Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pencegahan Pencemaran Nama Baik Menurut Perundang - Undangan Dan Hukum Islam Di Kota Medan Sutan Fachrezy Damanik; Anwar Sadat
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2024): Juni : Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/terang.v1i2.182

Abstract

This thesis aims to find out the prevention of defamation laws according to the law and Islamic law in the city of Medan. Data collection in this study was carried out by means of literature studies and interviews. In this study, legal data were qualitatively analyzed rules and techniques to satisfy the researcher's curiosity in a juridical symptom or a way to find the truth and acquire knowledge. The results showed that the Application of defamation rules in Article 310-318 of the Criminal Code and ITE Law No. 19 of 2016 amends Law no. 11 of 2008 in handling defamation, in writing, verbally, and hate speech on social media against perpetrators tend to be repressive (use of power outside the corridors of the law). The contribution of law enforcement of criminal defamation by the police to the criminal law, cannot be said to be effective Islamic law has not specifically addressed the types of defamation and penalties so it has not been able to effectively regulate the prevention of defamation in Islamic law. The development of this law regarding defamation does not pay attention to the social dynamics that exist in society. It can be seen from the problem of defamation that many occur through social medicine whose events are still difficult to prove.
Kedudukan Hak Asuh Anak Terhadap Cerai Gugat : Studi Kasus Nomor Putusan (2850/Pdt.G/2023/PA.Lpk Devi Tri Utami; Anwar Sadat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4583

Abstract

Perceraian melalui cerai gugat menimbulkan berbagai akibat hukum, salah satunya berkaitan dengan hak asuh anak (hadhanah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cerai gugat, penerapan hak asuh anak pasca perceraian, serta pelaksanaan mediasi dalam Putusan Nomor 2850/Pdt.G/2023/PA.Lpk ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Perdata. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis kualitatif melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerai gugat tidak hanya disebabkan oleh alasan normatif, tetapi juga faktor non-yuridis seperti ketidakharmonisan rumah tangga, kurangnya komunikasi, persoalan ekonomi, dan kekerasan dalam rumah tangga. Dalam perkara tersebut, hakim menetapkan hak asuh anak berada pada ibu berdasarkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Hak ayah untuk bertemu dan memberikan kasih sayang kepada anak tetap dijamin. Pelaksanaan mediasi tidak berjalan optimal akibat ketidakhadiran tergugat meskipun hakim telah memberikan nasihat perdamaian. Dengan demikian, penetapan hak asuh anak telah sesuai dengan prinsip Hukum Islam dan Hukum Perdata. Perlindungan dan kepentingan anak menjadi pertimbangan utama dalam putusan tersebut.
PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Anwar Sadat
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v2i1.161

Abstract

?????? ????? ??????? ??? ????? ???? ?????? ??? ?????????? ?????????? ???????????? ?????? ????? ????? ?? ??????? ??????? ?? ???????? ??????? ?? ??? ????????? ?? ??????? ??? ?? ???? ?????? ?? ?????? ???????? ?????? ??? ?? ???? ?? ????? ??????? ??????? ?????????? ??????? ?????? ????? ?????? ??? ???? ?????? ?? ????? ?????? ?????? (mahârah al-kalâm) ??? ?????? ???????? ?? ??????? ?? ??? ?????? ???? ????????? ??? ?????? ??????? ???? ?????? ??????? ???? ???????? ???? ????? ?????? ????? ??????? ?? ????? ?????? ?????? ??????? ?? ???? ??? ????? ??? ???? ?????? ?? ??????? ?????? ????? ??????? ???? ???? ?????? ??? ??????
EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI PADA KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN BAADIA KOTA BAUBAU Asrin Asrin; Farid Yusuf Nur Achmad; Anwar Sadat
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i2.3179

Abstract

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program nasional dikelola oleh kementerian sosial yang dilimpahkan pada tingkat Kabupaten/Kota bertujuan mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi kebijakan BPNT di kelurahan Baadia kecamatan Murhum kota Baubau. penelitian ini menggunakan toeri evaluasi kebijakan William N. Dunn dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik analisis data Miles dan Huberman Untuk mencapai kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa efektifitas apabila hasil yang diinginkan telah mencapai tujuan yang dilihat dari ketepatan, kecukupan dan kulalitas; cukup baik dalam meringankan beban pengeluaran serta dari segi kualitas sangat baik dengan KPM yang menyatakan kepuasan terhadap kualitas beras yang mereka dapatkan. Namun, dari keseluruhan dapat disimpulkan belum cukup efektif hal ini dapat dilihat dari penambahan masyarakat miskin. Efisiensi penelitian ini dilihat dari jumlah usaha dalam mencapai hasil yang diharapkan melalui tingkat pemerataan, waktu dan responsivitas. masih banyak terdapat keluarga penerima manfaat yang belum menangkap maksud tujuan dari program BPNT membuktikan bahwa kurangnya usaha pemerintah untuk memberikan sosialisasi dan ketepatan waktu dimana masyarakat kurang kejelasan dalam waktu penerimaan bantuan yang berarti belum efektif. ada baiknya pemerintah selalu melaksanakan dengan rutin survei lapangan untuk memastikan masyarakat yang berhak dan tidak sebagai penerima manfaat.
Hak Waris Anak dari Pernikahan Siri Perspektif Fiqih Islam dan Hukum Positif: Studi Kasus di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang Mohamad Lutpi; Anwar Sadat; Basman Basman
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v4i3.2953

Abstract

This study aims to examine the practice and dynamics of resolving inheritance rights of children born from unregistered marriages (nikah siri), analyze the perceptions of Religious Affairs Office (KUA) officials, religious leaders, and heirs’ families regarding the legal status and inheritance rights of such children, and identify the social impacts arising after the enactment of regulations on marriage and inheritance in Kulo Subdistrict, Sidenreng Rappang Regency. This is a qualitative study employing normative theological (shar‘ī), juridical, and sociological approaches. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving informants including the Head of KUA Kulo, village officials, religious and community leaders, wives from unregistered marriages, and related families. Data were analyzed thematically using Lawrence M. Friedman’s legal system theory and the theory of maṣlaḥah (maqāṣid al-sharī‘ah). The findings show that: (1) the settlement of inheritance rights of children from nikah siri in Kulo is predominantly conducted through family deliberation (musyawarah), in which the children’s position is often weak due to the absence of marriage registration evidence and rejection by the heirs’ family; formal remedies through isbat nikah and determination of parentage are relatively rare; (2) KUA officials recognize the duality between fiqh validity and evidentiary problems under positive law and emphasize the importance of isbat nikah; religious leaders generally acknowledge nasab and inheritance rights under fiqh; heirs’ families tend to reject the heir status of children from nikah siri on the grounds of non-registration; (3) social impacts include legal status uncertainty for children, family conflict, unjust distribution of estates, and low legal awareness. A legal culture that prioritizes religious validity without registration remains the main obstacle to protecting children’s rights, despite the availability of legal structure and substance.