketepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis secara kuantitatif dengan sampel 69 rekam medis rawat inap. Hasil penelitian menunjukan Standar Prosedur Operasional perakitan rekam medis dirumah Sakit Citra Harapan sudah ada, dimana SPO perakitan rekam medis rawat inp dengan nomor SK Dir. Nomor : 007/RSCH/SK/DIR/2017 SPO diterbitkan pada tanggal 01 Agustus 2017 didapatkan ketepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap sesuai dengan ketepatan susunan Standar Prosedur Operasional oleh petugas sebanyak 45 rekam medis (65,21%) dan jumlah yang tidak sesuai dengan ketepatan susunan Standar Prosedur Operasional berjumlah 24 rekam medis (34,78%). Berdasarkan faktor 5M (Man, Money, Machine, Method, Material) di dapatkan Faktor Man yaitu ketidaktepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap karena kurang telitinya petugas dalam melakukan perakitan, beban kerja petugas perakitan yang berlebihan, kurangnya SDM dengan latar pendidikan RMIK, kurangnya pelatihan untuk petugas perakitan rekam medis, prasarana yang kurang memadahi untuk petugas dalam perakitan rekam medis sehingga menyebabkan proses perakitan rekam medis tidak terstruktur dengan baik. Saran, revisi SPO perakitan rekam medis, Perlu dibuat laporan evaluasi setiap akhir bulan, Tingkatkan kemampuan petugas diberikan pelatihan perakitan rekam medis dan mengikuti kegiatan seminar rekam medis.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SANGGAU KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN HOT – FIT MODEL Cindi Trisa Olivia; Daniel Happy Putra; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5055

Abstract

Evaluasi adalah suatu kegiatan atau aktivtias mengumpulkan informasi mengenai kinerja sesuatu (metode, manusia, peralatan). Evaluasi terhadap SIMRS di rumah sakit harus dilakukan karena menilai, mengukur, memperbaiki atau menyempurnakan sistem informasi manajemen rumah sakit untuk menemukan masalah-masalah yang sedang dihadapi pengguna dan organisasi. HOT – Fit salah satu kerangka teori yang dapat digunakan sebagai model evaluasi pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi penerapan SIMRS di RSUD M Th Djaman Sanggau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif mengungakan kerangka HOT-Fit, melalui survei dan melakukan penyebaran kuisioner pada 25 jumlah populasi sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Human 16 (64%) responden baik dan 9 (36%) responden tidak baik, pada variabel Organization 14 (56%) responden baik dan 11 (44%) responden tidak baik dan pada variabel Technogy 15 (60%) responden baik dan 10 (40%) responden tidak baik.
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN RINGKASAN PULANG REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU ADHYAKSA Fauzan Habibilah; Lily Widjaja; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5228

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Unit kerja rekam medis besar perananya dalam kegiatan – kegiatan rumah sakit yaitu, dengan melayani dengan cepat, tepat waktu, lengkap dan kapan saja terhadap permintaan – permintaan catatan medis yang diperlukan. Resume Medis adalah informasi yang terdapat dalam ringkasan riwayat keluar semua pasien selama perawatan dan pengobatan pasien yang telah diusahakan oleh tenaga kesehatan dan pihak terkait, lembar ini harus ditandatangani oleh dokter yang merawat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SOP, menentukan persentase kelengkapan ringkasan pulang dan mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan ringkasan pulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil Rekapitulasi kelengkapan pengisian ringkasan pulang rawat inap secara analisis kuantitatif terhadap 77 Rekam Medis didapatkan hasil tertinggi pada komponen identifikasi pasien yaitu 100%. Pada komponen laporan yang penting didapatkan hasil tertinggi 99% pada sub komponen tanggal masuk dan keluar dan ringkasan riwayat penyakit dan untuk kelengkapan terendah pada sub komponen penunjang lain yaitu 52%. Pada komponen autentifikasi penulis didapatkan hasil tertinggi pada sub komponen tanda tangan dokter yaitu 92% dan untuk hasil terendah pada sub komponen nama dokter yaitu 82%.
TINJAUAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AISYIYAH BOJONEGORO TAHUN 2021 Windiana Mega Sukmawati; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya; Daniel Happy Putra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5251

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Kelengkapan rekam medis adalah kajian atau telaah isi rekam medis berkaitan dengan pendokumentasian, pelayanan dan atau menilai kelengkapan rekam medis. Analisis kelengkapan adalah suatu review area tertentu catatan medis untuk mengidentifikasikan defisiensi spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro dengan sampel 110 rekam medis. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis kuantitatif diperoleh rata-rata kelengkapan 63%, kelengkapan tertinggi yaitu pada komponen identifikasi pasien sebesar 83,6% dan kelengkapan terendah yaitu pada komponen komponen terendah yaitu catatan yang baik sebesar 32,6%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengisian rekam medis di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro belum lengkap. Hal ini dikarenakan belum adanya SPO yang mengatur tentang pengisian dan analisis kelengkapan rekam medis di rumah sakit tersebut.
TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA ALIH MEDIA REKAM MEDIS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH JAKARTA Almahshunatul Hanifah; Noor Yulia; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5475

