Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes Secara In Vitro Alfi Sapitri; Prima Jaya Nazara; Vivi Asfianti
Herbal Medicine Journal Vol 3 No 2 (2020): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.467 KB)

Abstract

Jatropha curcas L. leaves are known as one of the traditional medicinal ingredients. Jatropha leaves contain nutritious substances such as Alkaloids, Flavonoids, Tannins, and Saponins which have the ability as an antibacterial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun jarak pagar terhadap bakteri Stapphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes secara in vitro. The method used in this study is experimental, including the collection and processing of Jatropha curcas (Jatropha curcas L.) samples, macroscopic and microcospic examinations, phytochemical screening, antibacterial effectiveness testing using diffusion method using disc paper, and using one-way analysis of data analysis methods. (One Way Anova). The results of ethanol extract of Jatropha leaves were able to inhibit bacterial growth ranging from concentrations of 110%, 125%, 250%, 300%, 350% and as a positive control using a tetracycline comparison. This research shows that the higher the concentration, the wider the inhibition zone formed.
Phytochemical Screening and Anti-Hyperuricemia Activity Test In Vivo of Ethanolic Extract of Shallot (Allium cepa L.) Skin Syahrina Syahrina; Vivi Asfianti; Kasta Gurning; Iksen Iksen
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i3.1365

Abstract

Uric acid is the final product of purine metabolism that will be excreted through urine, feces, and sweat. Excessive production of uric acid can cause hyperuricemia, known as gout. The skin of shallots (Allium cepa L.) is one of the household wastes that are very rarely used by the community. Ethanol extract of shallot skin (EESS) was tested for phytochemical screening and anti-hyperuricemia activity using potassium oxonate. Mice were divided into five groups (Allopurinol, Na-CMC, EESS 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW) and uric acid levels were observed at 2-hour intervals for six hours. Phytochemical screening shows that EESS has potential compounds in the treatment of gout. Tests to reduce uric acid levels showed that EESS has better potential than allopurinol at concentrations of 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW after six hours of induction in reducing uric acid levels.
Pembuatan Chip Porang dari Hasil Budidaya Porang Di Desa Sipahutar 1 Sapitri*, Alfi; Vivi Asfianti; Eva Diansari Marbun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang memiliki glukomanan dan dijadikan tanaman fungsional. Porang memiliki manfaat dari umbinya meliputi sebagai bahan sumber karbohidrat lemak, protein mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid, serat pangan, bahan perkerat, bahan pembuat obat dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan pembuatan chip porang untuk dijual lebih mahal dari pada umbi basah di Desa Sipahutar I. Jenis pendekatan yang digunakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat adalah: Edukatif dan partisipatif. Berikut ini solusi yang ditawarkan yaitu: 1. Survey kelompok mita, 2. Identifikasi maslah, 3. Penawaran solusi, 4. Sosialisasi dan pelatihan, 5. Evaluasi. Hasil evaluasi dari 25 orang 25 memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 23 orang dan pengetahuan cukup sebanyak 2 orang, yang artinya seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan chip porang. Sebanyak 100% peserta memperoleh manfaat dari kegiatan ini.
Penyuluhan Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Obat di Kampung Nelayan Sapitri, Alfi; Vivi Asfianti; Dian Arisetya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tanaman Obat Keluarga/TOGA adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah dibidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Kampung Nelayan merupakan salah satu perkampungan yang terletak di Kelurahan Belawan-1, Kecamatan Medan-Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Satu-satunya sarana transportasi yang digunakan untuk dapat menjangkau Kampung Nelayan adalah dengan menggunakan perahu. Kasus kesehatan yang sering terjadi di Kampung Nelayan meliputi penyakit kulit, gangguan pada ma­ta, pen­cer­na­an, ­cacingan, masalah gizi, hipertensi, rematik, diabetes dan asma. Hal ini diperparah karena lokasi kampung nelayan yang jauh dari puskesmas, klinik dan apotek sehingga masyarakat sulit mendapat­kan akses layanan kesehatan dasar. Kondisi kesehatan penduduk di Kampung Nelayan diperparah akibat lingkungan yang kotor, sanitasi yang tidak baik, Kehidupan sosial ekonomi nelayan sangat ditunjang dengan kondisi iklim yang ada, sehingga masyarakan membutuhkan pengobatan alternatif berupa tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat, namun kondisi pekarangan tidak mendukung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan ataupun sosialisasi terhadap seluruh masyarakat kampung nelayan-1 tentang alternatif pendukung kesehatan berupa pembuatan pondok sehat terapung yaitu tempat pelayanan kesehatan dan pusat informasi obat tradisional serta penyuluhan penanaman obat tradisional dengan menggunakan hidroponik garden. Metode yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Tahapan yang dilalui pada kegiatan ini adalah persiapan, penyuluhan tentang tanaman obat dan hidroponik, pelaksanaan pelatihan tanaman obat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI WANITA DI DESA LANCOK-LANCOK KECAMATAN KUALA KABUPATEN BIREUEN TERHADAP BAHAYA KRIM PEMUTIH WAJAH Eva Diansari Marbun; Alfi Sapitri; Vivi Asfianti
FORTE JOURNAL Vol 3 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i1.492

