Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Tenaga Kerja Di PT.PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa Mila Delfia Patinti; Deviana Pratiwi Munthe; Richard Andreas Palilingan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1075

Abstract

Patinti, Mila Delfia.Deviana Pratiwi Munthe, Richard Andreas Palilingan, 2026. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Tenaga Kerja di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado. Alat Pelindung Diri (APD) merupakan perlengkapan yang dirancang untuk melindungi pekerja dari berbagai potensi bahaya di tempat kerja. APD berfungsi sebagai perlindungan terakhir (last line of defense) setelah upaya pengendalian bahaya lainnya dilakukan, seperti rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan pengendalian lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada tenaga kerja di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa–Tomohon. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (54,5%), sikap positif (50%), dan patuh menggunakan APD (54,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD (p-value = 0,001) serta hubungan signifikan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD (p-value = 0,001). Kesimpulan dari Penelitian ini yaitu bahwa pengetahuan dan sikap pekerja berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kerja di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa-Tomohon.
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Koya Juniman Zai; Deviana Pratiwi Munthe; Jilly Toar; Vera Tombokan; Christian Bertom Pajung; Beatrix Jetje Podung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1307

Abstract

Zai, Juniman. Deviana Pratiwi Munthe, Jilly Toar, Vera Tombokan, Christian Bertom Pajung,Beatrix Jetje Podung, 2026. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan diPuskesmas Koya. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaandan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado.Motivasi Kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatandalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja yang baik akan meningkatkanmutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiHubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Koya. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah35 responden dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik sampling. Pengumpulandata dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square dengan tingkat singnifikansi  = 0,05. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar responden memilki motivasi kerja dalam kategori baikpada masing-masing indikator, yaitu prestasi (54,3%), supervisi (51,4%), sedangkan gaji(54,3%), kondisi kerja (65,7%) berada pada kategori cukup. Sebagian besar tenaga kesehatanjuga memiliki kinerja dalam kategori baik (51,4%), sedangkan kategori cukup (48,6%). Hasilanalisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerjadengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya. Seluruh indikator motivasi kerja yangmeliputi prestasi (p-value = 0,004), gaji (p-value = 0,003), supervisi (p-value = 0,000),kondisi kerja (p-value =0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenagakesehatan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikanantara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Koya.
Hubungan Beban Kerja, Masa Kerja Dan Durasi Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT Royal Coconut Tahun 2026 Frensy Claudia Legi; Deviana Pratiwi Munthe; Fuad H. Sudasman; Agustinus Butarbutar; Anita C Tengker; Theo W.E Mautang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1404

Abstract

Legi, Frensy Claudia. Deviana Pratiwi Munthe, Fuad H. Sudasman, Agustinus Butarbutar,Anita C Tengker, Theo W.E. Mautang, 2026. Hubungan Beban Kerja, Masa Kerja Dan DurasiKerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan di PT Royal Coconut. Program Studi IlmuKesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, UniversitasNegeri Manado.Beban kerja, masa kerja, dan durasi kerja diduga berhubungan dengan kelelahan kerja padakaryawan bagian produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan beban kerja, masakerja, dan durasi kerja terhadap kelelahan kerja pada karyawan PT Royal Coconut Tahun2026. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasiadalah 50 karyawan bagian produksi dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Beban Kerja Sederhana, kuesionerIndustrial Fatigue Research Committee (IFRC), dan kuesioner karakteristik responden,kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman Rank(α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan beban kerja didominasi kategori berat (42,0%),masa kerja terbagi merata antara baru dan lama (masing-masing 50,0%), dan 78,0% karyawanbekerja melebihi delapan jam per hari (rata-rata 9,70 jam). Sebanyak 98,0% respondenmengalami kelelahan kerja: ringan (52,0%), sedang (38,0%), berat (8,0%). Analisis bivariatmenunjukkan hubungan signifikan dan sangat kuat antara beban kerja (rs=0,868; p<0,001),masa kerja (rs=0,880; p<0,001), dan durasi kerja (rs=0,817; p<0,001) dengan kelelahan kerja.Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara ketiga variabelindependen dengan kelelahan kerja pada karyawan PT Royal Coconut Tahun 2026, denganmasa kerja sebagai variabel berkorelasi paling kuat.
Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Berobat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bua Tallulolo Toraja Utara Nehemia Pipi; Deviana Pratiwi Munthe; Agustinus Robin Butarbutar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.954

Abstract

x