Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

METODE PENYELAMATAN DATA DI MEDIA PENYIMPANAN FLASDISK Imam Saukani
Integrated Lab Journal Vol. 7 No. 1 (2019): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.017 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2019.%x

Abstract

Penelitian  yang  dilakukan  ini  adalah  untuk  mengetahui  seberapa  besar  tingkat keberhasilan pengembalian data di media flasdisk yang telah terhapus dan terformat datanya dengan membandingkan beberapa kapasitas flasdisk dan merk. Flashdisk sebagai media penyimpanan saat ini dianggap penting untuk menyimpan dan transfer data dari pengguna satu ke yang lainnya ataupun dari perangkat satu ke yang lainnya, sehingga  sangat penting perannya dalam sebuah mobilitas data, baik itu Personal Komputer maupun Desktop Komputer, Flashdisk sat ini dapat kita temui dengan berbagai merk dan type serta banyak variasi kapasitas. Walaupun demikian Flashdisk juga mempunyai ketergantungan dengan perangkat lain untuk melakukan operasi atau menjalan/mengambil data yang ada di dalamnya. Komputer di ciptakan untuk membantu penyelesaian manusia yang bersifat logika, baik itu logika binner atau hekza, komputer dibuat untuk membantu manusia menyelesaikan persoalan yang dihadapi, namun untuk menyeselesaikan masalah manusia perlu mengikuti logika-logika yang dapat di mengerti oleh proses komputer. Karena  telah banyaknya pilihan Flashdisk yang tersedia dipasaran maka kita perlu mencermati Type/merk apa yang bisa sesuai dengan kebutuhan kita, karena kejadian kehilangan data akan bisa dialamai oleh pengguna media penyimpanan / flashdisk, entah karena sebab terdelete, terformat, kena virus ataupun karena sebab lain yang diluar dugaan  Pengunaan flasdsik yang saat ini semakin banyak digunakan karena mentuknya yang sangat kecil (dibanding Hardisk) dengan berbagai macam bentuk dan kapasitasnya. Banyak kemungkinan data hilang di Flashdisk diantaranya adalah terhapus serta terformat.
Pengujian Power 5 Volt Di Laboratorium Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang Imam Saukani
Integrated Lab Journal Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ilj.2020.080205

Abstract

Power supplies are generally used to supply electronic devices that require DC current (Enny, 2016). The use of a power supply in a practicum with the material "Transistor Characteristics" in an analog electronics laboratory requires 3 voltage variations (5,9,12 volts) simultaneously, meaning that if one class is divided into 5 groups, 15 power supplies are used, while the availability is limited. This research aims to determine the voltage divider method, the resistance value and to analyze the responsible voltage for the change in resistance.Variable resistance to change the output voltage value of the Integrated Circuit (IC) regulator to produce a voltage of 5,9,12 volts. The change in output voltage will be analyzed against changes in resistance. The ripple voltage limit is 2%, so a filter is needed. The output current from the regulator IC is in the order of milli amperes, so it needs to be strengthened to 1 ampere to be used in a practicum with the theme "Transistor Characteristics".It is expected that the results of this study are to improve the performance of a 5 volt power supply having a voltage output of 5,9,12 volts simultaneously, so that the need for power supply for the “Transistor Characteristics” practicum which initially requires 15 to 5.
Pelatihan Pembuatan Informasi Nomor Lagu Gereja Santo Yoseph Ngrejo Kluwut Wonosari Malang Agus Pracoyo; Hari Kurnia Safitri; Imam Saukani; Achmad Komarudin; Edi Sulistio Budi; Agus Sukoco Heru Sumarno
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i2.206

Abstract

Ngrejo Hamlet, Kluwut Village, Wonosari District is located at the foot of Gunung Kawi, Malang Regency, which has relatively cold temperatures ranging from 250-350 with an area of 4331.55 km2. Kluwut Village has ethnic, racial and religious diversity. St. Joseph's Church is a place of worship for Catholics which has a very large congregation. Each service the pastor will guide the congregation to sing the songs in the worship book. With a large number of songs, the order of the songs sung will usually change at every service, so that it will be easier for the congregation to find the song page. With this problem in mind, the plan of the PPM busting team is in the form of: (1) Training on making 7 segment displays as song numbers (pages of worship books), (2) training on installation of 7 segment display devices that can be controlled remotely. It is hoped that this training can be useful for the management and congregation of the St. Joseph church. With this 7 segment display as song number information, it will be easier for the congregation to find the song page by looking at the information on the display.
PEMBUATAN SISTEM PENERANGAN SEL SURYA DI PEMANDIAN SUMBERWRINGIN Denda Dewatama; Gillang Al Azhar; Imam Saukani; Subiyantoro Subiyantoro; Herwandi Herwandi; Bambang Priyadi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i1.4249

