Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyebab dan Perbaikan Vibrasi Pada Fin Fan Blower F1-Ek-9-D1 Milik PT. Badak LNG Bontang Yano Hurung Anoi; Ahmad Yani; Bayu Asmoro Seto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.099 KB) | DOI: 10.24127/trb.v8i1.920

Abstract

Fin Fan Cooler merupakan salah satu komponen utama dalam Unit Purifikasi karena fungsinya untuk mendinginkan lean amine sebelum diumpankan menuju menara absorber. Fin Fan Cooler selalu dipantau secara rutin, apabila terjadi kelainan atau kerusakan harus segera diperbaiki secepat mungkin. Parameter seperti getaran, temperatur, dan tekanan harus terus diperhatikan karena dari parameter tersebut dapat mempresentasikan kinerja Fin Fan Cooler. Fin Fan Blower merupakan salah satu komponen utama pada Fin Fan Cooler. Identifikasi permasalahan pada Fin Fan Blower harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar perbaikan dapat segera dilaksanakan. Jika ada Fin Fan Blower yang mengalami masalah, maka akan mempengaruhi kerja Fin Fan Cooler dan mengakibatkan turunnya kualitas produksi dan perusahaan akan mengalami kerugian. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian lapangan. Hasil analisa data vibrasi dari penyebab vibrasi pada fin fan blower  F1-EK-9D1 PT. Badak LNG Bontang, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keadaan abnormal pada bagian pulley dan belt yang mengakibatkan misalignment sehingga terjadinya vibrasi yang tinggi dan setelah dilakukan predictive maintenance fin fan blower terjadi penurunan fibrasi 70% dari sebelum dilakukan predictive maintenance atau pengecekan vibrasi peralatan secara berkala.Kata Kunci: Analisis, vibrasi, fin fan blower  F1-EK-9D1
ANALISIS KEHILANGAN STEAM DAN PENURUNAN TEMPERATUR PADA JARINGAN DISTRIBUSI STEAM DARI PT. KDM KE PT. KNI Ahmad Yani; Ristyohadi Ristyohadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.056 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.558

Abstract

Steam adalah sumber energi yang banyak dipakai dalan dunia industri modern saat ini Petro Chemical, Oil and Gas, Healt and Food, fertilliser demikian juga dengan PT. Kaltim Nitrate Indonesia, sebagai penghasil Ammonium Nitrate kelas dunia, tentu memerlukan steam dalam jumlah yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan akan steam diperlukan adanya jaringan pipa distribusi atau pipe line steam dari PT. Kaltim Daya Mandiri hingga metering station yang ada di PT. Kaltim Nitrate Indonesia. Berdasarkan data awal pada Direct Control System, ada kehilangan steam (steam loss) sebesar 2.5 ton per jam dan penurunan temperatur yang sangat signifikan yaitu sebesar 96 ᵒC. Line steam ini menggunakan pipa Crommoly berdiameter 8” (200 mm) sepanjang 1008 Meter, terhubung dengan header dengan tekanan tinggi Sehingga tekanan steam sepanjang jalur distribusi relatif stabil. Untuk mengurangi perpindahan panas yang terjadi, di sepanjang jalur distribusi di pasang lapisan pelindung panas (Insulation). Namun demikian karena sifat steam yang mudah kehilangan panas karena konduksi, konveksi dan radiasi maka terjadi perpindahan panas secara simultan yang mengakibatkan steam mengalami kondensasi atau perubahan fase dari uap kering menjadi uap basah atau cairan.  Proses pembuangan air dilakukan oleh steam trap namun sering terjadi malah steam ikut terbuang percuma karena adanya kebocoran pada steam trap hal inilah yang menyebabkan adanya kehilangan steam dan penurunan temperatur di sepanjang jalur distribusi steam dari Kaltim Daya Mandiri menuju Kaltim Nitrate Indonesia.Tujuan penelitian ini dilakaukan untuk mencari penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam. Dari hasil penelitian didapatkan penyebab terjadinya kehilangan steam dan penurunan temperature jaringan pipa distribusi atau pipe line steam:Kehilangan steam diakibatkan oleh dua faktor utama yaitu:Laju perpindahan secara simultan yang terjadi pada jalur distribusi.b. Kondisi steam trap yang bocor (leaking)Penurunan temperatur secara signifikan terjadi karena perubaham fase.Perlu pengecekan dan perbaikan berkala sehingga setiap kerusakan yang terjadi dapat diketahui secara dini.  Kata Kunci: kehilangan uap (steam loss), penurunan temperatur, dan jaringan distribusi.
PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI MINYAK BIJI JARAK MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO Fitria Fitria; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.863 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.793

