Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) UNTUK Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate Ermin, Ermin
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 1 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, Maret 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dipercaya sebagai suatu usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan siswa agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya.Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai kebehasilan dalam perkembangan siswa. Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, salah satu model yang sangat cocok dengan karakter siswa khususnya siswa kelas VII yaitu model PBL hal ini karena siswa pada tahap ini masih dalam tahap operasional kongrit dimana siswa belum bisa memberikan penalaran yang luas terhadap materi Biologi. Berdasarkan hasil observasi awal melalui pengamatan di kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate pada materi biologi siswa cenderung pasif. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa yang cenderung hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate masih rendah yakni masih ada beberapa siswa yang nilainya dibawahnilai KKM (KKM: 70). Kondisi ini menunjukanbahwa proses pembelajaran cenderung berlangsung satu arah.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), guna mengetahui Pembelajaran PBLuntuk Meningkatkan hasil belajarsiswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate.Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran PBLdapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Kota Ternate. Rerata klasikal persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada siklus I skor rerata klasikalnya sebesar 58,5 hasil belajar ini belum memusakan, pada siklus II rerata klasikal menjadi 75,5.
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipenumberad Heads Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 8 Kabupaten Halmahera Tengah Darno, Hendriwarni; Ermin, Ermin
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 3 (2022): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbitan Agustus sampai
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif memiliki sejumlah manfaat yang terbilang cukup besar dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mengembangkan kemampuannya dalam pembelajaran.Hal ini dikarenakan, dalam kegiatan pembelajaran kooperatif siswa dituntut untuk aktif dalam belajar melalui kegiatan kerjasama dalam kelompok. Dalam pelaksanaan konsep pembelajaran kooperatif, memiliki keunggulan yang terdapat didalamnya yaitu: optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif melalui dukungan guru dan siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran Numbered Heads togerther (NHT) di anrtikan sebagai sebuah model pembelajaran yang di mengutamakan adanya aktifitas para siswa dalam mencari dan mengelola serta melaporkan informasi yang di peroleh dari berbagai macam sumber yang pada ahkinya siswa memprensentasikannya di depan kelas. Begitupun hal dengan kenggulan yang dimiliki oleh model pembelajaran kooperatif dari pada model lainnya, yakni model pembelajaran kooperatif dapat memberikan waktu serta keleluasaan bagi para peserta didik dalam upaya mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Karena dalam konsep pembelajaran kooperatif, peserta didik dituntut untuk dapat lebih kreatif dan inovatif yakni mengembangkan diri melalui berkolaborasi dengan kelompok sehingga terciptanya kualitas pendidikan yang efektif juga efisien. Keefektifan model pembelajaran kooperatif di pandukan dengan model pembelajaran tipe (NHT) ,karena model pembelajaran NHT merupakan bagian bagian dari model pembelajaran kooperatif yang memberi penakanan pada struktur struktur khusus di rancam dengan tujuan mempengaruhi pola intreaksi siswaBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model NHT terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 8 Kabupaten Halmahera Tengah dimana berdasarkan hasil uji anava posstest diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,027 ≤ 0,05
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (SPERMATOPHYTA) BERBASIS TUMBUHAN LOKAL UNTUK MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 3 KOTA TERNATE Ermin, Ermin; Jihansari, Jihansari; Umasugi, Yulianti
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 1 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science,
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