Abstract

Sumberwringin bathhouse is located in Wringin Songo village and is a potential bathhouse to be developed by Wringin Songo village. Wringinsongo Village is located in Tumpang District and is one of the partner villages of Polinema. Wringinsongo Village. There is a lot of potential in Wriginsongo Village, namely the potential for agriculture, plantations, fisheries, livestock, and water resources. The local government of Malang Regency through Wringin Songo Village reads the situation as an opportunity to improve the welfare of its citizens. So that currently the spring functions as water tourism called Sumberwringin Baths which is managed by the village government as an attractive natural recreation facility. Sumberwringin baths have several shortcomings, namely still lacking in terms of lighting. The bath manager wants to install lighting around the bath by utilizing natural resources, namely sunlight. So solar cell lighting is needed in the area, namely in Sumberwingin baths by utilizing sunlight (PLTS) for lighting in the area.
Efisiensi energi produksi ecoprint untuk meningkatkan produktifitas hasil usaha Imam Saukani; Sulistyono Sulistyono; Zakijah Irfin; Ahmad Zaini; Diana Eka Poernamawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28729

Abstract

Abstrak Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting untuk menciptakan pola unik pada kain, yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Meskipun teknik ini memiliki keunggulan dalam mengurangi dampak lingkungan, proses pemanasan manual yang digunakan untuk mengunci warna sering kali tidak konsisten dan membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemanasan terkontrol berbasis minimum sistem untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil ecoprint. Sistem ini memungkinkan pengaturan suhu pada 90°C dan durasi pemanasan secara otomatis, yang memastikan suhu tetap stabil dan durasi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem pemanasan terkontrol menghasilkan motif yang lebih konsisten, warna yang lebih tajam, dan mengurangi risiko kerusakan kain dibandingkan metode pemanasan manual. Selain itu, sistem ini juga mampu menghemat energi hingga 20% dan menurunkan biaya operasional. Implementasi teknologi ini memberikan dampak positif terhadap produktivitas UMKM, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas potensi pasar produk ecoprint. Dengan demikian, teknologi pemanasan terkontrol ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mendukung keberlanjutan industri kreatif yang berbasis pada kearifan lokal dan ramah lingkungan. Kata kunci: ecoprint; pemanasan terkontrol; pewarnaan alami; efisiensi energi; UMKM. Abstract Ecoprint is a fabric dyeing technique that utilizes natural materials such as leaves, flowers, and twigs to create unique patterns on fabric, promoting environmental sustainability. While this technique offers ecological benefits, the manual heating process used to fix the colors is often inconsistent and time-consuming. This research aims to develop a controlled heating system based on a minimum system to improve the efficiency and quality of ecoprint production. The system allows for precise temperature control at 90°C and automatic heating duration, ensuring stable temperatures and optimized time settings. The trial results indicate that the controlled heating system produces more consistent patterns, sharper colors, and reduces the risk of fabric damage compared to manual heating methods. Additionally, the system is capable of saving up to 20% in energy consumption and lowering operational costs. The implementation of this technology has a positive impact on the productivity of small and medium enterprises (SMEs), enhances product quality, and expands the market potential for ecoprint products. Therefore, this controlled heating technology not only improves production efficiency but also supports the sustainability of creative industries based on local wisdom and environmentally friendly practices. Keywords: ecoprint; controlled heating; natural dyeing; energy efficiency; SMEs.
Optimalisasi sistem produksi untuk memenuhi permintaan pasar minuman sari buah Mulyasari Argosuko-Malang Pudji Herijanto; Nilawati Fiernaningsih; Widjanarko Widjanarko; zakiyah Irfin; Maskur Maskur; Imam Saukani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27232

