p-Index From 2021 - 2026
1.756
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistolosum L.) Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun dan untuk mendapatkan dosis kompos tandan kosong kelapa sawit yang akan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun tertinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit sangat berpengaruh pada seluruh pengamatan. Perlakuan kompos tandan kosong kelapa sawit 1,5 kg per m2 menghasilkan rerata terbaik dari pengamatan tinggi tanaman per rumpun yaitu 18,87 cm dan 32,00 cm, jumlah daun per per rumpun yaitu 11,40 helai dan berat segar bawang daun per rumpun yaitu 102,00 gram.
Peranan Bokashi Batang Pisang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Daun (Alium fistulosum L.) Pada Tanah PMK Nining Sri Sukasih; Endy Prisstiawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.377

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi, dan diperlukan oleh manusia. Hasil panen bawang daun di Kalimantan Barat masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu kendala dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun di Kalimantan Barat adalah tanahnya yang didominasi oleh tanah PMK. Tanah PMK merupakan jenis tanah yang miskin bahan organik, oleh karenanya perlu penambahan pupuk organik, antara lain dengan pemberian bokashi batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bokashi batang pisang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu : b0 = tanpa bokashi batang pisang, b1 = bokashi batang pisang 0,50 kg per m2, b2 = bokashi batang pisang 1,00 kg per m2, b3 = bokashi batang pisang 1,50 kg per m2, b4 = bokashi batang pisang 2,00 kg per m2.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), berat segar tanaman per rumpun (kg).Data dianalisis dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 0,05 dan 0,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi batang pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan bawang daun, yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian bokashi batang pisang dicapai pada dosis 1,50 kg per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 40,700 cm, rerata jumlah daun per rumpun 32,500 helai, dan rerata berat tanaman per rumpun 0,261 kg.
PERANAN PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Nining Sri Sukasih; Vanbasten Jerivay
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.616

Abstract

Konsumsi kacang tanah semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk,peningkatan gizi, diversivikasi pangan dan peningkatan kapasitas industri pangan dan pakan ternakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemberianpupuk kotoran walet terhadap pertumbuhandan hasil tanaman kacang tanah serta mengetahui dosis yang optimal dalam menghasilkan pertumbuhandan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok terdiriatas 5 taraf perlakuan pupuk kotoran walet yaitu W0 = Tanpa Pupuk Kotoran Walet/m2 ;W1 = 0,5 kgpupuk kotoran Walet/m2; W2 = 1 kg pupuk kotoran walet/m2; W3 = 1,5 kg pupuk kotoran walet/m2;W4 = 2 kg pupuk kotoran walet/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, berat polong, beratbiji. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pupuk kotoran walet berpengaruh terhadap pertumbuhan danhasil tanaman kacang tanah. Pupuk kotoran walet dengan dosis sebanyak 2 Kg/m2 menghasilkanpertumbuhan dan hasil terbaik, ditunjukan dengan tinggi tanaman 66,20 cm, berat polong 207,30 gram,dan berat biji 52,90 gram.
APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao, L) SAMBUNG PUCUK Nurhadiah Nurhadiah; Nining Sri Sukasih; F. Xaverius Tri; Melira Yola Putranti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.618

Abstract

Kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi alternatif bahan organik yang dapatdicampur dengan tanah top soil sebagai media tanam dalam pembibitan kakao. Adapun tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS terhadap pertumbuhan bibit kakao sambungpucuk dan untuk mengetahui dosis kompos TKKS yang optimum terhadap pertumbuhan bibit kakaosambung pucuk di pembibitan.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan polaRancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan dalam penelitian ini adalah TKKS terdiriatas lima taraf perlakuan yaitu : K0 = tanpa kompos TKKS, K 1 = 18,75 g kompos TKKS / polybag,K2 = 37,5 g TKKS /polybag, K3 = 56,25 g kompos TKKS/polybag, k4 = 75 g kompos TKKS/polybag. Jumlah tanaman percobaan sebanyak 100 bibit kakao yang juga sekaligus merupakan tanamanpengamatan.Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi bibit (cm) dan diameter bibit (mm)..Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasilpenelitian menunjukan kompos TKKS berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan kakao. KomposTKKS dengan dosis 75 g/polybag memberikan pengaruh yang optimum terhadap pertumbuhan bibitkakao sambung pucuk dengan rerata pertambahan tinggi bibit 2,25 cm dan rerata pertambahan diameterbibit 1,07 mm.
PERANAN PEMBERIAN KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Nining Sri Sukasih; Yudiono Yudiono
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.674

Abstract

Konsumsi tanaman mentimun di Kabupaten Sintang terus meningkat dari tahun ketahun,selain itu penagkaran burung wallet pun semakin banyak dilakukan oleh masyarakat. olehkarena itu produksi tanaman mentimun perlu ditingkatkan, salah satunya dengan memanfaatkankotoran wallet sebagai pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kotoran waletterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun serta mengetahui dosis yang optimal dalammenghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman Mentimun. Penelitian ini dilaksanakan dengan metodeRancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 4 taraf perlakuan pupuk kotoran wallet dan masingmasingperlakuan diulang 5 kali. Taraf perlakuan tersebut yaitu, K0 = tanpa kotoran walet, K1=1,5 kg kotoran walet/m2 , K2 = 3 kg kotoran walet/m2 , K3 = 4,5 kg kotoran walet/m2 , K4 = 6 kgkotoran walet/m2 . Parameter yang diamati adalah jumlah buah, berat buah dan berat basahberangkasan tanaman mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran waletberpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Pupuk kotoran walet dengandosis sebanyak 6 kg/m2 menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik ditunjukan dengan rata-ratajumlah buah 2,30, berat buah 368,67 gram dan berat basah berangkasan 1010,00 gram.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Mangardi Mangardi; Winda Aprillianti; Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.776

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharataSturt) atau yang lebih dikenal dengan nama sweetcorn merupakan salah satu varietas jagung yang memiliki prospek untuk dibudidayakan karena hargajual serta nilai gizinya juga cukup tinggi sehingga digemari oleh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagungmanis.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, ProvinsiKalimantan Barat, dilaksanakan mulai pada bulan September-Desember 2022. Rancangan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuanyaitu K0: tanpa kompos kotoran sapi/m2, K:1 kg kompos kotoran sapi/m2, K2: 2 kg kompos kotoransapi/m2, K3: 3 kg kompos kotoran sapi/m2, dan K4: 4 kg kompos kotoran sapi/m2. Parameter yangdiamati adalah diameter batang (mm), berat kotor tongkol (g), berat bersih tongkol (g). Data dianalisisdengan Anova apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda NyataJujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos kotoran sapiberpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian kompos kotoran sapidengan dosis 4kg/m2mampu meningkatkan diameter batang tanaman jagung manis. Pemberian pupukkompos kotoran sapi dengan berbagai dosis mampu meningkatkan berat tongkol tanaman jagung manis.Dosis pupuk kompos kotoran sapi yang optimal untuk tanaman jagung manis yaitu 1 kg/m2.
APLIKASI BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH CABUT (Amaranthus gangeticus L.) Nining Sri Sukasih; Ratri Yulianingsih; Ardi Purnawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.778

