Claim Missing Document
Check
Articles

Found 97 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Hasil Air Menggunkan Koneveksi Natural Pada Atmospheric Water Generator Berbasis Thermoelectric Aprilianto, Khoirul Tri; Ajiwiguna, Tri Ayodha; Kirom, M. Ramdlan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaanAtmospheric Water Generator (AWG) berbasis termoelektrikuntuk menghasilkan air bersih. Sistem ini menggunakanmodul Peltier, pelat aluminium, heatsink, dan kipas pendinginuntuk mengkondensasikan uap air dari udara. Hasil analisismenunjukkan suhu lingkungan memiliki pengaruh terbesarterhadap produksi air, diikuti oleh kelembaban dan suhutengah plat. Model regresi linear menunjukkan bahwa 60%variasi jumlah air dapat dijelaskan oleh suhu dankelembaban, dengan standar error 3,218 dari 26 data. Sistemini menawarkan desain sederhana dan efektif dengankebutuhan perawatan minimal, menjadikannya solusi inovatifuntuk menghasilkan air bersih dalam kondisi darurat. Kata Kunci - Sistem AWG, Air Bersih, Suhu, Tempeatur
Analisis Membran Berongga Berbahan Semen Terhadap Produksi Listrik Pada Microbial Fuel Cell Dengan Variasi Ketebalan Musfar, Syafrialdi; Kirom, M. Ramdlan; Fitriyanti, Nurwulan
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Microbial Fuel Cell adalah sistem pembangkit yang mengandalkan reaksi katalis menggunakan mikroba, reaksi yang terjadi berasal dari interaksi antara bakteri dan senyawa lain sehingga menghasilkan ion elektron dan proton. Dari ion elektron dan pronton yang dihasilkan akan menimbulkan perbedaan potensial listik sehingga menghasilkan listrik. Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan energi primer pada bidang bioenergi. Rancangan Microbial Fuel Cell (MFC) menggunakan dual-chamber yang dimana pada masing-masing chamber berisi katoda dan anoda, selain itu juga terdapat Proton exchange membrane (PEM) sebagai salah satu bagian utama pada MFC yang memisahkan dual-chamber. Proton exchange membrane (PEM) merupakan salah satu komponen utama dalam MFC, berfungsi sebagai tempat pertukaran proton dari ruangan anoda ke katoda. Penelitian berfokus pada analisis ketebelan membran berbahan baku seman putih (WPC) dengan 4 variasi ketebalan terhadap produksi listik dengan menggunakan limbah tahu sebagai substratnya. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sensor tegangan dan arus, pengukuran dilakukan selama 15 hari dengan pengambilan data dilakukan setiap hari. Didapatkan bahwa nilai keluaran terbesar terdapat pada membrane 3 mm dengan nilai keluaran maksimum sebesar 11 mW/m2 . Kata kunci — Chamber, Microbial Fuel Cell, Proton Exchange Membrane
Analisis Pengaruh ketebalan Proton Exchange Membrane berongga pada Microbial Fuel Cell Dual Chamber Terhadap hasil Produksi Energi Listrik Fasha, Muhammad Aderaka; Kirom, M. Ramdlan; Fitriyanti, Nurwulan
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pemanfaatan energi di Indonesia semakin lama terus semakin bertambah, mengingat sumber energi yang ada sekarang dipekirakan akan habis. Penggunaan secara berlebih, tentunya akan mendorong lebih cepat energi habis dari yang sudah diperkirakan. Oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan energi alternatif sebagai energi terbarukan. Microbial Fuel Cell (MFC) menjadi salah satu inovasi terbarukan. Prinsip kerja metode ini adalah mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan memanfaatkan bakteri untuk menghasilkan energi listrik dari bahan organik. Dalam MFC dualchamber yang menggunakan tanah liat sebagai PEM komposisi tanah liat akan berpengaruh terhadap kinerja reaktor. PenggunaanPEM juga sudah dilakukan pada penelitian sebelumnya hanya saja pada penelitiansebelumnya menggunakan jembatan garam yang terbuat dari sumbu kompor yang kemudian dipilin dan di rendam kedalam larutan garam (NaCl). Setiap kompartemen mampu menampung hingga 500 mL dan dipisahkan oleh keramik yang terbuat dari tanah liat sebagai Proton Exchange Membrane (PEM). Elektroda yang digunakan adalah seng pada anoda dan tembaga pada katoda dengan luas permukaan masing – masing sebesar 10 cm2 . Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa daya maksimum yang dapat dihasilkan sebesar 0,13 mW dan energi maksimum sebesar 1909,40 mJ pada reaktor dengan variasi komposisi lumpur sawah 300 mL dan kulit pisang 100 mL. Kata kunci — microbial fuel cell, kulit pisang, lumpur sawah, tanah liat.