belajar adalah suatu proses ilmiah yang dimulai dengan menyesuaikan dan mengorganisasikan linkungan sekitar siswa agar lingkungan tersebut dapat tumbuh dan mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah bahan ajar yang berisi materi, rangkuman , dan petunjuk tentang tugas-tugas pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik, yang mengacu pada kompetensi dasar yang dapat dicapai. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R dan D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Prosedur penelitian pengembangan pada dasarnya terdiri dari dua tujuan yaitu: 1) Mengembangkan produk, dan 2) Menguji keefektifan produk dalam mencapai tujuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kota Ternate. Hasil belajar peserta didik diperoleh dengan menggunakan metode tes yang meliputi soal pretest dan posttest dengan materi LKPD pada kelas VIIIa sebagai kelas control dan kelas VIIIb sebagai kelas media. Hasil tes uji prasyarat yakni uji normalitas pretest dan posttest menunjukan data berdistrubusi normal dengan nilai signifikan lebih dari 0,05 (sig≥0,005). Dengan kelayakan video pembelajaran ini telah dinilai oleh 3 ahli uji coba kelompok di peroleh nilai 31,305 (sangat baik). terhadap pengaruh video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kota Ternate dimana hasil uji anova nilai signifikansi 102≤ 0,05. maka hal ini menunjukan kemampuan akhir peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Kota Ternate berpengaruh terhadap hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran.
Pengaru Pemberian Pupuk kompo Dan Pupuk Urea Terhadap Laju pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum Annum L.) Kelurahan Jambula Kecamatan Kota Ternate Utara Marsabila, Nabila; Ermin, Ermin; Hidayat, Muhammad
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ekperimental. penelitian ini bertujuan untuk mengujian apakah pupuk kompos dan pupuk urea dapat berpengaruh secaranyata terhadap pertumbuhan tanaman cabeh merah besar dan konsentrasi yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabe merah besar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 3 kelompok tanaman cabe, dimana kelompok di bagi menjadi kelompok cabe yang di beri pupuk urea, kelompok cabe yang di berikan pupuk kompus dan kelopok cabe yang tidak di berikan pupuk kompos maupun pupuk urea. Penerapan metode pemberian pupuk pada tanaman cabe dengan metode pemberian pupuk bertahap sebanyak empat tahap pemberian pupuk, dengan memantau perkembangan tanaman cabe perminggu. Hasil penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman cabe yang diberi perlakuan pupuk kompos dan urea pada tanaman cabai merah memberikan pengaruh yang nyata pada setiap parameter pertumbuhan baik pertumbuhan vegetatif maupun produktivitas. Pupuk kompos lebih dominan memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman sedangkan pupuk urea dominan memberikan pengaruh pada produktivitas daun dan buah. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan pupuk kompos 20% memberikan pengaruh yang sangat baik pada setiap parameter dan pada hasil produktivitas perlakuan pupuk urea 60% memiliki jumlah buah yang lebih banyak bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 KOTA TIDORE KEPULAUAN Ermin, Nursia Batlawi Ermin
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Project Bassed learning(PjBL) dapat menigkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Kelas VIII A SMP Negri 13 Tidore Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berdasarkan pada model penelitian tindakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024 selama 2 bulan dari bulan Februari sampai dengan April 2023. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A semester genap di SMP Negri 13 Tidore kepulauan yang berjumblah 20 orang. Penelitian ini dilakukan bersiklus setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes berbentu Essay. Teknik analisis data data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah jawaban siswa atas penyelesaian soal-soal yang diberikan pada ahir setiap siklus, hasil observasi, dan catatan lapangan mengenai kegiatan selama pembelajaran. Data hasil kemampuan Berpikir Kritis siswa diperoleh dari tes yang dilakukan pada ahir tiap siklus, peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis siswa selama kegiatan pmbelajaran dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan rata-rata tes yang diperoleh pada masing-masing siklus. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode project based learning (PjBL) pada siswa kelas VIII A SMP Negri 13 Tidore Kepulauan, dapat meningkatkan kemempuan berpikir kritis siswa dengan rata-rata presentasesi klus I 62,25% siklus II 82,75%. Dengan demikian dapat dikat akan bahwa penggunaan model project based learning (PjBl) dapat meningkat kan kemampuan berpikir kritis sehingga dikatakan berhasil.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MULTIKULTURAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MULTIETNIS KELAS X SMA NEGERI 3 KOTA TERNATE Zulkifli, Febriyanti; Ermin, Ermin; Marsaoly, Najamudin
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Institut Sain dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12697503

