Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SUBCRONIC TOXICITY TEST COMBINATION OF Phyllanthus niruri AND Centella asiatica EXTRACT AT HEMATOLOGY IN RATS Siti Fatmawati Fatimah; Endang Darmawan; Iin Narwanti; Dzulhaifa Dzulhaifa; Ira Aprilia Wulandari; Ria Putri Salma
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 10, No 3, (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol10.Iss3.art8

Abstract

Background: Meniran (Phyllathus niruri) and pegagan (Centella asiatica) are well-known medicinal plants in Indonesia. Uses of meniran and pegagan as herbal medicines need to be examined for their subchronic activity to assure their safety. Objective: This study aimed to evaluate subchronic effects of a combination of extracted meniran and pegagan on Wistar rats through haematological parameters (erythrocytes, haemoglobin, haematocrit, MCV, MCH, and MCHC).Methods: Animal models used were 56 male and female Wistar rats and were divided randomly into 4 groups. Group 1 received CMC-Na 1% (control group). Group 2 received extracts of meniran and pegagan (50:50 mg/kgBW). Group 3 received extracts of meniran and pegagan (250:250 mg/kgBW). Group 4 received extracts of meniran and pegagan (1250:1250 mg/kgBW). Subchronic test of meniran and pegagan was conducted by providing treatments for the Wistar rats for 28 days. Their haematological substances were analysed statistically by using one way ANOVA and Kruskal-Wallis method with confidence interval of 95% and post-hoc. Results: This study found that the haematological substances in male Wistar rats were normal and did not significantly change (p>0,05). It also showed that haemoglobin and haematocrit substances in female rats were normal and did not significantly change (p>0,05). Erythrocytes, MCV, MCH, and MCHC in female rats indicated significant change (p<0,05), but they were still in normal ranges.Conclusion: It could be concluded that administration of the combination of extracted meniran and pegagan was not toxic to haematology of the rats in all doses.
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN KONSELING DAN SHORT MESSAGES SERVICE (SMS) TERHADAP KEPATUHAN TERAPI HIPERTENSI PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD BANJAR Nia Kurniasih; Woro Supadmi; Endang Darmawan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.167 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1201

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan terapi hipertensi pasien hemodilisis dapat ditingkatkan dengan pemberian edukasi. Edukasi dapat diberikan dalam bentuk konseling langsung atau pengiriman Short Messages Service (SMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dan Short Messages Service (SMS) Apoteker terhadap kepatuhan terapi hipertensi pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan pre test dan post test dengan desain kelompok kontrol. Data pasien hemodialisa dikumpulkan selama 4 minggu periode Maret hingga April 2014. Data pasien diperoleh dari rekam medis dan pemberian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale Morisky (MMAS). Penelitian ini dilakukan di Poli Hemodialisa RSUD Banjar, Jawa Barat. Analisis statistik untuk mengetahui pengaruh konseling dan Short Messages Service (SMS) terhadap kepatuhan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai uji kelompok kontrol hasil pre test dan post test (p = 0.206) dan nilai uji kelompok perlakuan hasil pre test dan post test (p = 0.008). Analisis data menunjukkan ada perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan (p = < 0,05) setelah pemberian konseling dengan Short Messages Service (SMS). Kata kunci: Terapi Hipertensi, Hemodialisis, Kepatuhan
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Puji Asmini; Woro Supadmi; Endang Darmawan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.171 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1203

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi nilai normal (hiperglikemia) sebagai akibat dari kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi diabetes diabetes diperkirakan mencapai 2,8% pada tahun 2000, dan diperkirakan terus meningkat. Kepatuhan pasien dan modifikasi gaya hidup memegang peranan penting dalam manajemen diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap terhadap peningkatan kepatuhanpasien diabetes mellitus rawat jalan di RSUD Dr Muwardi Kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan studi deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif, selama  3 bulan dari Juni-Agustus 2014. Responden sebanyak 90 pasien dengan intervensi pemberian informasi obat untuk kelompok 1 dengan leaflet dan oral sebanyak 2kali ulangan, kelompok 2 dengan leaflet sebanyak 2kali ulangan, dan kontrol dengan pemberian informasi di awal kunjungan.Data pasien diperoleh dari rekam medis dan pemberian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam rawat jalan di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Mengenai pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai uji kelompok kontrol hasil pre test dan posttest (p = 0.001), nilai uji kelompok perlakuan pertama hasil pre test dan post test (p = 0.001), dan nilai uji kelompok perlakuan kedua hasil pre test dan post test (p = 0.000). Analisis data menunjukkan ada perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan (p = < 0,05) setelah pemberian informasi obat dengan leaflet. Kata kunci: Diabetes, Pemberian Informasi Obat, Kepatuhan
EVALUASI TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Hafni Nur Insan; Endang Darmawan; Akrom Akrom
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.953 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4435

