Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS MUTU KIMIA DAN FISIK TEH HERBAL DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini (L.) Skeels) BERDASARKAN WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN Himyatul Hidayah; Surya Amal; Fitri Mutiaraning Tyas
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1607

Abstract

Daun Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini secara umum untuk mengembangkan formulasi teh dari daun jamblang dengan penambahan daun stevia sebagai alternatif minuman fungsional bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk membuat teh herbal daun jamblang dan mengetahui standar mutunya. Analisis teh herbal daun Jamblang memakai rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan suhu pengeringan 50oC, 90oC, 110oC dan waktu pengeringan 110 menit; 130 menit; 150 menit. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman One Way ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf kepercayaan 95% kemudian di uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan teh herbal daun jamblang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu total, angka lempeng total, uji hedonik warna, aroma, dan rasa. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu larut dalam air dan kadar abu tidak larut asam. Teh herbal daun jamblang dengan penambahan stevia yang terpilih oleh panelis adalah perlakuan S3T2 (suhu pengeringan 110oC dengan waktu pengeringan 130 menit) berdasarkan dari parameter warna, aroma, dan rasa.
ANALISIS MUTU KIMIA DAN FISIK TEH HERBAL DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini (L.) Skeels) BERDASARKAN WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN Himyatul Hidayah; Surya Amal; Fitri Mutiaraning Tyas
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1607

Abstract

Daun Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini secara umum untuk mengembangkan formulasi teh dari daun jamblang dengan penambahan daun stevia sebagai alternatif minuman fungsional bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini untuk membuat teh herbal daun jamblang dan mengetahui standar mutunya. Analisis teh herbal daun Jamblang memakai rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan suhu pengeringan 50oC, 90oC, 110oC dan waktu pengeringan 110 menit; 130 menit; 150 menit. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman One Way ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf kepercayaan 95% kemudian di uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan dalam pembuatan teh herbal daun jamblang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu total, angka lempeng total, uji hedonik warna, aroma, dan rasa. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu larut dalam air dan kadar abu tidak larut asam. Teh herbal daun jamblang dengan penambahan stevia yang terpilih oleh panelis adalah perlakuan S3T2 (suhu pengeringan 110oC dengan waktu pengeringan 130 menit) berdasarkan dari parameter warna, aroma, dan rasa.
Computational Study of Ocimum Basilicum Bioactive Compounds Against Diabetes Mellitus Rabiha Nur Shadrina; Rahma Septiani; Eksa Alinda; Nia Paramita; Rosmala Rosmala; Himyatul Hidayah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10087

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis akibat gangguan sekresi atau kerja insulin dengan prevalensi global yang terus meningkat. Pengobatan konvensional seperti metformin memiliki keterbatasan akibat efek samping penggunaan jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi kandidat antidiabetes berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa bioaktif Ocimum basilicum yang memenuhi standar toksisitas dan farmakokinetik, mengidentifikasi interaksi yang terjadi, serta menentukan senyawa dengan afinitas paling kuat terhadap reseptor Glycogen Synthase Kinase-3 Beta (GSK-3β) secara in silico. Metode yang digunakan meliputi skrining toksisitas dan farmakokinetik (ADME) melalui pkCSM, uji Lipinski's Rule of Five melalui SwissADME, serta molecular docking menggunakan AutoDock Tools dan PyRx terhadap reseptor GSK-3β (PDB ID: 4PTE) dengan validasi menghasilkan RMSD 1,59 Å. Dari 30 senyawa yang diuji, 13 senyawa memenuhi seluruh parameter toksisitas, farmakokinetik, dan Lipinski's Rule of Five. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Salvigenin memiliki nilai binding affinity terbaik sebesar -7,57 kkal/mol dengan Ki 2,82 µM, melampaui metformin (-4,13 kkal/mol) dan mendekati ligan alami (-7,51 kkal/mol). Visualisasi interaksi menunjukkan Salvigenin membentuk ikatan hidrogen dengan residu VAL 135 yang juga terbentuk pada ligan alami dan metformin, serta interaksi hidrofobik pada beberapa residu yang serupa dengan ligan alami. Salvigenin diprediksi memiliki potensi paling baik sebagai kandidat antidiabetes dari Ocimum basilicum yang bekerja melalui mekanisme penghambatan reseptor GSK-3β.
Network Pharmacology and Molecular Docking of Kurkumin in Diabetes Mellitus Nayla Putri Hermawan; Zahwa Oktaveriska Rivani; Zahra Nur Fadillah; Kania Meilani Putri; Amelia Ramadani; Naila Ruha Paradisa; Himyatul Hidayah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10093

