Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Gambaran Hitung Jenis Leukosit Siswa Kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang Yang Terinfeksi Cacing Nematoda Usus Hayati, Inayah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.638 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai gambaran hitung jenis leukosit pada siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang yang terinfeksi cacing nematoda usus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis yang terinfeksi cacing nematoda usus dan mengetahui gambaran hitung jenis leukosit siswa tersebut yang terinfeksi cacing nematoda usus. Sampel pada pemeriksaan adalah feses siswa kelas 1-3 dengan jumlah 30 pot sampel feses dan 5 sampel darah untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit dari 30 siswa yang terinfeksi kecacingan. Dari hasil pemeriksaan diperoleh hasil bahwa ada 5 orang siswa (16 %) yang terinfeksi kecacingan. Setelah dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit terhadap kelima anak yang terinfeksi, jenis leukosit yang mengalami peningkatan adalah sel eosinofil dengan jumlah masing-masing, yaitu 19%, 5%, 11%,17%, dan 10%  yang semestinya nilai normal eosinofil  1-3%.
MORTALITAS Pediculus humanus capitis TERHADAP AIR PERASAN Citrus histrix Hayati, Inayah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.379

Abstract

Pediculus humanus capitis merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia.  Kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis) dengan menggunakan air perasan jeruk purut (Citrus hystrix). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan sampel kutu rambut yang diletakkan didalam cawan petri yang berisi air perasan jeruk purut (Citrus hystrix) dengan konsentrasi yang berbeda. Mortalitas diamati dalam berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan menggunakan air perasan jeruk purut  dengan 4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa air perasan jeruk purut (Citrus hystrix) dapat membunuh kutu kepala dengan waktu kematian 6 menit 21 detik (konsentrasi 25%), 4 menit 25 detik (konsentrasi 50%), 2 menit 8 detik (konsentrasi 75%) dan waktu 1 menit 6 detik (100%).
EFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BUAH JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX D.C) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI L hayati, inayah; Kurniawan, I Putu Pebri
Journal of Nursing and Public Health Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.667 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v5i1.602

