Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Teknologi, Kerjasama Pemerintah, dan Kurikulum Holistik: Peran Gereja Terhadap Pendidikan Agama Kristen Bagi Kaum Muda Tarisih Tarisih; Sutrisno Sutrisno
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 3 No 2 (2022): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.3 No.2 (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v3i2.118

Abstract

The Church has a major role to play in Christian Education for all members of its congregation, including youth. Youth as successors need to be directed, guided and nurtured so as to become mature disciples of Christ in the faith. But the fact is that the church does not fully think seriously and responsibly about Christian Religious Education, especially for youth. Para leaders have failed in setting the goals of Christian Education for youth. Routine tasks have seized the minds of leaders so as not to have the opportunity to think of earnest and planned coaching within the congregation. Answering these problems, the author raised the topic of research on "The Role of the Church in Christian Religious Education for youth. Through this research, it is hoped that the church will evaluate its role, and seriously consider the effective implementation of Christian Religious Education for youth. Research uses literature methods using books and journals related to research topics and records and collects data to make logical and systematic thinking constructs to answer problems. The results of the study concluded, Pertama, the church placed specifically a spiritual leader who was capable of teaching theology and teaching the Word of God. Second, the Church is open to technology and uses social media to run ministries. Third, the church collaborates with the government and Fourth, the church needs to establish a holistic curriculum to address the problems of the youth. Gereja mempunyai peran besar terhadap Pendidikan Agama Kristen bagi seluruh anggota jemaatnya, termasuk pemuda. Pemuda sebagai genarasi penerus perlu diarahkan, dibimbing dan dibina sehingga menjadi murid Kristus yang dewasa dalam iman. Namun faktanya gereja tidak sepenuhnya memikirkan dengan serius dan bertanggung jawab terhadap Pendidikan Agama Kristen khusunya bagi pemuda. Para pemimpin telah gagal dalam menetapkan tujuan-tujuan Pendidikan Agama Kristen bagi pemuda. Tugas-tugas rutinitas telah menyita pikiran para pemimpin sehingga tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan pembinaan yang sungguh-sungguh dan terencana di dalam jemaat. Menjawab permasalahan-permasalahan tersebut, penulis mengangkat topik penelitian tentang “Peran Gereja terhadap Pendidikan Agama Kristen Bagi pemuda. Melalui penelitian tersebut diharapkan gereja mengevaluasi perannya, dan memikirkan secara serius pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen secara efektif bagi pemuda. Penelitian menggunakan metode literatur dengan menggunakan buku-buku dan jurnal terkait dengan topik penelitian serta mencatat dan mengumpulkan data-data untuk membuat kontruksi berpikir logis dan sistematis menjawab permasalahan. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama, gereja menempatkan secara khusus seorang pemimpin rohani yang cakap mengajarkan teologi dan mengajarkan Firman Tuhan. Kedua, Gereja membuka diri terhadap tekhnologi dan menggunakan media sosial untuk menjalankan pelayanan. Ketiga, gereja berkolaborasi dengan pemerintah dan Keempat, gereja perlu membentuk kurikum holistik untuk memnjawab permasalahan para pemuda.
The Impact of Free Association Among Students: Case Study in Toineke Village, Kualin District, South Central Timor District Sergi Fatu; Sutrisno Sutrisno; Novida Dwici Yuanri Manik
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 2 No 1 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2021)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.977 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i1.97

Abstract

This study aims to 1) determine the causes of the emergence of promiscuous behavior in Toineke Village, Kualin District, South Central Timor Regency; 2) Knowing the impact of promiscuity for students in Toineke Village, Kualin District, South Central Timor Regency. This research was conducted in Toineke Village, Kualin District, Nusa Tenggara Regency; The research approach used is a qualitative research approach. Data collection techniques using interview techniques, observation, and documentation. For the technique of determining informants using the Snowballin Sampling technique. The data analysis technique used is interactive model analysis using three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The results of this study indicate that promiscuity among students in Toineke Village, Kualin sub-district, Timor Tengah Selatan Regency is caused by a cultural shift, which lacks attention from parents, close friends, and the media from these various factors so that it has an impact on decreasing student achievement, dropping out of school and getting pregnant. out of wedlock. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penyebab munculnya perilaku pergaulan bebas di Desa Toineke Kecamatan Kualin kabupaten Timor Tengah Selatan; 2) Mengetahui dampak pergaulan bebas bagi pelajar di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Nusa Tenggara; Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk teknik penentuan informan menggunakan teknik Snowballin Sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergaulan bebas di kalangan pelajar di Desa Toineke kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan disebabkan oleh pergeseran budaya, yang kurangnya perhatian orang tua, teman dekat, dan media dari berbagai faktor tersebut sehingga berdampak pada menurunnya prestasi pelajar, putus sekolah dan hamil di luar nikah.