Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STRATEGI TRANSFORMASI HUKUM ISLAM DALAM PEMBINAAN HUKUM NASIONAL Anwar Sadat
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 1 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.402 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v16i1.518

Abstract

Abstract: This study reviews the strategy of transforming Islamic law in fostering national law. The results of the study show that in general there are two lines of application of Islamic law that can be pursued in efforts to foster national law, namely the path of transformation into the law and non-transformation pathways beyond the prevailing laws. Abstrak: Kajian ini mengulas tentang strategi transformasi hukum Islam dalam pembinaan hukum nasional. Hasil kajian menunjukan bahwa secara garis besar ada dua jalur penerapan hukum Islam yag dapat ditempuh dalam upaya pembinaan hukum nasional yaitu jalur transformasi ke dalam undang-undang maupun jalur non transformasi di luar per-undang-undang-an yang berlaku.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) DALAM MENANGGAPI PENGADUAN MASYARAKAT DI POLSEK MEDAN BARU Anwar Sadat
Jurnal Publik Vol 3 (2018)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jpr.v3i0.341

Abstract

Peranan Camat dalam Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance) pada Kantor Camat Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Anwar Sadat
Jurnal Publik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jpr.v2i2.308

Abstract

Tinjauan Yuridis Tentang Proses Penyelesaian Perkara Perceraian : Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Lubuk Pakam Nomor : 1255/Pdt.G/2023/PA.Lpk Pajar Ningrum; Anwar Sadat
Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober : Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/demokrasi.v1i4.531

Abstract

Marriage or Marriage is a very strong contract (misaqon ghalidzan) to justify a sexual relationship between a man and a woman for the sake of realizing a happy family life, which is filled with a sense of peace and affection according to the rules approved by Allah. In legal research, there are two types of research, namely normative (doctrinal) research and empirical research. The type of research used in preparing this thesis is a combination of normative (doctrinal) research and empirical research. The location for data collection in this research was at the Lubuk Pakam Religious Court, Jalan Mahoni No.3 Komp. Deli Serdang Regency Government Offices. The technique of designating a word that is abstract and not manifested in objects, but its use can only be seen through: questionnaires, interviews, observations, exams (tests), documentation, etc. The data analysis technique used in this legal research uses qualitative analysis Based on research results, the factors that cause divorce fall into various categories such as adultery, drunkenness, madness, gambling, leaving one of the parties, prison law, polygamy, domestic violence (KDRT), constant disputes and quarrels, apostasy, and economic problems. In resolving divorce case Number 1255/Pdt.G/2023/PA.Lpk at the Lubuk Pakam Religious Court, the Panel of Judges put forward in-depth legal considerations in deciding the divorce case between Kiki Andriani Binti Giarno (Plaintiff) and Juliandi Nasution Bin Sabran Nasution (Defendant) . The following is a comprehensive explanation of the considerations made by the Panel of Judges in the decision-making process: Based on the process of resolving divorce cases, this shows how the legal system functions to handle domestic disputes by considering various legal factors and relevant facts. So it can be concluded that the factors causing divorce at the Lubuk Pakam Religious Court. In this research, an analysis of the divorce case decision at the Lubuk Pakam Religious Court with Number 1255/Pdt.G/2023/PA.Lpk between Kiki Andriani Binti Giarno as the Plaintiff and Juliandi Nasution Bin Sabran Nasution as Defendant. Based on this decision, there are several main factors that led to the divorce, which reflect the dynamics of the couple's domestic life and are relevant in the general context of divorce at the Lubuk Pakam Religious Court. Considerations of the Panel of Judges in Settlement of Divorce Cases at the Lubuk Pakam Religious Court. The decision emphasizes the importance of being present in the legal process and the effectiveness of mediation as an effort to resolve disputes. About the process of resolving divorce cases (Religious Court Decision Case Study Number: 1255/Pdt.G/2023) settlement process This divorce case shows how the legal system functions to handle domestic disputes by considering various legal factors and relevant facts.
Penerapan Program Literasi Sains Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Ilmiah Siswa di TK Nurul Illmi Sumbawa Suryanti; Ramadhan, Syahru; Hermansyah; Anwar Sadat
Lamda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i1.1192

