Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendekatan Behavioralisme dan Kendala Perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) Ismail, Achmad; Mulyaman, Darynaufal
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 15 No. 2 (2018): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dan Korea Selatan sepakat menginisiasi pembicaraan perundingan IK-CEPA pada 2011 untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi yang lebih komprehensif. Sayangnya, pembicaraan perundingan ini terkendala dan tidak jelas nasibnya. Penelitian ini mencoba menelaah penyebab kendala pembicaraan perundingan IK-CEPA. Beberapa penelitian terdahulu serupa lainnya, membahas penurunan kerjasama perdagangan Indonesia-Korea dan IK-CEPA sebagai salah satu solusinya, namun tetap terjadi kendala. Penelitian ini berusaha menjawab fenomena tersebut melalui pendekatan behavioralisme, yang mana perilaku aktor dan interaksinya dapat dijelaskan berdasarkan data-data statistik serta pernyataan resmi pemerintah Indonesia dan Korea. Penelitian ini menggunakan metode causal process tracing yang menjadi metode pada penelitian ini. Selanjutnya, penelitian ini berkesimpulan bahwa sikap pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam perundingan IK-CEPA berbanding lurus dengan statistik perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.
ON THE FUTURE OF THE BLUE ECONOMY: COMPARING INDONESIA’S ROLE IN THE ASEAN AND LAC REGIONS Mulyaman, Darynaufal; Waluyo, Bambang Dwi; Maharani, Dewi Aulia
Global: Jurnal Politik Internasional Vol. 27, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the concrete development and implementation of blue economy programs in the future by examining Indonesia's role in the context of international political economy, particularly through maritime diplomacy and cross-regional cooperation such as ASEAN, the Indonesia-Latin America and Caribbean Business Forum INA-LAC, and the Alliance of Island States AIS. Using a constructivist approach, this study concludes that Indonesia, as a middle-power country, utilises soft resources, such as maritime identity, sustainability values, and diplomatic leadership, to strengthen its position in global blue economy governance. The results of the study show that Indonesia has strategic potential for developing and implementing blue economy programs through a combination of diplomatic instruments, international cooperation initiatives, and normative leadership. This role not only strengthens Indonesia's position in global forums such as the 2023 ASEAN Power and the AIS Forum, but also provides advantages in international political economy, particularly in building legitimacy and support from other countries for Indonesia's national interests.