Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kunir Putih (Curcuma zedoaria Rocs.): Formulasi, Kandungan Kimia dan Aktivitas Biologi Novaliana Devianti Sagita; Iyan Sopyan; Yuni Elsa Hadisaputri
Majalah Farmasetika Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i3.37711

Abstract

AbstrakKunir putih (Curcuma zedoaria Rosc.) adalah tanaman herbal yang memiliki populasi cukup banyak di Indonesia. Kunir putih telah lama digunakan karena berdasarkan data empiris memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti bakteri, anti inflamasi dan anti kanker. Hal ini mengindikasikan kunir putih (Curcuma zedoaria Rosc.) memiliki bahan aktif atau metabolit sekunder seperti curcuminol yang memberikan aktivitas tersebut. Penggunaan kunir putih pada kalangan masyarakat terbatas pada obat herbal dan jamu dengan pengolahan standar sehingga saat ini banyak dikembangakan ulasan mengenai formulasi dan inovasi dari kunir putih sehingga lebih memberikan aktivitas terapi. Pada review artikel ini akan diulas secara lengkap mengenai kunir putih dalam hal formulasi yang telah dikembangkan, kandungan kimia dan aktivitas biologi yang telah teruji pada kunir putih. Kata kunci: Aktivitas biologi, Formulasi, Kunir putih
Review: Karakterisasi Modifikasi Bahan Aktif Farmasi Menjadi Kokristal Menggunakan Instrument Ftir, Sem, Xrd, Dan Dsc Muhamad Reza Pahlevi; Ratu Fania Aprilyanti; Ariqa Hidayatun Nisa; Aliyya Kurniasih Agustiani; Nurul Rahmalia; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i3.2124

Abstract

Kokristalisasi merupakan salah satu teknik yang berkembang dalam modifikasi bahan aktif farmasi untuk meningkatkan karakteristik fisikokimia dari bahan aktif, khususnya yang memiliki kelarutan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode karakterisasi, yaitu Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray Diffractometry (XRD), dan Differential Scanning Calorimetry (DSC), terhadap kualitas kokristal bahan aktif farmasi dari tahun 2015 hingga 2024. Metode penelusuran pustaka dilakukan melalui Google Scholar. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa setiap teknik karakterisasi memiliki peran spesifik dalam memahami perubahan struktur dan sifat fisikokimia kokristal, seperti peningkatan kelarutan, stabilitas termal, dan morfologi permukaan. Berdasarkan hasil analisis pustaka, metode FTIR, SEM, XRD, dan DSC memberikan kontribusi penting dalam optimasi kualitas kokristal, yang berpotensi meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas bahan aktif farmasi.
Peran Kokristal pada Bahan Aktif Farmasi dalam Meningkatkan Stabilitas Obat Raisya Salsabila; Olivia Eka Putri; Ghea Nadira Shinta; Elsa Yunita Septiani; Zalfa Dary Pernadi; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.58

Abstract

Stabilitas bahan aktif farmasi (API) merupakan aspek krusial dalam pengembangan obat karena memengaruhi efektivitas, keamanan, dan kualitas produk farmasi. Salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan stabilitas API adalah melalui pembentukan kokristal, yang menggabungkan API dengan koformer menggunakan interaksi non-kovalen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembentukan, karakterisasi, serta stabilitas kokristal berdasarkan tinjauan pustaka dari berbagai jurnal ilmiah. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur terhadap teknik pembentukan kokristal, seperti grinding mekanis dan hot melt extrusion, serta karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan DSC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas bahan aktif farmasi (API) dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pembentukan kokristal. Pendekatan ini memungkinkan perbaikan sifat fisikokimia API, seperti stabilitas termal, kelarutan, dan bioavailabilitas, terutama di bawah berbagai kondisi penyimpanan. Pemilihan koformer yang tepat menjadi faktor kunci dalam menciptakan kokristal yang stabil, di mana interaksi molekuler antara API dan koformer berperan penting dalam meningkatkan ketahanan terhadap degradasi. Kesimpulannya, kokristal merupakan solusi strategis dalam formulasi farmasi modern yang mendukung inovasi dan kepatuhan terhadap standar regulasi untuk meningkatkan kualitas obat.
Pengembangan Formula Granul Effervescent Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon) Sebagai Antioksidan Alami Sagita, Novaliana Devianti; Sani, Afifah Rusyda; Supriadi, Dadih; Sutoro, Meylani; Zaelani, Diki; Pratama, Reza
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62308