Abstract

The background of the problem underlying this research is the students' low understanding of basic scientific concepts such as the introduction of nature, animals, plants and the surrounding environment. This can be seen from the results of initial observations that show a gap in the ability to recognize, read, and write related to the world of science. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The main data sources came from students, teachers, and observations of learning activities carried out at Nurul Illmi Kindergarten. Data analysis techniques were carried out inductively, by identifying patterns in the data obtained to draw conclusions related to the impact of the application of science literacy. The results showed a significant increase in students' scientific thinking skills after the science literacy program was implemented. Out of 30 students, 22 students showed good progress, 5 students were in the moderate category, and 3 students were still in the deficient category. This indicates that the program is effective in improving children's understanding and scientific thinking skills. As a follow-up, this study serves as a reference for researchers and teachers to look more carefully at science literacy programs as a fundamental need for children in learning.
ASESMEN NASIONAL DAN RAPOR PENDIDIKAN SERTA PEMANFAATANNYA UNTUK PERENCANAAN BERBASIS DATA Anwar Sadat
Instruksional Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret masukan, proses dan hasil pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan secara terperinci mengenai program Merdeka Belajar yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Asesmen Nasional sudah mulai berjalan untuk tahun kedua, dan hasilnya dilaporkan dalam platform Rapor Pendidikan. Hasil Asesmen Nasional pertama tahun 2021 sebagaimana terlihat dalam Rapor Pendidikan secara nasional menunjukkan 1 (satu) dari 2 (dua) perserta didik belum mencapai kompetensi minimum litersi. Kemudian secara nasional ada 2 (dua) dari 3 (tiga) peserta didik yang belum mencapai kompetensi minimum numerasi. Aspek iman, taqwa, akhlak dan kreativitas terlihat menonjol, namun aspek lingkungan membutuhkan perhatian dan perbaikan. Pemerintah RI sudah meluncurkan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan hasil penilaian dalam Rapor Pendidikan berkaitan dengan bantuan pendanaan, program-program penggerak dan pelibatan masyarakat dalam pendidikan pengajaran, kurikulum merdeka dan kemerdekaan memilih kurikulum. Lebih lanjut, berbasiskan data Rapor Pendidikan maka diberikan rekomendasi perencanaan-perencaanan mendasar untuk perbaikan di tingkat satuan pendidikan yang juga berprinsip kemerdekaan bagi satuan pendidikan apakah akan menggunakan rekomendasi tersebut secara penuh ataupun memodifikasinya ataupun tidak menggunakannya sama sekali dan membuat perencanaan mandiri berbasis data rapor pendidikan. Kata kunci: merdeka belajar, asesmen nasional, rapor pendidikan, perencanaan, data
Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Waris Anak Angkat Dalam Pembagian Harta Berdasarkan Hukum Waris Islam Dan Perdata Rahayu Sitorus; Anwar Sadat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1623

Abstract

Pengangkatan anak dalam masyarakat Indonesia menimbulkan persoalan hukum terkait hak waris yang belum sepenuhnya dipahami secara adil dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum anak angkat dalam pembagian warisan berdasarkan sistem hukum waris Islam dan perdata. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang dikombinasikan dengan studi empiris melalui wawancara terhadap informan di Kecamatan Medan Denai. Data dianalisis secara kualitatif untuk menelusuri kesesuaian antara norma hukum dan praktik pewarisan anak angkat di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, anak angkat tidak termasuk ahli waris, kecuali melalui wasiat wajibah maksimal sepertiga dari harta warisan. Sebaliknya, dalam hukum perdata, anak angkat dipersamakan kedudukannya dengan anak kandung jika proses pengangkatan sah secara hukum. Di lapangan, ditemukan bahwa mayoritas pengangkatan anak dilakukan tanpa melalui prosedur hukum resmi, yang menyebabkan kerentanan dalam hak waris. Banyak keluarga menyelesaikan pembagian warisan melalui musyawarah, namun tidak sedikit pula yang berujung konflik karena ketidaktahuan hukum. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara norma hukum dan kenyataan sosial
Analisis Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia Hartinah, Titin; Anwar Sadat
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i5.6682

