Articles
Meta-Analysis of the Influence of the STEM-Based Project Based Learning (PjBL) Model on Science Learning
Yeni Agustin;
Lufri;
Ali Amran;
Ellizar
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 2 No 3 (2022): IJHESS-DECEMBER 2022
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55227/ijhess.v2i3.331
In science learning, the STEM approach has been combined with project-based learning. This is an easy way to introduce the STEM approach to science learning. STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-based learning can train students in applying their knowledge to create designs as a form of solving environmental-related problems by utilizing technology. This study will analyze how much influence STEM education with the PjBL model has on student learning outcomes. This study uses a meta-analysis method by calculating the effect size. Research data was obtained from 50 national and international journals. That the results of the analysis of the influence of the STEM education integration PjBL meta model on learning outcomes based on class level found that the STEM education integration PjBL model gave the highest influence at the Junior High School level, namely with an effect size of 2.07, then Senior High School, namely with an effect size 1.42, and Elementary School with an effect size of 1.39. Meanwhile, the appearance of Higher Education is in the smallest height category, namely 0.86. This shows that the STEM education integration PjBL model is effective when used at all levels of education. Based on the subjects, it was found that mathematics was in the highest category with an effect value of 3.03, while chemistry was in the medium category with an effect size of 0.60. So it can be concluded that the effect size of the STEM education integrated PjBL model on learning outcomes in terms of subjects has a high effect.
Pengembangan Modul Senyawa Hidrokarbon Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Pertanyaan Probing Promting Untuk Siswa Kelas XI SMA/MA
Amalia Firdaus;
Ellizar Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1495.556 KB)
|
DOI: 10.24036/epk.v2i1.133
Variasi bahan ajar yang bisa membuat peserta didik aktif salah satunya ialah modul kimia berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing promting. Maksud dari riset ini ialah untuk mengembangkan modul senyawa hidrokarbon berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing promting serta melakukan uji validitas dan praktikalitas produk yang dihasilkan. Jenis reserch ini ialah reserch and development (R&D) menggunakan model pengembangan plomp. Model pengembangan plomp memiliki 3 tahap yaitu tahap penelitian awal (preliminary reserch), tahap pengembangan (prototype phase) dan tahap penilaian (assesment phase). Validasi dilakukan oleh 5 orang validator dan uji small group oleh 6 orang peserta didik serta dilakukan uji lapangan terhadap 13 orang peserta didik di sman 1 pasaman. Instrumen penelitian ini menggunakan angket yang terdiri dari angket validitas dan angket praktikalitas, teknik pengumpulan data melalui pengisian angket. Data angket validasi di analisis menggunakan formula aikens’v dengan nilai rata-rata v sebesar 0,83 dengan kategori valid. Uji praktikalitas di analisis menggunakan formula statistik deskriptif dengan nilai praktikalitas pada kelompok kecil diperoleh hasil 88% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji praktikalitas pada uji lapangan pada angket respon tenaga pendidikialah 88% serta angket respon siswaialah 90% dengan kategori sangat praktis.
Pengembangan Modul Konsep Mol Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Pertanyaan Probing dan Prompting untuk Kelas X SMA/MA
Putri Yona;
Ellizar Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1070.994 KB)
|
DOI: 10.24036/epk.v0i0.138
Chemistry modules based on a scientific approach based on probing-prompting questions are designed in such a way as to increase student motivation so as to create an active learning atmosphere, in this way it can make it easier for students to understand the concepts that must be mastered in the mole concept material. The purpose of this research is to produce a product in the form of a module based on a scientific approach applying the probing-prompting technique to the mole concept material and to reveal the level of validity and practicality of the modules created. These types of research are research and development (R&D) using the plomp model and include three stages, namely the initial research stage, the concept formation stage, the assessment stage. In this study, the module validity test was conducted by five validators, namely two chemistry lecturers and three chemistry teachers. The practicality test was carried out by three chemistry teachers and 18 chemistry students at SMA Negeri 2 Batusangkar. The data analysis technique on the validity uses the Aiken's V scale of 0.83 and the data analysis technique in practicality using descriptive statistics is obtained a value of 0.88.The resulting module is based on the iliah method which is equipped with probing prompting questions.The resulting module is based on scientific methods equipped with probing-prompting questions, so that it can be concluded that it is practical and valid. Modul kimia berbasis pendekatan saintifik berdasarkan pertanyaan probing-prompting dirancang sedemikian rupa sehingga meningkatkan motivasi siswa sehingga terciptanya suasana belajar yang aktif, dengan cara ini dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep konsep yang harus dikuasai dalam materi konsep mol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk dalam bentuk modul berbasis pendekatan saintifik menerapkan teknik probing-prompting pada materi konsep mol dan mengungkap tingkat validitas dan kepraktikalitas modul yang dibuat. Jenis-jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model plomp dan meliputi tiga tahap yaitu tahap penelitian awal, tahap pembentukan konsep, tahap penilaian. Dalam penelitian ini, uji validitas modul dilakukan oleh lima orang validator, yaitu dua orang dosen kimia dan tiga orang guru kimia. Uji kepraktisan dilakukan oleh tiga orang guru kimia dan 18 orang siswa kimia SMA Negeri 2 Batusangkar. Teknik analisa data pada validitas menggunakan skala Aiken’s V sebesar 0,83 dan teknik analisa data pada praktikalitas menggunakan statistic descriptive diperoleh nilai sebesar 0,88 Modul yang dihasilkan didasarkan pada metode ilmiah yang dilengkapi dengan pertanyaan probing-prompting modul yang dihasilkan didasarkan pada metode ilmiah yang dilengkapi dengan pertanyaan probing-prompting, sehingga dapat disimpulkan praktis dan valid.
Pengembangan Modul Asam dan Basa Berbasis Pendekatan Saintifik dengan Pertanyaan Probing dan Prompting untuk Kelas XI SMA/MA
Ticha Marlenza;
Ellizar Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1044.009 KB)
|
DOI: 10.24036/epk.v2i2.144
Research and development (R&D) is a research to develop and produce new products. R&D is used in this research to produce a new product in the form of a scientific approach module using probing and prompting questions on acid and alkaline materials along with revealing the validity and practicality of the module using 4-D development model. There are 4 steps taken, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. Time and cost limitations prevent the disseminate stage from being realized. Questionnaires for validity and practicality are instruments used in collecting data. Using the Aiken's V formula in data analysis, the validity category was obtained for the validity test with an average V value of 0.90. For the practicality test of the teacher and students, the very practical category was obtained with an average percentage of practicality of 87% and 85%, respectively. From the results of the study, it was concluded that the module was declared practical and was also valid for use in the learning process. This research is suggested to the next researchers who are interested in conducting further research in order to reveal what has not been done in this research. Penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan suatu penelitian untuk mengembangkan dan menghasilkan produk baru. R&D digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan produk baru berbentuk modul pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan probing dan prompting pada materi asam dan basa disertai mengungkap kevalidan dan kepraktisan modul menggunakan model pengembangan 4-D. Ada 4 tahapan yang dilakukan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Keterbatasan waktu dan biaya menyebabkan tahap disseminate tidak terealisasi. Angket validitas dan praktikalitas adalah instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data. Menggunakan formula Aiken’s V dalam analisa data diperoleh kategori valid untuk uji validitas dengan nilai V rata-rata sebesar 0,90. Untuk uji praktikalitas dari guru dan siswa diperoleh kategori sangat praktis dengan rata-rata persentase praktikalitas masing-masing sebesar 87% dan 85%. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa modul pendekatan saintifik yang menggunakan pertanyaan probing dan prompting materi asam dan basa dinyatakan praktis dan juga sudah valid digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini disarankan kepada peneliti berikutnya yang berminat melakukan penelitian lebih lanjut agar dapat mengungkapkan hal yang belum dilakukan dalam penelitian ini.
