Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan User Interface dan User Experience pada website AyoSparring menggunakan Pendekatan User-Centered Design dan Metode Heuristic Evaluation Rahmat Nurhabibie; Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Salah satu tantangan dalam permainan olahraga futsal adalah saat mencari lawan tanding. Banyaknya tim futsal yang tersebar tidak diimbangi dengan informasi yang cukup tentang mereka. Belum lagi ketika akan menentukan lokasi lapangan dimana akan bertanding. Sebuah platform online berbasis website bernama Ayosparring dibangun untuk membantu dalam pencarian lawan tanding dan lapangan futsal. Artikel ini menjabarkan bagaimana proses pengembangan User Interface (UI) dan User Experience (UX) pada website Ayosparring menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) pada tahap prototype dan metode heuristic evaluation pada tahap pasca prototype.
Analisis User Experience dengan Konsep Product Market Fit pada rancangan Aplikasi Placeplus yang menggunakan Pendekatan User Centered Design Yordan Patra Savira; Irving Vitra Paputungan; Beni Suranto
AUTOMATA Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya konsep Coworking Space pada café-café menyebabkan perlunya pengembangan lebih lanjut karena meningkatnya pengguna dan keberadaannya yang belum banyak di beberapa wilayah. Sebuah aplikasi bernama Placeplus dirancang sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Perancangan aplikasi Placeplus menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD) dan menerapkan konsep Product Market Fit. Konsep tersebut sering diabaikan sehingga menjadi faktor utama kegagalan dari suatu rintisan bisnis. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pernyataan 3 (tiga) narasumber dan 5 (lima) responden sebagai pengguna kemudian dijadikan rancangan aplikasi PlacePlus yang selanjutnya akan direkomendasikan kepada sejumlah stakeholder yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Perancangan User Interface dan User Experience pada Placeplus menggunakan pendekatan User Centered Design Muhammad Multazam; Irving Vitra Paputungan; Beni Suranto
AUTOMATA Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Placeplus merupakan startup digital untuk reservasi dan manajemen coworking space secara online berbasis website. Dalam pengembangan sebuah startup, perancangan user interface (UI) dan user experience (UX) merupakan tahap yang penting. UI/UX akan memberikan kesan awal bagi calon pengguna. Artikel ini menjabarkan bagaimana UI/UX dirancang pada Placeplus menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD). Terdapat 4 (empat) tahap dalam pendekatan UCD yaitu analisis, desain, evaluasi dan implementasi. User atau pengguna akan dilibatkan pada saat melakukan evaluasi pada desain yang dibuat, sehingga dapat dilakukan re-desain jika diperlukan. Hasilnya pada evaluasi awal user sempat kurang cocok dengan beberapa bagian desain, setelah dilakukan proses re-desain akhirnya user memberikan kesan baik terhadap placeplus.
Pengembangan Model Ide Bisnis Startup JavaHands menggunakan metode Lean Startup Kemal Tirta Maulana; Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekspor merupakan salah satu kegiatan yang ikut mendongkrak penerimaan devisa negara. Namun, masih ada beberapa komoditas ekspor yang belum dimaksimalkan. Salah satunya adalah komoditas kerajinan tangan. JavaHands merupakan e-commerce yang bertujuan untuk menjual kerajinan tangan pengrajin yang ada di Yogyakarta ke pasar mancanegara. Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan, terdapat ketidakrataan dalam nilai ekspor kerajinan tangan yang dilakukan oleh Indonesia. Nilai ekspor tersebut hanya didominasi oleh satu negara. JavaHands diharapkan dapat meningkatkan minat kepada kerajinan tangan dan juga membantu pengrajin kerajinan tangan untuk menemukan pasar baru. Proses pembuatan JavaHands dirancang menggunakan pendekatan lean startup, karena pendekatan ini menjadikan pekerjaan lebih effsien dan cepat. Lean startup terdiri dari 3 tahapan. Yaitu Market Validation, Product Validation, dan Business Validation. Setelah melakukan 3 tahapan ini, akan didapat analisis dari data yang sudah ada dan prototype aplikasi JavaHands.
