Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

LAMA WAKTU KEMATIAN Pediculus humanus capitis dengan EKSTRAK BIJI PEPAYA California (Carica papaya cv. california) Inayah Hayati; Windi Terza Ayuputri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.358

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui lama waktu  kematian kutu kepala Pediculus humanus capitis   dengan menggunakan ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv. California). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv california) diujikan terhadap 90 kutu kepala stadium dewasa dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Selain itu juga dilakukan pengujian kontrol positif (+) menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1% dan kontrol negatif (-) menggunakan aquadest. Pada kontrol negatif kutu kepala tetap hidup 2 jam setelah pengujian, sedangkan pada kontrol positif menunjukan kematian 100% dengan rata-rata lama waktu kematian 10 menit 20 detik. Pengujian dengan menggunakan ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv Califonia) dapat menyebabkan kematian kutu kepala (Pediculus humanus capitis)  pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Pada konsentrasi 100% ekstrak biji pepaya (Carica papaya var.california) menyebabkan kematian paling cepat dengan rata-rata waktu 04  ment 33 detik.Kata kunci : Pediculus, Carica papaya cv.California, Lama kematian
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L Rindahayeni Rindahayeni; Inayah Hayati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.12

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti L. dan belum ditemukan vaksinnya. Upaya pencegahan terhadap vektor DBD telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida kimiawi. Namun insekstida kimiawi dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahaya penggunaan tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan insektisida alami, salah satunya adalah ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas dan nilai LC50 ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) sebagai biolarvasida Aedes aegypti L. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi ekstrak daun ciplukan 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,0%. Selanjutnya, ekstrak diuji efektivitasnya sebagai larvasida hewan uji berupa larva Aedes aegypti L. pada instar III. Hasil penelitian dilakukan analisis data dengan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan Analisis Probit dan penentuan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) efektif sebagai biolarvasida dengan LC50 sebesar 3.303 ppm atau setara dengan konsentrasi 0,33%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Inayah Hayati; Diana Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.142

Abstract

Bunga lawang (Illicium verum Hook f.) merupakan salah satu tanaman rempah  di Indonesia yang berpotensi sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif besifat patogen yang sering terdapat dalam makanan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilakukan dengan uji difusi dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar disk.  Ekstrak bunga lawang dibuat dengan varian konsentrasi  20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.  Perlakuan diulang sebanyak 3 kali untuk mendapakan 15 unit percobaan. Pembuatan ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dengan menggunakan pelarut etanol 96%.  Aquades sebagai  kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga lawang (Illicium verum Hook f.) dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%,  rata-rata  zona hambat berturut-turut 9,17 mm, 10,5 mm, 13,33 mm dikategorikan resisten, 17,17 mm dikategorikan intermediet dan 21,83 mm dikategorikan sensitif. Uji skrining Fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook f.) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, terpenoid.  Kata Kunci : Bunga lawang, Staphylococcus aureus, antibakteri
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f) TERHADAP Salmonella typhi Inayah Hayati; Juniza Juniza
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.376

Abstract

Bahan-bahan alami seperti rempah dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit, salah satunya adalah Bunga Lawang (Illicium verum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak bunga lawang dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Sampel pada penelitian ini adalah ekstrak bunga lawang Illicium verum Hook. f. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium, dengan perlakuan berupa pemberian ekstrak bunga lawang konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% sebanyak 3 kali pengulangan dan menggunakan pelarut etanol 96%. Dari hasil penelitian dianalisa dengan metode deskriptif dan hasil menunjukkan ekstrak bunga lawang dengan konsentrasi mulai dari 20% menghasilkan zona bening 6 mm, 40% menghasilkan zona bening 7,8 mm, 60% menghasilkan zona bening 8,3 mm, 80% menghasilkan zona bening 11 mm, 100% menghasilkan zona bening 13 mm, kontrol negatif (-) tidak menghasilkan zona bening, kontrol positif (+) Ciprofloxacin menghasilkan zona bening 25 mm. Uji skrining fitokimia secara kualitatif ekstrak Bunga Lawang (Illicium verum Hook. f)  mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin dan teropenoid.
MORTALITAS Pediculus humanus capitis TERHADAP AIR PERASAN Citrus histrix Inayah Hayati
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.379

Abstract

Pediculus humanus capitis merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia.  Kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis) dengan menggunakan air perasan jeruk purut (Citrus hystrix). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan sampel kutu rambut yang diletakkan didalam cawan petri yang berisi air perasan jeruk purut (Citrus hystrix) dengan konsentrasi yang berbeda. Mortalitas diamati dalam berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan menggunakan air perasan jeruk purut  dengan 4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa air perasan jeruk purut (Citrus hystrix) dapat membunuh kutu kepala dengan waktu kematian 6 menit 21 detik (konsentrasi 25%), 4 menit 25 detik (konsentrasi 50%), 2 menit 8 detik (konsentrasi 75%) dan waktu 1 menit 6 detik (100%).
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus limon) dan JERUK LEMON (Citrus aurantifolia) TERHADAP MORTALITAS KUTU KEPALA (Pediculus humanus capitis) Inayah Hayati; Heni Novitasari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.104