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan produk LKPD Berbasis Multikultural tehadap kemampuan berfikir kritis peserta didik multietnis kelas X dan untuk mengetahui pengaruh LKPD berbasis Multikultural terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik multietnis kelas X. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilanjutkan dengan penelitian Quasi eksperimen. Hasil analisis kovarians diperoleh nilai Fhitung 5.559 dengan nilai signifikansi 0.006 karena nilai signifikansi lebih kecil dari nilai α (0,05) maka Ho ditolak. Penolakan Ho berarti hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa etnis berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik multietnis. Berdasarkan hasil uji lanjut menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis etnis Makian berbeda nyata lebih tinggi 0,53% dari etnis Ternate dan berbeda nyata lebih tinggi 5,65% dari etnis Togale. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemampuan berfikir kritis etnis Makian lebih tinggi jika dibandingkan dengan etnisTernate dan Togale. Berdasarkan ringkasan hasil uji LSD interaksi antara Lembar Kerja Peserta Didik dan etnis pada Tabel 4.9 dapat dijelaskan bahwa rerata skor terkoreksi kemampuan berfikir kritis peserta didik multietnis pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Eksperimen etnis Ternate berbeda 0,5% dengan eksperimen etnis Makian; berbeda 1,58% dengan kontrol Etnis Makian; berbeda 1,60% dengan Kontrol etnis Ternate; berbeda 0,5% dengan Eksperimen etnis Togaledan berbeda nyata lebih tinggi 6,60% jika dibandingkan dengan kontrol etnis togale. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa interaksi LKPD dan etnis terhadap kemampuan berfikir kritis etnis Ternate lebih tinggi dibandingkan dengan etnis Makian dan Togale.
KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH MAHASISWA BIOLOGI ISDIK KIE RAHA MALUKU UTARA Taher, Taufiq; Ermin, Ermin; Kasman, Rifai; Hidayat, Muhammad; B. Ali, Muhammad Iksan; Andres, Jena; Marsaoly, Najamudin
Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Ekonomi (JUPEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Institut Sain dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17796992

Abstract

This study aims to analyze the scientific argumentation skills of Biology students at ISDIK Kie Raha across different academic semesters. Four semester groups (1, 3, 5, and 7) were assessed using seven indicators of argumentation: logical reasoning, data analysis, conclusion development, digital literacy, critical thinking, use of evidence, and oral argumentation. Data were collected through observation sheets and analyzed using descriptive statistics, one-way ANOVA, and Tukey HSD post hoc tests. The results indicate a significant increase in argumentation skills with higher semesters (p < 0.05). First-semester students demonstrated basic argumentation abilities, while third-semester students showed moderate improvement. Substantial gains were observed in the fifth semester, particularly in data analysis and evidence use. Seventh-semester students achieved the highest scores across most indicators, reflecting more advanced, coherent, and evidence-based scientific argumentation. These improvements were influenced by academic experience, laboratory activities, research engagement, and scientific discussions. The study concludes that the curriculum effectively supports the development of students’ argumentation skills; however, strengthening argumentation-based learning is necessary at earlier semesters to ensure more consistent progression. The findings provide important implications for the implementation of evidence-oriented and inquiry-driven instructional strategies in higher education.
Boosting Metacognition through STAD and NHT: A Study of Multiethnic Middle Schoolers in Ternate Ermin Ermin; Najamudin Marsaoly; Paramitha Cahyani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8012