Abstract

This writing is motivated by the increasing crime rates, particularly Domestic Violence (KDRT), which is often caused by a lack of commitment, poor communication, and an inability to understand the dynamics of household problems. In many cases, women and children are the majority victims of Domestic Violence, resulting in harm both physically and psychologically. The impact of such violence is often severe and can even lead to death due to excessive violent actions. However, it is important to note that the victims of Domestic Violence are not limited to women and children. In Indonesia, men, including husbands who play the role of head of the household, as well as parents, both mothers and fathers, can also be victims of violence. Therefore, this writing aims to provide an understanding that Domestic Violence can involve various members of a household, and it is not always women or children who are the perpetrators or victims. This paper aims to find out how the law enforcement process and efforts made by law enforcement in dealing with law enforcement obstacles against perpetrators of Domestic Violence (KDRT) in Indonesia.
Analisis Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual Anak Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pidana Dan HAM Lavriyan Zagita; Parasian Simanungkalit; Anwar Sadat
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i1.2442

Abstract

Pelaksanaan Kebiri Kimia merupakan hukuman yang baru di Indonesia, terjadi pro kontra terkait pelaksanaan tindakan tersebut. di satu sisi pelaksanaan pidana kebiri diharapkan mampu memberikan efek jera dan pencegahan kepada pelaku, serta dapat mengurangi tingkat kejahatan seksual terhadap anak. Namun di sisi lain pelaksanaan kebiri kimia dianggap merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hak Asasi Manusia pada hakikatnya merupakan hak yang paling dasar yang dimiliki oleh semua umat manusia sebagai anugerah tertinggi dari Tuhan Yang Maha Esa, dimanapun manusia itu hidup, karena dengan hak-hak itu manusia dapat menjadi makhluk yang bermartabat. Pemberian hukuman pidana tambahan berupa kebiri merupakan alternatif terakhir dan dalam pengenaannya pidana tambahan tersebut tidak menghilangkan pidana pokok. Penjatuhan pidana tambahan dalam sistem hukum pidana harus dijatuhkan bersama-sama dengan pidana pokok artinya pidana tambahan tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Pelaksanaan hukuman kebiri merupakan suatu penegasan hukum yang sangat relevan untuk menghadapi perkembangan saat ini, selama dilakukan dengan cara yang manusiawi penghukuman tersebut dapat membawa perubahan kemanfaatan besar dalam kehidupan bangsa dan negara, walaupun manfaat tersebut masih belum dirasakan saat ini namun dengan adanya aturan hukum tersebut pelaku kejahatan diharapkan tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Dalam Pasal 1 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020, dijelaskan bahwa tindakan kebiri kimia adalah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain. Hukuman kebiri ini dilakukan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain “Sehingga menimbulkan korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi,” demikian salinan aturan tersebut.
Perlindungan Hukum Terhadap Perjanjian Lisensi Alih Teknologidalam Perkembangan Teknologi Indonesia Pada Perusahaan Penanaman Modal Asing Luky Adinata; Anwar Sadat; Parasian Simanungkalit
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i1.2445

Abstract

Alih teknologi sering diartikan sebagai suatu proses untuk menjadikan Negara Berkembang ikut menguasai teknologi sebagaimana yang terjadi pada negara maju, dalam kenyataannya memang alih teknologi biasanya dilaksanakan dari suatu negara ke negara lain, umumnya dari negara maju ke negara berkembang. Alih teknologi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung pada macamnya bantuan teknologi yang dibutuhkan untuk suatu proyek, dan korporasi transnasional menjadi faktor kunci dalam proses ini. Negara-negara maju terus menerus menemukan proses serta mesin-mesin baru yang lebih rumit dan lebih ekonomis. Sedangkan negara-negara berkembang masih berada pada taraf mencoba dengan segala upaya untuk memperkecil jarak keterbelakangan teknologinya dengan negara-negara maju. Sarana untuk melakukan alih teknologi secara garis besar terdapat dua mekanisme yaitu melalui investasi secara langsung (foreign direct investment) dan perjanjian lisensi. Akan tetapi, Peralihan teknologi dari negara maju ke negara berkembang berlangsung melalui serangkaian proses dan tidak terjadi secara otomatis. cara pengalihan teknologi tersebut sebagaimana disebutkan diatas yaitu dengan cara perjanjian tertulis sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 14 tahun 2001 tentang Paten dan penanaman modal sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 25 tahun 2007. Meskipun Indonesia telah mengatur secara yuridis tentang mekanisme pengalihan teknologi yang tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, namun dalam praktek pelaksanaan tersebut masih menemui berbagai masalah. Alih teknologi penanaman modal hanya memberikan rangsangan kepada penanam modal asing untuk datang ke Indonesia terkait dengan dengan tujuan alih teknologi kurang berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan tidak ada ketegasan pemerintah dalam melakukan alih teknologi.