Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes Secara In Vitro Alfi Sapitri; Prima Jaya Nazara; Vivi Asfianti
Herbal Medicine Journal Vol 3 No 2 (2020): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.467 KB)

Abstract

Jatropha curcas L. leaves are known as one of the traditional medicinal ingredients. Jatropha leaves contain nutritious substances such as Alkaloids, Flavonoids, Tannins, and Saponins which have the ability as an antibacterial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun jarak pagar terhadap bakteri Stapphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes secara in vitro. The method used in this study is experimental, including the collection and processing of Jatropha curcas (Jatropha curcas L.) samples, macroscopic and microcospic examinations, phytochemical screening, antibacterial effectiveness testing using diffusion method using disc paper, and using one-way analysis of data analysis methods. (One Way Anova). The results of ethanol extract of Jatropha leaves were able to inhibit bacterial growth ranging from concentrations of 110%, 125%, 250%, 300%, 350% and as a positive control using a tetracycline comparison. This research shows that the higher the concentration, the wider the inhibition zone formed.
Phytochemical Screening and Anti-Hyperuricemia Activity Test In Vivo of Ethanolic Extract of Shallot (Allium cepa L.) Skin Syahrina Syahrina; Vivi Asfianti; Kasta Gurning; Iksen Iksen
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i3.1365

Abstract

Uric acid is the final product of purine metabolism that will be excreted through urine, feces, and sweat. Excessive production of uric acid can cause hyperuricemia, known as gout. The skin of shallots (Allium cepa L.) is one of the household wastes that are very rarely used by the community. Ethanol extract of shallot skin (EESS) was tested for phytochemical screening and anti-hyperuricemia activity using potassium oxonate. Mice were divided into five groups (Allopurinol, Na-CMC, EESS 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW) and uric acid levels were observed at 2-hour intervals for six hours. Phytochemical screening shows that EESS has potential compounds in the treatment of gout. Tests to reduce uric acid levels showed that EESS has better potential than allopurinol at concentrations of 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW after six hours of induction in reducing uric acid levels.
Utilization of Lime Peel (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) Ethanol Extract for Mouthwash Formulation to Prevent Dental Caries Sapitri, Alfi; Marbun, Eva Diansari; Asfianti, Vivi; Mayasari, Ulfayani
International Conference on Sciences Development and Technology The 2nd ICoSDTech 2022
Publisher : International Conference on Sciences Development and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lime (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) is a plant that has medicinal properties. Lime peel contains alkaloids, flavonoids, tannins, steroids/triterpenoids and essential oils. These compounds are known to have antibacterial activity. This study aims to determine whether lime peel extract has antibacterial activity against Streptococcus mutans and antifungal against Candida albicans. So that an effective inhibition zone will be obtained for the manufacture of mouthwash preparations using the agar diffusion method. The research method used is the experimental method. The experiment consisted of 3 repetitions with a concentration of 96% ethanol extract of lime peel 25%, 30%, 35%, 40%, 45%. Lime peel samples were taken purposively from Pasar 1 Rel, Terjun, Kecamatan Medan Marelan, North Sumatra. The results showed that lime peel extract provided an effective inhibition zone diameter at a concentration of 40% and 45% against Streptococcus mutans with a diameter of 14.07 mm and 14.4 mm at a concentration of 40% and 45% against the fungus Candida albicans with a diameter of 14. mm and 14.2 mm in mouthwash preparations of lime peel extract at FI concentration of 40% FII concentration of 45%, giving satisfactory results of inhibition zone diameter which is greater than 14 mm against Streptococcus mutans and Candida albicans. Lime peel can be formulated in the form of mouthwash preparations.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SELALU MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI LINGKUNGAN GEREJA HKBP PAGARAN NAULI Purba, Sri Dearmaita; Marbun, Eva Diansari; Asfianti, Vivi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus (covid-19) merupakan kluster virus yang sangat ganas dan merupakan masalah yang mengguncang kesehatan diseluruh dunia. Jumlah kasus yang selalu meningkat mengakibatkan banyak kematian dan membuat aktivitas manusia terganggu. Virus corona bisa diatasi dengan menerapkan protokol kesehatan tanpa adanya kelonggaran bahkan setelah divaksin. Tujuan pengabdian masyarakt ini untuk memberdayakan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah di vaksin. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pemaparan materi, diskusi dan melakukan demonstrasi kepada anak sekolah minggu, para remaja dan orang tua. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini yaitu menjadikan peserta agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan menambah ilmu masyarakat untuk pembelajaran supaya melindungi mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pengelolahan Tanaman Herbal Menjadi Simplisia Sebagai Obat Tradisional Sapitri*, Alfi; Asfianti, Vivi; Marbun, Eva Diansari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman herbal adalah tanaman obat yang mempunyai kegunaan dan nilai lebih dalam pengobatan tradisonal terhadap penyakit. Tanaman obat memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai suatu senyawa yang memiliki khasiat obat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk swamedikasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal menjadi simplisia sebagai obat tradisonal di Yayasan Muslimah Medan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi dan diskusi. Jenis pendekatan yang digunakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat adalah: Pesuatif, Edukatif dan partisipatif. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu: 1. Kondisi kelompok mitra. 2. Perumusan masalah, 3. Merumuskan solusi, 4. Sosialisasi dan pelatihan, 5. Pendampingan dan Evaluasi. Hasil Evaluasi dari kegiatan yang diikuti sebanyak 24 orang dinyatakan responden sangat antusias dengan tingkat kepuasan responden sebesar 95,83% terhadap kegiatan yang disajikan dan kebermanfaatan kegiatan ini sebesar 95,83% untuk pengetahuan 12 orang memiliki pengetahuan yang baik, 10 orang cukup dan 2 orang kurang. Sehingga dari kegiatan yang telah dilakukan menjadi sesuatu yang berdaya guna dan memberikan respon positif.
PEMBUATAN HAND SANITIZER CAIR BERBAHAN ALAM DI LINGKUNGAN SD NEGERI 053975 STABAT LAMA KABUPATEN LANGKAT Asfianti, Vivi; Marbun, Eva Diansari; Sianipar, Artha Yuliana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang terdapat beberapa kendala dalam merealisasikan setiap aktivitas kegiatan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat adalah dalam pandemi Covid -19 ini adalah mahalnya hand sanitizer. Hal ini berdampak bagi anak anak sekolah, guru dan staf di sekolah. Padahal anak anak tingkat Sekolah Dasar rentan penularan berbagai virus, pada saat mereka sedang bermain. Berbagai macam jenis mikroorganisme seperti virus, bakteri dan jamur menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik dengan lingkungan, dan diantaranya dapat menyebabkan/menimbulkan berbagai penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak pada pembuatan hand sanitizer. Metode kegiatan ini melibatkan anak-anak sekolah, Guru dan staff yang berada di SD NEGERI 053975 Stabat Lama Kabupaten Langkat ini adalah ceramah, diskusi dan pelatihan. Ceramah yang diberikan disajikan dalam bentuk presentasi power point dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab dilanjutkan dengan pelatihan tentang cara pembuatan hand sanitizer berbasis bahan alami. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak, guru dan staff yang berada di SD NEGERI 053975 Stabat Lama Kabupaten Langkat dapat menerima pengetahuan tentang hand sanitizer dan trampil dalam membuat hand sanitizer berbasis bahan alami dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang tersedia.
EDUKASI MASYARAKAT PADA TANAMAN PAPRIKA KUNING (CAPSICUM ANNUUM VAR. GROSSUM) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA HIDROPONIK UNTUK MENCEGAH ANEMIA DAN MEMPERTAHANKAN BERAT BADAN Asfianti, Vivi; Daely, Ruth Christiani N; Harianja, Ester Saripati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang sangat sering dijumpai di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia. Anemia juga lebih banyak dialami oleh perempuan dikarenakan mengalami masa menstruasi yang mengakibatkan tubuh kekurangan zat besi (Fe). Salah satu tanaman yang dapat mengatasi anemia adalah paprika kuning yang kaya akan zat besi (Fe). Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi tentang paprika kuning untuk mengatasi anemia dan mengontrol berat badan serta cara pembudidayaannya secara hidroponik.