Abstract

Metacognitive skills are essential for 21st-century learners, enabling students to plan, monitor, and evaluate their thinking processes. However, these skills remain underdeveloped among junior high school students in Ternate, particularly in multiethnic classroom settings. This study investigates the effectiveness of cooperative learning models—STAD, NHT, and a combined STAD–NHT model—in enhancing students' metacognitive skills across different ethnic groups. This quasi-experimental study employed a pretest–posttest nonequivalent control group design involving 76 multiethnic Grade VII students from four public junior high schools in Ternate City. Students were grouped into four treatment conditions: STAD, NHT, combined STAD–NHT, and conventional learning. Data on metacognitive skills were collected through an essay-based test aligned with Corebima’s rubric, and analyzed using ANCOVA with LSD post hoc tests to examine the effects of learning models, ethnicity, and their interaction. The combined STAD–NHT model produced significantly greater improvements in students’ metacognitive skills compared to individual models and conventional learning. Ternate ethnic students showed higher metacognitive gains than their Makian and Tidore peers. A significant interaction between learning models and ethnicity was found, indicating that sociocultural factors influenced the effectiveness of cooperative learning. Findings suggest that combining STAD and NHT can support metacognitive development in multiethnic classrooms. However, cultural responsiveness in instructional design is critical. Further research is needed to explore how cultural norms shape collaborative learning and metacognitive growth.
THE IMPACT OF DIFFERENT LEARNING MODELS ON THE RETENTION OF MULTI-ETHNIC STUDENTS IN TERNATE JUNIOR HIGH SCHOOLS Ermin, Ermin
JURNAL PENA SAINS Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pena Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jps.v12i2.32194

Abstract

The background of this research departs from the ethnic diversity of students in Ternate which has the potential to affect student retention. This research aims to assess the impact of various learning models on the retention of multiethnic students in Ternate City Junior High School. This type of research  is a quasi experiment. The design used in this study is the Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The total sample of 76 students consisted of 20 ethnic Ternate, 27 Makian, and 29 Tidore ethnicities. The Research Instrument consists of observation sheets and test questions. The data collection technique consists of (pretest) and (posttest). Data analysis used descriptive statistics to show the description of student retention. The analysis was continued using covariance analysis (ANACOVA). The results of the follow-up test showed that the retention of students in the STAD learning model group combined with NHT was not significantly different from the STAD model, however, it was significantly different from conventional learning. Ethnicity has a significant effect on the retention of multiethnic students. The retention of Ternate ethnic students is not significantly different from the Tidore ethnicity but is significantly different from the Makian ethnicity. The interaction of learning models and ethnicity has a significant effect on student retention. The STAD model combined with NHT has not been able to make a significant contribution to the retention of Ternate, Makian and Tidore ethnic students, but when viewed from the corrected average score of STAD combined with NHT ethnic Ternate, Makian and Tidore have the highest score when compared to other learning models.
The influence of variative learning models on the critical thinking skills of multiethnic state junior high school students in Ternate City Ermin; Arifin , As’ad Syamsul
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.1605

Abstract

Critical thinking is an essential skill that enables students to analyze, evaluate, and solve problems rationally and reflectively. However, learning practices show that students’ critical thinking skills remain relatively low, indicating the need for more effective instructional strategies. This study aimed to examine the effects of the STAD model, the NHT model, and a combination of STAD and NHT on the critical thinking skills of multiethnic junior high school students in Ternate City. This study employed a quasi-experimental method using a pretest–posttest nonequivalent control group design. The population consisted of all Grade VII multiethnic students in Ternate City junior high schools, with a sample of 76 students comprising 20 Ternate, 27 Makian, and 29 Tidore students. Research instruments included observation sheets and critical thinking skill tests. Data were collected through pretests and posttests and analyzed using descriptive statistics and inferential statistics with analysis of covariance (ANCOVA) at a 0.5% significance level.The results showed that learning models significantly affected students’ critical thinking skills. The STAD model combined with NHT resulted in higher critical thinking skills than STAD, NHT, and conventional learning. Ethnicity also had a significant effect, with Ternate students demonstrating higher critical thinking skills than Makian and Tidore students. Furthermore, the interaction between learning strategies and ethnicity significantly influenced students’ critical thinking skills. Overall, the combination of STAD and NHT was found to be effective in improving the critical thinking skills of students from all ethnic groups.