Abstract

Pediculosis  capitis  adalah  infeksi  kulit atau rambut kepala dimana yang disebabkan oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas air perasan  jeruk Citrus limon dan Citrus aurantifolia terhadap mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan mortalitas diamati berdasarkan waktu kematian. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan dengan  2 jenis jeruk yaitu jeruk Citrus limon  dan  Citrus aurantifolia dengan      4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, waktu yang paling cepat dibutuhkan untuk membunuh kutu kepala dengan pada air perasan jeruk lemon (Citrus limon) dengan rata-rata selama 2 menit sedangkan pada air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) rata-rata 2 menit 15 detik pada konsentrasi 100%.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, Citrus, Mortalitas
Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Skabies di Pondok Pasantren Madrasah Tsanawiyah Harsallakum Kota Bengkulu Inayah Hayati; Eka Nurdianty Anwar; Muhammad Yandi Syukri
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v3i1.1768

Abstract

Health Education in Efforts to Prevent Scabies at Islamic Boarding School of Harsallakum Madrasah Tsanawiyah Bengkulu Scabies is a skin disease caused by the Sarcoptes scabiei parasite that invades the skin of humans or animals. The high prevalence of scabies is generally found in environments with high population density and high interpersonal contacts such as prisons, Islamic boarding schools, and orphanages. There has been no research on the prevalence of scabies in the Harsallakum Islamic Boarding School, Bengkulu city. However, based on information from the school, there were several students who have been infected by skin disease with clinical symptoms of scabies. This community service program was aimed to provide education to students about preventing scabies infection. The service activities included delivering material about scabies, distributing leaflets, post-test and pre-test. This activity was attended by 65 participants. Evaluation included pre-test and post-test about the education carried out. The instrument to measure the level of students' understanding was the form of a questionnaire. The average value of the pre-test was 55.18 while the average value of the post-test was 80.26. It was concluded that this educational activity could increase the knowledge of the students of the Harsallakum Islamic Boarding School in Bengkulu about scabies disease. To optimize the prevention of scabies transmission, it is recommended to increase health education activities by involving health workers.
Onychomycosis Prevalence in Rice Farmers in Seginim District, South Bengkulu Regency. Inayah Hayati; Rindy Marselina
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.632 KB) | DOI: 10.37638/anjani.v1i2.217

Abstract

Onychomycosis is a common infection that occurs in the nail plate. Infections can be caused by the dermatophyte, non-dermatophyte or yeast groups of fungi. The fungus gets into the nails and causes thickening of the nails, leaving the nails glowing. The purpose of this study was to determine the prevalence of wetland farmers in Seginim Subdistrict, Bengkulu Selatan Regency infected with onychomycosis and to identify the types of fungi that cause onychomycosis in the nail scraps of rice farmers. This type of research uses descriptive cross sectional method with purposive sampling technique. The examination technique used direct preparations and culture in SDA media. The samples used in the examination were 40 samples of scraped nails of rice farmers in Seginim sub-district, South Bengkulu Regency. The results of this study showed that from 40 samples of nail scrapings that had the criteria of thickened, brittle, and yellowish brown nails, 16 samples were positive for Onychomycosis-causing fungi, namely 5 (12.5%) people infected with the fungus Trichophyton mentagrophytes and 11 (27.5%). ) people were infected with the fungus Trichophyton rubrum and 24 (60%) samples were negative.
Implementation of Collaborative Counseling Services to Improve Reproductive Health Muslim Marriage Candidates Muhammad Nikman Naser; Inayah Hayati
JURNAL ILMIAH SYI'AR Vol 22, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syr.v22i2.8110

Abstract

The problem faced today is that reproductive health for prospective or married couples tends to be ignored. In addition, the provision of intensive counseling services is limited considering that reproductive health problems can disrupt the biological and psychological conditions of individuals. The purpose of this study is to provide an overview and framework of collaborative counseling services that can be adopted for KUA extension workers, family counselors and consultants.  The method used is a qualitative descriptive approach. The results showed that collaborative counseling services can be an alternative solution in improving reproductive health and psychologically strengthening Muslim brides-to-be. Counselors, religious instructors, health institutions can work together in the implementation of collaborative counseling services. 
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SMKS 21 QAWIY SHABAB KOTA BENGKULU Hayati, Inayah; Septi Puspitasari; Lilis Suryani; Mardiyansyah Bahar; Yurman; Eka Nurdianty Anwar; Rica Denis
Setawar Abdimas Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v4i1.7425

Abstract

Perkambangan organ reproduksi harus diikuti oleh pengetahuan yang baik tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi, termasuk akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Sasaran kegiatan Pendidikan Kesehatan reproduksi melalui pengabdian masyarakat ini adalah seluruh siswa SMKS 21 Qawiy Shabab Kota Bengkulu. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan November 2023 dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa SMKS 21 Qawiy Shabab terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan dengan tahap pre test, tahap pelaksanaan edukasi dan diskusi serta tahap evaluasi dengan post test. Peningkatan pengetahuan dapat dilihat dari hasil pre test dan post test siswa. Distribusi nilai rata-rata pengetahuan siswa siswi SMKS qawiy Shabab Kota Bengkulu pada nilai pre test adalah 56,1750 dan rata-rata nilai post test adalah 88,8000 dengan nilai sig = 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa yang signifikan tentang kesehatan reproduksi