Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Strategi Manajemen Pemasaran Apotex “X” Di Banjarmasin Melviani Melviani; Ota Priadi; Siti Muttaharah
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.309

Abstract

Latar Belakang: Apotek adalah sarana pelayanan jasa berupa praktek kefarmasian serta penyaluran perbekalan farmasi oleh apoteker kepada masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah apotek yang tersedia pada tahun 2018 adalah sebanyak 24.874 unit. Jumlah apotek yang semakin banyak akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Maka dari pada itu setiap apotek harus memiliki strategi yang baik agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen sehingga dapat munculnya minat dari konsumen untuk membeli ataupun menggunakan jasa dari sebuah apotek. Tujuan: BPenelitian ini bertujuan menganalisa strategi pemasaran di apotek X dan atribut yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriftif observasional dengan melihat hasil wawancara dengan apoteker penangung jawab apotek X. Hasil: Hasil dari penelitian ini apoteker menjawab sangat setuju bahwa produk yang lengkap, harga yang terjangkau, serta tempat yang strategis dapat meningkatkan kepuasan konsumen sehingga penjualan produk menjadi meningkat. Simpulan: Kesimpulanya atribut yang memiliki kepuasan tertinggi terdapat pada tempat yang strategis, kelengkapan produk, fasilitas yang nyaman serta pelayanan yang ramah.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kandangan Zulfa Putri Salsabila; Rahmadani Rahmadani; Putri Vidiasari Darsono; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1049

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Puskesmas Kandangan mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien serta penambahan tenaga kefarmasian, namun masih ditemukan keluhan terkait ketanggapan dan kecepatan pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menggambarkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kandangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 301 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis lima dimensi ServQual, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Hasil dari pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Puskesmas Kandangan menunjukkan hasil bahwa dimensi tangible berada pada kategori sangat puas (90,29%), dimensi reliability berada pada kategori sangat puas (92,46%), dimensi responsiveness berada pada kategori sangat puas (91,49%), dimensi assurance berada pada kategori sangat puas (91,83%), dan dimensi emphaty berada pada kategori sangat puas (92,39%). Simpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan di Puskesmas Kandangan merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas Yuliana Romadhani; Rina Saputri; Linda Kusumawati; Melviani Melviani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1092

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p < 0,001; r = 0,471). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.
Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakat Banjarmasin Tengah: The Use of Plants as Medicine Among the Community of Central Banjarmasin Norsarida Aryani; Rohama Rohama; Raihanah Raihanah; Melviani Melviani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11335

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana ±9.600 di antaranya berkhasiat obat dan ±300 spesies sebagai bahan baku jamu dan obat tradisional. Masyarakat Banjarmasin, khususnya Kecamatan Banjarmasin Tengah, memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai pengobatan dan pemeliharaan Kesehatan. Tujuan: Mengetahui jenis tanaman obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis secara deskriptif menggambarkan pola pemanfaatan tanaman obat. Hasil: Ada 24 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (54,2%). Penyakit paling banyak diobati hipertensi (40%), tanaman yang digunakan yaitu sirsak (12,5%). Cara pengolahan dominan adalah direbus (87,5%), dan cara penggunaan terbanyak adalah diminum (87,5%). Simpulan: Masyarakat Banjarmasin Tengah masih mempertahankan tradisi pengobatan dengan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan penelitian etnomedisin dan pelestarian tanaman obat untuk menunjang kesehatan masyarakat.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTI-HIPERTENSI TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI SEKUNDER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X Halidah Halidah; Rina Saputri; Salwati Salwati; Melviani Melviani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.26439

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatanutama di Indonesia yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin merupakan puskesmas dengan jumlahkasus TB terbanyak di kota tersebut, sehingga risiko kejadian efek sampingobat (ESO) juga tinggi. Penggunaan obat anti tuberkulosis dalamjangka panjangberpotensi menimbulkan ESO, sehingga monitoring perlu dilakukan untukmenjamin keamanan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kejadianefeksamping obat pada pasien TB yang menjalani pengobatan di PuskesmasPekauman Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif denganrancangan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposivesampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien TB. Data diperolehmelalui wawancara menggunakan lembar observasional serta rekammedis pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada usiaproduktif (25–35 tahun). Dari 33 responden, efek samping yang paling seringterjadi adalah perubahan warna urin (66,66%), diikuti gatal (42,42%), mual (18,18%), nyeri persendian dan batuk (masing-masing 12,12%), pusing (9,9%), muntah (6,6%), dan pilek (3,3%).Simpulan: Monitoring efek samping obat TB menunjukkan sebagian besar pasien mengalami ESO dengan gejala dominan berupa perubahan warna urin dan gatal. Monitoring berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Baamang 1 Kotawaringin Timur Nurul Huda; Melviani Melviani; Febby Yulia Hastika
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1795

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2022, terdapat 10,6 juta kasus TB paru di dunia, meningkat 600.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kasus TB paru juga mengalami peningkatan dengan 869 kasus pada tahun 2023 dan 411 kasus baru hingga triwulan II tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Jumlah responden sebanyak 39 pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (76,9%), berusia 35–44 tahun (38,5%), berpendidikan SLTA (38,4%), bekerja pada kategori lain-lain (48,7%), serta memiliki penghasilan Rp2.000.000–Rp4.000.000 (33,3%). Sebagian besar responden patuh minum obat (87,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien TB paru (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan penghasilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1.