Abstract

Mengingat banyaknya iklan produk krim pemutih di televisi, belum lagi di media cetak memang sangat menggiurkan. Apapun rela mereka lakukan untuk tampil lebih cantik dengan kulit wajah yang putih bersih. Bahkan harga bukan masalah bagi mereka. Tetapi, tanpa mereka sadari banyak efek yang ditimbulkan oleh produk krim pemutih yang mengandung zat-zat kimia berbahaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Wanita di Desa Lancok-Lancok Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Terhadap Bahaya Krim Pemutih Wajah dan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Wanita di Desa Lancok-Lancok Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Terhadap Bahaya Krim Pemutih Wajah.  Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi wanita di Desa Lancok-Lancok Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Terhadap Bahaya Krim Pemutih Wajah. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 36 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil dari penelitian hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi Wanita di Desa Lancok-Lancok Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen terhadap bahaya krim pemutih wajah meunjukkan pengetahuan diperoleh hasil baik (2.8%) cukup (27.8%) dan kurang (69.4%). Persepsi diperoleh hasil sangat baik (11.1%) baik (75.0%) dan cukup (13.9%). Adanya hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi wanita di Desa Lancok-Lancok Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen diperoleh hasil dengan nilai p value sebesar 0,018< 0,05.
Stunting Prevention Movement Through Fortification of Moringa Leaves and Mung Bean Flour in Cookies as PMT (Supplementary Feeding) For Toddlers in Medan Sunggal District Denny Satria; Aminah Dalimunthe; Hafid Syahputra; Vivi Asfianti; Syukur Berkat Waruwu
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.4654

Abstract

Stunting is a serious problem and is also a major nutritional problem. The problem of stunting has a quite serious impact. It can be short-term related to morbidity and mortality in infants and toddlers, medium-term related to low intellectual and cognitive ability, and long-term related to the quality of human resources and degenerative disease problems in adulthood. The average prevalence of stunting in Indonesia from 2015 to 2017 was 31.4%, far above the WHO limit of 20%. The government with Presidential Decree No. 42/2013 has established a national movement for the first 1000 days of life to improve the nutritional status of toddlers as an effort to handle stunting in Indonesia. Because of the mothers' lack of knowledge about stunting, we were moved to do community service in Medan Sunggal District. Based on this thought, this community service activity is carried out to educate women (community) about the importance of good and correct food processing regarding nutrition/nutrition intake for toddlers by making mothers health cadres in the family in the application of functional food processing from natural ingredients such as moringa leaves and mung beans for stunting prevention in Medan Sunggal District.
Development of Community Creativity and Skills Potential in Supporting the Drug-Prone Area Eradication Program in Tualang Village Serdang Bedagai Regency Fadli, Ahmad; Amin Hou; Denny Satria; Vivi Asfianti; Syukur Berkat Waruwu
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i1.4521

Abstract

The problem of drug use has now become a pandemic that occurs in almost all regions in our country, prone to drugs where drug use is not only consumed by adults but also adolescents and children also become victims. As for the spread, it no longer focuses on big cities but has penetrated the villages, which are massive even with many casualties. This condition of vulnerability must be addressed immediately considering the severe impact that spreads such as social problems and increasing crime. Of course, the program to minimize this impact must be carried out immediately, in line with that, the proposal for community service activities has prepared a program that will provide solutions to these conditions, including: 1. Conducting Anti-Drug Socialization/Counseling training.2, Providing technical training on small business skills in making noodles, 3 Small and Medium Business management training
Functional Food Processing Application as PMT (Providing Additional Food) for BADUTA in the Program to Support the Movement to Prevent Stunting in Medan Deli District Vivi Asfianti; Denny Satria; Ahmad Hafizullah Ritonga; Ahmad Fadli; Alfi Sapitri
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i1.3216

Abstract

Stunting is a form of growth failure due to the accumulation of inadequate nutrition that lasts for a long time starting from pregnancy until the age of 24 months, characterized by body length or height being below standard, based on the PB/U or TB/U index, the results of these measurements are at the threshold < -2 SD, =-3 SD (short) and <-3 SD (very short). Based on WHO data (2020), the prevalence of stunting in children under five in the world is 149.2 million or around 22%, the national prevalence of stunting in 2022 is 21.6%, the prevalence of stunting in North Sumatra (January 2023) reaches 21.1%, ranked 17th from 34 provinces with the highest number of stunted children in Indonesia. The prevalence of stunting in Medan City (as of April 1 2023) is 298 children under five. Data obtained from the Medan Deli District Family Planning Coordinator, currently there are 28 stunted toddlers and 30 stunted toddlers, of the 28 stunted toddlers, 1 toddler has 'graduated' from stunting. The aim of this service is to apply functional food processing as PMT (Supplemental Food Provision) for BADUTA as an effort to support the Stunting Prevention Movement Program in accordance with PERPRES (2021) No. 72. In the outreach activities, pretest and posttest evaluation activities were carried out to determine the level of knowledge of participants regarding the provision of additional protein-rich functional food (PMT) in the form of cereal cookies to stunted toddlers and those at risk of stunting by providing simple choice questions that they had to answer. The results of the service obtained are functional stunting food products in the form of cookies containing porang flour and moringa