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam pemenfaatan energi alternatif terbaharukan ini, diantaranya adalah biodiesel dari minyak nabati. Minyak nabati yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel contohnya, minyak sawit, minyak jarak pagar, minyak biji karet, minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan bahkan minyak goreng bekas. Dalam penelitian ini mempelajari pembuatan biodiesel dari minyak biji jarak pagar (Jatropha Curcas L). Jarak pagar (Jatropha Curcas L) adalah tanaman cepat tumbuh dan sangat toleran terhadap iklim tropis dan jenis tanah, sehingga sesuai untuk dikembangkan sebagai tanaman konservasi. Selain itu, minyak dari bijinya dapat digunakan sebagai bahan energi. Bahkan bagian lain dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan khusus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya gelombang mikro terhadap konversi minyak biji jarak menjadi metil ester, pengaruh konsentrasi katalis terhadap Yield yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh waktu reaksi pada proses transesterifikasi minyak biji jarak dengan menggunakan radiasi gelombang mikro. Pemanfaatan gelombang mikro pada reaksi transesterifikasi minyak jarak dapat dilakukan dengan konsentrasi yang lebih rendah serta waktu reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan untuk nilai viskositas, semakin lama waktu yang digunakan untuk pemancaran gelombang mikro maka nilai viskositasnya mengalami penurunan. Pemanfaatan gelombang mikro pada reaksi transesterifikasi minyak jarak dapat dilakukan dengan konsentrasi yang lebih rendah serta waktu reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Yield biodiesel yang dihasilkan pada masing variasi daya 100, 180, dan 300 Watt, waktu reaksi 15 menit dengan konsentrasi katalis 0,75 % Yield sebesar 56,12 %, 56,84 %, dan 56,86 %. Sedangkan pada daya 450 watt diperoleh Yield 69,09 % dengan waktu reaksi 10 menit, dan konsetrasi katalis 0,75 % dengan kadar kemurnian biodiesel yang dihasilkan sebesar 98,13% dan biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) 04-7182-2006.Kata kunci: Jatropa curcas, transesterifikasi, Microwave, biodiesel.
ANALISIS JUMLAH SUDU MANGKUK TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON PADA ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR Ahmad Yani; Budi Susanto; Rosmiati Rosmiati
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.778 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.805

Abstract

Energi air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga potensial yang tersedia (potensi air terjun dan kecepatan aliran). Turbin air merupakan salah satu mesin penggerak yang mana fluida kerjanya adalah air yang dipergunakan langsung untuk memutarkan runner turbin dan generator turbin sehingga menghasilkan energi listrik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instalasi turbin air jenis pelton dan dilakukan pengukuran terhadap putaran turbin dan generator, debit aliran, head turbin, tegangan listrik dan arus listrik dengan variasi jumlah sudu mangkuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen berskala laboratorium sekaligus hasil rancang bangun turbin air ini digunakan sebagai alat praktikum Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jumlah sudu terhadap kinerja prototype turbin air: (1) Kecepatan tangensial maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai 12.769 rad/s dan kecepatan tangensial terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai 12.141 rad/s. (2) Nilai daya hidrolis pada penelitian ini 2.64 Watt. (3) Nilai daya kinetik pada penelitian ini 3.886 Watt. (4) Daya turbin maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai daya turbin 112.262 Watt, kemudian daya turbin terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai 99.141 Watt. (5) Daya generator listrik maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai daya generator listrik sebesar 0.736 Watt. Sedangkan daya generator listrik terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai daya generator listrik sebesar 0.661 Watt. (6) Efisiensi turbin maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai efisiensi turbin 28.888 %. Efisiensi turbin terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai efisiensi turbin 25.512 %. (7) Efisiensi generator listrik maksimum terjadi pada jumlah sudu 14 dengan nilai generator listrik 0.736 %. Efisiensi generator listrik terendah terjadi pada jumlah sudu 18 dengan nilai efisiensi turbin 0.661 %.Kata Kunci: Analisis, jumlah sudu, kinerja, turbin pelton.
PENGARUH VARIASI DIAMETER NOSEL TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN AIR Rosmiati Rosmiati; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.365 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.462

