Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi Chatbot pada Toko Online berbasis Semantik untuk Pemasaran Digital Maskur Maskur; Yosi Afandi
JASIEK (Jurnal Aplikasi Sains, Informasi, Elektronika dan Komputer) Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jasiek.v7i2.11543

Abstract

Penggunaan aplikasi chatbot sebagai virtual customer service dapat membantu calon pengunjung toko online sebelum melakukan transaksi karena keterbatasan waktu dalam melayani pelanggan, manusia biasa tidak dapat menjawab pertanyaan atau melayani permintaan pelanggan setiap saat. Dengan menggunakan layanan pelanggan virtual, konsumen yang datang ke toko online dapat berbicara dengan penjual tentang barang yang mereka ingin beli. Teknologi ini sangat membantu menjawab pertanyaan dan masalah pelanggan dengan cepat dan tepat. Aplikasi chatbot menggunakan pengetahuan AIML (Artificial Intelligence Markup Language) yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan dengan ontologi yang berbasis semantik. Aplikasi chatbot toko online yang digunakan pada penelitian ini adalah kain batik yang menjual produk batik Malang karena permintaan batik dari Malang sangat tinggi dan belum adanya toko online yang memberikan layanan dengan memanfaatkan layanan pelanggan virtual (chatbot). Pengembangan chatbot yang dilengkapi dengan semantik menggunakan ontologi untuk mengolah pertanyaan yang memiliki arti lebih spesifik, memperoleh akurasi sekitar 97% dari 15 jenis pertanyaan dan jawaban yang relevan, kemudian 10 pertanyaan yang dijawab sesuai dengan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh calon pembeli. Penggunaan semantik menggunakan ontologi pada aplikasi layanan pelanggan virtual (chatbot) membantu dalam menjawab pertanyaan yang memiliki kata atau makna yang sama sehingga menghasilkan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan.
Optimalisasi sistem produksi untuk memenuhi permintaan pasar minuman sari buah Mulyasari Argosuko-Malang Pudji Herijanto; Nilawati Fiernaningsih; Widjanarko Widjanarko; zakiyah Irfin; Maskur Maskur; Imam Saukani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27232

Abstract

Abstrak Industri sari buah Mulyasari mengalami kesenjangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar yang mencapai lebih dari 53 dus per hari, yang akan semakin meningkat jika sertifikasi BPOM dan merek dagang resmi diperoleh. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya tuntutan konsumen yang belum diimbangi dengan kapasitas produksi optimal serta risiko higienitas produk dan kecelakaan kerja pada sistem operasi yang masih manual. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem produksi Mulyasari melalui Rekayasa Semi Otomasi Proses Produksi pada sistem produksi yang sudah ada (sistem 01) dan membangun satu sistem baru. Mitra, yang berjumlah beberapa karyawan tetap dan karyawan baru, dilibatkan dalam pelatihan dan pendampingan untuk mengoperasikan sistem semi otomatis ini. Hasilnya, mitra berhasil menerapkan sistem baru dengan tingkat pencapaian 87% dari target kapasitas, cukup untuk memenuhi permintaan saat ini. Higienitas produk meningkat karena hanya proses pengupasan dan pencucian yang masih manual, dan risiko kecelakaan kerja berkurang. Penerapan sistem ini mendukung ergonomi yang lebih baik dan keselamatan karyawan, serta membuka potensi bagi mitra untuk memperluas pangsa pasar. Kata kunci: sistem operasi produksi; proses produksi; rekayasa semi otomasi. AbstractThe Mulyasari fruit juice industry is experiencing a gap between production capacity and market demand of more than 53 boxes per day, which will further increase if BPOM certification and an official trademark are obtained. This condition can have an impact on increasing consumer demands which have not been balanced with optimal production capacity as well as the risk of product hygiene and work accidents in operating systems that are still manual. This service program aims to optimize Mulyasari's production system through Production Process Semi-Automation Engineering on the existing production system (system 01) and building a new system. Partners, consisting of several permanent employees and new employees, are involved in training and mentoring to operate this semi-automatic system. As a result, partners successfully implemented the new system with an achievement rate of 87% of the capacity target, sufficient to meet current demand. Product hygiene increases because only the peeling and washing processes are still manual, and the risk of work accidents is reduced. Implementation of this system supports better ergonomics and employee safety, as well as opening up the potential for partners to expand market share. Keywords: production operating system; production process; semi-automation engineering.
Sosialisasi dan pelatihan administrasi persuratan untuk warga melalui pemanfaatan SIMBEROD dan penguatan kapasitas perangkat desa di Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Maskur Maskur; Muhammad Afif Hendrawan; Yosi Afandi; Nilawati Fiernaningsih; Pudji Herijanto; Septian Enggar Sukmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27383

Abstract

AbstrakDesa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menghadapi tantangan dalam pengelolaan administrasi persuratan yang belum optimal, khususnya dalam hal ketersediaan sistem yang efisien dan kemampuan perangkat desa dalam mengelola surat-menyurat. Hal ini berdampak pada efektivitas pelayanan kepada masyarakat yang sering kali menjadi lambat dan kurang terorganisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas administrasi persuratan desa melalui sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Digital (SIMBEROD) serta penguatan kapasitas perangkat desa. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi system informasi SIMBEROD kepada warga dan perangkat desa, pelatihan teknis dalam mengoperasikan SIMBEROD, penguatan kapasitas perangkat desa dan monitong dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIMBEROD mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan surat, mempercepat proses pelayanan, dan mengurangi risiko kesalahan administrasi. Pembahasan juga mengungkapkan tantangan terkait adopsi teknologi oleh perangkat desa yang memiliki keterbatasan dalam literasi digital, yang dapat diatasi melalui pelatihan berkelanjutan. Sebagai saran, desa diharapkan untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap sistem yang digunakan dan mengadakan pelatihan tambahan guna memperkuat keterampilan perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna. Kata kunci: sistem informasi; perangkat desa; pelatihan; pelayanan; administrasi. AbstractTulusbesar Village, Tumpang Subdistrict, Malang District faces challenges in managing its correspondence administration, particularly in terms of the availability of an efficient system and the ability of village officials to manage correspondence. This has an impact on the effectiveness of services to the community, which often become slow and less organized. This community service activity aims to improve the quality of village correspondence administration through socialization and training on the use of Digital Based Information System (SIMBEROD) as well as strengthening the capacity of village officials. The methods used include identification of needs, socialization of the SIMBEROD information system to residents and village officials, technical training in operating SIMBEROD, capacity building of village officials and monitoring and evaluation of activities. The results showed that the implementation of SIMBEROD was able to improve the efficiency of mail management, speed up the service process, and reduce the risk of administrative errors. The discussion also revealed challenges related to technology adoption by village officials who have limitations in digital literacy, which can be overcome through continuous training. As a suggestion, the village is expected to continue to conduct periodic evaluations of the system used and conduct additional training to strengthen the skills of village officials in utilizing information technology. This activity is expected to serve as a model for other villages in improving the quality of administrative services through the use of appropriate digital technology. Keywords: information systems; village officials; training; services; administration.