Karakterisasi Alat Spray Drying Menggunakan Empat Tahap Pemanasan Yang Diimplementasikan Pada Larutan Pvp Darmawan, Muhammad Yusuf; Suhendi, Asep; Kirom, M. Ramdlan
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Spray drying merupakan alat yang dapat mengurangi kadar air pada suatu bahan serta dapat mengubah cairan menjadi bubuk dengan menggunakan media pengering yang panas sehingga membuat kandungan air yang dipanaskan menguap. Parameter yang mempengaruhi proses pada spray drying adalah suhu, laju alir udara, dan kadar air bahan. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan proses karakterisasi untuk mengetahui karakter dari spray drying yang menggunakan empat tahap pemanasan. Proses perancangan spray drying yang paling penting adalah penempatan heater dan juga antisipasi agar heater tidak terpengaruh oleh suhu luar dengan cara melapisi heater menggunakan glasswoll yang tahan terhadap suhu tinggi. Larutan yang digunakan pada pengujian ini yaitu PVP (Polivinil Pirolidon) yang memiliki konsentrasi 4%. Pada penelitian ini didapatkan bahwa jarak antara pemanas mempengaruhi besarnya perpindahan kalor yang terjadi antara pemanas. Kemudian, suhu yang digunakan mempengaruhi ukuran dari partikel yang dihasilkan. Suhu yang lebih tinggi menghasilkan partikel yang memiliki ukuran diameter lebih kecil. . Kata kunci— spray drying, PVP, atomizer, heater, droplet
Optimasi Penambahan Natrium Sulfat (NA2SO4) Pada Membran Berongga Menggunakan Semen Pada Microbial Electrolysis Cell (MEC) Putri, Monica Tri Buana; Kirom, M. Ramdlan; Utami, Amaliyah Rohsari Indah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Microbial Electrolysis Cell (MEC) merupakan pendekatan baru dan menjanjikan untuk produksi hidrogen (H2) dari bahan organik, termasuk air limbah dan sumber daya terbarukan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui variasi rasio konsentrasi Na2SO4 dalam memproduksi gas hidrogen (H2), Mengetahui konsentrasi Na2SO4 dalam menghasilkan keluaran gas hidrogen (H2) yang maksimal. Desain alat ini dirancang menggunakan dual chamber yang terdiri dari dua bagian, yaitu anoda dan katoda. Reaktor dihubungkan dengan membran berongga dengan bahan dasar semen dan natrium sulfat (Na2SO4). Substrat yang digunakan pada penelitian ini adalah kulit nanas yang difermentasikan selama dua hari dan lumpur sawah yang akan diletakkan di reaktor anoda, sedangkan aquades akan diletakkan direaktor katoda. Penelitian ini berfokus pada optimalisasi penambahan natrium sulfat (Na2SO4) pada MEC menggunakan semen. Pembuatan membran berongga dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi natrium sulfat (Na2SO4) untuk menghasilkan gas hidrogen (H2) yang terbaik. Pada penelitian ini konsentrasi natrium sulfat (Na2SO4) yang optimal untuk menghasilkan gas hidrogen (H2) adalah 10,06 mol/L pada tegangan 2,4 Volt. Gas hidrogen (H2) terbanyak dihasilkan pada konsentrasi natrium sulfat (Na2SO4) 10,06 mol/L dengan tegangan 3 Volt yaitu sebesar 2632 PPM. Konsentrasi natrium sulfat (Na2SO4) dan besar tegangan sangat berpengaruh dalam menghasilkan gas hidrogen (H2) pada penelitian ini. Kata kunci — gas hidrogen, mec, membran berongga, substrat
Pengaruh Sistem Dual Chamber Microbial Fuel Cells (DCMFCs) Dengan Jembatan Poros Berbahan Semen Terhadap Penurunan Konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) Pada Limbah Cair Tekstil Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky; Kirom, M. Ramdlan; Rosdiana, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Saat ini dikatakan bahwa pembuangan limbah cair masih menjadi salah satu permasalahan utama di negara berkembang seperti halnya di Indonesia. Juga dalam beberapa penelitian dikatakan limbah cair tekstil memiliki nilai konsentrasi COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi, dimana COD sendiri merupakan parameter pencemaraan air. Inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menggunakan Microbial Fuel Cell dimana dalam alat tersebut mikroorganisme digunakan sebagai katalis untuk mengoksidasi limbah dengan produk samping yang dihasilkan berupa listrik. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan limbah tekstil tanpa ada penambahan inoculum dan penyesuaian pH didapat penurunan COD sebesar 77,09%. Pada penlitian ini, digunakan sistem DCMFC dengan jembatan poros campuran semen dan NaCl serta Zn/Cu sebagai elektrodanya, mengacu pada penelitian yang sudah dilakukan, dan penggunaan limbah tekstil sebagai substratnya, tanpa ada penambahan incoculum dan penyesuaian pH. Didapat penurunan COD pada sampel pertama, kedua, ketiga dan keempat masing-masing sebesar 45,81%, 26,91%, 9,04%, dan 8,09%. Kata kunci— Chemical Oxygen Demand (COD), Microbial Fuel Cell (MFC), Limbah
Analisis Variasi Natrium Klorida (NaCl) Dan Tegangan Pada Membran Berongga Berbahan Semen Menggunakan Microbial Electrolysis Cell (MEC) Hafidah, Fiolyta; Kirom, M. Ramdlan; Utami, Amaliyah Rohsari Indah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Gas hidrogen merupakan energi ramah lingkungan untuk kendaraan. Teknologi yang relatif baru, bernama Microbial Electrolysis Cell (MEC) meningkatkan produksi gas hidrogen (H2) yang berkelanjutan dan bersih dari biomassa dan air limbah. Desain reaktor MEC merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi hidrogen. Pada penelitian ini dibuat MEC dengan membran berongga yang berbahan semen dan melakukan optimalisasi Natrium Klorida (NaCl) untuk menghasilkan gas hidrogen yang maksimal. Variasi konsentrasi NaCl pada campuran semen adalah 0 mol/L, 4,88 mol/L, 9,76 mol/L, 14,65 mol/L, 19,53 mol/L dan 24,42 mol/L. Penambahan NaCl pada membran berfungsi untuk meningkatkan produksi hidrogen. Reaktor MEC menggunakan dual chamber, yaitu chamber anoda dan chamber kadota. Pada chamber anoda diisikan substrat kulit nanas. Anoda dan katoda dihubungkan dengan power supply DC yang menjadi sumber. Penelitian dilakukan selama 20 jam dengan pengukuran setiap 2 jam sekali pada variasi tegangan 1,2 volt, 1,5 volt, 1,8 volt, 2,1 volt, 2,4 volt, 2,7 volt dan 3 volt. Hasil produksi hidrogen pada sistem MEC diukur oleh alat ukur gas hidrogen yang diletakkan pada katoda. Hasil dari pengujian sistem MEC mendapat hasil maksimal 10.000 PPM dengan konsentrasi NaCl 14,65 mol/L pada jam ke-2 dan jam ke-4 di tegangan 2,7 volt.Kata kunci— gas hidrogen, membran berongga, microbial electrolysis cell (MEC), NaCl.
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri