Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Alat pemotong pita otomatis berbasis counter inkremental untuk mendukung produktivitas ekspor di UMKM Dodik Alfi, Kabupaten Blitar Imam Saukani; Agus Sukoco Heru Sumarno; Achmad Zaini; Prasetyo Hermawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35176

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya pada aspek efisiensi produksi dan manajemen usaha. UMKM Dodik Alfi di Kabupaten Blitar merupakan pelaku industri kreatif kerajinan tas anyaman yang mengalami kendala pada proses pemotongan pita yang masih dilakukan secara manual serta pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan level keberdayaan mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah, perancangan solusi, implementasi teknologi, pelatihan, dan evaluasi dampak. Solusi yang diterapkan berupa alat pemotong pita otomatis berbasis counter inkremental serta sistem pencatatan keuangan digital berbasis spreadsheet. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu pemotongan pita sebesar 53–65% dan peningkatan kapasitas produksi hingga lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan metode manual. Pada aspek manajemen, skor persepsi kemudahan pengelolaan keuangan mitra meningkat dari 1,2 menjadi 4,8 berdasarkan skala Likert. Penerapan teknologi dan manajemen ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kata kunci: pemotongan pita otomatis; pengabdian kepada masyarakat; teknologi tepat guna; umkm; produktivitas; pemberdayaan mitra. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy but often face limitations in production efficiency and business management. UMKM Dodik Alfi in Blitar Regency, a creative industry producing woven handicraft bags, experiences challenges related to manual ribbon cutting processes and unstructured financial record-keeping. This community service program aims to enhance productivity and partner empowerment through the application of appropriate technology and business management assistance. A participatory approach was employed, including problem identification, solution design, technology implementation, training, and impact evaluation. The proposed solutions consisted of an automatic ribbon cutting machine based on an incremental counter and a digital financial recording system using spreadsheets. The results indicate a reduction in cutting time efficiency of 53–65% and an increase in production capacity of more than 2.5 times compared to manual methods. In terms of management, the partner’s perceived ease of financial management improved significantly, with the average Likert scale score increasing from 1.2 to 4.8. These findings demonstrate that the implementation of appropriate technology and management assistance effectively improves productivity, product quality, and the sustainability of MSME operations.Keywords: automatic ribbon cutting; community service; appropriate technology; msmes; productivity; partner empowerment.
Inovasi elektronik dan digitalisasi administrasi di UMKM Asri Malang Imam Saukani; Herwandi Herwandi; Budhy Setiawan; Achmad Zaini; Diana Eka Poernamawati; Sidik Nurcahyo; Zubaidi Zubaidi; Doddy Maulana; Ahmadi Yuli Ananta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.26802

Abstract

Abstrak Pemilik UMKM sering kali menghadapi beragam tantangan dalam menjalankan usahanya. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan dalam aspek keuangan dan manajerial, yang menyebabkan mereka kesulitan dalam mempersiapkan modal kerja yang memadai dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Selain itu, kurangnya kemampuan dalam memperkirakan ketersediaan kas untuk kebutuhan operasional sering menjadi kendala yang signifikan. Hambatan-hambatan ini dapat menghambat perkembangan usaha dan menurunkan daya saing UMKM di pasar. Salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh pemilik UMKM adalah minimnya kemampuan dalam hal keuangan dan manajerial. Keterbatasan ini membuat UMKM kesulitan dalam mempersiapkan modal kerja yang cukup serta memenuhi kewajiban jangka pendek mereka. Akibatnya, banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam menjaga kelancaran operasional dan kestabilan finansial, terutama dalam menghadapi tuntutan bisnis sehari-hari. UMKM juga mengalami kesulitan untuk memperkirakan ketersediaan kas dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban jangka pendek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kas bagi UMKM Asri Kota Malang. Metode yang digunakan dalam sosialisasi adalah ceramah dan dialog aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan UMKM Asri Kota Malang mengenai manajemen kas. Metode yang digunakan mencakup pelaksanaan pre-test di awal kegiatan, dengan nilai rata-rata 78,67, dan post-test di akhir kegiatan, yang menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 89,36, memberikan bukti adanya peningkatan pengetahuan sebesar 10%. Namun, kegiatan sosialisasi ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan kepada UMKM tersebut agar pengelolaan kas yang digunakan semakin baik dan efektif. Kata kunci: onthok yuyu; tepung ketan; Asri UMKM; jangka pendek; manajerial. Abstract Owners of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) often face various challenges in running their businesses. Some of these include limitations in financial and managerial aspects, which make it difficult for them to prepare adequate working capital and meet short-term obligations. Additionally, the lack of ability to estimate cash availability for operational needs often becomes a significant obstacle. These barriers can hinder business growth and reduce the competitiveness of MSMEs in the market. One of the main challenges faced by MSME owners is the limited financial and managerial skills. These limitations make it difficult for MSMEs to prepare sufficient working capital and meet their short-term obligations. As a result, many MSMEs struggle to maintain smooth operations and financial stability, especially when dealing with the daily demands of business. They also face difficulties in estimating cash availability to meet operational needs and short-term obligations. This community service activity was conducted to enhance knowledge about cash management for "Asri" MSME in Malang City. The method used in the outreach was a combination of lectures and active dialogue. The results of this activity showed an increase in the knowledge of "Asri" MSME regarding cash management. The method involved conducting a pre-test at the beginning of the activity, with an average score of 78.67, and a post-test at the end, showing an increase to an average score of 89.36, demonstrating a knowledge improvement of 10%. However, this outreach activity should be carried out continuously, with ongoing mentoring to ensure that the cash management practices used become better and more effective Keywords: onthok yuyu; glutinous rice flour; Asri MSME; short-term; managerial.