Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan faktor individu dan personal hygiene dengan gejala dermatitis kontak pada pekerja bengkel motor di wilayah Kelurahan Jelupang Kota Tangerang Selatan Bahri, Syaiful; Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Nurkholimah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1019

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan serta persalinan ialah peristiwa alamiah, namun pada realitasnya Penyakit akibat kerja (PAK), terutama dermatitis kontak, sering terjadi pada pekerja, terutama di sektor informal seperti bengkel motor. Proporsi dermatitis kontak di Provinsi Banten adalah 7,5%, sementara di Tangerang Selatan mencapai 65,14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor individu (umur, masa kerja, lama kontak) dan personal hygiene dengan dermatitis kontak pada pekerja bengkel motor di Kelurahan Jelupang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  pada seluruh pekerja bengkel motor di Kelurahan Jelupang, Kota Tangerang Selatan. Besar sampel penelitian ini adalah 42 orang dengan Teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil  analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara masa kerja (p-value=0,026), lama kontak (p-value=0,001), dan personal hygiene (p-value=0,049) dengan gejala dermatitis, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan gejala dermatitis (p-value=0,672).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara umur masa kerja, lama kontak dan personal hygiene dengan gejala dermatitis kontak. Sementara itu tidak ada hubungan usia dengan gejala dermatitis kontak.
The Relationship Of Motivation And Performance Of Integrated Healthcare Center Cadres During The Covid-19 Pandemic On Basic Immunization Coverage In 2020 In The Working Area Of Bojongsari Public Health Center: Hubungan Motivasi Dan Kinerja Kader Posyandu Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Cakupan Imunisasi Dasar Tahun 2020 Di Wilayah Kerja Puskesmas Bojongsari Ilmi, Ayatun Fiil; Adhana, Shelvia; Holidah, Holidah; Ratnaningtyas, Tri Okta
Jurnal Kesehatan Masa Depan Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masa Depan
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jkmd.v1i1.5

Abstract

Abstract Basic immunization is a mandatory immunization in the Puskesmas program where all babies aged over 12 months must have received basic immunization. Because basic immunization is made into a program so that existing diseases can be prevented by immunization. Immunization in the Puskesmas program has the aim of protecting children from disease, preventing disability in children, as well as preventing death in children. In Indonesia Complete Basic Immunization Coverage (IDL) decreased by 57.9%, incomplete immunization by 32.9% and 9.2% not immunized. The highest percentage was in Bali (92.1%) and the lowest was in Aceh (19.5%). (Ministry of Health 2018). The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and performance of posyandu cadres during the covid-19 pandemic on immunization coverage in 2020 in the Bojongsari Health Center Work Area. The research method used is quantitative research with a case control. The sampling technique used was purposive sampling consisting of 42 respondents case and 42 resondents control. Data collection techniques using direct questionnaires. The results of data analysis in this study using the chi-square that the relationship between motivation and immunization coverage showed a significant p-value = 0.000, and the relationship between performance and immunization coverage showed a significant p-value = 0.000. Conclusion: there is a relationship between motivation and performance of posyandu cadres on immunization coverage. Suggestion: future researchers are expected to change the measurement method in the variables so that the measurement results are more effective. Keywords: Motivation; Performance; Immunization Coverage
The Correlation of Individual and External Factors to Work Fatigue in Employee at PT. Hutama Karya Building Division Project, Integrated Building Soekarno Hatta Airport Train Station Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Kasumawati, Frida; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.148 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1010

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2018, menurut Hamalainen 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahunnya, 2,4 juta (86,3%) dari kematian tersebut dikarenakan penyakit akibat kerja salah satunya yaitu kelelahan kerja, lebih dari 380.000 (13,7%) kematian karena kecelakaan kerja. Jumlah kecelakan non-fatal hampir seribu kali lebih banyak dibanding kecelakaan fatal, diperkirakan 374 juta pekerja mengalami kecelakaan ini.  Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan usia, status gizi, beban kerja, lama kerja, kualitas tidur dan status merokok dengan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 61 orang di proyek pembangunan integrated building. Hasil: hasil penelitian diperoleh jumlah pekerja yang mengalami kelelahan kategori tinggi sebesar 46 pekerja (75,4%), usia kategori beresiko mengalami kelelahan sebanyak 36 pekerja (59%), status gizi kategori normal sebanyak 50 pekerja (82%), beban kerja kategori berat sebanyak 43 pekerja (70,5%), kualitas tidur tidak normal sebanyak 51 pekerja (83,6%), lama kerja tidak normal sebanyak 47 pekerja (77%) dan merokok sebanyak 52 pekerja (85,2%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan variabel kualitas tidur (p value = 0.035), beban kerja (p value = 0.034), lama kerja (p value = 0.014) dan merokok (p value = 0.004) berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan pada variabel usia (p value = 0.184) dan status gizi (p value = 0.287) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar ditingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan para pekerja seperti diadakannya medical chek-up.