Perawatan luka yang kurang tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat, terutama akibat keterbatasan pengetahuan mengenai prinsip perawatan luka dan penggunaan balutan modern. Sebagian masyarakat masih menggunakan metode konvensional maupun bahan tradisional dan memiliki persepsi bahwa luka harus selalu dikondisikan kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka melalui edukasi balutan luka modern. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kolakaasi, Kabupaten Kolaka, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pasien dan keluarga pasien. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi jenis balutan modern, simulasi praktik ganti balut steril, dan post-test. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan dievaluasi melalui observasi praktik. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 68% peserta berada pada kategori pengetahuan kurang, 24% cukup, dan hanya 8% berada pada kategori baik. Setelah edukasi, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 76%, kategori cukup sebesar 20%, dan kategori kurang menurun menjadi 4%. Secara keseluruhan dilaporkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 28%. Pemahaman mengenai konsep lingkungan lembab meningkat dari 12% menjadi 88%, sedangkan pengetahuan mengenai jenis dan fungsi balutan modern meningkat dari 16% menjadi 84%. Selain itu, 60% peserta mampu melakukan praktik ganti balut steril secara mandiri sesuai prosedur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang mengombinasikan penyampaian materi, media visual, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka.