Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SARA’S REPRESENTATION IN DETIK.COM NEWS PORTAL (Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis Statement by the Head of BPIP Calling Religion to be the Greatest Enemy of Pancasila) Andhika Prayoga; Mayasari Mayasari; Fardiah Oktariani Lubis
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v14i2.2234

Abstract

Sara's Representation in Detik.com News Portal (Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis Statement by the Head of BPIP Calling Religion to be the Greatest Enemy of Pancasila). This research was compiled because of the interest of researchers to see how SARA is represented in the statement of the Head of BPIP who said religion was the greatest enemy of Pancasila in detik.com. This study uses qualitative research methods using the theory of critical discourse analysis. Critical Discourse Analysis used is the Norman Fairclough AWK model that emphasizes the three dimensions of Fairclough namely text, discourse practice and sociocultural practice that focuses on the content of the text in the news that will be analyzed by researchers. This study aims to find out how SARA is represented in the statement of the Head of BPIP in the news Detik.com.The results of this study in terms of text analysis have been narrated through repetition, themes, modalities, and diction referred to in the head of BPIP Call Religion to Be the Greatest Enemy of Pancasila at detik.com. In terms of Discourse Practice by looking at the level of text production and text consumption in the head of BPIP's call Religion Becomes the Greatest Enemy of Pancasila. In terms of Sociocultural Practice the Head of BPIP made a statement related to the SARA because he had just held the position of Head of BPIP and added that detik com had a close relationship with Yudian Wahyudi in line with the power of the CT Corp owner's son making the detik.com media faster to carry out the process text production. The statement made by Yudian Wahyudi in the news on detik.com which mentions that the biggest enemy of Pancasila today is that Religion arises because of the social events that occurred and were experienced by Indonesian people in the past so that Yudian Wahyudi easily made such statements.
Manajemen Strategi Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Pasar Cikampek Kabupaten Karawang Vika Farida Noer Aliya; Mayasari Mayasari; Kariena Febriantin
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.243 KB) | DOI: 10.37058/jipp.v6i1.2194

Abstract

Pada manajemen strategi dalam urusan pedagang kaki lima di Pasar Cikampek II lima dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang. Dimana permasalahan pedagang kaki lima di Pasar Cikampek II masih belum terselesaikan. Ketiadaan lahan yang cukup menyebabkan pedagang menempati tempat yang tidak seharusnya, meskipun sudah dilakukan sosialisasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data diambil dari narasumber yang di tetapkan bertdasarkan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini adalah Kepala UPTD dan Kepala TU UPTD Pasar II, dan Kepala Pasar Cikampek II. Penelitian ini menggunakan Teori Manajemen Strategi Hunger Wheelen (2013) yaitu pemindaian lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan, Pemindaian lingkungan Pasar Cikampek II sangat strategis untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang membuat pedagang lebih memilih berjualan di Pasar Cikampek II. Selanjutnya perumusan strategi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Karawang tidak bisa membuat program atau kegiatan tanpa adanya keputusan Bupati Karawang. Pada implementasi strategi, kegiatan sosialisasi belum optimal, dikarenakan masih ada pedagang yang belum tau mengenai sosialisasi. Evaluasi dan control, Pertama, adanya pedagang kaki lima yang tidak mau pindah dikarenakan lokasi yang tidak strategis Kedua, masalah belum terselesaikan karena belum adanya keputusan dari Bupati Karawang.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DAN KONVENSIONAL DALAM IKLAN KARTU PERDANA DI TELEVISI Mayasari Mayasari; Yuyun Yulianti
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.446 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i1.298

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Implikatur dalam Wacana Iklan Kartu Perdana di Televisi” ini merupakan analisis wacana dialog. Banyaknya produk kartu perdana yang ada saat ini menyebabkan munculnya iklan-iklan kartu perdana di televisi.Wacana iklan di televisi mengandung pesan-pesan khusus atau makna tersirat yang terkandung dalam sebuah iklan kurang diperhatikan oleh masyarakat dalam memilih dan menentukan suatu produk dan jasa. Hal ini terjadi karena masyarakat kurang memahami maksud atau implikasi yang terdapat dalam iklan. Dengan kata lain, masyarakat kurang memahami implikatur yang terdapat dalam iklan. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran implikatur dalam wacana iklan kartu perdana di televisi sehingga objek penelitian ini adalah iklan kartu perdana di televisi. Dalam menjawab permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang menggambarkan dan mengungkapkan faktafakta yang ada dalam iklan kartu perdana yang ada di televisi.Temuan dari penelitian ini secara khusus dapat dijadikan sebagai sarana pemahaman bagi masyarakat tentang bahasa iklan yang mengandung implikatur sehingga masyarakat dapat memilih produk dengan cermat.Kata kunci: Implikatur, Iklan, Kartu Perdana
REPRESENTASI PELAKU DAN KORBAN DALAM BERITA PEMERKOSAAN DI MEDIA DARING: ANALISIS WACANA KRITIS Mayasari Mayasari
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.797 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i2.589

Abstract

Abstract This study describes social representations contained in eonline news media detik.com about rape. This research uses critical discourse analysis Theovan Leuweun model swith the use ofa two-dimensional model ofsocial representations(micro andmacro) and coupled model of textual analysis of Teun van Dijk. Descriptionofthe studyconsisted ofthreemain points, namely(1) the representationof ocialactorsinvolvedinthestudyextualdiscoursebas ed(micro), (2) representation ofthe socialsituationin adiscoursebased onsociocultural aspects(macro), and(3) the relationshipbetweensocialactorsandsocialsituation ofdiscourse. 
PESAN DAN MAKNA DAKWAH ISLAM DALAM FILM ANALISIS ISI DESKRIPTIF PESAN DAN MAKNA DAKWAH ISLAM DALAM FILM TAUSIYAH CINTA Nurhasanah Ridwan; Mayasari Mayasari
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.991 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1413

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pesan dan makna dakwah Islam yang terkandung dalam adegan-adegan film Tausiyah Cinta berdasarkan kategori-kategori pesan dakwah yang peneliti sudah tentukan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti mengumpulkan data yang terdapat dalam film Tausiyah Cinta dan dianalisis dengan menggunakan analisis isi deskriptif dengan memfokuskan pada tiga kategori isi pesan dakwah yaitu Akidah, Akhlak, dan Syariah.Hasil penelitian menunjukan adanya kandungan pesan dakwah yang tampak dan makna yang tersembunyi ada dalam adegan-adegan film Tausiyah Cinta. Sebagian besar film ini mengandung pesan dan makna dakwah kategori syariah Islam. Seperti pesan dakwah untuk selalu bersabar menghadapi ujian hidup, menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Islam, dan saling mengingatkan sesama manusia.Kata Kunci : Dakwah, Film, Media Massa
Pengaruh Peringatan Visual Iklan Kemasan Rokok: Pengukuran Tingkatan Perasaan Takut yang Dibedakan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia Mayasari Mayasari; Hadi Sudarjat; Mally G. Sholih
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.105 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i2.1667

Abstract

Cigarettes kill nearly seven million people every year throughout the world. Changes in cigarette packaging design is one way to reduce the number of smokers in the community. Some studies suggest that the threat to cigarette packaging in the form of Threatening Visual Warnings (TVWs) only has a slight effect and does not have any effect at all on the reaction and character of people who smoke. In contrast, several studies have shown that TVWs have a positive effect on smokers' desire to smoke or reduce smoking consumption. Because of these conflicting results, further research is needed. The main objective of this study was to assess the effectiveness of cigarette packaging images in terms ofemotional and behavioral reactions, namely TVWs at moderate vs. very high levels of cigarette packaging for active smokers by age and sex category. The age group is divided into adolescents (12-17 years) and adults (> 18 years). Thesex group is divided into two, namely male and female. From the results of chi-square statistical analysis, it was obtained a significant correlation or influence between the threat level of moderate level and high level on cigarette packaging to the feeling of fear or disgust among smokers, namely in the category of adolescent girls, adolescent boys and men (p- value <0.05). Whereas in adult women there is no significant effect (p-value> 0.05).Keywords: Threatening Visual Warnings, Smokers, Ads, Health
KONTRUKSI MAKNA PEREMPUAN PEROKOK STUDI FENOMENOLOGI KONTRUKSI MAKNA PEREMPUAN PEROKOK DI KARAWANG Bayu Yudha Perwira; Mayasari Mayasari; Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.691 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v4i1.1999

Abstract

Penelitian ini berjudul “Studi Fenomenologi Kontruksi Makna Perempuan Perokok di Karawang” ini memiliki identifikasi masalah yang mencari makna diri perokok bagi perempuan perokok dan mencari makna tentang informasi bahaya merokok. Hal ini sangat menarik karena disekitar peneliti sudah banyak perempuan perokok, yang dimana tidak banyak orang yang belum mengetahui alasan mereka untuk merokok sehingga peneliti ingin meneliti lebih dalam lagi tentang kontruksi perempuan perokok ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, karena dalam penelitian ini meneliti suatu fenomena dengan tujuan untuk mencari makna perempuan perokok, dimana untukmendapatkan makna tersebut peneliti harus meneliti secara mendalam agar informan akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Teori yang digunakan adalah Teori Realitas Sosial dari Thomas Luckmann dan berger, lalu Teori Interaksi Simbolik dari G.H Mead dan H. Blumer yang menjadi landasan peniliti dalam melakukan penelitian ini. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian, dan peneliti baru saja mendapatkan data dari informan. Makna diri perokok bagi perokok adalah Perempuan perokok menjadi perempuan percaya diri dan perempuan yang kecanduan. Dimana karena kecanduan mereka tidak bisa lepas dari rokok, maka makna informasi tentang bahaya merokok mendapat hasil, yaitu makna sebagai informasi menakutkan dan makna hanya sebagai peringatan.
Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Jefriyanto Jefriyanto; Mayasari Mayasari; Fardiah Oktariani Lubis; Kusrin Kusrin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3740

Abstract

Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang (Analisis Deskriptif Mengenai Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada komunitas Ikatan Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang), Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti untung mengangkat culture shock dalam komunikasi lintas budaya yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang yang menuntut ilmu di Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang sertaapa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya. Hasil dari penelitian menunjukan tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang serta apa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya.Kata Kunci: Culture Shock, Hambatan Komunikasi Lintas Budaya, Etnis Minangkabau
Representasi Peristiwa Pidato Joko Widodo Pada Media kompas.com “Politikus Sontoloyo”: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Bagas Maulana Natadirja; Mayasari Mayasari; Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3744

Abstract

Media pada saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Informasi yang disampaikan oleh media, berdampak pada ideologi dan pemikiran dari masyarakat yang diterima. Representasi bertujuan untuk memberikan gambaran menurut hasil analisis dari peneliti dengan menunjukkan data-data dan berdasarkan informasi atau hasil tulisan yang diteliti. Analisis Wacana Kritis digunakan oleh peneliti untuk menganalisa teks berita yang ditulis oleh kompas.com. Analisis wacana kritis Teun A. van Dijk menganalisa analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tujuan dari penelitian ini memberikan sisi lain pemberitaan yang diberitakan oleh kompas.com. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis. Peneliti membuat analisis dan mengkritisi pesan-pesan yang disampaikan dalam pemberitaan kompas.com yang dinilai tidak netral dan cenderung memihak kepada suatu kubu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media kompas.com memiliki kecenderungan memihak kepada kubu Joko Widodo. Sentimen wartawan kompas.com terhadap kubu Prabowo Subianto sangat terlihat dari hasil analisis teks, diperkuat juga dengan hasil analisis kognisi sosial dan konteks sosial. Intensitas tatap muka yang dilakukan oleh wartawan kompas.com ini lebih sering bertemu dengan Joko Widodo, disini membuktikan bahwa memang wartawan tersebut lebih akrab dan memiliki kecenderungan berpihak kepada kubu Joko Widodo.Kata Kunci: Politikus Sontoloyo, Analisis Wacana Kritis, Joko Widodo
Evaluating Communication Patterns of Women Legislative Successors of Karawang in 2019 Election Mayasari Mayasari; Nani Darmayanti; Yanti Tayo; Zainal Abidin; Kusrin Kusrin
Nyimak: Journal of Communication Vol 6, No 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.539 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v6i1.5373