Perancangan Tampilan User Interface Dan User Experience Pada Website Penjualan Kerajinan Tangan JavaHands Dengan Metode Design Thinking Ichsan Averushyd Juliansyah; Irving Vitra PAPUTUNGAN
AUTOMATA Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—JavaHands merupakan e-commerce dengan fokus menjualkan produk handicraft asli dari buatan tangan masyarakat Indonesia terutama produk dari kota Yogyakarta yang berbasis website. User Interface (UI) dan User Experience (UX) merupakan tahapan utama dalam merancang sebuah pengembangan e-commerce. Dalam artikel ini menerangkan bagaimana UI/UX dirancang dengan metode Design Thinking. Terdapat 5 (lima) tahapan untuk menggunakan metode Design Thinking yaitu emphaty, define, ideate, prototype dan testing. Dalam penjualan handicraft, pengguna masih sulit untuk mencari produk tersebut di jejaring sosial maupun website. Apa lagi informasi yang diberikan masih berupa gambar atau foto serta komentar dari orang lain. Dengan metode Design Thinking dalam pembuatan e-commerce diharapkan akan memenuhi kebutuhan user atau pengguna yang sesuai dengan pengalaman dan keinginan mereka.
Improvisasi Task pada Software Manajemen Proyek (Studi Kasus: E-Commerce) Yasmin Aulia Ramadhini; Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan kemajuan teknologi, pengembangan perangkat lunak meningkat di seluruh dunia. Hal ini memaksa perusahaan maupun organisasi untuk mengadopsi metode dan alat manajemen yang dapat membantu mempercepat pengerjaan sebuah task pada manajemen proyek. Task secara singkat merupakan bargain terkecil dari penggunaan software project management dan bagian terpenting setelah memastikan backlog dan user story terdefinisi dengan baik. Tujuan makalah ini adalah membandingkan beberapa software project management seperti Taiga, Jira, dan ActiveCollab yang mengacu pada kriteria dan aspek kepuasan tools. Kemudian didapatkan beberapa kriteria yang dapat dilakukan untuk membantu memaksimalkan penggunaan tools, seperti indikasi dan atribut. Harapannya, improvement task dapat memberikan informasi yang dapat berguna bagi tim proyek, serta membantu mempercepat pengerjaan task pada sprint yang sedang berjalan.
Penerapan Internet of Things pada Greenhouse Zulfikar Mubarak Maren Saputra; Irving Vitra Paputungan
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 3 No 4 (2022): Juli 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.782 KB) | DOI: 10.47065/josh.v3i4.1833

Abstract

Climate change has many causes, one of which is an increase in atmospheric temperature or commonly called global warming. As a result of global warming, the climate around plants can become unfavorable to support the growth of crop production. One of the agricultural sectors affected by global warming is the greenhouse. These problems can be solved by implementing the internet of things and the nRF24L01 communication module in the greenhouse. This system will provide information in the form of temperature sensor readings, soil moisture sensors, soil pH and light intensity that can be seen without having to come to the greenhouse because this tool will send the monitoring results using the nRF24L01 communication module. Greenhouse owners or farmers can monitor the condition of their plants through the android-based blynk application, so they can maximize their harvests. An analysis was carried out regarding plants that use the internet of things and those that do not use the internet of things for several days. The results obtained from this analysis are plants that use the internet of things have better results and are cheaper in terms of costs.
Sistem Pemantauan Nutrisi Air Pada Tanaman Hidroponik Model Rakit Apung Fadhil Albar; Irving Vitra Paputungan; Kurniawan Dwi Irianto
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 3 No 4 (2022): Juli 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.043 KB) | DOI: 10.47065/josh.v3i4.1843

Abstract

Hydroponics is an alternative method of planting that replaces soil media with water. This planting model can optimize land use which is currently getting less and less because hydroponics does not require a large planting space. Hydroponics has one of the planting techniques, namely the floating raft hydroponic model. Floating raft hydroponic has a planting style with a flat plane so that water can pool under the plant. This model is not only cheap, but also easy to make for ordinary people. However, this model has a drawback, namely the owner must always pay extra attention to the plants because floating raft hydroponic uses stagnant water without circulating water or air, this can make the nutrient content in the water poison the plants themselves. In addition, water levels can cause fungus on the roots of these hydroponic plants. A system was created to monitor nutrient solution levels, water acidity levels, temperature values, humidity and light intensity. These parameters are monitored using several sensors, namely: Total Dissolved Solid (TDS) sensor, water pH sensor, water level sensor, light intensity sensor and temperature and humidity sensor controlled by a microcontroller with the ESP32 model. The results of the sensor recording are displayed on the blynk platform which can provide real time plant status. With this system the owner can monitor in real time and can increase awareness when caring for hydroponic plants with the floating raft hydroponic model.
