Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Praktik Pencegahan COVID-19 pada Narapidana Muhdar Muhdar; Heriviyatno Julika Siagian; Grace Tedy Tulak; Abd Gani Baeda; Tukatman Tukatman; Mariany Mariany
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 16 No.2 Agustus 2021
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.16.2.72-78

Abstract

Background: A prison or Detention Center is a closed community with a high risk of COVID-19 transmission. Preventive efforts to disseminate the virus are needed as soon as possible for the safety of assisted residents who have the possibility of conducting social distancing, considering that the number exceeds the ideal capacity of the detention centre. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practices of assisted residents at Detention Center Class II B Kolaka regarding the COVID-19 Pandemic, which is very important as an evaluation of the condition of the inmates as a closed community and as a consideration for related parties for further local policymaking. Method: This was quantitative research using the cross-sectional design. There were 166 samples in Detention Center Class II B Kolaka. The instrument used was a questionnaire using 20 items. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Out of 166 respondents, 92.8% had good knowledge, 87.3% had a confident attitude, 86.7% practised vigilance against the COVID-19 Pandemic. Based on the analysis using Chi-Square, it was found that p-value = 0.000, which means that there is a relationship between the level of knowledge and practice and between the respondent's attitude and practice.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perawatan Luka melalui Edukasi Balutan Luka Modern pada Pasien dan Keluarga di Puskesmas Kolakaasi Abd. Gani Baeda; Grace Tedy Tulak; Iis Afrianty; Heriviyatno Julika Siagian; Muh. Rijal Tansilal; Eka Kartina
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.129

Abstract

Perawatan luka yang kurang tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat, terutama akibat keterbatasan pengetahuan mengenai prinsip perawatan luka dan penggunaan balutan modern. Sebagian masyarakat masih menggunakan metode konvensional maupun bahan tradisional dan memiliki persepsi bahwa luka harus selalu dikondisikan kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka melalui edukasi balutan luka modern. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kolakaasi, Kabupaten Kolaka, dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pasien dan keluarga pasien. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi jenis balutan modern, simulasi praktik ganti balut steril, dan post-test. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan dievaluasi melalui observasi praktik. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 68% peserta berada pada kategori pengetahuan kurang, 24% cukup, dan hanya 8% berada pada kategori baik. Setelah edukasi, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 76%, kategori cukup sebesar 20%, dan kategori kurang menurun menjadi 4%. Secara keseluruhan dilaporkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 28%. Pemahaman mengenai konsep lingkungan lembab meningkat dari 12% menjadi 88%, sedangkan pengetahuan mengenai jenis dan fungsi balutan modern meningkat dari 16% menjadi 84%. Selain itu, 60% peserta mampu melakukan praktik ganti balut steril secara mandiri sesuai prosedur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang mengombinasikan penyampaian materi, media visual, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan perawatan luka.