Abstract

IIn the dynamics of general elections, the discussion of women legislative candidates has always been an interesting topic because the proportion of 30% of women candidates’ minimum requirement is always difficult to fulfill by any political party. The difficulty of women legislative candidates penetrating parliamentary seats is a problem that must be resolved. Therefore, it is necessary to conduct qualitative research to formulate how the communication patterns carried out by women politicians in the Karawang Regency, who have succeeded in penetrating parliamentary seats through case study techniques during the research. The communication pattern that marks the women’s success in election contestation can be a guide or reference when other women party politicians enter politics and advance to become legislature members. This research is limited to women members of the legislature who come from the Golkar Party. The results showed that the success of women members of the Regional Legislative Assembly (DPRD) from the Golkar party in occupying seats in the DPRD was partly due to the communication patterns they succeeded in establishing. They build vertical, horizontal, formal, and informal communication patterns that apply more social and cultural approaches. The uniqueness is when social media is used as a tool for political campaigns today, the communication strategy developed by those women legislative candidates of the Golkar party does not take advantage of social media. This is because the targeted constituents are people in remote areas, so the communication pattern through a direct face-to-face approach is much more impactful than social media.Keywords: Women DPRD members of Karawang Regency, political communication patterns, 2019 general election ABSTRAKDalam dinamika pemilihan umum (pemilu) pembahasan mengenai calon anggota legislatif perempuan selalu menjadi topik yang menarik karena adanya proporsi 30% caleg perempuan yang selalu sulit dipenuhi oleh setiap partai politik. Sulitnya calon anggota legislatif perempuan menembus kursi parlemen merupakan masalah yang harus dicarikan solusinya. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif untuk merumuskan bagaimana pola komunikasi yang telah dilakukan oleh para politisi perempuan di Kabupaten Karawang yang telah berhasil menembus kursi parlemen dengan studi kasus sebagai teknik penelitian. Pola komunikasi yang menandai keberhasilan kaum perempuan dalam kontestasi pemilu ini dapat menjadi pedoman ataupun acuan ketika pihak lain yang juga perempuan akan terjun ke dunia politik dan akan maju menjadi anggota legislatif. Penelitian ini dibatasi hanya pada anggota legislatif perempuan yang berasal dari Partai Golkar. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa keberhasilan para anggota DPRD perempuan dari Partai Golkar dalam menduduki kursi di DPRD salah satunya disebabkan oleh pola komunikasi yang berhasil mereka bangun. Adapun pola komunikasi yang mereka bangun tersebut adalah pola komunikasi vertikal, horizontal, formal, informal yang lebih cenderung menerapkan pendekatan sosial dan budaya. Saat media sosial dijadikan alat kampanye politik dewasa ini, strategi komunikasi yang dibangun para calon anggota legislatif perempuan di Kabupaten Karawang yang berasal dari Partai Golkar ini tidak memanfaatkan media sosial. Hal ini disebabkan konstituen yang menjadi sasarannya adalah masyarakat pelosok yang belum memiliki pemahaman awam terhadap teknologi sehingga pola komunikasi melalui tatap mula langsung jauh lebih berdampak dibandingkan dengan penggunaan media sosial.Kata Kunci: Anggota DPRD perempuan Kabupaten Karawang, pola komunikasi politik, Pemilu 2019