Abstract

Turbin air merupakan salah satu jenis mesin fluida dari kelompok mesin-mesin tenagayang dapat merubah energy fluida menjadi energy mekanis berupa putaran poros turbin,kemudian energy mekanis pada putaran poros turbin tersebut digunakan untuk memutarkangenerator dengan menggunakan air sebagai fluida kerja. Penelitian ini menggunakan turbinpelton yang bersudu sendok sayur dan bertujuan penelitian untuk mengetahui pangaruh variasidiameter nosel terhadap torsi dan daya turbin. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruhdiameter nosel turbin terhadap torsi dan daya turbin yaitu torsi turbin maksimum terjadi padadiameter nosel ⅓ inchi, kemudian torsi turbin kedua pada diameter nosel ½ inchi, torsi turbinketiga pada diameter nosel ¾ inchi, dan torsi turbin terendah terjadi pada diameter nosel 1inchi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental nyata berskalalaboratorium. Dari hasil penelitian turbin air dapat diambil kesimpulan bahwa torsi turbin dandaya turbin maksimum terjadi pada diameter nosel ⅓ inchi dengan nilai torsi sebesar 0,645 Nmdan daya turbin maksimum dengan nilai sebesar 5,966 Watt. Sedangkan torsi turbin dan dayaturbin terendah terjadi pada diameter nosel 1 inchi dengan nilai torsi sebesar 0,165 Nm dannilai daya turbin sebesar 0,864 Watt.Kata Kunci : Turbin air, diameter nosel, torsi dan daya turbin.
PENGARUH PENAMBAHAN ALAT PENCARI ARAH SINAR MATAHARI DAN LENSA CEMBUNG TERHADAP DAYA OUTPUT SOLAR CELL Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.191 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.239

Abstract

Solar cell yang kita kenal saat ini masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah daya yang dihasilkan kurang maksimal, oleh karena itu diperlukan sebuah alat tambahan yang dapat meningkatkan daya solar cell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penambahan arah pencari sinar matahari dan lensa cembung pada panel solar cell terhadap daya output yang dihasilakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala kecil atau laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung terhadap daya output solar cell. Daya tertinggi terjadi pada jam 14:00 dengan alat tambahan dikarenakan solar sell selalu mengikuti arah pencari sinar matahari serta lensa cembung dengan nilai daya output sebesar 0,251 watt, untuk daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0,203 watt. Sedangkan pada solar cell yang tidak dilengkapi alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung mendapatkan daya maksimal pada jam 12:00 dengan nilai daya output sebesar 0,226 watt. Sedangkan daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0, 00004 watt.
RANCANG BANGUN MEKANIK ROBOT PHYSIO TERAPY UNTUK PENDERITA KELUMPUHAN PADA LENGAN Ahmad Yani; Joni Kasmara
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.033 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i2.648

Abstract

Abstrak : Robot physio terapy adalah merupakan alat bantu dalam kedokteran yang difungsikan untuk membantu memulihkan kembali - organ tubuh penderita kelumpuhan yang diakibatkan kecelakaan atau penyakit strook yang mengakibatkan terjadinya disfungsi motorik pada otak sehingga anggota badan seperti tangan dan kaki tidak dapat digerakan lagi. Terapy fisik (physio terapy) pada pasien biasanya dilakukan secara manual, dengan cara memijit atau menggerak-gerakkan sendi, oleh karena itu dibutuhkan tenaga ahli yang selalu mendapingi pasien pada saat terapy. Sehingga membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan biaya untuk perawatan.Jumlah pasien yang kecelakaan atau terkena penyakit strook sangat banyak sehingga dibutuhkan tenaga perawat yang super extra untuk menanggani pasien, untuk mengatasi kendala tersebut maka kita merancang alat bantu physio terapy untuk membantu paramedis dalam menangani terapy pada pasien.Kata Kunci : Physio terapy, Lengan tangan.
RANCANG BANGUN ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR DENGAN PENGUJIAN BENTUK SUDU TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN YANG DIHASILKAN Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.554 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.463