Abstract

Fokus pada kesehatan dan pencegahan penyakit telah mendorong pengembangan produk berbahan dasar alami dengan aktivitas antioksidan. Kulit buah melinjo (Gnetum gnemon) mengandung senyawa antioksidan seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin, tetapi pemanfaatannya masih minim. Mengembangkan dan mengevaluasi formulasi granul effervescent ekstrak kulit melinjo, serta mengukur aktivitas antioksidannya. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode granulasi basah. Tahapan penelitian meliputi skrining fitokimia, formulasi, evaluasi sifat fisik granul, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Evaluasi mencakup parameter seperti organoleptik, waktu larut, kadar air, laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas, pH, tinggi buih, dan volume sedimentasi. Skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, dan saponin pada ekstrak kulit melinjo. Semua formula granul memiliki sifat fisik yang memenuhi standar dengan laju alir 4-10 gram/detik), sudut istirahat (20°<α<40°), indeks kompresibilitas (<20%), serta dengan waktu larut rata-rata kurang dari 5 menit dan stabilitas suspensi yang baik dengan pH 5-7. Nilai IC50 menunjukkan aktivitas antioksidan dengan rentang 35,324–40,321 µg/mL, termasuk kategori sangat kuat. Granul effervescent berbasis ekstrak kulit melinjo memiliki potensi sebagai minuman kesehatan dengan aktivitas antioksidan yang baik. Ditunjukkan oleh sifat fisik yang sesuai dan aktivitas antioksidan yang kuat dan F2 memiliki aktivitas antioksidan IC50 paling tinggi sebesar 40,321 ± 0,324 µg/mL dan termasuk kategori sangat kuat.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.
Teknik Menghindari Kerusakan Zat Aktif Akibat Paparan Suhu dan Kelembapan Helen Fitri Novianti; Dini Auliya Azmi; Elisabeth Weya; Siti Jamilah; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1104

Abstract

Deterioration of active ingredients due to exposure to temperature and humidity is a challenge in the development and storage of products containing active ingredients in the pharmaceutical industry. Exposure to high temperatures can accelerate the thermal degradation of active ingredients through mechanisms such as oxidation, decomposition, or Maillard reactions, resulting in decreased efficacy of active ingredients and the generation of undesirable degradation products. Meanwhile, high humidity also plays a role in accelerating the hydrolysis reaction of water-sensitive active ingredients, such as esters or amides, which reduces the chemical stability of the active ingredients. The combination of high temperature and high humidity often results in more complex degradation reactions compared to isolated temperature or humidity conditions, which can accelerate the decline in efficacy of active ingredients. Therefore, this article aims to explore various methods to view the stability of active ingredients under certain conditions, as well as provide recommendations for the development of more efficient formulations and storage strategies to maintain the stability and efficacy of active ingredients throughout the product's shelf life.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN MASKER RAMBUT DAUN PEPPERMINT DI DESA CIBIRU WETAN KABUPATEN BANDUNG Devianti Sagita, Novaliana; Nisrina Anbar Fatin, Mia; Saidah, Siti; Andriansyah, Ivan
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Juli 2024
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v1i1.16