Pengembangan Modul Berbasis Problem Based Learning pada Materi Kesetimbangan Kimia untuk Kelas XI SMA/MA
Tiara Tamita;
Ellizar Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.105 KB)
|
DOI: 10.24036/epk.v2i4.177
ABSTRACTChemical equilibrium is part of material studied in odd semester of 2nd grade Senior High School. One of the learning models used to study this material is the Problem Based Learning. This development research aims to produce and determine its validity category of modules. This research was a Research and Development (R&D) using the plomp model developed by Tjer Plomp. This model consists of 3 main stages, (1)Preliminary Stage ; (2) Prototyping Stage; (3) Asessment Phase. This research was limited to Prototyping Stage of validity test. The research instrument was a validity questionnaire given to two lecturers from Department of Chemistry, of FMIPA UNP and two chemistry teachers at SMA Negeri 3 Padang. The Analysis showed that the modules was very valid with a value of 0,81. Keywords:Chemical Equilibrium, Model Plomp, Modules, Problem Based Learning,Validity
PENGEMBANGAN MODUL TERMOKIMIA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DILEGKAPI DENGAN PERTANYAAN PROBING DAN PROMPTING KELAS XI TINGKAT SMA/MA
Febriani Febriani;
Ellizar Ellizar
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 3 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (May 201
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.183 KB)
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis pendekatan saintifik dilengkapi dengan pertanyaan probing and prompting pada materi dan mengungkapkan tingkat validitas dan praktikalitas dari modul yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Educational Design Resesarch (EDR) dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tigas tahap yaitu (1) Penelitian Pendahuluan (Preliminary Research), (2) Fase Pengembangan (Prototyping Phase), (3) Fase Penilaian (Assessment Phase). Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar wawancara dan angket dalam bentuk lembar validitas dan praktikalitas yang dianalisa dengan momen kappa (k). Hasil uji validitas diperoleh momen kappa 0,82 dengan kevalidan tinggi. Hasil uji praktikalitas pada small grup diperoleh momen kappa 0,87 dengan kepraktisan sangat tinggi. Hasil uji praktikalitas pada field test diperoleh momen kappa 0,86 berdasarkan angket respon guru dengan kepraktisan sangat tinggi dan diperoleh momen kappa 0,90 berdasarkan angket respon siswa dengan kepraktisan sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul termokimia berbasis pendekatan saintifik kelas XI SMA/MA valid dan praktis
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI HIDROLISIS GARAM KELAS XI SMA/MA
Hanifyati Samha;
Ellizar
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.06 KB)
Hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang dipelajari pada kelas XI SMA semester dua. Karakterisitik materi yang banyak mengandung konsep bersifat abstrak membutuhkan visualisasi dari segi subsmikroskopik untuk membantu proses pemahaman materi oleh peserta didik sehingga diperlukan bantuan media pembelajaran yang sesuai. Karakteristik materi hidrolisis garam yang sesuai dengan kurikulum 2013 menunjukkan bahwa perlunya media pembelajaran untuk materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android pada materi hidrolisis garam kelas XI SMA/MA yang sesuai dengan karakteristik materi dan tuntutan kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4-D. Penelitian ini dibatasi pada tahap define, design, dan develop. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang terdiri dari lembar validasi dan lembar praktikalitas. Media pembelajaran berbasis Android pada materi hidrolisis garam divalidasi oleh 5 orang validator yang terdiri dari 2 orang dosen kimia, 1 orang dosen teknologi informasi, dan 2 orang guru kimia. Uji praktikalitas dilakukan terhadap 34 orang peserta didik dan 2 orang guru SMAN 2 Padang. Hasil analisis validitas, praktikalitas peserta didik dan guru menunjukkan skor rata-rata momen kappa (k) berturut-turut 0,88. 0,87, dan 0,94. Hasil ini menunjukkan bahwa media yang dihasilkan sangat tinggi dari segi validitas dan praktikalitas. Kata kunci : Media Pembelajaran, Android, Hidrolisis Garam, Model 4-D, Research and Development (R&D).Android
Efektivitas Modul Reaksi Redoks Dengan Teknik Probing-Prompting Terhadap Hasil Belajar Siswa
Ismi Maulani;
Ellizar
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 4 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Agustus
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.094 KB)