PEMANFAATAN DAUN KETAPANG MERAH (Terminalia catappa L.) YANG BERPOTENSI SEBAGAI OBAT HERBAL YANG TUMBUH DISEKITAR KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT Asfianti, Vivi; Antonius Wilson Sembiring; Sondang Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat herbal merupakan obat yang mengandung bahan aktif yang berasal dari tanaman obat, salah satunya tanaman ketapang merah. Daun ketapang diketahui mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, steroid, resin, saponin, kuinon, dan fenolik. Senyawa tanin dan flavonoid diduga bersifat sebagai antibakteri. Daun ketapang sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, disentri, sakit kepala, kudis, kurap, sariawan, hipertensi, nyeri haid dan sakit perut pada anak-anak. Tujuan penelitian ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat kecamatan selesai kabupaten langkat mengenai manfaat daun ketapang sebagai pengobatan. Hasil Kegiatan pelaksanaan ini memberikan informasi tentang Daun ketapang sebagai pengobatan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa daun ketepeng lebih aman digunakan dalam pengobatan karena dapat diracik sendiri dirumah juga dapat menghambat biaya serta dalam penggunaanya tidak menimbulkan efek samping, daun ketepeng merah juga dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti penyakit disentri, sakit kepala, kudis, kurap, sariawan, hipertensi, nyeri haid dan sakit perut pada anak-anak. Daun ketapang merah ini juga mudah ditemukan di hutan, maupun diperkarangan sekitaran.
Pembuatan Chip Porang dari Hasil Budidaya Porang Di Desa Sipahutar 1 Sapitri*, Alfi; Vivi Asfianti; Eva Diansari Marbun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang memiliki glukomanan dan dijadikan tanaman fungsional. Porang memiliki manfaat dari umbinya meliputi sebagai bahan sumber karbohidrat lemak, protein mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid, serat pangan, bahan perkerat, bahan pembuat obat dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan pembuatan chip porang untuk dijual lebih mahal dari pada umbi basah di Desa Sipahutar I. Jenis pendekatan yang digunakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat adalah: Edukatif dan partisipatif. Berikut ini solusi yang ditawarkan yaitu: 1. Survey kelompok mita, 2. Identifikasi maslah, 3. Penawaran solusi, 4. Sosialisasi dan pelatihan, 5. Evaluasi. Hasil evaluasi dari 25 orang 25 memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 23 orang dan pengetahuan cukup sebanyak 2 orang, yang artinya seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan chip porang. Sebanyak 100% peserta memperoleh manfaat dari kegiatan ini.
Penyuluhan Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Obat di Kampung Nelayan Sapitri, Alfi; Vivi Asfianti; Dian Arisetya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tanaman Obat Keluarga/TOGA adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah dibidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Kampung Nelayan merupakan salah satu perkampungan yang terletak di Kelurahan Belawan-1, Kecamatan Medan-Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Satu-satunya sarana transportasi yang digunakan untuk dapat menjangkau Kampung Nelayan adalah dengan menggunakan perahu. Kasus kesehatan yang sering terjadi di Kampung Nelayan meliputi penyakit kulit, gangguan pada ma­ta, pen­cer­na­an, ­cacingan, masalah gizi, hipertensi, rematik, diabetes dan asma. Hal ini diperparah karena lokasi kampung nelayan yang jauh dari puskesmas, klinik dan apotek sehingga masyarakat sulit mendapat­kan akses layanan kesehatan dasar. Kondisi kesehatan penduduk di Kampung Nelayan diperparah akibat lingkungan yang kotor, sanitasi yang tidak baik, Kehidupan sosial ekonomi nelayan sangat ditunjang dengan kondisi iklim yang ada, sehingga masyarakan membutuhkan pengobatan alternatif berupa tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat, namun kondisi pekarangan tidak mendukung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan ataupun sosialisasi terhadap seluruh masyarakat kampung nelayan-1 tentang alternatif pendukung kesehatan berupa pembuatan pondok sehat terapung yaitu tempat pelayanan kesehatan dan pusat informasi obat tradisional serta penyuluhan penanaman obat tradisional dengan menggunakan hidroponik garden. Metode yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Tahapan yang dilalui pada kegiatan ini adalah persiapan, penyuluhan tentang tanaman obat dan hidroponik, pelaksanaan pelatihan tanaman obat.