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian anaki dibawah umur lima tahun di dunia. Terapi antibiotik secara empiris menjadi pilihan dalam pemilihan antibiotik di rumah sakit karena mikroorganisme penyebab pneumonia belum diketahui saat masuk rumah sakit. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas antibiotik terhadap perbaikan outcome pasien dan terhadap rata-rata lamanya pasien dirawat inap di rumah sakit (LOS). Metode Penelitian: Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional prospektif dan dilakukan di salah satu rumah sakit di daerah Sumatera Utara pada bulan Maret 2019 hingga Desember 2019. Tujuh puluh pasien digunakan sebagai subjek penelitian. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan beberapa yaitu uji chi square, uji fisher dan uji mann whitney. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas antibiotik tepat dan tidak tepat terhadap perbaikan klinis demam (p=0,841), sesak (p=0,639), batuk (p=0,186), retraksi (p=0,442). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas antibiotik tepat dan tidak tepat terhadap rata-rata lamanya pasien dirawat inap di rumah sakit (p=0,036)
The Studi Transformasi Deteksi Sinyal Farmakovigilans: Dari Spontaneous Reporting System (SRS) Menuju Integrasi Artificial Intelligence (AI): - Candra, Novita Diana Ayu; Nur Muhammad Herunda Putra; Endang Darmawan
Media Farmasi Indonesia Vol. 20 No. 2 (2025): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v20i2.342

Abstract

Adverse Drug Reactions (ADR) menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan beban finansial sistem kesehatan global. Sistem pelaporan spontan (Spontaneous Reporting System/SRS) merupakan pendekatan tradisional utama dalam deteksi sinyal farmakovigilans, namun dibatasi oleh underreporting, keterlambatan pelaporan, dan bias pelapor. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan SRS dengan pendekatan berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam mendeteksi sinyal keamanan obat. Metode yang digunakan adalah kajian naratif literatur, dengan penelusuran literatur dari database yang sesuai kriteria inklusi yaitu artikel original dan terbit pada tahun 2015-2025. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaporan ADR masih rendah akibat hambatan sistemik, namun dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan intervensi multifaset. Integrasi AI, seperti model LGBM, dLBM, dan aTarantula, mampu mendeteksi ADR secara otomatis dengan akurasi tinggi, bahkan dari data tidak terstruktur. Kesimpulan artikel ini bahwa pendekatan integratif antara SRS dan AI merupakan strategi optimal untuk meningkatkan efektivitas deteksi sinyal farmakovigilans di masa depan, dengan menggabungkan kekuatan data real-world dari SRS dan kemampuan analitik canggih dari AI.
Profile of Pulmonary Tuberculosis Patients with dan without Diabetes at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional General Hospital Gorontalo City Abas, Siti Nur Rahmatiya; Sugiyarto Surono; Haafizah Dania; Lolita; Endang Darmawan
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/7aryfn34

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is still a leading cause of death from infectious diseases worldwide, and diabetes mellitus (DM) exacerbates its impact by increasing the risk of infection, worsening clinical manifestations, and lowering treatment success. Objective: To compare the characteristics of pulmonary TB patients with and without DM. Methods: An observational analytic study with a retrospective design was conducted using medical records of pulmonary TB patients at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo, from January to September 2024. Results: TB-DM is most frequently found in the 55–64 years age group, whereas TB without DM is most prevalent in the 45–54 years group. Female patients dominate the TB-DM group, while male patients are more common in the TB without DM group. Conclusion: that age and sex are important determinants in the distribution of TB-DM and TB without DM, emphasizing the need for integrated screening in patients aged ≥45 years and gender-sensitive interventions for TB control.