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian pengembangan modul reaksi redoks berbasis pendekatan saintifik dengan teknik probing-prompting yang valid dan praktis, namun belum diuji efektivitasnya. Penelitian dilakukan di dua sekolah, yaitu SMAN 7 Padang dan SMAN 1 Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas modul reaksi redoks berbasis pendekatan saintifik dengan teknik probing-prompting terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Terdapat dua kelas yang digunakan dalam penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen belajar menggunakan modul reaksi redoks berbasis pendekatan saintifik dengan teknik probing-prompting sedangkan kelas kontrol belajar menggunakan bahan ajar yang disediakan sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest-posttest berjumlah 20 soal yang sebelumnya telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukarannya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis (uji t), dan uji efektifitas (uji N-gain). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada kelas kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul reaksi redoks berbasis pendekatan saintifik dengan teknik probing-prompting efektif terhadap hasil belajar siswa kelas X MIPA di SMAN 7 Padang dan SMAN 1 Padang.
Efektivitas Modul Sistem Koloid Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Pertanyaan Probing-Prompting Terhadap Hasil Belajar
Carelin Anggun Marnesya;
Ellizar
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 4 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Agustus
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.657 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas penggunaan modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing-prompting terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIPA di SMAN 3 Batusangkar. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian R & D. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment research) dengan desain randomized control group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, terdapat dua kelas yang digunakan dalam penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen belajar menggunakan modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing-prompting sedangkan kelas kontrol belajar menggunakan modul yang disediakan sekolah. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji efektivitas (uji N-Gain), uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (uji t). Dari analisis data dapat diungkapkan bahwa nilai N-gain kelas eksperimen yang belajar dengan modul probing prompting adalah sebesar 0,96 dengan tingkat efektivitas kategori tinggi dan kelas kontrol yang belajar tanpa menggunakan modul probing prompting dengan nilai 0,71 dengan tingkat efektivitas kategori tinggi. Setelah dilakukan uji-t pada taraf nyata 0,05 didapatakan bahwa harga thitung lebih besar dari ttabel. Hal ini ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing prompting lebih tinggi secara signifikan daripada siswa yang tidak menggunakan modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik dengan pertanyaan probing prompting.
The Development of An Atomic Structure Module Based on A Scientific Approach with Probing Prompting Questions for Class X SMA/MA
Zuwita, Ariani;
Ellizar, Ellizar
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/epk.v5i1.331
Curriculum 2013 demands that learning can increase students activeness and thinking skills by emphasing a scientific approach. But in practice the teacher is still constrained to make students active in learning. One of the things can be done is to ask questions in the learning process so that students thinking skill can be improved. The types of questions that can be used are probing and prompting. This research aims to develop teaching materials in the form of modules based on a scientific approach with each stage containing probing and prompting questions on atomic structure material for class X SMA/MA. The type of research used is R&D (Research and Development) with a Plomp development model which has stage is 1) preliminary research, 2) prototyping stage, 3) assasment phase. The modules produced are tested for validity and practicality. The data obtained was processed using the Aiken’s V formula. Based on the results of the research on the validity test of the module on 5 validators, the Aiken scale value was 0,86 in the high category. In the practicality test conducted at SMAN 12 Padang by 2 teachers and 22 students with an Aiken scale score 0,84 and 0,88 in the high category