Abstract

Turbin air adalah salah satu mesin penggerak yang mana fluida kerjanya adalah air yang dipergunakan langsung untuk memutarkan roda turbin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instalasi turbin air jenis pelton dan dilakukan pengukuran terhadap gaya, putaran dan debit aliran dengan variasi bentuk sudu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala laboratorium sekaligus hasil rancang bangun turbin air ini digunakan sebagai alat praktikum mahasiswa jurusan teknik mesin. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap torsi dan daya turbin yaitu Torsi turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 0,555 Nm, kemudian torsi kedua pada sudu datar dengan nilai sebesar 0,435 Nm, torsi ke tiga pada sudu setengah silinder dengan nilai sebesar 0,420 Nm, torsi keempat pada sudu sendok nasi dengan nilai sebesar 0,375 Nm, dan torsi terendah terjadi pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 0,360 Nm. Sedangkan daya turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 5,652 Watt, kemudian daya turbin tertinggi kedua terjadi pada sudu sendok nasi nilai sebesar 5,024 Watt, urutan daya turbin tertinggi ketiga terjadi pada sudu lengkung dan pada sudu setengah silinder nilai sebesar 4,082 Watt, sedangkan daya turbin terendah terjadi pada sudu datar nilai sebesar 3,297 Watt.Kata Kunci : Rancang bangun, turbin air, bentuk sudu, torsi, daya turbin.
PENGARUH VARIASI BENTUK SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN AIR KINETIK (Sebagai Alternatif Pembangkit Listrik Daerah Pedesaan) ahmad yani; Mihdar Mihdar; Rudi Erianto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.957 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.113

Abstract

Turbin air kinetik adalah salah satu turbin yang memanfaatkan potensi energi kinetik berupa kecepatan aliran, dimana penelitian ini menggunakan turbin kinetik poros vertikal yang bersudu mangkuk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan suatu instalasi turbin kinetik, dan dilakukan pengukuran terhadap gaya dan putaran dengan variasi  bentuk sudu. Bentuk sudu turbin air kinetik merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi putaran dan gaya tangensial suatu turbin, sehingga efeknya terhadap nilai daya dan efisiensi sebuah turbin air kinetik. Metode penelitian   yang   digunakan   adalah metode   eksperimen   dengan rancangan  percobaan  berskala laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap daya dan efisiensi yaitu bentuk sudu lengkung memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan  bentuk sudu datar dan mangkuk. Daya dan efisiensi turbin maksimum terjadi  pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 4,699 Watt dan 29,659 %, kemudian menurun pada sudu mangkuk dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 4,508 Watt dan 28,457 %. Sedangkan daya dan efisiensi turbin terendah terjadi sudu datar dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 3,080 Watt dan 19,439 %.
PERENCANAAN PEMANFAATAN MARINE FUEL OIL (MFO) SEBAGAI BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL MaK Hendra Poeswanto; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.167 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i1.7

Abstract

PT. PLN (Persero) Area Bontang tengah berupaya melakukan penggantian jenis bahan bakar pada engine diesel merk MaK yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD) menjadi Marine Fuel Oil (MFO). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses treatment bahan bakar MFO untuk menurunkan viscositas dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar pada engine diesel merk MaK dan mengetahui perbandingan biaya penghematan dan evisiensi pemakaian bahan bakar HSD dengan bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisa perpindaahan panas pada oil heater dan viskositas bahan bakar yang digunakan untuk menentukan proses treatment bahan bakar MFO. Dari hasil perencanaan, proses treatment menggunakan oli heater dimana proses pemanasan oli dengan memanfaatkan panas dari gas buang hasil pembakaran. Dengan penggunaan bahan bakar MFO dapat menghemat biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp. 21.827.520,- per harinya.