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh gangguan regulasi glukosa darah dan menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Kurkumin, senyawa aktif utama dari Curcuma longa, diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis termasuk efek antidiabetes, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi target potensial dan mekanisme kerja kurkumin terhadap diabetes mellitus menggunakan pendekatan network pharmacology dan molecular docking. Target kurkumin diperoleh dari database SwissTargetPrediction dan TargetNet, sedangkan target diabetes mellitus diperoleh dari GeneCards dan OMIM. Analisis irisan target dilakukan menggunakan diagram Venn, diikuti dengan analisis protein-protein interaction (PPI), identifikasi hub gene, serta analisis pengayaan Gene Ontology (GO) dan Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG) menggunakan Enrichr. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 target irisan, yaitu IL6, PPARG, PTPN1, PLIN1, HNF4A, dan PTPN22. Analisis PPI mengidentifikasi IL6, PPARG, dan PTPN1 sebagai gen yang berperan penting dalam jaringan. Analisis GO dan KEGG menunjukkan bahwa target-target tersebut terlibat dalam homeostasis glukosa, metabolisme lipid, respons inflamasi, PPAR signaling pathway, dan insulin resistance pathway. Analisis molecular docking menunjukkan bahwa kurkumin memiliki afinitas terhadap PPARG dan PTPN1 dengan energi ikatan masing-masing sebesar -9,359 kkal/mol dan -6,831 kkal/mol. Hasil penelitian meunjukkan bahwa kurkumin berpotensi sebagai agen antidiabetes melalui modulasi metabolisme glukosa, metabolisme lipid, dan sensitivitas insulin yang dimediasi oleh PPARG dan PTPN1. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan kurkumin sebagai kandidat senyawa alami dalam terapi diabetes mellitus di masa mendatang.
In Silico Study of Eleutherine Palmifolia as Antidiabetic Candidate Deani Deani; Aprizal Maulana; Zaki Yustawan; Riska Siti Nurjanah; Siti Fatimah; Nabilla Sulistiyawati; Himyatul Hidayah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10096

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh gangguan regulasi kadar glukosa darah akibat defisiensi atau resistensi insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat secara global dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di berbagai negara. Penggunaan obat antidiabetes konvensional, seperti golongan sulfonilurea, masih memiliki berbagai keterbatasan, terutama risiko terjadinya hipoglikemia dan efek samping lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan kandidat obat antidiabetes yang lebih aman dan efektif, termasuk yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa aktif bawang dayak (Eleutherine palmifolia) sebagai kandidat antidiabetes melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking terhadap reseptor Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma (PPARγ). Preparasi protein dan ligan serta proses penambatan molekul dilakukan menggunakan perangkat lunak AutoDock dan PyRx pada struktur protein PPARγ (PDB ID: 2PRG). Hasil validasi metode menunjukkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) sebesar 1,96 Å yang menandakan metode docking valid dan dapat digunakan. Prediksi farmakokinetika dan toksisitas dilakukan menggunakan pkCSM, sedangkan evaluasi kelayakan sebagai obat oral dianalisis berdasarkan Lipinski’s Rule of Five melalui SwissADME. Dari 20 senyawa yang diuji, terdapat 8 senyawa yang memenuhi kriteria drug-likeness. Hasil virtual screening menunjukkan bahwa senyawa Eleutherine memiliki energi ikatan terbaik sebesar -7,45 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 3,48 μM, mendekati ligan alami yang memiliki energi ikatan -8,98 kkal/mol. Analisis interaksi molekuler menunjukkan terbentuknya ikatan hidrogen dengan residu GLN 286 dan SER 289 serta beberapa interaksi hidrofobik yang serupa dengan ligan alami. Berdasarkan hasil tersebut, senyawa Eleutherine berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat antidiabetes oral melalui mekanisme aktivasi reseptor PPARγ.