Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hospitality English: Essential Phrases for Hotel and Tourism Professionals Marasabessy, Fachria Yamin; Amalia Mustika; Indriyani, Susi; Rizki Amelia; Ratna Rintaningrum
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v4i1.1303

Abstract

English is essential in the hospitality and tourism industry as the primary communication tool between hotel staff and international guests. Effective English communication enhances service quality, guest satisfaction, and the hotel's reputation in the global market. However, many hotels in Indonesia face challenges in maintaining consistent English standards, particularly in mastering key service phrases. This study aims to identify essential phrases for hotel professionals, evaluate their effectiveness, and analyze factors influencing English proficiency in hospitality settings. A mixed-methods approach with qualitative and quantitative descriptive methods was used. Data were collected through field observations, interviews with hotel managers and staff, and guest satisfaction surveys. Findings reveal that international hotels in major cities like Jakarta and Bali exhibit higher English proficiency compared to developing hotels in cities such as Bandung, Yogyakarta, Medan, and Surabaya. Contributing factors to better English standards include regular training, the use of standardized service scripts, and a work environment that necessitates English communication. In contrast, developing hotels struggle with challenges such as limited formal training, inconsistent English use, and low staff awareness of key service phrases. To address these issues, this study recommends strategies including real-life scenario-based training programs, language learning technology integration, periodic mentoring and evaluation, and the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) for service communication. These strategies are expected to improve hotel service communication, enhance guest satisfaction, and strengthen Indonesia’s hotel industry competitiveness on an international scale. By prioritizing English language training, hotels can create a more professional service environment, ensuring a seamless experience for international guests and fostering a strong global reputation.
Empowering Cibuntu Village: Continuous Training and Assessment For Asean's Best Homestay Excellence Amalia Mustika; Wijayanti Dewi Prabandari; Vienna Artina Sembiring; Freddy Triono
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i1.4474

Abstract

Cibuntu Tourism Village, located in Cirebon, West Java, is a village rich in natural, cultural, and culinary potential, and it boasts homestays that have previously received ASEAN-level awards. The aim is to assess and provide ongoing training to improve the quality of homestays in Cibuntu Village, with the hope of reclaiming the title of the best homestay at the ASEAN level. The methods used include presentations, assessments through Q&A sessions, direct observations, and facility evaluations. A comprehensive assessment was conducted on ten homestays based on two aspects: local wisdom and service quality. The results revealed that three out of the ten homestays assessed met the high criteria and were deemed worthy of being re-nominated for the ASEAN competition. The assessment scores of these three homestays were nearly identical, indicating the very high quality of each homestay. These findings suggest that the homestays in Cibuntu Village have great potential to compete at the international level with only minor adjustments through training. This community service initiative is hoped to provide continuous training, improve homestay service quality, and strengthen Cibuntu Village’s position as a leading tourism destination in sustainable homestay management.
PENDAMPINGAN TRANSFORMASI HOMESTAY 5.0: OPTIMASI LAYANAN, DIGITAL MARKETING, DAN PAKET EDUWISATA PASCA COVID-19 DI KAMPUNG TAJUR, PURWAKARTA Amalia Mustika; Savitri Hendradewi; Fachrul Husain Habibie
BINA CIPTA Vol 4 No 2 (2025): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v4i2.83

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelola homestay di Kampung Tajur, Purwakarta melalui penerapan program transformasi Homestay 5.0. Program ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu optimalisasi kualitas layanan berbasis kearifan lokal, penerapan digital marketing, serta pengembangan paket eduwisata di era pasca-COVID-19. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi teknologi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta mengenai layanan hospitality, keterampilan promosi digital, serta kemampuan dalam mengembangkan paket eduwisata berbasis potensi lokal. Luaran inovatif berupa QR Code homestay, papan informasi, dan video promosi turut memperkuat identitas digital Kampung Tajur sebagai desa wisata budaya Sunda. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme masyarakat, penguatan-branding pariwisata, serta terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal.
Pengembangan Potensi Desa Wisata Melalui Pelatihan Pengenalan Homestay di desa Sungsang Iv, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan Vienna Artina Sembiring; Novita Widyastuti; Amalia Mustika
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v1i1.1322

Abstract

Desa Sungsang IV berada di area muara sungai Musi dan berbatasan dengan Laut China Selatan atau Laut Bangka. Hal ini yang menjadikan desa Sungsang IV sebagai desa nelayan yang mata pencarian sebagian besar masyarakatnya adalah mencari ikan dilaut. Proses pengenalan potensi menggunakan metode analisa SWOT.Analisa SWOT yang digunakan adalah sebagai alat untuk mengenali kekuatan, kelemahan yang dimiliki suatu desa serta melihat peluang dan ancaman yang dihadapi oleh desa tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh warga desa yaitu memberikan pelatihan pengenalan homestay kepada warga sekitar yang berjumlah 20 orang. Tujuannya adalah untuk memetakan rumah masyarakat yang siap dijadikan homestay dan menyiapkan rumah masyarakat untuk dijadikan homestay yang sesuai standart yang berlaku, dan hasil analisa yang ditemukan bisa menjadi rujukan untuk mewujudkan desa Sungsang IV menjadi desa wisata yang memiliki homestay.
Pelatihan dan Penyuluhan Sertifikasi Desa Wisata di Desa Cibuntu Fachrul Husain Habibi; Willy Arafah; Amalia Mustika; Heny Ratnaningtyas
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v3i2.1599

Abstract

Tourism village certification is part of the framework of the sustainable tourism development program or Indonesian sustainable tourism. The purpose of this research is that village managers and the community will understand the importance of tourism village certification which guarantees to tourists the quality of tourist village destinations. The method of activity used in this activity is counseling and training. This service activity was carried out at the Cibuntu Village Hall starting at 08.00 to 13.00, which was attended by 20 participants. It is hoped that this service activity will make the managers and the tourism village community better understand the concept of quality assurance for good tourism village management, including the process of establishing and fulfilling management quality standards in a consistent and sustainable manner, so that consumers, producers, and stakeholders get satisfaction.
Pemberdayaan Pokdarwis: Peningkatan Kualitas Pelayanan di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur, Magelang Amalia Mustika; Fachrul Husain Habibie; Savitri Hendradewi; Mimi Enggriani
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v5i1.1706

Abstract

Pemerintah Indonesia secara aktif bekerja untuk mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pembangunan Desa Borobudur. Sebagai bagian dari inisiatif ini, salah satu dusun di Desa Borobudur, dusun Ngaran II, telah membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mendukung pengembangan desa menjadi tujuan wisata berkelanjutan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis dalam memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, telah diselenggarakan serangkaian kegiatan, meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi pengabdian. Fokus pelatihan adalah pada prinsip-prinsip pelayanan yang baik dan teknik komunikasi yang efektif, khususnya dalam bahasa Perancis. Tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Pokdarwis. Dengan begitu, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis akan meningkat. Melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan ini, Desa Borobudur bertujuan untuk menawarkan pengalaman yang memuaskan kepada pengunjung sambil melestarikan warisan alam dan budaya daerah tersebut. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Homestay, Komunikasi