Abstract

Abstrak Industri sari buah Mulyasari mengalami kesenjangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar yang mencapai lebih dari 53 dus per hari, yang akan semakin meningkat jika sertifikasi BPOM dan merek dagang resmi diperoleh. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya tuntutan konsumen yang belum diimbangi dengan kapasitas produksi optimal serta risiko higienitas produk dan kecelakaan kerja pada sistem operasi yang masih manual. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem produksi Mulyasari melalui Rekayasa Semi Otomasi Proses Produksi pada sistem produksi yang sudah ada (sistem 01) dan membangun satu sistem baru. Mitra, yang berjumlah beberapa karyawan tetap dan karyawan baru, dilibatkan dalam pelatihan dan pendampingan untuk mengoperasikan sistem semi otomatis ini. Hasilnya, mitra berhasil menerapkan sistem baru dengan tingkat pencapaian 87% dari target kapasitas, cukup untuk memenuhi permintaan saat ini. Higienitas produk meningkat karena hanya proses pengupasan dan pencucian yang masih manual, dan risiko kecelakaan kerja berkurang. Penerapan sistem ini mendukung ergonomi yang lebih baik dan keselamatan karyawan, serta membuka potensi bagi mitra untuk memperluas pangsa pasar. Kata kunci: sistem operasi produksi; proses produksi; rekayasa semi otomasi. AbstractThe Mulyasari fruit juice industry is experiencing a gap between production capacity and market demand of more than 53 boxes per day, which will further increase if BPOM certification and an official trademark are obtained. This condition can have an impact on increasing consumer demands which have not been balanced with optimal production capacity as well as the risk of product hygiene and work accidents in operating systems that are still manual. This service program aims to optimize Mulyasari's production system through Production Process Semi-Automation Engineering on the existing production system (system 01) and building a new system. Partners, consisting of several permanent employees and new employees, are involved in training and mentoring to operate this semi-automatic system. As a result, partners successfully implemented the new system with an achievement rate of 87% of the capacity target, sufficient to meet current demand. Product hygiene increases because only the peeling and washing processes are still manual, and the risk of work accidents is reduced. Implementation of this system supports better ergonomics and employee safety, as well as opening up the potential for partners to expand market share. Keywords: production operating system; production process; semi-automation engineering.
Penguatan sistem operasi-produksi dan media promosi untuk kontinuitas dan peningkatan usaha industri rumah tangga minuman sari nanas banasari Nilawati Fiernaningsih; Imam Saukani; Heri Priya Waspada
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27013

Abstract

Abstrak Sari nanas Banasari memiliki potensi ekonomi yang besar, namun terkendala oleh keterbatasan alat produksi dan kurangnya strategi pemasaran yang efektif. Melalui pengabdian ini, diharapkan dapat membantu mitra lokal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pemberian bantuan alat produksi semi otomatis yang memiliki kapasitas 50 liter dan pendampingan penggunaan alat untuk meningkatkan efisiensi serta higienitas dalam proses produksi. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pendampingan mengenai pemasaran digital dengan fokus pada pembuatan company profile yang profesional dan pemanfaatan media sosial. Implementasi alat baru dan pelatihan pemasaran telah meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas sari nanas, serta meningkatkan pemahaman mitra tentang promosi digital. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan mitra dalam aspek teknologi produksi dan strategi pemasaran digital. Dampaknya, terdapat peningkatan dalam kualitas dan jumlah produksi serta jangkauan pemasaran sari nanas. Pengabdian ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan, terutama dalam penerapan teknologi dan pemasaran di era digital, serta mendorong sinergi antara teori dan praktik yang berpotensi diadopsi oleh komunitas lain untuk pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Kata kunci: produksi; media promosi; profil usaha Abstract Banasari pineapple juice has great economic potential but is constrained by limited production tools and a lack of effective marketing strategies. Through this service, it is expected to help local partners improve the quality and competitiveness of their products. The methods used in this service include assisting in the form of semi-automatic production tools with a capacity of 50 liters and assistance in using tools to improve efficiency and hygiene in the production process. In addition, this activity also includes assistance regarding digital marketing with a focus on creating a professional company profile and utilizing social media. The implementation of new tools and marketing training has increased production efficiency and the quality of pineapple juice, as well as increasing partners' understanding of digital promotion. This program has succeeded in improving partners' skills in aspects of production technology and digital marketing strategies. As a result, there has been an increase in the quality and quantity of production and the reach of pineapple juice marketing. This service contributes to the development of science in the field of education, especially in the application of technology and marketing in the digital era. It encourages synergy between theory and practice that has the potential to be adopted by other communities for local potential-based economic development. Keywords: production; promotional media; company profile.
Alat pemotong pita otomatis berbasis counter inkremental untuk mendukung produktivitas ekspor di UMKM Dodik Alfi, Kabupaten Blitar Imam Saukani; Agus Sukoco Heru Sumarno; Achmad Zaini; Prasetyo Hermawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35176

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya pada aspek efisiensi produksi dan manajemen usaha. UMKM Dodik Alfi di Kabupaten Blitar merupakan pelaku industri kreatif kerajinan tas anyaman yang mengalami kendala pada proses pemotongan pita yang masih dilakukan secara manual serta pencatatan keuangan yang belum terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan level keberdayaan mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah, perancangan solusi, implementasi teknologi, pelatihan, dan evaluasi dampak. Solusi yang diterapkan berupa alat pemotong pita otomatis berbasis counter inkremental serta sistem pencatatan keuangan digital berbasis spreadsheet. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu pemotongan pita sebesar 53–65% dan peningkatan kapasitas produksi hingga lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan metode manual. Pada aspek manajemen, skor persepsi kemudahan pengelolaan keuangan mitra meningkat dari 1,2 menjadi 4,8 berdasarkan skala Likert. Penerapan teknologi dan manajemen ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta kemampuan mitra dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kata kunci: pemotongan pita otomatis; pengabdian kepada masyarakat; teknologi tepat guna; umkm; produktivitas; pemberdayaan mitra. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy but often face limitations in production efficiency and business management. UMKM Dodik Alfi in Blitar Regency, a creative industry producing woven handicraft bags, experiences challenges related to manual ribbon cutting processes and unstructured financial record-keeping. This community service program aims to enhance productivity and partner empowerment through the application of appropriate technology and business management assistance. A participatory approach was employed, including problem identification, solution design, technology implementation, training, and impact evaluation. The proposed solutions consisted of an automatic ribbon cutting machine based on an incremental counter and a digital financial recording system using spreadsheets. The results indicate a reduction in cutting time efficiency of 53–65% and an increase in production capacity of more than 2.5 times compared to manual methods. In terms of management, the partner’s perceived ease of financial management improved significantly, with the average Likert scale score increasing from 1.2 to 4.8. These findings demonstrate that the implementation of appropriate technology and management assistance effectively improves productivity, product quality, and the sustainability of MSME operations.Keywords: automatic ribbon cutting; community service; appropriate technology; msmes; productivity; partner empowerment.
Inovasi elektronik dan digitalisasi administrasi di UMKM Asri Malang Imam Saukani; Herwandi Herwandi; Budhy Setiawan; Achmad Zaini; Diana Eka Poernamawati; Sidik Nurcahyo; Zubaidi Zubaidi; Doddy Maulana; Ahmadi Yuli Ananta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.26802

Abstract

Abstrak Pemilik UMKM sering kali menghadapi beragam tantangan dalam menjalankan usahanya. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan dalam aspek keuangan dan manajerial, yang menyebabkan mereka kesulitan dalam mempersiapkan modal kerja yang memadai dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Selain itu, kurangnya kemampuan dalam memperkirakan ketersediaan kas untuk kebutuhan operasional sering menjadi kendala yang signifikan. Hambatan-hambatan ini dapat menghambat perkembangan usaha dan menurunkan daya saing UMKM di pasar. Salah satu hambatan utama yang dihadapi oleh pemilik UMKM adalah minimnya kemampuan dalam hal keuangan dan manajerial. Keterbatasan ini membuat UMKM kesulitan dalam mempersiapkan modal kerja yang cukup serta memenuhi kewajiban jangka pendek mereka. Akibatnya, banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam menjaga kelancaran operasional dan kestabilan finansial, terutama dalam menghadapi tuntutan bisnis sehari-hari. UMKM juga mengalami kesulitan untuk memperkirakan ketersediaan kas dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban jangka pendek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kas bagi UMKM Asri Kota Malang. Metode yang digunakan dalam sosialisasi adalah ceramah dan dialog aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan UMKM Asri Kota Malang mengenai manajemen kas. Metode yang digunakan mencakup pelaksanaan pre-test di awal kegiatan, dengan nilai rata-rata 78,67, dan post-test di akhir kegiatan, yang menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 89,36, memberikan bukti adanya peningkatan pengetahuan sebesar 10%. Namun, kegiatan sosialisasi ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan kepada UMKM tersebut agar pengelolaan kas yang digunakan semakin baik dan efektif. Kata kunci: onthok yuyu; tepung ketan; Asri UMKM; jangka pendek; manajerial. Abstract Owners of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) often face various challenges in running their businesses. Some of these include limitations in financial and managerial aspects, which make it difficult for them to prepare adequate working capital and meet short-term obligations. Additionally, the lack of ability to estimate cash availability for operational needs often becomes a significant obstacle. These barriers can hinder business growth and reduce the competitiveness of MSMEs in the market. One of the main challenges faced by MSME owners is the limited financial and managerial skills. These limitations make it difficult for MSMEs to prepare sufficient working capital and meet their short-term obligations. As a result, many MSMEs struggle to maintain smooth operations and financial stability, especially when dealing with the daily demands of business. They also face difficulties in estimating cash availability to meet operational needs and short-term obligations. This community service activity was conducted to enhance knowledge about cash management for "Asri" MSME in Malang City. The method used in the outreach was a combination of lectures and active dialogue. The results of this activity showed an increase in the knowledge of "Asri" MSME regarding cash management. The method involved conducting a pre-test at the beginning of the activity, with an average score of 78.67, and a post-test at the end, showing an increase to an average score of 89.36, demonstrating a knowledge improvement of 10%. However, this outreach activity should be carried out continuously, with ongoing mentoring to ensure that the cash management practices used become better and more effective Keywords: onthok yuyu; glutinous rice flour; Asri MSME; short-term; managerial.