Abstract

The village of Cibiru Wetan is known for its active community involvement through various working groups (pokja). One such group is the Family Medicinal Plants (TOGA) pokja, dedicated to cultivating plants at home for their medicinal benefits. TOGA plants are utilized not only for disease prevention (preventive), health promotion (promotive), disease treatment (curative), and health recovery (rehabilitative), but also for developing cosmetic products. Among the TOGA plants targeted for cosmetic development is peppermint leaf. Peppermint leaves are known to promote hair growth, prevent hair loss, reduce excess oil, alleviate scalp itchiness, and strengthen hair roots. Objective: This community service program aims to apply the cultivation of TOGA plants, particularly peppermint, as an additive in hair masks for the community of Cibiru Wetan village. Methodology: The implementation of this community service program includes the introduction, utilization, and processing of peppermint leaves into hair masks usable by the general public, with a focus on the residents of Cibiru Wetan village. Results: Through the execution of this engagement program, community knowledge has been enhanced in utilizing TOGA, specifically peppermint leaves, as an ingredient in hair masks for the residents of Cibiru Wetan village. Outcome Targets: This initiative endeavors for the residents of Cibiru Wetan village to learn how to utilize peppermint leaves effectively in hair masks, with the expectation of contributing to economic improvement within the community.
Pengaruh Sumber Asam Basa terhadap Sifat Fisik dalam Formulasi Granul Effervescent : Tinjauan Pustaka Reza Pratama; Ida Hasanah; Widya Nurasih; Novaliana Devianti Sagita
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 5 No. 1 (2024): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v5i1.11229

Abstract

Background: Indonesia has abundant natural resources, including types of herbal plants. Herbal plants in Indonesia have various health benefits and have been widely processed in the form of functional drinks. Aim:. To reduce the often undesirable taste and odor characteristics of herbal medicine, it can be further processed into derivative products that taste good and have a longer shelf life. One way is to process it into an effervescent preparation. Method: Searching and collecting journal information is carried out electronically, namely by accessing international and national journal search sites such as online from Pubmed, Google Scholar and Sciencedirect. by using the keywords "Effervescent Granules" and "Effervescent Herbal Drinks". Result: In effervescent granules there are acids and bases, the acids used are citric acid and tartaric acid which are acid components commonly used in effervescent granules. The use of a single acid will cause difficulties in its manufacture. The combination of citric acid and tartaric acid in effervescent granule preparations aims to simplify the process of making effervescent granule formulations. Conclusion: The results of existing literature studies show that the combination of acids in effervescent preparations greatly facilitates the process of forming effervescent granules. The use of different combinations of acid sources affects the physical properties of effervescent granules, including flow rate, dissolution time, pH and others. Sodium bicarbonate as a base source has the most significant influence on water content. The acid combination commonly used in making effervescent granules is citric acid and tartaric acid. Keywords: Effervescent granules, citric acid, tartaric acid, sodium bicarbonate
Formulation and Physicochemical Characterization of Herbal Facial Wash Containing Moringa oleifera and Solanum lycopersicum Extracts Novaliana Devianti Sagita; Meylani Sutoro; Syifa Salsabilla; Reza Pratama
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v11i3.471

Abstract

Cleansing products based on plant extracts require acceptable physicochemical properties and retained antioxidant activity. This study formulated a herbal facial wash containing Moringa oleifera leaf extract and Solanum lycopersicum fruit extract and evaluated its physicochemical characteristics and antioxidant activity. Three formulas were prepared with different excipient compositions and assessed for organoleptic properties, pH, viscosity, foaming ability, free alkali content, phytochemical profile, TLC pattern, and DPPH radical-scavenging activity. Phytochemical screening detected flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, quinones, and triterpenoids. The selected formulation showed chromatographic bands comparable to the extracts, indicating retention of major constituents after formulation. The IC₅₀ values were 30.891 ± 0.40 µg/mL for M. oleifera extract, 50.532 ± 0.92 µg/mL for S. lycopersicum extract, and 46.350 ± 0.08 µg/mL for the selected facial wash. These results indicate that the extracts can be incorporated into a facial wash with measurable antioxidant activity.