Pengembangan Web Tes Psikologi SIM Menggunakan Pendekatan User Centered Design Muhammad Abirafdi Radivan; Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk individu yang memiliki unsur jasmani dan rohani. Kondisi rohani atau mental seseorang dapat diketahui melalui tes psikologi atau psikotes. Penggunaan tes psikologi sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai sektor kehidupan dan berbagai macam kebutuhan, seperti memilih minat suatu bidang pekerjaan, menyeleksi sumber daya manusia, tes minat bakat siswa, dan termasuk juga dalam administrasi surat ijin mengemudi (SIM). Tes psikologi sebagai syarat administrasi SIM di Kabupaten Sleman dilaksanakan oleh Lembaga NMMKP Sleman. Namun proses tes psikologi saat ini masih menggunakan tes tertulis menggunakan kertas dan proses mengoreksi jawaban masih dilakukan secara manual. Padahal rata-rata pemohon SIM per harinya mencapai 150 orang. Dengan begitu, muncul permasalahan dimana jumlah kertas yang digunakan bisa dibilang cukup banyak dan terkadang terjadi kesalahan saat mengoreksi jawaban pemohon. Tujuan dari makalah ini adalah bagaimana membuat website tes psikologi untuk membantu proses pembuatan SIM yang dapat meningkatkan keakuratan proses mengoreksi jawaban tes, dan dapat mengurangi pemakaian kertas. Website ini akan digunakan oleh pengguna dalam rentang usia 17-59 tahun. Sedangkan untuk usia diatas 59 tahun, pemohon sim di rentang usia tersebut disarankan untuk melakukan tes tertulis secara manual dikarenakan berdasarkan hasil observasi di lapangan, sebagian besar pemohon di usia tersebut sebagian besar kurang memahami maksud dari pernyataan yang ada di dalam soal, dan butuh dibantu oleh petugas yang ada di lokasi tes. Pembuatan website ini menggunakan pendekatan UCD (User Centered Design) untuk memastikan website yang dibuat dapat digunakan dan sudah sesuai dengan kebutuhan oleh calon pengguna website. Website akan dievaluasi menggunakan user acceptance test untuk menilai apakah website sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna atau belum. Hasil dari user acceptance test menunjukan nilai 93.6%. Dengan begitu website ini sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna.
MoParking: Sistem Monitoring Parkiran Mobil Berbasis IoT Agrifaldy Rahmatillah; Irving Vitra Paputungan
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya penggunaan kendaraan mobil di Indonesia tidak sebanding dengan adanya jumlah lahan parkir atau gudang parkir yang tersedia, akibatnya karena kurang adanya informasi mengenai tempat parkir, pengendara bisa kebingungan kalau tempatnya penuh padahal masih ada yang kosong yang menyebabkan pengendara mencari-cari tempat yang kosong sambil menyebabkan kepadatan di sekitar, bahkan banyak yang memarkirkan kendaraanya bukan pada tempatnya. Dengan adanya perkembangan IoT yang semakin berkembangan saat ini, dimana konsep tersebut dapat mengintegrasikan beberapa perangkat untuk saling bertukar informasi. Maka dengan diterapkannya sensor yang langsung berada di area parkir dan informasi dari data tersebut bisa diakses di device yang lain, maka monitoring bisa diterapkan secara real-time tanpa harus pergi ke lokasi langsung. Makalah ini menyajikan penerapan IoT untuk sistem monitoring parkiran mobil tersebut. MoParking merupakan sistem monitoring parkiran mobil berbasis IoT yang dikembangkan untuk monitoring kondisi parkiran mobil secara realtime dengan menggunakan handphone dengan sistem operasi Android dengan berdasarkan inputan data dari sensor di lapangan kemudian data tersebut diolah menjadi informasi kondisi tempat parkir yang nantinya akan memberikan informasi kepada pengguna. Dengan penerapan tersebut pengguna dapat mengetahui kondisi parkiran secara realtime tanpa harus harus mencari lokasi dimana saja yang kosong. Dengan demikian efektifitas dari tempat parkir semakin optimal.