Abstract

Alih media rekam medis merupakan proses pemindahan rekam medis inaktif berbasis kertas ke dalam bentuk file (micro film, file dalam hard disk, file dalam compact disc) dengan tujuan agar lebih efisien. Metode ABK-Kes adalah suatu metode perhitungan kebutuhan SDMK berdasarkan pada beban kerja. Penelitian ini mengenai Tinjauan Kebutuhan Tenaga Alih Media Rekam Medis di RSIJ Cempaka Putih Jakarta menggunakan metode ABK-Kes. Tujuan penelitian menghitung kebutuhan tenaga alih media rekam medis. Penelitian menggunakan metode ABK-Kes. Dengan sampel yang berjumlah 100 berkas rekam medis yang telah dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian Standar Prosedur Operasional (SPO) Alih Media masih mengacu kepada SPO Retensi, karena SPO pada bagian Alih Media belum tersedia. Jam kerja petugas dari pukul 07.30-16.30 WIB atau setara dengan 40 jam/minggu. Sementara hasil perhitungan standar beban kerja petugas yaitu 662.840. Faktor Tugas Penunjang sebesar 2,34% dan Standar Tugas Penunjang sebesar 1,02. Hasil kesimpulan Rekapitulasi SDMK Alih Media Rekam Medis yang dibutuhkan berjumlah 6 orang sedangkan saat ini petugas hanya 1 orang. Saran sebaiknya ada penambahan SDM alih media sebanyak 5 orang dengan kriteria minimal lulusan D3 Perekam Medis dan Informasi kesehatan sesuai kompetensinya.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adham, Yunan Adijaya, Nuryansyah Adil Hidayat Ahmad Hikmi Aldio Ahmad Ripki Al Faqih, M. Rolan Tiro Aldio, Ahmad Hikmi Almahshunatul Hanifah Alumni STIKES Husada Borneo Anastasyannisa Ramadhanty Angela Marsiana Siki Angelina, Noviana Dian Anggraini, Adelia Ani Kipatul Hidayah Anisa Anisa Anisa Batunnajariah Anisa Nur Safitri Anjar Retno Astrini Ardianti, Tita Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Bahlani Bayu Fajar Ilhami Budiana Gustiara Carono Cindi Trisa Olivia Daniel Happy Putra Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Deta Nurfena Nurfena Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dianty, Gebbrien Anggia Dinda Melani Safitri Dion Angger Priyatama Diva Angelita Dwijayanti, Risma Mei Edi Kurnianto Elina Intan Apzari Endang Palupi Ningsih Fannya, Puteri Fatimah, Dwiyani Nur Fatkhurohman, Mohammad Fajri Fatkur Ridho Fatkur Ridho Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Febri Irawan Febriyan Awi Pasa Feni Fajriani Fingky Rizki Wulandari Fitria Atmojowati Gina Sonia Gussa Azizah Hardi Arissaputra Hari Rinaldi Ilham Abdurohman Ilhami, Bayu Fajar Iman Harapan Jaya Zalukhu Indawati, Laela Indrawati, Laela Intan Novarinda Iqbal, Muhammad Fuad Kirani, Niken Leni Karunia Septiani Liani, Emilia Karin Dwi Mariyam, Mutia Mekhtildis Suryati Muammar Dzachwani Muammar Dzachwani Muhamad Al Imran Rangga Putra Munazhifah Munazhifah Muniroh Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nabila Raihani Nabila Zahara Ramadan Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nanda Rumana Navry Nanda Aprilian Noviana Dian Angelina Nur Fadilah Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurhaliza Putrikama Nurkholifa, Eza Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Paryati Paryati Purwoko, Agus Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Dwi Tania Putri, Nur Ratri Annisa Putri, Sisilia Raru, Amida Morina Ratna Auliyana Retno Juwita Rianta Sari Gultom Rosa Patricia Safitri, Dinda Melani Salsabella, Pradita Sansy Dua Lestari Selvi Damayanti Silfa Haniasti Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siva Maulia Fauziah Sri Kholifatun STIKES Husada Borneo Suprobowati Suprobowati Suryati, Mekhtildis Susilawati, Susilawati Sutarto, Mutia Syafitri, Umi Syifa Erintan Temesvari, Nauri Anggita Umi Syafitri Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wahyudi Prasetyo Wantika, Chinta Fourdy Widjaja, Liliy Widjaja, Lily Willy Haposan Winda Indri Anggraeni Windiana Mega Sukmawati Wini Wini Yeni Safitri Yulia, Noor