Abstract

Pengembangan tanaman sayuran bayam merah cabut di Kabupaten Melawi masihmemungkinkan mengingat kondisi iklim yang cocok dan lahannya masih cukup tersedia serta permintaansayuran yang semakin tinggi. Tetapi yang menjadi kendala adalah lahan yang kurang subur, oleh karenaitu, pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dapat diberikan agar produksi sayuran bayammerah cabut dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi bokashi tandankosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut dan Untuk mendapatkandosis bokashi tandan kosong kelapa sawit yang menghasilkan pertumbuhan serta hasil bayam merahcabut tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiriatas lima taraf perlakuan bokashi tandan kosong kelapa sawit dan masing-masing perlakuan diulang 5kali. Taraf perlakuan tersebut yaitu T0 = tanpa bokashi tandan kosong kelapa sawit, T1 = 0,5 kgbokashi tandan kosong kelapa sawit. , T2 = kg, 1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. dan T3 =1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit, T4 = 2 Kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. Parameteryang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. penelitian menunjukkan bahwa aplikasibokashi tandan kosong kelapa sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut.Bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 2 kg menghasilkan pertumbuhan dan hasil bayammerah cabut terbaik ditunjukkan dengan rata-rata tinggi tanaman 29,50 cm, jumlah daun 14,60 helaidaun, dan berat segar rata-rata 43,20 gram per tanaman.
PERANAN KOMPOS SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG KUCAI (Allium schoenoprasum L) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Sinaga, Markus; Saputra, Korin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.936

Abstract

Sekam padi m erupakan limbah pengolahan padi. Pembuatan kompos berbahan sekam padi merupakan salah satu Upaya pemanfaatan limbah pengolahan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kompos sekam padi terhadap tanaman bawang kucai dan mengetahui dosis kompos sekam padi yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman bawang kucai. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 taraf perlakuan dengan 5 ulangan. Dosis kompos sekam padi terdiri dari , 0 kg kompos sekam, 1 kg kompos sekam pad, 2 kg kompos sekam padi, 3 kg kompos sekam padi dan 4 kg kompos sekam padi. Parameter yang diamati  tinggi tanaman dan berat segar tanaman . Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter tinggi tanaman dan berat segar tanaman bawang kucai berperanan nyata pada pemberian dosis kompos sekam padi sebanyak 4 kg dengan rerata tertinggi yaitu tinggi tanaman 39,40 cm, jumlah umbi 2,50 dan berat segar tanaman 31,60 gr.
PENINGKATAN PRODUKSI TOMAT (Lycopersicum esculantum Mill.) MELALUI PEMBERIAN PETROGANIK Yulianingsih, Ratri; Sukasih, Nining Sri; Henri, Hendrikus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.937

Abstract

Peningkatan produksi tomat pada tanah PMK dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik. Salah satu bahan organik yang dapat ditambahkan adalah petroganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh petroganik terhadap produksi tanaman tomat dan untuk mengetahui dosis petroganik yang menghasilkan produksi tomat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah petroganik, sedangkan variabel terikat terdiri dari jumlah buah dan berat buah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu : P0 = tidak diberi petroganik, P1 = 25 g petroganik, P2 = 50 g petroganik, P3 = 75 g petroganik, P4 = 100 g petroganik. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petroganik berpengaruh nyata terhadap produksi tomat yang diketahui dari hasil analisis terhadap jumlah buah dan berat buah. Produksi tertinggi pemberian petroganik dicapai pada dosis 100 gram petroganik dengan menghasilkan rerata jumlah buah 6,75 buah per tanaman dan rerata berat buah 177,50 gram per tanaman. 
PENGARUH BOKASHI PELEPAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) okto, efendi; Sukasih, Nining Sri; Mangardi, Mangardi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1122

Abstract

Terung ungu merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup diminati karena selain rasanya yang enak buah terung juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi pelepah sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu serta dosis pelepah sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu serta dosis pemberian bokashi pelepah sawit yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu terbaik. Penelitian   ini   dilakukan   di   Desa   Tuguk, Kecamatan Kayan   Hilir, Kabupaten Sintang pada bulan Juli - September 2023. Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 taraf perlakuan, yaitu: B0=Tanpa bokashi pelepah kelapa Sawit/m2; B1= 1 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B2=1,5 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B3= 2 kg bokashi pelepah Sawit/m2; B4= 2,5 kg bokashi pelepah Sawit/m2. Setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi pelepah kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah tanaman terung. Pemberian bokashi pelepah sawit dengan dosis 2,5 kg/m2 merupakan dosis terbaik.