Abstract

Ekstrak dari kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai biolarvasida Aedes aegypti dapat digunakan sebagai alternatif larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak kulit buah jeruk purut terhadap larva Aedes aegypty. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan masing-masing berisi 25 ekor larva Aedes aegypti L dan dilakukan 1 kali pengulangan. Konsentrasi pengenceran ekstrak yang digunakan 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Pengamatan dilakukan setelah 1x24 jam dan dihitung jumlah kematian larva. Analisa data dihitung presentase dari jumlah kematian larva kemudian dilakukan uji regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix D.C) memiliki potensi sebagai biolarvasida terhadap larva Aedes aegypti L, konsentrasi 3% - 9% efektif untuk menghambat pertumbuhan larva yaitu didapatkan presentase sebesar 100% kematian larva.
Identifikasi Jamur Malassezia Furfur Pada Nelayan Penderita Penyakit Kulit di RT 09 Kelurahan Malabro Kota Bengkulu Hayati, Inayah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 10, No 1 (2014): (Januari 2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah pada nelayan penderita penyakit kulit di RT 09 kelurahan Malabero Kota Bengkulu terinfeksi jamur Malassezia furfur. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif observasi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah kerokan kulit para nelayan penderita penyakit kulit sebanyak 15 sampel. Dari hasil penelitian diperoleh 11 orang nelayan penderita penyakit kulit terinfeksi jamur Malassezia furfur dan 4 orang nelayan penderita penyakit kulit tidak terinfeksi jamur Malassezia furfur.
POTENSI SERBUK BUAH PARE (Momordica charantia) DALAM MORTALITAS LARVA Aedes aegypti Hayati, Inayah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina  Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serbuk buah dalam mortalitas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post test only control group design dengan 5 varian konsentrasi 1,7%, 2,0%, 2,3%, 2,6% dan 3,0%  dengan 3 kali pengulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk buah pare (Momordica charantia) berpotensi sebagai biolarvasida dengan mortalitas larva  Aedes aegypti  pada konsentrasi 1,7%  sebanyak 53%; konsentrasi 2,0% mortalitas larva sebanyak 66%; konsentrasi 2,3% sebanyak 94% dan pada konsentrasi 2,6% ,3% sebanyak 100% mortalitas larva. Dari uji statistik menunjukkan nilai f hitung>f tabel yaitu: f hitung 368,103> f tabel 2,85 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara perlakuan konsentrasi serbuk buah pare terhadap kematian larva Aedes aegypti.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L Rindahayeni, Rindahayeni; Hayati, Inayah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti L. dan belum ditemukan vaksinnya. Upaya pencegahan terhadap vektor DBD telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida kimiawi. Namun insekstida kimiawi dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya adalah ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas dan nilai LC50 ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) sebagai biolarvasida Aedes aegypti L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak daun ciplukan 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,0%. Selanjutnya, ekstrak diuji efektivitasnya sebagai larvasida hewan uji berupa larva Aedes aegypti L. pada instar III. Hasil penelitian dilakukan analisis data dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Analisis Probit dan penentuan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) efektif sebagai biolarvasida dengan LC50 sebesar 3.303 ppm atau setara dengan konsentrasi 0,33%.
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus limon) dan JERUK LEMON (Citrus aurantifolia) TERHADAP MORTALITAS KUTU KEPALA (Pediculus humanus capitis) Hayati, Inayah; Novitasari, Heni
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pediculosis  capitis  adalah  infeksi  kulit atau rambut kepala dimana yang disebabkan oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas air perasan  jeruk Citrus limon dan Citrus aurantifolia terhadap mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan mortalitas diamati berdasarkan waktu kematian. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan dengan  2 jenis jeruk yaitu jeruk Citrus limon  dan  Citrus aurantifolia dengan      4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, waktu yang paling cepat dibutuhkan untuk membunuh kutu kepala dengan pada air perasan jeruk lemon (Citrus limon) dengan rata-rata selama 2 menit sedangkan pada air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) rata-rata 2 menit 15 detik pada konsentrasi 100%.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, Citrus, Mortalitas
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Hayati, Inayah; Lestari, Diana
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga lawang (Illicium verum Hook f.) merupakan salah satu tanaman rempah  di Indonesia yang berpotensi sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif besifat patogen yang sering terdapat dalam makanan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan dengan uji difusi dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar disk.  Ekstrak bunga lawang dibuat dengan varian konsentrasi  20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.  Perlakuan diulang sebanyak 3 kali untuk mendapakan 15 unit percobaan. Pembuatan ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dengan menggunakan pelarut etanol 96%.  Aquades sebagai  kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%,  rata-rata  zona hambat berturut-turut 9,17 mm, 10,5 mm, 13,33 mm dikategorikan resisten, 17,17 mm dikategorikan intermediet dan 21,83 mm dikategorikan sensitif. Uji skrining Fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook f.) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, terpenoid.  Kata Kunci : Bunga lawang, Staphylococcus aureus, antibakteri
POTENSI SERBUK BUAH PARE (Momordica charantia) DALAM MORTALITAS LARVA Aedes aegypti Inayah Hayati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.51

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina  Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serbuk buah dalam mortalitas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post test only control group design dengan 5 varian konsentrasi 1,7%, 2,0%, 2,3%, 2,6% dan 3,0%  dengan 3 kali pengulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk buah pare (Momordica charantia) berpotensi sebagai biolarvasida dengan mortalitas larva  Aedes aegypti  pada konsentrasi 1,7%  sebanyak 53%; konsentrasi 2,0% mortalitas larva sebanyak 66%; konsentrasi 2,3% sebanyak 94% dan pada konsentrasi 2,6% ,3% sebanyak 100% mortalitas larva. Dari uji statistik menunjukkan nilai f hitung>f tabel yaitu: f hitung 368,103> f tabel 2,85 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara perlakuan konsentrasi serbuk buah pare terhadap kematian larva Aedes aegypti.
POTENSI EKSTRAK DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii L. Spreng ) TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis Inayah Hayati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.341

Abstract

Kutu  kepala  (Pediculus humanus capitis)  merupakan parasit obligat yang siklus hidupnya mulai dari pradewasa sampai dewasa hidup bergantung pada inangnya. Infestasi yang lebih berat dari ektoparasit ini dapat berdampak pada timbulnya rasa gatal yang berlebihan, dapat menyebabkan luka lecet pada kulit kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun salam koja (Murraya koeniggi L.Spreng.) terhadap mortalitas Pediculus humanus capitis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental  laboratorik  dengan  menggunakan  teknik  Purposive  Sampling. Sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun salam koja (Murraya koeniggi) dengan konsentrasi pengenceran 25%, 50%, 75% dan 100%. Berdasarkan hasil penelitian  Ekstrak Daun Salam Koja (Murraya koeniggi L.Spreng) dapat menyebabkan mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis) pada konsentrasi 25 %, 50%, 75% dan 100 %. Pada konsentrasi 100% mortalitas kutu kepala  yang lebih cepat dibandingkan dengan konsentrasi lainnya dengan waktu rata-rata kematian 02 menit 32 detik.